Strategi pengembangan bisnis mikro pt bank bukopin tbk

Prihanto, Tri Joko (2010) Strategi pengembangan bisnis mikro pt bank bukopin tbk. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E28-01-Trijoko-Cover.pdf - Published Version

Download (337kB)
[img]
Preview
PDF
E28-02-Trijoko-Abstract.pdf - Published Version

Download (309kB)
[img]
Preview
PDF
E28-03-Trijoko-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (319kB)
[img]
Preview
PDF
E28-04-Trijoko-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (326kB)
[img]
Preview
PDF
E28-05-Trijoko-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (683kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Bank Bukopin merupakan salah satu bank yang telah menggeluti segmen pasar Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) sejak lama dengan pangsa pasar kredit mikro yaitu kredit dibawah Rp500 juta relatif kecil sebesar 6,11% dari total kredit mikro sebesar Rp65,4 triliun yang disalurkan perbankan di Indonesia. Terdapat dua model penyaluran kredit mikro Bank Bukopin yaitu pola penyaluran langsung kepada nasabah mikro dan penyaluran tidak langsung melalui lwmbaga keuangan mikro Swamitra. Komposisi dan pangsa pasar penyaluran kredit mikro yang masih rendah, menuntut Bank Bukopin untuk mengembangkan strategi yang tepat dalam meningkatkan penyaluran kredit mikro. Persaingan penyaluran kredit kepada usaha mikro saat ini sangat tinggi. Banyak bank berlomba-berlomba untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada usaha mikro dengan memperbanyak unit dan mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan usaha mikro. Menghadapi hal tersebut, Bank Bukopin perlu melakukan analisis strategik pengembangan bisnis mikro. Penentuan strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah nasabah mikro, pangsa pasar dan pendapatan Bank Bukopin. Secara umum potensi pembiayaan kepada kelompok usaha mikro berjumlah lebih kurang 51 juta unit sangat besar dengan total kebutuhan modal untuk usaha diperkirakan sebesar Rp506,97 triliun. Besarnya potensi tersebut dan pangsa pasar Bank Bukopin yang masih rendah, membuat Bank Bukopin senantiasa perlu menentukan strategi usaha yang tepat yang mampu mendorong dalam pengembangan bisnis mikro, meningkatkan daya saing serta memberikan kemampulabaan yang berkelanjutan. Perumusan masalah diformulasikan sebagai berikut (1) Bagaimana kinerja bisnis mikro Bank Bukopin pada saat ini? (2) Faktor-faktor penting apa saja yang berperan dalam penyusunan strategi pengembangan bisnis mikro berdasarkan analisis terhadap faktor-faktor kritis lingkungan internal dan eksternal? (3) Faktor-faktor penting apa saja yang menjadi daya tarik industri dan kekuatan bisnis perusahaan untuk pengembangan bisnis mikro? (4) Bagaimana formulasi strategi pengembangan yang harus ditetapkan oleh Bank Bukopin untuk pengembangan bisnis mikro untuk meningkatkan pendapatan perusahaan? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengevaluasi kinerja bisnis mikro saat ini, (2) Mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor kritis kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman perusahaan dalam pengembangan bisnis mikro, dikaji dari analisis lingkungan internal dan eksternalnya, (3) Mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor kritis daya tarik industri dan kekuatan bisnis perusahaan dalam pengembangan bisnis mikro, (4) Merumuskan alternatif strategi pengembangan bisnis mikro yang dapat diterapkan Bank Bukopin guna meningkatkan pendapatan perusahaan. Usaha mikro merupakan usaha yang secara jumlah sangat besar di Indonesia. Saat ini kebutuhan usaha mikro terhadap kredit untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan investasi usahanya masih merupakan potensi yang sangat besar untuk digali oleh perbankan. Masih rendahnya penyaluran kredit mikro yang diberikan oleh Bank Bukopin mendorong perlu dilakukannya strategi pengembangan bisnis mikro. Penelitian ini difokuskan pada bagaimana strategi pengembangan yang harus dilakukan oleh Bank Bukopin dalam upaya mengoptimalkan bisnis mikro. Penentuan strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan Bank Bukopin. Penelitian ini merupakan suatu kajian langsung di Bank Bukopin terhadap kegiatan bisnis mikro. Metode penelitiaan dilakukan dengan teknik pengolahan dan analisis data yang telah dikumpulkan terdiri dari tahapan yaitu analisis faktor lingkungan internal, analisis faktor lingkungan eksternal, penentuan faktor daya tarik industri dan faktor kekuatan bisnis yang dirumuskan dalam bentuk plot di dalam Matriks GE. Hasil identifikasi lingkungan internal perusahaan bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam wilayah bisnis perusahaan, terkait dengan bisnis mikro. Dalam kaitannya dengan pengembangan bisnis mikro, faktor-faktor yang menurut responden sebagai kekuatan ataupun kelemahan internal adalah (1) Citra/image, (2) Kompetensi sumber daya manusia, (3) Jumlah jaringan kantor/outlet, (4) Jumlah nasabah, (5) Teknologi dan sistem informasi, (6) Pengelolaan bisnis mikro, (7) Diversifikasi produk mikro, (8) Promosi, (9) Pengelolaan sumber daya manusia, (10) Kebijakan penetapan suku bunga, (11) Kecepatan layanan proses, (12) Kemudahan proses kredit, (13) Prosedur/sistem yang diterapkan, (14) Kerjasama dengan pemerintah daerah, (15) Adanya dukungan pemerintah. Identifikasi lingkungan eksternal perusahaan bertujuan untuk mengetahui peluang dan ancaman dalam wilayah bisnis perusahaan terkait dengan bisnis mikro, berhubungan dengan ekonomi, sosial, kultural, demografi, lingkungan, politik, hukum, kebijakan pemerintah juga tren kompetisi. Dalam kaitannya dengan pengembangan bisnis mikro, faktor-faktor yang menurut responden sebagai peluang dan ancaman eksternal adalah (1) Margin keuntungan yang tinggi, (2) Potensi pasar bisnis mikro, (3) Perkembangan teknologi dan sistem informasi, (4) Kondisi perekonomian Indonesia, (5) Kebijakan Bank Indonesia, (6) Jumlah bank pesaing, (7) Tingkat suku bunga, (8) Risiko kredit, (9) Perkembangan produk kredit mikro, (10) Meningkatnya kebutuhan masyarakat, (11) Jumlah pengusaha mikro, (12) Iklim usaha yang kondusif, (13) Sosiologi dan demografi masyarakat mikro. Hasil penilaian Kekuatan Bisnis dan Daya Tarik Industri dengan total skopr pembobotan masing-masing sebesar 3,265 dan 3,856 dipetakan dalam Matriks General Electric (GE) dan berada pada sel kedua dari sembilan sel Matriks GE. Strategi yang dapat dijalankan pada posisi ini adalah dengan strategi generik pertumbuhan dan strategi utama dengan konsentrasi secara integrasi horizontal. Adapun strategi yang dapat diterapkan adalah (1) Strategi Utama berupa pengembangan pasar, yang dapat dilakukan dengan beberapa langkah yaitu: (a) menambah jumlah kantor/outlet, (b) membangun model supply dan demand chain. (2) Strategi Pendukung dalam bentuk pengembangan produk dengan langkah-langkah sebagai berikut: (a) memperkuat modal bank, (b) mengembangkan teknologi dan sistem informasi khusus untuk bisnis mikro, (c) mengembangkan sumber daya manusia, (d) menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan, (e) promosi dan sosialisasi, (f) mengembangkan Swamitra. Dalam pengembangan bisnis mikro, Bank Bukopin perlu memperhatikan faktor-faktor yang memiliki bobot atau tingkat kepentingan tinggi namun kinerja (skor) saat ini masih rendah. Seiring dengan tingginya persaingan, Bank Bukopin diharapkan senantiasa melakukan pengkinian teknologi dan sistem informasi bisnis mikro. Dalam implementasi strategi dipersiapkan rencana aksi untuk meningkatkan volume kredit melalui kantor-kantor langsung (KL) dan kantor tidal langsung (KTL). Untuk efektifitas penetrasi pasar dipersiapkan pula bentuk organisasi baru yang fokus menangani bisnis/usaha mikro.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Strategi Bisnis Mikro,Matriks GE,Bank Bukopin, General Electric (GE)
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 05 Mar 2014 04:53
Last Modified: 18 Jul 2014 06:18
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1658

Actions (login required)

View Item View Item