Strategi pengembangan agrowisata di danau sidenreng kabupaten sidenreng rappang provinsi sulawesi selatan

Febianty, Andi (2010) Strategi pengembangan agrowisata di danau sidenreng kabupaten sidenreng rappang provinsi sulawesi selatan. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R40-01-Andi-Cover.pdf - Published Version

Download (395kB)
[img]
Preview
PDF
R40-02-Andi-Abstrak.pdf - Published Version

Download (312kB)
[img]
Preview
PDF
R40-03-Andi-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (320kB)
[img]
Preview
PDF
R40-04-Anwar-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (334kB)
[img]
Preview
PDF
R40-05-Andi-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Minat masyarakat terhadap kunjungan wisata alam dan pertanian saat ini mulai meningkat. Fenomena tersebut merupakan sinyal tingginya permintaan akan agrowisata dan sekaligus membuka peluang bagi pengembangan produk-produk agribisnis, baik dalam bentuk kawasan ataupun produk pertanian yang mempunyai daya tarik spesifik. Sektor pariwisata Kabupaten Sidenreng Rappang belum mampu menjadi sektor andalan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sosial ekonomi masyarakat dan menjadi sumber pendapatan asli daerah, sedangkan obyek dan daya tarik yang dimiliki mempunyai beragam jenis dan karakteristik yang spesifik. Salah satunya adalah Danau Sidenreng yang memiliki potensi alam, potensi perikanan dan budaya masyarakat sekitar yang dapat dikelola menjadi daya tarik wisata dalam memenuhi permintaan masyarakat. Meningkatnya minat wisatawan terhadap obyek agrowisata dan potensi Danau Sidenreng yang harus dikelola untuk ditawarkan menjadi daya tarik wisata yang spesifik, maka diperlukan strategi daerah dalam mengembangkan Danau Sidenreng menjadi obyek agrowisata sesuai dengan tujuan pengembangannya. Penelitian ini akan merumuskan alternatif strategi pengembangan agrowisata di Danau Sidenreng, yang diharapkan akan memberikan masukan kepada pembuat kebijakan dalam penyusunan rencana induk pengembangan obyek wisata (RIPOW) di Kabupaten Sidenreng Rappang. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Mengidentifikasi dan menganalisa faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi dan menentukan pengembangan agrowisata di Danau Sidenreng Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan; (2) Menganalisa alternatif strategi yang memungkinkan dapat digunakan untuk pengembangan agrowisata di Danau Sidenreng Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan; (3) Mengidentifikasi aktor/pelaku dan tujuan pengembangan agrowisata di Danau Sidenreng Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan; (4) Menentukan strategi prioritas, aktor/pelaku dan tujuan masing-masing aktor yang direkomendasikan untuk pengembangan agrowisata di Danau Sidenreng Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporabudpar) Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai instansi yang bertanggung jawab terhadap pengembangan pariwisata di Kabupaten Sidenreng Rappang. Waktu pelaksanaannya adalah pada bulan Juli sampai dengan September 2009. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan penelitian survei melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Untuk pemilihan strategi pengembangan agrowisata di Danau Sidenreng, dilakukan dengan menggunakan SWOT dan AHP. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber. Teknik pengambilan contoh dilakukan dengan metode tanpa peluang (non probability) dengan pengambilan contoh secara sengaja (purposive sampling). Metode Pengolahan data dilakukan dengan analisis Internal - Eksternal, Analisis SWOT untuk merumuskan strategi alternatif , sedangkan untuk menentukan prioritas dilakukan dengan metode Analysis Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan Analisis Internal dan Eksternal diperoleh faktor - faktor strategis baik internal maupun eksternal. Faktor - faktor strategis internal yang menjadi kekuatan adalah potensi perikanan dan budaya masyarakat sekitar Danau Sidenreng, promosi obyek wisata Danau Sidenreng, kemudahan dalam menjangkau lokasi. Faktor - faktor strategis internal yang menjadi kelemahan adalah tata ruang Danau Sidenreng untuk kegiatan wisata belum jelas, belum tersediannya sarana dan prasarana penunjang kegiatan agrowisata di Danau Sidenreng, belum tersedianya tenaga pariwisata, belum ada koordinasi antar lembaga, masih rendahnya keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan, kesadaran hukum dan lingkungan masyarakat sekitar Danau Sidenreng masih rendah. Faktor - faktor strategis eksternal yang menjadi peluang adalah dukungan pemerintah dalam mengembangkan kawasan Danau Sidenreng, dukungan pemerintah dalam peningkatan produksi perikanan di Danau Sidenreng, dukungan perguruan tinggi, meningkatnya minat masyarakat terhadap agrowisata, perkembangan informasi dan teknologi, dan meningkatnya konsumsi ikan per kapita. Faktor - faktor strategis eksternal yang menjadi ancaman adalah pendangkalan Danau Sidenreng akibat sedimentesi, dan kestabilan ekonomi, politik dan keamanan. Berdasarkan analisis aktor, aktor-aktor yang memiliki pengaruh dan kepentingan dalam pengembangan agrowisata di Danau Sidenreng adalah Disporabudpar, Bappeda, Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Sidenreng Rappang, masyarakat sekitar, perguruan tinggi dan swasta. Beberapa tujuan pengembangan agrowisata di Danau Sidenreng adalah membuka kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nelayan, melestarikan potensi sumberdaya lokal, meningkatkan pendapatan asli daerah dan meningkatkan pendidikan dan keterampilan masyarakat sekitar. Berdasarkan pendekatan matriks SWOT, diperoleh delapan alternatif strategi melalui strategi S-O, strategi S-T, strategi W-O dan strategi W-T sebagai berikut : (1) Meningkatkan daya tarik wisata Danau Sidenreng; (2) Melakukan penelitian dan pengembangan potensi Danau Sidenreng; (3) Peningkatan promosi dan publikasi; (4) Penataan kawasan, sarana dan prasarana pendukung agrowisata; (5) meningkatkan kualitas sumber daya manusia; (6) Meningkatkan koordinasi kelembagaan; (7) Implementasi peraturan dan kebijakan pengelolaan Danau Sidenreng; dan (8) Pemberdayaan masyarakat sekitar Danau Sidenreng. Berdasarkan analisis dengan menggunakan AHP, dalam Kelompok Faktor Kekuatan, faktor prioritas yang menjadi kekuatan utama dalam pengembangan agrowisata di Danau Sidenreng Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan adalah potensi perikanan dan budaya masyarakat sekitar Danau Sidenreng dengan nilai 0,567, diikuti faktor promosi obyek wisata Danau Sidenreng dengan nilai 0,290, dan kemudahan dalam menjangkau lokasi dengan nilai 0,142. Dalam Kelompok Kelemahan, faktor prioritas yang menjadi kelemahan utama pengembangan agrowisata di Danau Sidenreng Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan adalah tata ruang Danau Sidenreng untuk kegiatan wisata belum jelas dengan nilai 0,357, diikuti faktor belum tersediannya sarana dan prasarana dengan nilai 0,254, faktor belum ada koordinasi antar lembaga dengan nilai 0,164, masih rendahnya keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan dengan nilai 0,109, kemudian faktor belum tersediannya tenaga pariwisata dengan nilai 0,066 dan faktor masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap hukum dan lingkungan dengan nilai 0,048. Dalam Kelompok Faktor Peluang, faktor prioritas yang menjadi peluang utama pengembangan agrowisata di Danau Sidenreng Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan adalah dukungan pemerintah dalam mengembangkan kawasan Danau Sidenreng dengan nilai 0,346, diikuti faktor dukungan pemerintah dalam peningkatan produksi perikanan Danau Sidenreng dengan nilai 0,283, faktor dukungan perguruan tinggi dengan nilai 0,139, faktor perkembangan informasi dan teknologi dengan nilai 0,121, kemudian, faktor meningkatnya minat masyarakat terhadap agrowisata dengan nilai 0,064 dan meningkatnya konsumsi ikan per kapita dengan nilai 0,044. Dalam Kelompok Faktor Ancaman, faktor prioritas yang menjadi ancaman dalam pengembangan agrowisata di Danau Sidenreng Kabupaten Sidenreng Rappang adalah faktor pendangkalan Danau Sidenreng akibat sedimentasi dengan nilai 0,755 dan faktor kestabilan ekonomi, politik, dan keamanan dengan nilai 0,244. Berdasarkan analisis kepentingan Aktor dan pelaku dalam pengembangan agrowisata di Danau Sidenreng Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan dengan AHP, maka aktor yang memiliki bobot prioritas tertinggi berturut-turut adalah Bappeda dengan bobot prioritas 0,2750, dikuti Disporabudpar dengan nilai 0,2002, Dinas Peternakan dan Perikanan dengan nilai 0,1696, masyarakat sekitar dengan nilai 0,0956, kemudian perguruan tinggi dengan nilai 0,0873 dan swasta dengan nilai 0,0758. Berdasarkan AHP untuk menentukan strategi prioritas pengembangan agrowisata di Danau Sidenreng Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan, maka strategi prioritas utama adalah penataan kawasan dan sarana prasarana pendukung agrowisata dengan bobot prioritas 0,2652. Strategi prioritas kedua dan selanjutnya berturut-turut adalah meningkatkan daya tarik wisata di Danau Sidenreng dengan nilai 0,2171, melakukan penelitian dan pengembangan potensi Danau Sidenreng dengan nilai 0,1168, meningkatkan koordinasi kelembagaan dengan nilai 0,1165, pemberdayaan masyarakat sekitar Danau Sidenreng dengan nilai 0,1074, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan nilai 0,0892, peningkatan promosi dan publikasi dengan nilai 0,0508 dan implementasi peraturan dan kebijakan pengelolaan Danau Sidenreng dengan nilai 0,0371. Prioritas strategi yang dihasilkan dalam AHP menunjukkan kemampuan setiap strategi untuk memenuhi tujuan pada level sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya yang dimiliki, sehingga untuk mencapai masing-masing tujuan perlu mempertimbangkan strategi yang tepat. Untuk melestarikan sumberdaya alam dan budaya lokal, membuka kesempatan kerja, meningkatkan pendidikan dan keterampilan masyarakat, meningkatkan pendapatan nelayan, mepromosikan potensi sumberdaya lokal dan meningkatkan pendapatan asli daerah, dapat dilakukan dengan strategi prioritas penataan kawasan dan sarana prasarana pendukung agrowisata. Untuk mendukung keberhasilan pengembangan agrowisata di Danau Sidenreng Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan disarankan kepada Disporabudpar Kabupaten Sidenreng agar dalam melaksanaakan penataan kawasan dan sarana prasarana pendukung kegiatan agrowisata disarankan supaya melakukan penatapan zonasi kawasan, menyiapkan sarana dan prasarana, meningkatkan anggaran dan melakukan sosialisasi dengan stakeholder tentang pengembangan agrowisata di Danau Sidenreng. Untuk penelitian selanjutnya perlu ditambahkan kajian mengenai pengembangan perikanan endemik dalam meningkatkan atraksi wisata di Danau Sidenreng dan kajian mengenai persepsi wisatawan terhadap Danau Sidenreng untuk membantu Disporabudpar dan jajaran instansi pemerintah daerah Kabupaten Sidenreng Rappang dalam mengidentifikasi keinginan wisatawan yang ingin dipenuhi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Strategi, Agrowisata, Danau Sidenreng, Analisis SWOT, AHP Strategy, agrotourism, Sidenreng Lake, SWOT analysis, AHP
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 05 Mar 2014 02:49
Last Modified: 18 Jul 2014 04:14
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1656

Actions (login required)

View Item View Item