Formulasi strategi pemasaran produk curma (curcuma plus madu) pt.biofarmaka indonesia

Gunawan, Helmy (2010) Formulasi strategi pemasaran produk curma (curcuma plus madu) pt.biofarmaka indonesia. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R38-01-Helmi-Cover.pdf - Published Version

Download (341kB)
[img]
Preview
PDF
R38-02-Helmi-Abstract.pdf - Published Version

Download (314kB)
[img]
Preview
PDF
R38-03-Helmi-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (321kB)
[img]
Preview
PDF
R38-04-Helmi-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (330kB)
[img]
Preview
PDF
R38-05-Helmi-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (640kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Temulawak adalah tumbuhan asli Indonesia, penyebarannya hanya terbatas di Pulau Jawa, Maluku, dan Kalimantan. Temulawak dalam dunia fitoterapi dikelompokkan sebagai adaptogen, yakni bahan yang tidak berbahaya dan dapat meningkatkan daya tahan untuk melawan racun yang berdampak buruk pada tubuh. Temulawak berfungsi untuk detoksifikasi di hati, melindungi lever, dan sekresi cairan empedu. Zat kurkumin yang memberi warna kuning pada temulawak merangsang produksi cairan empedu dan efeknya proses pencernaan menjadi lebih lancar. PT. Biofarmaka Indonesia melihat kemungkinan yang akan terjadi di masa yang akan datang yaitu semakin banyaknya produk-produk makanan dan minuman yang mengangkat tema kesehatan, kondisi masyarakat yang semakin mempertimbangkan manfaat kesehatan dari suatu produk. Ditunjang oleh ketersediaan bahan baku temulawak yang melimpah, memanfaatkan kandungan dan kemampuan temulawak yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit terutama gangguan pencernaan serta kebijakan perusahaan itu sendiri yang lebih fokus pada bahan baku alami temulawak ini menjadikan hal tersebut sebagai suatu peluang bisnis bagi perusahaan dengan memproduksi produk minuman kesehatan CURMA. Melihat keadaan yang terjadi selama periode perkenalan, masih kurangnya minat masyarakat dan edukasi terhadap masyarakat tentang pengetahuan bagaimana khasiat dan pemanfaatan temulawak pun sangat mempengaruhi terhadap penjualannya. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian agar dapat menemukan strategi pemasaran produk CURMA PT. Biofarmaka Indonesia yang tepat, sehingga diperoleh pasar mana yang sesuai untuk dimasuki dan bisa menghasilkan nilai penjualan produk CURMA yang tinggi. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan masalah penelitian ini yakni : (1) Bagaimana kondisi lingkungan internal dan eksternal produk CURMA PT. Biofarmaka Indonesia, (2) Bagaimana persepsi dan preferensi konsumen terhadap atribut-atribut yang terdapat pada produk minuman kesehatan dan CURMA, (3) Bagaimana intensitas persaingan dalam industri minuman kesehatan, (4) Bagaimana alternatif strategi bauran pemasaran produk CURMA perusahaan sebagai strategi perusahaan. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini, yakni: (1) Menganalisis faktor-faktor lingkungan eksternal dan internal yang mempengaruhi produk CURMA PT. Biofarmaka Indonesia, (2) Mengidentifikasi dan menganalisis persepsi dan preferensi konsumen terhadap minuman kesehatan secara umum dan secara khusus terhadap atribut-atribut CURMA, (3) Menganalisis intensitas persaingan industri dalam lingkungan industri minuman kesehatan, dan (4) Merumuskan alternatif strategi pemasaran produk CURMA dan memberikan rekomendasi mengenai prioritas strategi pemasaran produk CURMA. Penelitian dilakukan di PT. Biofarmaka Indonesia, Kampus IPB Taman Kencana, Jalan Taman Kencana No.3, Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan deskriptif melalui studi kasus. Pendekatan dilakukan memalui indepth interview dengan pihak yang terlibat. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang berasal dari internal perusahaan atau eksternal perusahaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, diskusi dan wawancara serta studi pustaka. Pengambilan contoh untuk konsumen dilakukan secara non probabilistic sampling melalui teknik accidental. Untuk responden faktor internal eksternal dan analisis persaingan industri dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Perumusan strategi pemasaran didasarkan pada kondisi lingkungan internal dan eksternal, dan hasil dari analisis persaingan industri dan multiatribut Fishbein. Analisis lingkungan internal melalui Analisis Fungsional yaitu dengan pendekatan pasar dan pemasaran, keuangan, produk, sumber daya manusia dan sistem informasi manajemen. Analisis lingkungan eksternal melalui Analisis PEST (eksternal makro) untuk mengetahui faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi yang berpengaruh kepada persaingan bisnis industri minuman kesehatan. Hasil dari analisis internal dan eksternal disajikan dalam matriks IFE dan EFE. Dengan nilai yang dihasilkan pada matriks IFE dan EFE, kemudian dilakukan analisis matriks IE untuk mengetahui posisi perusahaan di dalam bisnis minuman kesehatan. Lingkungan eksternal mikro dan gambaran umum industri persaingan industri dilakukan analisis dengan pendekatan struktur, perilaku dan kinerja industri. Dengan model Porter’s Five Forces akan menggambarkan intensitas persaingan yang dihadapi perusahaan. Analisis Multiatribut Fishbein dilakukan terhadap sikap konsumen dan Analisis frekuensi untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap minuman kesehatan. Setelah didapatkan alternatif strategi dari kondisi internal dan eksternal melalui matriks IE dan matriks TOWS, dan masukan dari analisa persaingan industri dan persepsi konsumen, maka direkomendasikan atas prioritas alternatif strategi yang terpilih berdasarkan nilai daya tarik manajemen dengan Analisis QSPM dan implementasi prioritas strategi pemasaran yang terpilih diserahkan kepada PT. Biofarmaka Indonesia. Berdasarkan hasil analisis faktor lingkungan internal, dapat diidentifikasikan kekuatan dan kelemahan produk CURMA PT Biofarmaka Indonesia. Kekuatan produk CURMA perusahaan adalah memiliki tenaga ahli, jaringan kemitraan yang kuat, memiliki Quality Control dalam proses produksi, harga jual bersaing kompetitif, memiliki kualitas dan khasiat produk, ketersediaan bahan baku, memiliki variasi produk, dan memiliki Litbang yang mendukung proses produksi. Sedangkan kelemahan produk perusahaan adalah promosi CURMA kurang, kurangnya kelengkapan administrasi, tidak memiliki distributor khusus, mesin produksi tidak mencukupi dan sistem informasi manajemen belum terintegrasi. Sedangkan hasil analisis faktor eksternal, dapat diidentifikasi peluang dan ancaman dari luar lingkungan produk CURMA PT Biofarmaka Indonesia. Peluang perusahaan adalah jumlah penduduk yang semakin meningkat, perubahan iklim yang mempengaruhi kesehatan, daya beli masyarakat tinggi, adanya dukungan PP/kebijakan pemerintah, makin mahalnya harga obat, kepercayaan masyarakat terhadap minuman kesehatan, adanya perdagangan bebas, dan kemajuan teknologi Sedangkan ancaman perusahaan adalah masuknya produk dari luar negeri, mahalnya biaya penelitian, ancaman pendatang baru, krisis ekonomi, ancaman barang pengganti, dan keragaman kemasan produk pesaing. Berdasarkan analisa faktor strategis lingkungan internal dan eksternal perusahaan, posisi bisnis produk CURMA PT Biofarmaka Indonesia berada pada kuadran II yaitu pada posisi tumbuh dan berkembang atau area di mana produk perusahaan sudah berada dalam kondisi kinerja di atas rata-rata dengan total nilai internal 2,8251 dan total nilai eksternal 3,3234. Posisi tersebut menyatakan bahwa perusahaan membutuhkan upaya pengembangan produk untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan untuk bertahan di pasar. Preferensi konsumen untuk tiap atribut produk minuman kesehatan secara umum adalah bentuk produk cairan, kemasan produk botol kaca, rasa produk manis asam, warna produk kuning, aroma produk jeruk, harga produk Rp 2.500 sampai dengan Rp 3.000, label halal untuk keamanan dikonsumsi, manfaat produk menambah semangat, kecepatan bereaksi segera, tempat dibeli produk di warung-warung dan informasi produk di radio/TV. Secara keseluruhan berdasarkan analisis multiatribut Fishbein, atribut produk yang paling diterima konsumen adalah atribut You C 1000, diikuti oleh Kratingdaeng, CURMA, Yakult dan Temulawak. Secara umum intensitas persaingan dalam industri minuman kesehatan tergolong sedang dengan nilai total intensitas persaingan industri sebesar 2,8390. Dari lima variabel intensitas persaingan industri yang ada, tiga variabel yaitu persaingan kompetitor, tawar menawar pemasok dan tawar menawar pembeli menunjukkan intensitas yang tergolong sedang dan dua variabel yaitu ancaman pendatang baru dan ancaman produk substitusi tergolong tinggi. Rekomendasi urutan prioritas strategi yang dapat diterapkan PT Biofarmaka Indonesia untuk pemasaran produk CURMA adalah meningkatkan promosi CURMA di media cetak dan elektronik dengan titik berat pada aspek manfaat dan kualitas produk serta memanfaatkan fasilitas internet, membangun saluran distribusi dan menambah tenaga penjualan langsung produk CURMA di wilayah lama dan baru untuk meningkatkan dan memperluas wilayah pemasaran dengan para mitra kerja, menjalin kemitraan dengan balai pengobatan tradisional dan toko obat sebagai agen penjualan CURMA, melakukan benchmarking terhadap perusahaan lain yang dianggap berhasil guna memperoleh suatu acuan daya saing perusahaan khususnya untuk produk CURMA, memperkuat corporate image secara internal dan eksternal, dengan selalu melakukan sosialisasi atau seminar-seminar CURMA kepada pasar yang baru dan melalui kegiatan CSR, membuat variasi kemasan produk CURMA dalam bentuk sachet, mencari pemasok temulawak yang terstandarisasi disekitar perusahaan untuk mengurangi biaya pengiriman perusahaan, dan menciptakan produk minuman kesehatan CURMA dengan berbagai rasa dan aroma buah.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Healthy drink CURMA, temulawak (Curcuma xanthoriza Robx), marketing strategy, functional analysis, PEST analysis, internal-external matrix, TOWS Matrix, Porter’s Five Forces analysis, Multiatribute Fishbein analysis, QSPM matrix. Minuman kesehatan CURMA, temulawak, strategi pemasaran, analisis fungsional, analisis PEST, matriks internal-eksternal, analisis Porter’s Five Forces, analisis multiatribut Fishbein, matriks TOWS, matriks QSPM.multiatribut Fishbein, matriks TOWS, matriks QSPM. Healthy drink CURMA, temulawak (Curcuma xanthoriza Robx), marketing strategy, functional analysis, PEST analysis, internal-external matrix, TOWS Matrix, Porter’s Five Forces analysis, Multiatribute Fishbein analysis, QSPM matrix.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 05 Mar 2014 03:33
Last Modified: 18 Jul 2014 04:35
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1657

Actions (login required)

View Item View Item