Tata kelola organisasi dan analisis keuangan pada pusat investasi pemerintah

Maharjanti, Rinjani Yusni (2013) Tata kelola organisasi dan analisis keuangan pada pusat investasi pemerintah. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R45-01-Rinjani-Cover.pdf - Published Version

Download (326kB)
[img]
Preview
Text
R45-02-Rinjani-Summary.pdf - Published Version

Download (314kB)
[img]
Preview
Text
R45-03-Rinjani-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (314kB)
[img]
Preview
Text
R45-04-Rinjani-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (320kB)
[img]
Preview
Text
R45-05-Rinjani-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (621kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (679kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

dikategorikan sebagai suatu lembaga penghimpun kekayaan negara atau Soverign Wealth Fund (SWF). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tata kelola yang dilakukan PIP terhadap rasio keuangan dan menganalisis kinerja keuangan pada PIP berdasarkan analisis laporan keuangan. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Oktober 2012. Jenis dan sumber data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer berupa kuesioner yang diberikan kepada responden dengan pilihan jawaban berdasarkan skala Likert. Responden penelitian berjumlah 31 orang yang terdiri dari middle management PIP. Penarikan data menggunakan metode penarikan purposif. Data sekunder berupa Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA). Terdapat dua hipotesis yang diuji dalam penelitian ini. Hipotesis pertama yaitu, terdapat hubungan antara tata kelola dengan rasio keuangan. Variabel tata kelola yang digunakan sesuai dengan asas Good Corporate Governance (GCG) yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, serta kewajaran dan kesetaraan. Sedangkan variabel rasio keuangan yaitu rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas. Untuk menguji hipotesis ini digunakan Uji tabel contingency yang memiliki distribusi X2 dengan menggunakan SPSS. Hipotesis kedua yaitu, untuk menguji apakah Return on Investment (ROI) dan Return on Equity (ROE) PIP berada pada kondisi yang baik. Dasar pengambilan keputusan untuk hipotesis ini adalah nilai ROI dan ROE PIP lebih besar dibanding nilai rata-rata ROI dan ROE perbankan. Berdasarkan persepsi responden, secara umum PIP telah melaksanakan tata kelola organisasi dengan baik. Namun, masih banyak responden yang menyatakan kurang setuju pada pernyataan tentang struktur organisasi, Standard Operating Procedure (SOP), mekanisme pengambilan keputusan, dan arahan pimpinan agar mencapai visi dan misi organisasi. Sebagai organisasi di bawah pemerintahan, mekanisme pengambilan keputusan dan mekanisme pimpinan dalam memberi arahan tugas menjadi hal yang dibatasi. Uji hubungan tata kelola dan rasio keuangan menghasilkan empat pasang variabel yang memiliki signifikansi atau memiliki hubungan yaitu, transparasi dengan solvabilitas, responsibilitas dengan solvabilitas, independensi dengan profitabilitas, serta kewajaran dan kesetaraan dengan profitabilitas. Secara umum analisis keuangan PIP menunjukan fluktuasi dari tahun ke tahun. Ada beberapa komponen neraca yang tidak dimiliki oleh PIP. Hal ini dikarenakan PIP baru saja berdiri sehingga masih dalam tahap pengembangan. Hasil uji perbandingan nilai ROI dan ROE PIP dengan rata-rata perbankan menunjukan bahwa masih banyak nilai ROI dan ROE PIP yang berada di bawah rata-rata perbankan. Hal ini menunjukan bahwa manajemen PIP belum efektif dan efisien dalam mengelola aset maupun ekuitasnya untuk menghasilkan profit. Hal ini disebabkan karena terbatasnya kegiatan investasi yang dapat dilakukan oleh PIP karena mengikuti peraturan yang berlaku. Sebagai organisasi di bawah pemerintah PIP memiliki peluang besar untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diberikan beberapa rekomendasi dan saran baik untuk PIP maupun pemerintah sebagai satu-satunya pemilik saham PIP. Terkait tata kelola, PIP sebagai badan pemerintah berbentuk badan layanan umum perlu memperbaiki struktur dan mekanisme pengambilan keputusan di dalam PIP. Memperbaiki struktur dapat dilakukan dengan memperjelas hak dan kewajiban pegawai pada masing-masing tingkatan kedudukan atau jabatan. Perbaikan ini juga dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan. Mekanisme pengambilan keputusan PIP dibatasi terutama untuk kegiatan investasi yang besar. Oleh sebab itu keputusan mengenai organisasi yang dapat diambil tanpa persetujuan pemerintah (DPR) perlu diorientasikan pada pencapain misi dan visi PIP dan kemajuan organisasi. Terkait kinerja keuangan, profitabilitas PIP harus lebih ditingkatkan. Sebagai badan pemerintah yang sumber permodalannya telah dijamin, PIP memliki potensi yang besar untuk menghasilkan profit yang tinggi. Oleh karena itu di masa yang akan datang PIP perlu melakukan investasi di bidang yang strategis. Salah satu yang dapat dilakukan adalah mengurangi proporsi investasi jangka pendek berupa deposito di beberapa bank. Selain memberikan keuntungan yang relatif kecil, bentuk investasi ini pun kurang memberikan manfaat sosial. Proporsi investasi PIP perlu ditingkatkan dalam pemberian pinjaman pada BUMN dan PEMDA. Selain dapat memberikan manfaat sosial diantaranya meningkatkan pembangunan daerah, pemberian pinjaman ini relatif aman karena resiko gagal bayarnya kecil.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: tata kelola, kinerja keuangan, investasi, Pusat Investasi Pemerintah good governance, financial performance, investment, Pusat Investasi Pemerintah
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: Staff-8 Perpustakaan -
Date Deposited: 25 Feb 2014 08:03
Last Modified: 23 Dec 2019 06:04
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1624

Actions (login required)

View Item View Item