Strategi pengembangan bisnis pt.dharma samudera fishing industries, tbk jakarta

Widyananda, Cepryana Sathalica (2012) Strategi pengembangan bisnis pt.dharma samudera fishing industries, tbk jakarta. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R45-01-Cepryana-Cover.pdf - Published Version

Download (365kB)
[img]
Preview
Text
R45-02-Cepryana-Abstrak.pdf - Published Version

Download (317kB)
[img]
Preview
Text
R45-03-Cepryana-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (327kB)
[img]
Preview
Text
R45-04-Cepryana-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (426kB)
[img]
Preview
Text
R45-05-Cepryana-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (634kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Indonesia memiliki potensi sumber daya ikan dan biota sebesar kurang lebih 54.7 juta ton/tahun. FAO menyebutkan bahwa selama periode 2009-2011 terjadi peningkatan nilai ekspor komoditas perikanan yang mencapai US$ 3.2 miliar. Negara tujuan ekspor industri perikanan Indonesia yang terbesar adalah Jepang, Amerika dan Uni Eropa. Namun pada saat ini terjadi penurunan ekspor dikarenakan berbagai masalah. Adanya masalah dalam ekspor produk perikanan Indonesia di pasar internasional secara tidak langsung dapat mempengaruhi citra produk perikanan Indonesia sehingga daya tawar/daya saing produk perikanan Indonesia dapat turun. Semakin meningkatnya penolakan terhadap produk perikanan, kurangnya bahan baku dan kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu, mengharuskan perusahaan mengambil langkah atau keputusan strategis untuk mempertahankan bisnisnya. Upaya perusahaan dalam memenangkan persaingan harus didukung dengan adanya strategi yang tepat agar perusahaan dapat mengalami peningkatan dalam pertumbuhan usahanya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan strategi pengembangan bisnis. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi internal dan kondisi eksternal PT. Dharma Samudera Fishing Industries, Tbk, merumuskan alternatif strategi pengembangan bisnis PT. Dharma Samudera Fishing Industries, Tbk dan menentukan prioritas strategi yang paling efektif yang dapat dilakukan atau diimplemantasikan PT. Dharma Samudera Fishing Industries, Tbk untuk mengembangkan bisnisnya. Beberapa metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis deskriptif, analisis lingkungan internal dan eksternal untuk menghasilkan faktor-faktor kunci. Analisis ini menggunakan pendapat dari para responden untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, sesuai dengan pengetahuan dan wawasan yang dimiliki masing-masing responden. Kemudian dilanjutkan dengan mencocokkan masing-masing faktor kunci dengan menggunakan analisis Internal-Eksternal dan analisis SWOT kuadran untuk menghasilkan alternatif strategi yang dapat direkomendasikan dan diolah pada analisis selanjutnya. Alternatif strategi yang didapat dari analisis Internal-Eksternal dan analisis SWOT kuadran, kemudian diolah kembali dengan menggunakan analisis QSPM untuk mendapatkan prioritas strategi yang dapat diterapkan oleh PT. Dharma Samudera Fishing Industries, Tbk. Dalam penelitian ini teknik pengambilan contoh dilakukan dengan cara sengaja menggunakan teknik purposive sampling. Responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 7 orang, dengan kriteria untuk responden internal adalah para manajer PT. DSFI, Tbk dimana para manajer memiliki peran aktif dalam kegiatan perusahaan. Kriteria untuk responden eksternal adalah yang memiliki pengalaman kerja dalam industri perikanan minimal 15 tahun dan pernah menjabat sebagai eksekutif puncak diperusahaan atau yang mampu menetapkan kebijakan. Tahap pertama yang dilakukan adalah menganalisis lingkungan internal dan eksternal. Identifikasi ini untuk menghasilkan faktor-faktor kunci, baik itu kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh PT. Dharma Samudera Fishing Industries, Tbk, maupun peluang dan ancaman yang akan dihadapi. Dari hasil pengisian kuesioner dan FGD dari para responden, didapatkan bahwa yang menjadi faktor kunci internal dan eksternal adalah sebagai berikut. Untuk faktor kunci kekuatan internal terdiri dari 9 (sembilan), yaitu 1) sasaran dan tujuan perusahaan terukur dan jelas (0.268) ; 2) wilayah pemasaran perusahaan tetap (0.218) ; 3) kualitas produk sesuai dengan keinginan pelanggan (0.268) ; 4) sistem reward dan punishment efektif (0.147) ; 5) pasokan bahan baku sesuai dan berjalan lancar (0.153) ; 6) jenis produk yang dihasilkan beragam (0.241) ; 7) sistem dan budaya kerja yang sesuai (0.198) ; 8) produksi menghasilkan yield yang tinggi (0.238) ; dan 9) pengendalian biaya berjalan sesuai budget (0.282). Dari kesembilan hal tersebut, didapat bahwa pengendalian biaya berjalan sesuai budget yang menjadi prioritas kekuatan utama. Untuk faktor kunci kelemahan terdiri dari 8 bagian, yaitu 1) kemampuan manajemen dalam pengawasan kurang (0.056) ; 2) deskripsi dan spesifikasi pekerjaan belum menyeluruh (0.114) ; 3) jumlah dan kualitas SDM belum memadai (0.123) ; 4) sistem rekruitmen belum efektif (0.062) ; 5) pemanfaatan teknologi belum maksimal (0.136) ; 6) kecukupan modal dan sistem pendanaan yang dimiliki perusahaan belum mencukupi (0.041) ; 7) pelayanan terhadap pembeli masih kurang (0.098) ; dan 8) perencanaan anggaran yang belum efektif (0.044). Selanjutnya, ada 7 (tujuh) faktor kunci peluang eksternal yang teridentifikasi, yaitu 1) peran pemerintah yang mendukung terhadap industri perikanan (0.233); 2) prospek pasar dan kondisi ekonomi negara tujuan ekspor yang masih berpotensi atau berpeluang (0.226); 3) letak geografis Indonesia yang potensial (0.470); 4) pertumbuhan penduduk dunia yang terus meningkat (0.380); 5) pemanfaatan teknologi untuk perbaikan layanan (0.130); 6) tingkat persaingan di antara perusahaan sejenis yang ada (0.236); dan 7) kekuatan tawar menawar pembeli yang lemah (0.296). Ancaman terdiri dari 6 (enam) faktor kunci, yaitu 1) undang-undang, kebijakan pemerintah dan stabilitas politik masih lemah (0.208); 2) minat beli dan daya beli masyarakat menurun (0.328); 3) isu global tentang keamanan pangan dan sertifikasi sustainabiltiy yang harus dipenuhi oleh perusahaan (0.172); 4) preferensi jenis produk dan sajian yang sesuai dengan keinginan buyer (0.267); 5) ancaman pendatang baru yang mulai masuk industri perikanan (0.239); dan 6) kekuatan tawar menawar pemasok yang sangat kuat (0.237). Dari hasil identifikasi faktor-faktor kunci internal dan eksternal di atas, maka langkah selanjutnya adalah dilakukan pencocokan untuk menghasilkan alternatif strategi. Dari pencocokan tersebut, ada 4 (empat) alternatif strategi yang dihasilkan, yaitu menerapkan Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasok), meningkatkan pola kerjasama operasi (KSO) yang sebelumnya sudah dilakukan guna menjaga kualitas bahan baku, pengembangan pasar ekspor ke negara penjualan baru (Afrika, China, Timur Tengah, dan Asia Tengah) dan melakukan investasi pengadaan kapal tangkap untuk menjaga ketersediaan bahan baku. Namun dalam analisis selanjutnya, strategi melakukan investasi kapal tangkap untuk menjaga ketersediaan bahan baku dihilangkan karena strategi tersebut menurut perusahaan sangat berat untuk dilakukan. Biaya yang dibutuhkan untuk pengadaan kapal tangkap tersebut cukup mahal, dan operasionalnya juga membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Analisis terakhir yang dilakukan adalah menetapkan strategi prioritas terhadap alternatif-alternatif strategi yang dihasilkan dengan menggunakan analisis QSPM. Dari hasil pengolahan data yang sesuai dengan penilaian dari para pakar, didapat bahwa prioritas strategi pertama adalah menerapkan supply chain management (manajemen rantai pasok) dengan nilai TAS 6.052. Prioritas strategi kedua adalah pengembangan pasar ekspor ke negara penjualan baru (Afrika, China, Timur Tengah, dan Asia Tengah) dengan nilai TAS 5.634. Prioritas strategi ketiga adalah meningkatkan pola kerjasama operasi (KSO) yang sebelumnya sudah dilakukan guna menjaga kualitas bahan baku dengan nilai TAS 5.179. Dari hasil olahan tersebut dapat direkomendasikan bahwa, menerapkan supply chain management (manajemen rantai pasok) menjadi prioritas strategi pertama dalam pengembangan bisnis PT. Dharma Samudera Fishing Industries, Tbk. Dalam implementasinya, diserahkan kepada pihak manajemen PT. Dharma Samudera Fishing Industries, Tbk. Indonesia memiliki potensi sumber daya ikan dan biota sebesar kurang lebih 54.7 juta ton/tahun. FAO menyebutkan bahwa selama periode 2009-2011 terjadi peningkatan nilai ekspor komoditas perikanan yang mencapai US$ 3.2 miliar. Negara tujuan ekspor industri perikanan Indonesia yang terbesar adalah Jepang, Amerika dan Uni Eropa. Namun pada saat ini terjadi penurunan ekspor dikarenakan berbagai masalah. Adanya masalah dalam ekspor produk perikanan Indonesia di pasar internasional secara tidak langsung dapat mempengaruhi citra produk perikanan Indonesia sehingga daya tawar/daya saing produk perikanan Indonesia dapat turun. Semakin meningkatnya penolakan terhadap produk perikanan, kurangnya bahan baku dan kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu, mengharuskan perusahaan mengambil langkah atau keputusan strategis untuk mempertahankan bisnisnya. Upaya perusahaan dalam memenangkan persaingan harus didukung dengan adanya strategi yang tepat agar perusahaan dapat mengalami peningkatan dalam pertumbuhan usahanya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan strategi pengembangan bisnis. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi internal dan kondisi eksternal PT. Dharma Samudera Fishing Industries, Tbk, merumuskan alternatif strategi pengembangan bisnis PT. Dharma Samudera Fishing Industries, Tbk dan menentukan prioritas strategi yang paling efektif yang dapat dilakukan atau diimplemantasikan PT. Dharma Samudera Fishing Industries, Tbk untuk mengembangkan bisnisnya. Beberapa metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis deskriptif, analisis lingkungan internal dan eksternal untuk menghasilkan faktor-faktor kunci. Analisis ini menggunakan pendapat dari para responden untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, sesuai dengan pengetahuan dan wawasan yang dimiliki masing-masing responden. Kemudian dilanjutkan dengan mencocokkan masing-masing faktor kunci dengan menggunakan analisis Internal-Eksternal dan analisis SWOT kuadran untuk menghasilkan alternatif strategi yang dapat direkomendasikan dan diolah pada analisis selanjutnya. Alternatif strategi yang didapat dari analisis Internal-Eksternal dan analisis SWOT kuadran, kemudian diolah kembali dengan menggunakan analisis QSPM untuk mendapatkan prioritas strategi yang dapat diterapkan oleh PT. Dharma Samudera Fishing Industries, Tbk. Dalam penelitian ini teknik pengambilan contoh dilakukan dengan cara sengaja menggunakan teknik purposive sampling. Responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 7 orang, dengan kriteria untuk responden internal adalah para manajer PT. DSFI, Tbk dimana para manajer memiliki peran aktif dalam kegiatan perusahaan. Kriteria untuk responden eksternal adalah yang memiliki pengalaman kerja dalam industri perikanan minimal 15 tahun dan pernah menjabat sebagai eksekutif puncak diperusahaan atau yang mampu menetapkan kebijakan. Tahap pertama yang dilakukan adalah menganalisis lingkungan internal dan eksternal. Identifikasi ini untuk menghasilkan faktor-faktor kunci, baik itu kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh PT. Dharma Samudera Fishing Industries, Tbk, maupun peluang dan ancaman yang akan dihadapi. Dari hasil pengisian kuesioner dan FGD dari para responden, didapatkan bahwa yang menjadi faktor kunci internal dan eksternal adalah sebagai berikut. Untuk faktor kunci kekuatan internal terdiri dari 9 (sembilan), yaitu 1) sasaran dan tujuan perusahaan terukur dan jelas (0.268) ; 2) wilayah pemasaran perusahaan tetap (0.218) ; 3) kualitas produk sesuai dengan keinginan pelanggan (0.268) ; 4) sistem reward dan punishment efektif (0.147) ; 5) pasokan bahan baku sesuai dan berjalan lancar (0.153) ; 6) jenis produk yang dihasilkan beragam (0.241) ; 7) sistem dan budaya kerja yang sesuai (0.198) ; 8) produksi menghasilkan yield yang tinggi (0.238) ; dan 9) pengendalian biaya berjalan sesuai budget (0.282). Dari kesembilan hal tersebut, didapat bahwa pengendalian biaya berjalan sesuai budget yang menjadi prioritas kekuatan utama. Untuk faktor kunci kelemahan terdiri dari 8 bagian, yaitu 1) kemampuan manajemen dalam pengawasan kurang (0.056) ; 2) deskripsi dan spesifikasi pekerjaan belum menyeluruh (0.114) ; 3) jumlah dan kualitas SDM belum memadai (0.123) ; 4) sistem rekruitmen belum efektif (0.062) ; 5) pemanfaatan teknologi belum maksimal (0.136) ; 6) kecukupan modal dan sistem pendanaan yang dimiliki perusahaan belum mencukupi (0.041) ; 7) pelayanan terhadap pembeli masih kurang (0.098) ; dan 8) perencanaan anggaran yang belum efektif (0.044). Selanjutnya, ada 7 (tujuh) faktor kunci peluang eksternal yang teridentifikasi, yaitu 1) peran pemerintah yang mendukung terhadap industri perikanan (0.233); 2) prospek pasar dan kondisi ekonomi negara tujuan ekspor yang masih berpotensi atau berpeluang (0.226); 3) letak geografis Indonesia yang potensial (0.470); 4) pertumbuhan penduduk dunia yang terus meningkat (0.380); 5) pemanfaatan teknologi untuk perbaikan layanan (0.130); 6) tingkat persaingan di antara perusahaan sejenis yang ada (0.236); dan 7) kekuatan tawar menawar pembeli yang lemah (0.296). Ancaman terdiri dari 6 (enam) faktor kunci, yaitu 1) undang-undang, kebijakan pemerintah dan stabilitas politik masih lemah (0.208); 2) minat beli dan daya beli masyarakat menurun (0.328); 3) isu global tentang keamanan pangan dan sertifikasi sustainabiltiy yang harus dipenuhi oleh perusahaan (0.172); 4) preferensi jenis produk dan sajian yang sesuai dengan keinginan buyer (0.267); 5) ancaman pendatang baru yang mulai masuk industri perikanan (0.239); dan 6) kekuatan tawar menawar pemasok yang sangat kuat (0.237). Dari hasil identifikasi faktor-faktor kunci internal dan eksternal di atas, maka langkah selanjutnya adalah dilakukan pencocokan untuk menghasilkan alternatif strategi. Dari pencocokan tersebut, ada 4 (empat) alternatif strategi yang dihasilkan, yaitu menerapkan Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasok), meningkatkan pola kerjasama operasi (KSO) yang sebelumnya sudah dilakukan guna menjaga kualitas bahan baku, pengembangan pasar ekspor ke negara penjualan baru (Afrika, China, Timur Tengah, dan Asia Tengah) dan melakukan investasi pengadaan kapal tangkap untuk menjaga ketersediaan bahan baku. Namun dalam analisis selanjutnya, strategi melakukan investasi kapal tangkap untuk menjaga ketersediaan bahan baku dihilangkan karena strategi tersebut menurut perusahaan sangat berat untuk dilakukan. Biaya yang dibutuhkan untuk pengadaan kapal tangkap tersebut cukup mahal, dan operasionalnya juga membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Analisis terakhir yang dilakukan adalah menetapkan strategi prioritas terhadap alternatif-alternatif strategi yang dihasilkan dengan menggunakan analisis QSPM. Dari hasil pengolahan data yang sesuai dengan penilaian dari para pakar, didapat bahwa prioritas strategi pertama adalah menerapkan supply chain management (manajemen rantai pasok) dengan nilai TAS 6.052. Prioritas strategi kedua adalah pengembangan pasar ekspor ke negara penjualan baru (Afrika, China, Timur Tengah, dan Asia Tengah) dengan nilai TAS 5.634. Prioritas strategi ketiga adalah meningkatkan pola kerjasama operasi (KSO) yang sebelumnya sudah dilakukan guna menjaga kualitas bahan baku dengan nilai TAS 5.179. Dari hasil olahan tersebut dapat direkomendasikan bahwa, menerapkan supply chain management (manajemen rantai pasok) menjadi prioritas strategi pertama dalam pengembangan bisnis PT. Dharma Samudera Fishing Industries, Tbk. Dalam implementasinya, diserahkan kepada pihak manajemen PT. Dharma Samudera Fishing Industries, Tbk.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Business Development Strategy, IFE, EFE, IE, SWOT and QSPM strategi pengembangan bisnis, IFE, EFE, IE, SWOT dan QSPM
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: Staff-8 Perpustakaan -
Date Deposited: 12 Jun 2013 00:46
Last Modified: 30 Jun 2020 08:04
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1579

Actions (login required)

View Item View Item