Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan komitmen manajemen dalam memenuhi anggaran perusahaan

Putri, Ismalianti (2008) Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan komitmen manajemen dalam memenuhi anggaran perusahaan. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E26-01-Ismalianti-Cover.pdf - Published Version

Download (419kB)
[img]
Preview
PDF
E26-02-Ismalianti-Abstract.pdf - Published Version

Download (401kB)
[img]
Preview
PDF
E26-03-Ismalianti-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (411kB)
[img]
Preview
PDF
E26-04-Ismalianti-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (407kB)
[img]
Preview
PDF
E26-05-Ismalianti-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (723kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Mulai periode kerja April 2008 PT. Yamaha Music Manufacturing Asia (YMMA) mulai menggunakan metode consultative budgeting dalam proses penyusunan anggaran perusahaan, yang semula menggunakan metode authoritative budgeting. Sosialisasi anggaran perusahaan setelah ditetapkan oleh perusahaan pertama kali dilakukan pada top-level management yang terdiri dari Presiden Direktur, Direktur, General Manager (GM), dan Deputy General Manager (DGM). Top management kemudian menginformasikan kepada mid-level management. Kelengkapan informasi yang diberikan dari karyawan tingkat yang paling atas sampai tingkat paling bawah sangat ditentukan oleh kelancaran dan kesempurnaan proses distribusi itu sendiri. Komunikasi antara atasan dan bawahan dan juga antar bagian yang terkait dengan bagian yang melakukan perhitungan perencanaan anggaran juga sangat diperlukan untuk melakukan kontrol terhadap anggaran. Perumusan masalah yang akan diteliti adalah sebagai berikut (1) Bagaimana kondisi proses penyusunan anggaran dan management control system di YMMA, (2) Bagaimana persepsi manajemen terhadap budget goal commitment di YMMA dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, (3) Bagaimana korelasi yang terjadi antara budget goal commitment di YMMA dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, (4) Apa upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi penyusunan dan pengontrolan anggaran perusahaan. Tujuan penelitian tesis ini adalah (1) Menganalisis kondisi proses penyusunan anggaran dan management control system di YMMA, (2) Menganalisis persepsi manajemen terhadap budget goal commitment di YMMA dan faktor yang mempengaruhinya, (3) Menganalisis hubungan yang terjadi antara budget goal commitment di YMMA dan faktor yang mempengaruhinya, (4) Merumuskan perbaikan dalam penyusunan dan pengontrolan anggaran di YMMA Penelitian dilakukan di YMMA dimulai dari bulan Februari sampai dengan April 2008. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakankuesiner dengan didukung dengan interview tidak terstruktur dan dilengkapi dengan data internal perusahaan disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Responden penelitian merupakan seluruh mid-level management YMMA. Proses kuantifikasi diperoleh dengan mengunakan skala likert dan skala ekuitas. Uji statistik yang dgunakan untuk menjelaskan penelitian ini adalah statistik deskriptif dan statistik nonparametrik. Untuk proses pengolahan data menggunkaan software SPSS-13. Untuk menguji validitas instrumen pernelitian menggunakan teknik korelasi product moment. Perhitungan korelasi product moment dilakukan dengan melihat nilai significance hasil output SPSS-13. Alat ukur yang digunakan untuk menentukan keterandalan kuesioner adalah dengan rumus cronbach alpha. Untuk mendapatkan hubungan antara variabel partisipasi anggaran, kesempurnaan informasi, kapasitas individu, dan kecukupan anggaran dengan komitmen manajemen dilakukan analisis korelasi rank Spearman. Kemudian dilakukan uji statistitik nonparametrik Kruskal-Wallis. Interval kepercayaan yang digunakan yang digunakan sebesar 80% atau taraf signifikansi 20%. Penilaian suatu instrumen variabel dinyatakan valid apabila nilai koefisien korelasi product moment lebih besar dari 0,300. Berdasarkan hasil uji instrumen variabel komitmen manajemen, partisipasi anggaran, kesempurnaan informasi, dan kecukupan anggaran diperoleh nilai yang valid untuk digunakan. Sedangkan pada iinstrumen variabel kapasitas individu terdapat dua pernyataan yang tidak valid, yaitu jenis kelamin dan lama bekerja. Kedua pernyataan tersebut tidak valid untuk digunakan untuk mengukur kapasitas individu. Hasil uji reliabilitas diperoleh nilai cronbach alpha variabel partisipasi anggaran, kesempurnaan informasi, kapasitas individu, dan kecukupan anggaran adalah 0.709, 0.765, 0.788, 0.559, dan 0.730. Setelah kedua pernyataan pada variabel kapasitas individu tersebut dikeluarkan, hasil nilai cronbach alpha variabel kapasitas individu menjadi 0.706, menunjukkan bahwa variabel kapasitas individu reliabel atau layak untuk digunakan. Secara struktural YMMA dipimpin oleh seorang Presiden Direktur yang dibantu oleh 3 orang Direktur serta beberapa GM/DGM (General Manager / Deputy General Manager) yang membawahi 6 departemen utama, yaitu departemen Produksi, Finance & Accounting, General Affairs, Production Engineering, Procurement, Quality Assurance, dan Planning. Masing-masing bagian dipimpin oleh manajer dan asisten manajer yang memiliki tanggung jawab dan wewenang atas bagiannya masing-masing. Penyusunan anggaran YMMA dimulai setelah jumlah anggaran produksi yang diperhitungkan oleh YCJ selesai dan dikirimkan ke YMMA. Data jumlah pesanan produk dari YCJ dikirim kepada top management (para Direktur dan Presiden Direktur). Perhitungan dan estimasi anggaran dipusatkan pada bagian Cost Accounting. Anggaran perusahaan ditetapkan oleh top management (BOD) setelah melakukan beberapa kali meeting internal para BOD. Setelah ditetapkan anggaran tersebut dilaporkan ke YCJ untuk mendapat persetujuan dari para komisaris dan pemegang saham. Anggaran yang sudah ditetapkan kemudian dibagi untuk setiap cost center. Hingga saat ini peran utama yang melakukan pengontrolan anggaran untuk setiap bagian adalah bagian Cost Accounting. Setiap bulan bagian Cost Accounting membuat laporan kondisi pemakaian dan pemenuhan anggaran oleh masing-masing bagian, terutama yang berkaitan dengan biaya, produksi, dan penjualan. Analisis rentang kriteria menunjukkan bahwa kondisi komitmen manajemen dalam memenuhi anggaran perusahaan memperoleh nilai 66,yang artinya masih berada pada kondisi yang buruk. Nilai rentang kriteria variabel partisipasi anggaran adalah 63, artinya kondisi partisipasi mid-level management dala proses penyusunan anggaran masih berada pada kondisi buruk. Nilai untuk variabel kesempurnaan informasi sebesar 71, artinya tingkat kesempurnaan informasi di YMMA dalam proses penyusunan dan pengontrolan anggaran perusahaan berada pada kondisi baik. Nilai rentang kriteria untuk variabel kecukupan anggaran adalah 69, artinya kondisi tingkat kecukupan anggaran di masing-masing bagian sudah berada pada kondisi baik. Hasil uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai yang significance yang menunjukkan bahwa variabel partisipasi anggaran, kesempurnaan informasi, kapasitas individu, dan kecukupan anggaran secara bersama-sama mempengaruhi budget goal commitment pada taraf nyata 20%. Hasil uji korelasi rank Spearman variabel partisipasi anggaran, kesempurnaan informasi, kapasitas individu, dan kecukupan anggaran terhadap komitmen manajemen menunjukkan nilai koefisien sebesar 0.272, 0.208, -0.257, dan 0.353. Hal tersebut menunjukkan hubungan yang positif antara variabel partisipasi anggaran, kesempurnaan informasi, dan kecukupan anggaran terhadap variabel komitmen manajemen, dan hubungan yang negatif antara variable kapasitas individu dengan komitmen manajemen. Untuk nilai significance dari hasil uji korelasi rank Spearman variabel partisipasi anggaran, kesempurnaan informasi, kapasitas individu, dan kecukupan anggaran terhadap komitmen manajemen menunjukkan nilai p-value (significance) sebesar 0.170, 0.298, 0.195, dan 0.071. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel kecukupan anggaran memiliki hubungan positif yang nyata dengan variabel komitmen manajemen pada taraf nyata 10%. Sedangkan variabel partisipasi anggaran memiliki hubungan positif, dan kapasitas individu memiliki hubungan negatif yang nyata dengan komitmen manajemen pada taraf nyata 20%. Variabel kecukupan anggaran, partisipasi anggaran, dan kapasitas individu memiliki hubungan korelasi dengan budget goal commitment. Berdasarkan nilai signifikansi, dan nilai koefisien korelasi menunjukkan variabel kecukupan anggaran memiliki hubungan korelasi positif yang paling kuat, kemudian variabel partisipasi anggaran, sedangkan variabel kapasitas individu memiliki hubungan negatif dengan budget goal commitment. Sedangkan variabel kesempurnaan informasi memiliki hubungan korelasi dengan budget goal commitment secara bersama-sama dengan ketiga variabel lainnya. Dengan demikian untuk dapat meningkatkan komitmen manajemen dalam memenuhi anggaran perusahaan dapat dilakukan dengan memperhatikan kondisi kecukupan anggaran, partisipasi anggaran, dan kapasitas individu dari mid-level management. Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan terhadap kondisi aktual perbaikan terhadap proses penyusunan yang dapat dilakukan antara lain memperbaiki perhitungan dan estimasi biaya, perbaikan mekanisme, dan pembuatan standarisasi. Sedangkan untuk proses pengontrolan anggaran dapat dilakukan dengan perbaikan pelaporan, peningkatan partisipasi dan kepedulian mid-level management, dan peningatan pengawasan dari manajemen dan bagian Cost Accounting. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan sebagai berikut (1) Kondisi pemenuhan anggaran perusahaan di YMMA masih kurang baik, (2) Terdapat ketidak sesuaian antara persepsi dengan kondisi yang diharapkan yang diberikan mid-level management di YMMA terhadap variabel komitmen manajemen, partisipasi anggaran, kesempurnaan informasi, dan kecukupan anggaran, (3) Variabel pertisipasi anggaran, dan kecukupan anggaran, sedangkan kapasitas individu berhubungan negatif dengan komitmen manajemen, (4) Formulasi penyusunan anggaran dan mekanisme pengontrolan anggaran tradisional yang digunakan oleh YMMA perlu dilakukan perbaikan. Selain itu perlu dilakukan analisis lebih detail dan seksama dalam mengawasi proses pemenuhan anggaran perusahaan. Saran yang dapat diberikan kepada perusahaan adalah agar perusahaan dapat meningkatkan komitmen, lebih melibatkan partisipasi manajemen lini menengah dalam penyusunan anggaran perusahaan, perbaikan distribusi informasi, dan tingkat pengetahuan manajemen lini menengah tentang proses penyusunan anggaran perusahaan. Selain itu perusahaan perlu membuat suatu prosedur dan mekanisme yang jelas mengenai proses penyusunan dan pengontrolan anggaran perusahaan. Untuk penelitian lebih lanjut dapat ditambahkan variabel lain yang masih belum terdapat pada penelitian ini, dan melakukan analsis penyusunan anggaran dengan menggunakan alternatif metode lain yang diharapkan dapat memperbaiki metode yang digunakan saat ini, seperti metode Activity-Based Budgeting (ABB).

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Komitmen Manajemen, PT Yamaha Music Manufacturing Asia, Korelasi Budget Goal Commitment dengan Faktor-Faktor yang Berhubungan, Anggaran Perusahaan.
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: Library
Date Deposited: 24 Dec 2011 05:48
Last Modified: 19 Nov 2014 05:16
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/155

Actions (login required)

View Item View Item