Merger dan akuisisi bank di indonesia tahun 1995-2008

Mulyana, Bambang (2012) Merger dan akuisisi bank di indonesia tahun 1995-2008. Doctoral thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
2DM-01-Bambang-Cover.pdf

Download (172kB)
[img]
Preview
PDF
2DM-02-Bambang-Abstrak.pdf

Download (85kB)
[img]
Preview
PDF
2DM-03-Bambang-RingkasanEksekutif.pdf

Download (92kB)
[img]
Preview
PDF
2DM-04-Bambang-DaftarIsi.pdf

Download (119kB)
[img]
Preview
PDF
2DM-05-Bambang-BabIPendahuluan.pdf - Published Version

Download (114kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Merger adalah bergabungnya dua atau lebih perusahaan menjadi satu dengan nama baru ataupun salah satu nama sebelumnya. Sedangkan akuisisi adalah pengambilalihan kontrol atau kendali suatu perusahaan oleh perusahaan lain melalui penguasaan saham mayoritas. Merger dan akuisisi bank di Indonesia sudah berlangsung sejak tahun 1972 dan sampai saat ini terdapat beberapa kebijakan perbankan di Indonesia yang mengarahkan terjadinya merger atau akuisisi. Penelitian mengenai determinan merger dan akuisisi bank di Indonesia relatif terbatas dibandingkan dengan aspek lainnya. Penelitian ini bertujuan mempelajari determinan terjadinya merger dan akuisisi bank di Indonesia, kinerja bank setelah merger dan terakuisisi, dan sinergi yang dihasilkan dalam bentuk pertumbuhan berkelanjutan dan nilai tambah ekonomi. Penelitian ini dilakukan terhadap bank yang melakukan merger dan terakuisisi dalam kurun waktu tahun 1995-2008. Tidak ada satu pun hipotesis baik yang spesifik maupun general dapat menjelaskan fenomena merger dan akuisisi sesuai yang diharapkan. Namun beberapa penelitian menemukan bahwa determinan merger adalah berasal dari internal maupun eksternal. Kinerja setelah merger dan akuisisi bertitik tolak dari temuan bahwa bank hasil merger memiliki kinerja yang sangat baik. Kajian determinan merger dan akuisisi dan kinerja setelah aksi korporasi tersebut berdasarkan pada beberapa kajian empirik sebelumnya, sedangkan sinergi yang dihasilkan berdasar pada teori yang diajukan oleh beberapa ilmuan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Laporan keuangan bank publikasi merupakan data utama dalam penelitian ini, diperoleh dari berbagai sumber seperti Bank Indonesia, Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, Bisnis Indonesia, Biro Riset Infobank, dan website bank yang menjadi obyek penelitian. Pengolahan data menggunakan alat bantu Minitab versi 14.01. Dengan menggunakan analisis regresi logistik biner, diketahui bahwa merger pada tahun 1995-1999 lebih ditentukan oleh determinan internal, yaitu variabel NPL (yang diproksikan dari PPAP) dengan koefisien 137,237, nilai p sebesar 0,018, dan t-hitung sebesar 2,36 serta belum terdapat pengaruh determinan eksternal, sedangkan di sisi lain, pada periode tersebut belum terdapat peristiwa akuisisi bank. Memburuknya nilai NPL antara lain sebagai imbas dari krisis keuangan regional yang berdampak negatif kepada sektor riil dalam memenuhi syarat-syarat kredit dari bank. Variabel internal lainnya ternyata tidak berpengaruh nyata terhadap probabilitas merger bank pada periode ini. Pada peristiwa merger tahun 2000 -2004, dengan menggunakan analisisi regresi logistik biner (karena pada periode ini tidak terdapat peristiwa akuisisi), diketahui bahwa determinan internal dan eksternal menjadi penentu terjadinya merger bank. Variabel NPL dengan koefisien sebesar 17,3105, nilai p sebesar 0,001, t-hitung sebesar 3,35, dan odd ratio sebesar 3.29 dan varibel FE dengan koefisien sebesar 1.45907, nilai p sebesar 0,037, t-hitung sebesar 2,09, dan odd ratio sebesar 4,30 menjadi determinan signifikan terjadinya merger bank pada periode tersebut. Sementara itu variabel internal lainnya tidak berpengaruh nyata terhadap probabilitas merger. Variabel FE sebagai determinan eksternal sudah muncul pada periode ini, menggambarkan bahwa pemerintah sebagai regulator telah memperdalam perannya pada industri perbankan dalam usaha keluar dari krisis keuangan regional. Selanjutnya, analisis merger dan akuisisi bank pada periode tahun 2005-2008 menggunakan metode regresi multinomial logit. Pada peristiwa merger, tiga variabel sebagai determinan internal menjadi penentu terjadinya merger yaitu, pertama, variabel size walaupun dengan signifikansi yang kecil (koefisien sebesar 0,0000003, nilai p sebesar 0,066, t-hitung sebesar 2,40, dan odd ratio sebesar 1,00. Kedua, variabel NPL cukup signifikan dengan koefisien sebesar 10,3198, nilai p 0,042, t-hitung 2,04, dan odd ratio 303.27, dan ketiga, variabel ER menunjukan cukup signifikan dengan koefisien sebesar 11,7183, nilai p sebesar 0,049, t-hitung 1,96, dan odd ratio sebesar 122.80. Semenntara itu, persitiwa akuisisi sepenuhnya ditentukan oleh determinan internal yaitu variabel LC (koefisien 9,07985, nilai p 0,001, t-hitung 3,28, dan odd ratio 87.76), ER (koefisien 11,4273, nilai p 0,040, t-hitung 2,05, dan odd ratio 91.79), dan NPL (koefisien 10,4849, nilai p 0,036, t-hitung 2,10, dan odd ratio 35.77). Kinerja bank hasil merger dan bank terakuisisi diukur dengan pendekatan capital, asset quality, management, earning, liquidity, dan sensituvity to market risk. Hasil penelitian bank hasil merger menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada faktor capital sejak tahun pertama sampai tahun kesembilan setelah merger dibandingkan dengan kondisi sebelum merger. Pada faktor asset quality bank-bank hasil merger tidak terdapat perbedaan signifikan pada tahun pertama dan kedua, namun, terjadi perbedaan signifikan pada tahun ketiga sampai kelima, dan kembali tidak berbeda nyata dengan kondisi sebelum merger pada tahun keenam sampai kesembilan. Terdapat perbedaan signifikan pada faktor management sejak tahun pertama sampai tahun keenam dan kedelapan dibandingkan dengan kondisi sebelum merger, namun, kondisi tidak berbeda nyata terjadi pada tahun ketujuh dan kesembilan. Pada faktor earning terjadi kondisi yang fluktuatif yaitu, berbeda nyata dibandingkan dengan kondisi sebelum merger pada tahun pertama sampai ketiga dan tahun kelima sampai keenam, sedangkan pada tahun keempat dan ketujuh sampai kesembilan tidak berbeda nyata dengan kondisi sebelum merger. Tidak terdapat perbedaan signifikan terhadap faktor liquidity pada bank-bank hasil merger sejak tahun pertama sampai tahun kesembilan dibandingkan dengan kondisi sebelum merger. Selanjutnya, pada faktor sensitivity to market risk, kondisi berbeda nyata dibandingkan hanya terjadi pada tahun keempat, sedangkan pada tahun pertama sampai ketiga dan tahun kelima sampai kesembilan tidak berbeda nyata dengan kondisi sebelum merger. Pada peristiwa akuisisi, tidak terdapat perbedaan signifikan pada faktor capital, asset quality, management, earning, liquidity, dan sensistuvity to market risk sesudah dan sebelum diakuisisi. Sinergi yang dihasilkan dari merger dan akuisisi dianalisis dengan pendekatan sustainable growth dan economic value added. Hasil penelitian terhadap pertumbuhan berkelanjutan menunjukkan bahwa dari sebelas bank hasil merger, hanya satu bank yang memiliki koefisien regresi negatif, sementara pada peristiwa akuisisi, dari sembilan bank terakuisisi, enam bank di antaranya memiliki koefisien regresi yang positif. Terhadap nilai tambah ekonomi, dari sebelas bank hasil merger, hanya tiga bank yang memiliki koefisien regresi yang positif dan di antara ketiga bank tersebut, hanya satu bank yang memiliki nilai positif baik pada konstanta maupun koefisien regresi. Sementara pada peristiwa akuisisi, dari enam bank terakuisisi hanya satu bank yang memiliki koefisien regresi yang positif.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: mergers and acquisitions, bank, determinant, performance, synergy merger dan akusisi, bank, determinan, kinerja, sinerg
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: Staff-8 Perpustakaan -
Date Deposited: 24 Oct 2012 01:41
Last Modified: 17 May 2016 01:53
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1568

Actions (login required)

View Item View Item