Analisis kinerja dan strategi pengembangan portofolio kredit dengan pendekatan reward to variability ratio pada PT bank xyz tbk

Andiko, Zulfikar (2010) Analisis kinerja dan strategi pengembangan portofolio kredit dengan pendekatan reward to variability ratio pada PT bank xyz tbk. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E28-01-Zulfikar-Cover.pdf - Published Version

Download (347kB)
[img]
Preview
PDF
E28-02-Zulfikar-Abstract.pdf - Published Version

Download (310kB)
[img]
Preview
PDF
E28-03-Zulfikar-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (319kB)
[img]
Preview
PDF
E28-04-Zulfikar-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (344kB)
[img]
Preview
PDF
E28-05-Zulfikar-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (662kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Penyaluran kredit merupakan kegiatan utama suatu bank, dimana dari penyaluran kredit tersebut akan menghasilkan bunga dan laba. Penyaluran kredit perbankan dibedakan dalam beberapa sektor ekonomi antara lain: pertambangan, konstruksi, jasa dunia usaha dan sektor lainnya. Pendapatan bunga tersebut sangat ditentukan oleh kinerja dan kualitas portofolio kredit yang terbentuk dari sektor ekonomi yang dibiayai. Mengingat pentingnya kualitas kredit yang diberikan, maka diperlukan suatu ukuran kinerja sebagai alat monitoring bagi manajemen dalam memantau kinerja portofolio. Pengukuran kinerja saat ini adalah dengan metode rasio Non Performing Loan (NPL), dimana sesuai regulasi perbankan, ambang batas NPL adalah sebesar 5%. Dimana portofolio kredit dinyatakan berkinerja baik apabila NPL dibawah 5%, demikian juga sebaliknya. Apabila dilihat dari sisi pendapatan atau return, metode NPL dalam perhitungan kinerja mempunyai beberapa kelemahan antara lain: untuk kredit dengan kualitas sama, misalnya kolektibilitas 1 (lancar) dengan tingkat suku bunga berbeda, akan dianggap mempunyai kinerja sama karena NPL sama. Padahal kedua jenis kredit tersebut memberikan tingkat return yang berbeda atau dengan kata lain kedua kredit tersebut seharusnya mempunyai kinerja yang berbeda. Berdasarkan pertimbangan permasalahan yang ada dengan pengukuran kinerja berdasarkan NPL tersebut, maka penelitian ini ditujukan untuk menganalisis kinerja portofolio dengan mempertimbangkan tingkat return kredit dan tingkat risiko yang dihadapi. Sehingga akan didapat kinerja portofolio apabila dilihat dari sisi return dan risiko. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah dengan menggunakan Model Sharpe’s atau juga dikenal dengan Reward to Variability Ratio. Terdapat banyak metode pengukuran kinerja portofolio antara lain: dengan Treynor dan Jensen. Dasar pertimbangan pemilihan model Sharpe ini karena pengukuran kinerja dengan mempertimbangkan faktor return dan risiko yang diwakili oleh pendapatan bunga kredit dan standar deviasi terhadap rata-rata return sesuai dengan metode Sharpe. Untuk pengolahan data dilakukan dengan bantuan software Excel, SPSS versi 17 dan software Modern Portofolio Theory and Investment Analysis dari Elton Gruber. Dengan metode Sharpe (R/V Ratio) didapatkan bahwa sektor ekonomi Jasa Sosial Masyarakat mempunyai rasio return berbanding risiko paling besar yakni 1.81, dan sektor Pertambangan mempunyai R/V negatif yakni sebesar -0.01, Dengan metode Sharpe ini, dari 8 sektor ekonomi yang dianalisis didapatkan 7 sektor layak investasi, yang mempunyai tingkat R/V positif yaitu Jasa Sosial Masyarakat 1.81, Konstruksi 1.27, Perindustrian 0.89, Transportasi 0.82, Jasa Dunia Usaha 0.81, Perdagangan 0.35 dan Tenaga Listrik 0.03. Sedangkan 1 sektor ekonomi yaitu Pertambangan, tidak layak dipertimbangkan sebagai pilihan investasi karena mempunyai nilai R/V negatif. Secara portofolio didapatkan rasio R/V sebesar 1.259. Strategi pengembangan portofolio kedepannya dengan metode Sharpe’s dan optimalisasi portofolio disimpulkan apabila strategi pengembangan mempertimbangkan R/V maksimal sebagai tujuan maka sektor ekonomi yang dikembangkan adalah 5 sektor ekonomi dengan proporsi: sektor Tenaga Listrik 3.14%, sektor Konstruksi 20.29%, sektor Perdagangan 6.74%, sektor Transportasi 21.38% dan sektor Jasa Sosial Masyarakat sebesar 48.45%. Dengan proporsi tersebut akan didapatkan Expected Return sebesar 1.00% dan tingkat risiko sebesar 0.114% dengan rasio R/V sebesar 2.067. Alternatif ini memberikan nilai R/V yang paling besar. Dalam pengembangan dan pengukuran kinerja portofolio kedepan, manajemen dapat menggunakan metode R/V rasio dengan juga mempertimbangkan rasio NPL yang digunakan selama ini. Langkah- langkah yang dapat dilakukan antara lain: (1) ekspansi kredit diutamakan kepada sektor ekonomi yang mempunyai R/V rasio besar dan tingkat NPL historis yang kecil atau dalam batas toleransi regulasi yaitu 5%, (2) melakukan alokasi proporsi optimum penyaluran kredit sesuai dengan perhitungan optimum portofolio menggunakan model Markowitz, alokasi ini sangat tergantung pada return yang diharapkan dan tingkat risiko yang dapat diterima oleh manajemen, (3) melakukan peninjauan tingkat suku bunga kredit secara cepat sehingga akan didapatkan tingkat return yang optimal (4) menjaga kelancaran pembayaran kredit dan mengantisipasi memburuknya kualitas kredit melalui monitoring secara periodik. Apabila kualitas kredit kedepannya dapat dijaga dengan baik, dimana penagihan juga terjaga dengan baik, serta secara periodik (misal 1 bulan sekali) dilakukan peninjauan tingkat bunga kredit maka akan didapat portofolio kredit dengan NPL baik dan memberikan keuntungan maksimal. Dari hasil perhitungan dan membandingkan alternatif yang dipilih maka untuk pengembangan bisnis kedepan disarankan untuk: (1) Tidak mengembangkan sektor ekonomi Pertambangan, dengan pertimbangan nilai R/V yang negatif yang dapat menurunkan kinerja portofolio secara keseluruhan. Sektor Pertambangan dapat dipertimbangkan untuk dikembangkan sepanjang R/V positif dan terjadi peningkatan expected return yang signifikan sehingga berada diatas SBI, (2) Mengalokasikan pertumbuhan portofolio dimasa mendatang dengan memilih sektor ekonomi Jasa Sosial Masyarakat, Transportasi, Perdagangan, Konstruksi dan Tenaga Listrik. Pemilihan pengembangan usaha pada 4 sektor ekonomi ini, akan memberikan proporsi portofolio optimum dengan rasio R/V paling besar yaitu 2.067, lebih besar dibandingkan dengan R/V yang diperoleh apabila seluruh sektor ekonomi akan dikembangkan, (3) Pengembangan ekpansi kredit pada sektor yang mempunyai R/V kecil dapat dilakukan sepanjang manajemen meyakini dapat meningkatkan return yang akan diterima antara lain dengan menaikan suku bunga kredit dan menekan tingkat keterlambatan pembayaran bunga setiap bulannya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Perbankan, Kinerja Portofolio, Sharpe’s Model, Kredit, Reward to Variability Ratio, Non Performing Loan, Bad Debt Ratio, Optimalisasi Portofolio Model Markowitz, Analisis Return Portofolio, Analisis Risiko Portofolio
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 08 Mar 2014 03:11
Last Modified: 14 Jun 2016 02:58
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1677

Actions (login required)

View Item View Item