Model keterlibatan konsumen dan perilaku pembelian pakaian

Mulyana, Asep (2012) Model keterlibatan konsumen dan perilaku pembelian pakaian. Doctoral thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
3DM-01-Asep-Cover.pdf - Published Version

Download (459kB)
[img]
Preview
PDF
3DM-02-Asep-Abstrak.pdf - Published Version

Download (320kB)
[img]
Preview
PDF
3DM-03-Asep-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (332kB)
[img]
Preview
PDF
3DM-04-Asep-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (345kB)
[img]
Preview
PDF
3DM-05-Asep-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (641kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Kebutuhan akan pakaian sangat dipengaruhi oleh penghasilan, gaya hidup, kepercayaan, lingkungan yang akhirnya menjadi kebiasaan dari individu, kelompok, komunitas, masyarakat, bangsa yang mencirikan perbedaan dan keunikan masing-masing. Sesuai dengan hukum ekonomi, ketika ada permintaan maka diperlukanlah suply dari komoditas tersebut. Karena ada kesempatan berusaha dalam bidang pakaian ini di Indonesia, berkembanglah industri fashion yang merupakan industri yang menghasilkan produk seperti pakaian beserta aksesorisnya. Produk pakaian yang dijual ditengah masyarakat sangat beragam, ada yang merupakan produk lokal dan juga impor. Ditengah keberagaman konsumen yang sangat tinggi, toko distro menjadi ajang untuk membuktikan tentang keberadaan produk lokal yang memiliki kualitas dan pasar tersendiri. Hal ini diperkuat dengan berbagai inovasi yang dikembangkan oleh pemilik distro dan pemasok pakaian. Dengan ini juga yang menjadikan industri pakaian di kota Bandung yang telah menjadi salah satu tolak ukur dunia dapat memberikan gambaran bahwa kreativitas dan inovasi pelaku usaha menjadi bagian penting dalam proses pengembangan usaha. Dengan bervariasinya produk yang ditawarkan di pasaran membuat konsumen harus lebih selektif dalam memilih suatu produk atau jasa. Konsumen akan mulai melihat produk mana yang paling mampu memenuhi kebutuhannya sehingga kemudian akan sampai pada tahap dimana seorang konsumen memilih untuk mengkonsumsi suatu produk tidak hanya berdasarkan fungsi dasarnya (Primary Demand) saja, tetapi hal ini berkembang menjadi keinginan sekunder (Secondary Demand) yaitu keinginan untuk mengkonsumsi suatu produk dengan merek tertentu yang dapat memenuhi kebutuhannya. Penelitian ini merupakan pengembangan model Zaichkowsky (1986), Goldsmith dan Hofacker (1991) dengan Jordan dan Simpson (2006). Metode pengukuran ini memfokuskan pada faktor anteseden dari keterlibatan yaitu faktor individu, faktor stimulan dan faktos situasi. Kemudian pegembangan model pada faktor individu dengan menambahkan derajat inovasi sebagai laten variabel. Model keterlibatan ini kemudian digabungkan dengan perilaku pembelian, sehingga menjadi model yang utuh dalam kerangka model keterlibatan dan perilaku pembelian pakaian. Berdasarkan perilaku kencenderungan konsumen yang berbeda-beda dalam mengolah informasi dalam menghasilkan keterlibatan pada produk pakaian yang beragam. Untuk itu sebagai pemasar perlu melihat lebih dalam perilaku konsumen khususnya dalam memproses informasi yang berkaitan dengan produk pakaian dan pada akhirnya menghasilkan perilaku pembelian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk:1) Mengidentifikasi tingkat keterlibatan konsumen dalam membeli pakaian. 2) Menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keterlibatan konsumen pakaian.3)Menganalisis pengaruh keterlibatan konsumen terhadap perilaku pembelian pakaian. 4) Merumuskan strategi pemasaran berdasarkan model keterlibatan konsumen dan perilaku pembelian pakaian. Penelitian dilakukan pada konsumen yang membeli pakaian di kota Bandung pada kawasan Jl. Riau, Jl Trunojoyo, Jl Setiabudi, Bandung Super Mal, Bandung Indah Plaza, Pasar Baru, dan Pusat Belanja Alun-Alun yang merupakan tempat berbelanja pakaian khususnya remaja dan dewasa. Responden dinilai memiliki karakteristik homogen dan berpotensi menjadi konsumen kini dan masa datang. Penelitian ini telah dilakukan selama bulan Februari sampai dengan Maret 2012. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai studi kepustakaan yang dianggap relevan. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 405 orang, dengan kriteria responden remaja atau dewasa yang sedang berada di kawasan pertokoan. Teknik pengambilan contoh dalam penelitian ini menggunakan convenience sampling, teknik ini dilakukan karena pada umumnya konsumen yang melakukan pembelian tidak mudah untuk diminta waktunya untuk melakukan pengisian kuesioner, sehingga peneliti perlu menyesuaikan dengan kesediaan dan ketersediaan konsumen pada saat survey dilakukan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Structural Equation Modeling (SEM) yang berfungsi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keterlibatan konsumen pakaian dan menganalisis pengaruh keterlibatan konsumen terhadap perilaku pembelian pakaian. Pada saat ini, konsumen yang membeli pakaian di kota Bandung pada segmen usia produktif lebih dominan, ini memperlihatkan bahwa mereka memiliki pendapatan yang cukup untuk mengekspresikan dirinya atau membeli pakaian untuk kebutuhan keluarganya. Dalam hal keterlibatan konsumen wanita cenderunng memiliki keterlibatan yang tinggi dibanding pria, hal ini di duga karena wanita cenderung memperhatikan detail produk dari sejak pencarian informasi sampai pada proses pengambilan keputusan pembelian. Kecenderungan keterlibatan tinggi juga terjadi pada usia 15-35 tahun, hal ini dipahami karen pada posisi ini konsumen memiliki ekspresi yang tinggi terutama dalam berpakaian. Berdasarkan hasil analisis SEM, terlihat bahwa bahwa perilaku pembelian dominan dipengaruhi oleh keterlibatan iklan dan keterlibatan keputusan pembelian. Hal ini dapat dijelaskan bahwa dengan adanya keterlibatan pada iklan dan keputusan pembelian membuat konsumen melakukan aktivitas yang lebih lama dalam proses pembeliannya. Sedangkan keterlibatan pada iklan dipengaruhi secara positif oleh stimulan dan inovasi, namun dipengaruhi secara negatif oleh situasi pembelian. Ini menjelaskan bahwa situasi pembelian akan mengurangi keterlibatan pada iklan dan pada akhirnya perilaku pembelian menjadi perilaku dengan pemecahan yang terbatas. Ini sejalan dengan Engel (1994), yang menjelaskan bahwa perilaku pembelian akan mengarah pada perilaku pembelian dengan pemecahan yang terbatas pada situasi toko yang menyenangkan. Inovasi konsumen yang ditenggarai memiliki pengaruh positif pada keterlibatan iklan, mengkonfirmasi bahwa derajat individu yang tinggi menyebabkan konsumen cenderung memperhatikan iklan dengan lebih seksama dan selanjutnya akan berpengaruh pada proses perilaku pembelian dengan pemecahan yang diperluas. Artinya konsumen yang memiliki derajat inovasi yang tinggi cenderung lebih lama dalam memutuskan pembelian pakaian. Dari faktor anteseden yang mempengaruhi keterlibatan, faktor inovasi individu memiliki pengaruh yang cukup dominan untuk terjadinya keterlibatan iklan dan keterlibatan produk. Sedangkan nilai materialistik memiliki pengaruh yang dominan pada keterlibatan keputusan pembelian. Keterlibatan iklan, keterlibatan keputusan pembelian memiliki pengaruh yang dominan pada peningkatan perilaku pembelian. Sedangkan keterlibatan produk tidak signifikan pengaruhnya pada perilaku pembelian. Implikasi manajerial diperoleh berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa konsumen pakaian memiliki kecenderungan pada keterlibatan iklan dan keterlibatan pada keputusan pembelian yang dominan. Hal ini juga ditunjang oleh dukungan faktor anteseden keterlibatan yaitu faktor individu nilai materialisme dan inovasi yang juga siginifikan positif mempengaruhi keterlibatan ini. Sedangkan situasi pembelian yang berpengaruh negatif pada proses keterlibatan. Hal ini dapat dijadikan rujukan bahwa pemilik toko atau manajer harus terus melakukan program pemasaran melalui iklan sebuah toko yang menciptakan kenyamanan berbelanja, dan memiliki produk yang selalu baru. Kesimpulan dari hasil penelitian, konsumen di Factory outlet cenderung memiliki keterlibatan total yang tinggi, sedangkan di Pusat perbelanjaan keterlibatannya relatif rendah.Faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan konsumen adalah faktor materialisme, kegunaan produk, inovasi , faktor stimulan dan faktor situasi. Hasil penelitian menunjukkan pola kausalitas antara faktor anteseden keterlibatan dengan keterlibatan iklan, keterlibatan produk dan keterlibatan keputusan pembelian. Keterlibatan iklan dipengaruhi nyata oleh faktor inovasi, faktor dan stimulan. Keterlibatan Produk dipengaruhi nyata oleh faktor inovasi dan stimulan. Keterlibatan keputusan pembelian dipengaruhi nyata oleh faktor stimulan dan materialisme. Faktor situasi cenderung menurunkan keterlibatan iklan, keterlibatan produk dan keterlibatan keputusan pembelian. Pada variabel materialisme pandangan atas kesuksesan menjadi faktor dominan, sedangkan dari variabel kesan orang lain atas kepemilikan barang dan kenyamanan atas kepemilikan barang merupakan faktor yang paling dominan. Untuk variabel inovasi faktor yang paling dominan adalah pencarian informasi, sedangkan bantuan dengan kejelasan informasi dan kelengkapan produk menjadi faktor dominan dari stimulan yang menjadi anteseden keterlibatan. Kemudian untuk variabel situasi pembelian yang menjadi faktor dominan adalah membeli pakaian karena menariknya tempat membeli. Keterlibatan iklan dan keterlibatan pengambilan keputusan berpengaruh signifikan pada perilaku pembelian. Keterlibatan produk turut mempengaruhi perilaku pembelian, namun tidak signifikan. Strategi pemasaran yang perlu dikembangkan dalam rangka meningkatkan keterlibatan konsumen pakaian kota Bandung adalah mengintegrasikan program pemasaran dengan mendorong terjadinya inovasi terus menerus, sehingga produk yang ditawarkan selalu baru.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: consumer involvement , clothing, shopping behavior, structural equation modeling (SEM) keterlibatan iklan, keterlibatan produk, keterlibatan keputusan pembelian, perilaku pembelian, strategi pemasaran
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: Staff-8 Perpustakaan -
Date Deposited: 18 Sep 2012 01:45
Last Modified: 17 May 2016 01:52
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1543

Actions (login required)

View Item View Item