Studi Hubungan Sistem Memorandum Elektronik (SME) Dengan Efektivitas Komunikasi dan Kerja di PT. Bank Bukopin

Febrian, Anton (2002) Studi Hubungan Sistem Memorandum Elektronik (SME) Dengan Efektivitas Komunikasi dan Kerja di PT. Bank Bukopin. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E6B-01-Anton-Cover.pdf

Download (95kB)
[img]
Preview
PDF
E6B-02-Anton-Abstrak.pdf

Download (61kB)
[img]
Preview
PDF
E6B-03-Anton-Ringkasan_Eksekutif.pdf

Download (79kB)
[img]
Preview
PDF
E6B-04-Anton-Daftar_Isi.pdf

Download (71kB)
[img]
Preview
PDF
E6B-05-Anton-Bab_1pdf.pdf - Published Version

Download (79kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

ANTON FEBIAN. 2002. Studi Hubungan Sistem Memorandum Elektronik (SME) dengan Efektivitas Komunikasi dan Kerja di PT Bank Bukopin. Di bawah bimbingan ARIF IMAM SUROSO dan KUDANG BORO SEMINAR Komunikasi dan efektivitas kerja mempunyai peranan penting dalam menentukan keberhasilan proses manajerial suatu perusahaan dimana dengan meningkatkan efektivitas komunikasi dan kerja pada akhirnya dapat mendukung pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan. Adapun fungsi komunikasi dan kerja dalam perusahaan berhubungan erat dengan informasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses manajerial sehingga menciptakan kualitas informasi yang baik dapat dilihat sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dan kerja. PT Bank Bukopin sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perbankan memahami bahwa informasi dalam perusahaan merupakan hal yang penting sehingga perlu dikelola dalam sebuah sistem informasi yang baik. Dalam rangka mengelola informasi yang berkaitan dengan korespondensi internal organisasi, PT Bank Bukopin menerapkan suatu sistem informasi berbasis web dan teknologi jaringan intranet yang disebut Sistem Memorandum Elektronik (SME). Dengan penerapan SME tersebut, karyawan diharapkan dapat melakukan proses komunikasi organisasi khususnya korespondensi kedinasan dan pelaksanaan kerja secara efektif. Dalam penerapan SME diindikasikan terdapat penyimpangan dalam penggunaan SME. Oleh karena itu perlu dievaluasi apakah dalam pelaksanaannya sudah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Dengan berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka penelitian ini dilakukan dengan perumusan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana kualitas informasi dari Sistem Memorandum Elektronik (SME) 2. Adakah hubungan yang positif antara penerapan SME yang dicerminkan oleh kualitas informasi SME dengan efektivitas komunikasi dan efektivtitas kerja di Bank Bukopin 3. Bagaimana penerapan dan perbaikan SME yang dapat meningkatkan efektivitas komunikasi dan efektivitas kerja di Bank Bukopin Tujuan secara umum dari penelitian ini adalah melihat kondisi penerapan SME sebagai media memorandum dinas dan selanjutnya menganalisis hubungan kualitas informasi SME tersebut dengan efektivitas komunikasi dan kerja di Bank Bukopin. Adapun tujuan penelitian terhadap SME secara khusus adalah sebagai berikut : 1. Menganalisis kualitas informasi SME, efektivitas komunikasi dan efektivitas kerja di Bank Bukopin. 2. Meneliti hubungan kualitas informasi SME dengan efektivitas komunikasi dan efektivitas kerja di Bank Bukopin. 3. Memberikan rekomendasi penerapan dan perbaikan SME yang dapat meningkatkan efektivitas komunikasi dan efektivitas kerja di Bank Bukopin Penelitian dilakukan terhadap data persepsi responden tentang variabel kualitas SME, variabel komunikasi dan variabel kerja yang diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada karyawan selaku user SME. Pembagian kuesioner dilakukan secara sampel menggunakan teknik stratified random sampling, yaitu kuesioner dibagikan kepada karyawan dengan pengelompokkan berdasarkan jabatan. Data persepsi tersebut kemudian diolah dan diberi skor dengan menggunakan skala Likert dan dianalisis dengan Uji Tanda dan Uji Korelasi Rank Spearman. Dari hasil analisis Uji Tanda terhadap skor-skor persepsi responden (Xi) atas Kualitas Informasi SME dihasilkan nilai median (M) sebesar 59, jumlah tanda positif sebanyak 63 dan jumlah tanda negatif sebanyak 62. Dengan ditentukan Hipotesis awal (H0) adalah H0:Xi M dan Hipotesis tandingan (H1) adalah H1:Xi M maka keputusan yang diambil adalah menerima H1 dan menolak H0. Keputusan menerima H1 menunjukkan bahwa rata-rata responden menilai Kualitas Informasi SME baik. Adapun taraf nyata hitung yang dihasilkan adalah sebesar 0,5. Analisis Uji Tanda terhadap skor-skor persepsi responden (Xi) atas Efektivitas Komunikasi, menghasilkan nilai median (M) sebesar 36, jumlah tanda positif sebanyak 63 dan jumlah tanda negatif sebanyak 57. Dengan ditentukan Hipotesis awal (H0) adalah H0:Xi M dan Hipotesis tandingan (H1) adalah H1:Xi M maka keputusan yang diambil adalah menerima H1 dan menolak H0. Keputusan menerima H1 menunjukkan bahwa rata-rata responden menilai Efektivitas Komunikasi baik. Adapun taraf nyata hitung yang dihasilkan adalah sebesar 0,5. Hasil analisis Uji Tanda terhadap skor-skor persepsi responden (Xi) atas Efektivitas Kerja, menghasilkan nilai median (M) sebesar 21, jumlah tanda positif sebanyak 54 dan jumlah tanda negatif sebanyak 59. Dengan ditentukan Hipotesis awal (H0) adalah H0:Xi M dan Hipotesis tandingan (H1) adalah H1:Xi M maka keputusan yang diambil adalah menerima H0 dan menolak H1. Keputusan menerima H1 menunjukkan bahwa rata-rata responden menilai Efektivitas Kerja tidak baik. Adapun taraf nyata hitung yang dihasilkan adalah sebesar 0,5. Dari ketiga hasil perhitungan Uji Tanda terhadap Kualitas Informasi SME, Efektivitas Komunikasi dan Efektivitas Kerja masing-masing menghasilkan taraf nyata hitung sebesar 0,5. Taraf nyata ini menunjukkan adanya perbedaan jumlah tanda positif dan negatif yang tidak signifikan, artinya jumlah responden yang menilai baik dan tidak baik terhadap masing-masing variabel tidak terlalu berbeda sehingga hal tersebut tidak dapat digeneralisasikan untuk populasi dimana sampel tersebut diambil. Dengan demikian maka ditarik kesimpulan bahwa ketiga variabel tersebut perlu dilakukan perbaikan dan peningkatan. Kemudian ketiga variabel tersebut dianalisis dengan Uji Korelasi Rank Spearman untuk melihat ada tidaknya hubungan yang positif antara ketiga variabel. Hasil Uji Korelasi Rank Spearman untuk hubungan antara kualitas Informasi SME dengan Efektivitas Komunikasi menghasilkan koefisien korelasi positif sebesar 0,638 sedangkan untuk hubungan antara Kualitas Informasi SME dengan Efektivitas Kerja menghasilkan koefisien korelasi positif sebesar 0,481. Berdasarkan hasil penelitian terhadap kondisi variabel yang dianalisis maka sebagai saran untuk menjawab permasalahan dalam rangka perbaikan SME adalah sebagai berikut : 1. Sosialisasikan kembali Ketentuan Sistem Memorandum Elektronik (SME) sehingga karyawan Bank Bukopin selaku user SME dapat mempergunakan SME sesuai dengan yang telah ditetapkan. 2. Pengadaan mesin scanner untuk umum di setiap lantai yang dapat dipergunakan oleh beberapa unit kerja secara bergantian. 3. Penambahan bandwith agar akses SME tidak mengganggu komunikasi operasional bank lainnya. 4. Penambahan kapasitas media penyimpanan data 5. Perlu dikembangkan fasilitas monitoring pada unit kerja yang berwenang untuk mengevaluasi penerapan SME, yaitu berupa menu untuk melihat berapa lama setiap user dalam membaca, menjawab maupun mendisposisikan memorandum yang masuk dalam SME. 6. Pengembangan Kualitas Informasi SME, khususnya aspek Dimensi Bentuk yaitu untuk kejelasan tampilan memorandum dan tambahan menu pencarian yang dapat memperlihatkan status memorandum baik yang sudah difollow up, masih dalam proses atau ditunda. 7. Pengembangan sistem keamanan data dan verifikasi memorandum dengan menggunakan sistem password yang selalu berubah untuk menghindari penyalahgunaan kode user id dan password. Dengan adanya sistem ini maka dapat memastikan keabsahan dan kewenangan suatu memorandum. Keterbatasan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah penggunaan nilai tengah sebagai median dalam Analisis Uji Tanda sehingga apabila sekelompok urutan data mempunyai kecenderungan ke kiri atau ke kanan maka nilai mediannya tidak mewakili nilai tengah.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Informasi, kualitas informasi, sistem koresondensi kedinasan, memorandum, Sistem Memorandum Elektronik, kualitas informasi SME, efektivitas komunikasi, komunikasi organisasi, efektivitas kerja, Analisis Uji Tanda, Uji Korelasi Rank Spearman.
Subjects: Manajemen Sistem Informasi
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 04 Aug 2012 05:27
Last Modified: 04 Aug 2012 05:27
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1524

Actions (login required)

View Item View Item