Pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi sebagai dasar manajemen sumber daya manusia pada PT pfizer indonesia unit bisnis animal health

Ginting, Ulrich eriki (2010) Pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi sebagai dasar manajemen sumber daya manusia pada PT pfizer indonesia unit bisnis animal health. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E29-01-Ulrich-Cover.pdf - Published Version

Download (443kB)
[img]
Preview
PDF
E29-02-Ulrich-Abstrak.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img]
Preview
PDF
E29-03-Ulrich-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (318kB)
[img]
Preview
PDF
E29-04-Ulrich-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (318kB)
[img]
Preview
PDF
E29-05-Ulrich-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (634kB)

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu modal dasar dari perusahaan, oleh karena itu kualitas SDM harus selalu dikembangkan dan diarahkan agar mencapai tujuan yang diharapkan oleh perusahaan. Saat ini pekerjaan dan lingkungan kerja berkembang dengan sangat dinamis. Untuk meyeimbangkan keadaan ini maka pekerja harus dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut agar dapat tetap memberikan kontribusi terhadap tuntutan pekerjaan yang diberikan. PT Pfizer adalah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang farmasi berbasis riset. Pfizer mendefinisikan bidang usahanya sebagai perusahaan yang menemukan, mengembangkan, dan memproduksi obat-obatan yang diresepkan kepada manusia dan hewan. Pfizer Animal Health adalah anak perusahaan yang bergerak dalam bidang industri kesehatan hewan. Perkembangan industri kesehatan hewan di Indonesia merupakan pasar yang potensial bagi PT Pfizer Animal Health (PAH) Indonesia. Pada saat ini PT Pfizer Indonesia sebagai induk dari unit bisnis Animal Health (PAH) telah merumuskan standar kompetensi yang akan digunakan untuk aktivitas manajemen sumber daya manusia yang terbagi kedalam soft competency dan technical competency. Pfizer Animal Health sebagai unit bisnis dari PT Pfizer Indonesia belum mengembangkan standar kompetensi, sehingga diperlukan suatu studi untuk mendefinisikan kompetensi bagi unit bisnis Animal Health. Penelitian ini ditujukan untuk merumuskan kebutuhan tersebut sehingga dapat digunakan oleh manajemen PT Pfizer Animal Health Indonesia dalam proses pengembangan ssumber daya manusia berbasis kompetensi. Pendekatan penelitian yang dilakukan dalam penyusunan tesis ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif yaitu pengumpulan data untuk menjawab permasalah yang ada. Data primer diperoleh dengan cara menyebarkan kuisioner kepada seluruh staf PT PAH serta dari hasil diskusi panel ahli. Indonesia. Penilaian kondisi kompetensi dilakukan dengan metode cross sectional yaitu dengan menilai karakteristik responden yaitu umur, jenis kelamin, pendidikan, jumlah training yang pernah diikuti, lama bekerja dan jabatan yang dipegang saat ini (managerial atau staf) serta kompetensi yang dimilikinya saat ini dengan merujuk kepada kamus kompetensi PT Pfizer Indonesia.. Pengembangan standar kompetensi digunakan metode diskusi panel ahli. Diskusi panel ahli menjadi dasar untuk menetapkan standar kompetensi (soft competency dan technical competency) yang dibutuhkan. Validitas instrumen penelitian dilakukan uji dengan menggunakan corrected item-total corelation. Uji corrected item-total corelation cocok digunakan pada penelitian dengan populasi kecil (n<30). Hasil pengolahan data diketahui 5 pernyataan yang diajukan dalam kuisioner tidak valid karena lebih rendah dari r tabel (r < 0,2) sehingga kelima item pernyataan tersebut harus dikeluarkan sementara 51 item penyataan lainnya dianggap valid. Uji realibilitas yang digunakan adalah formula Alpha Cronbach dengan uji signifikansi pada taraf 0,05 dengan nilai alpha lebih besar dari 0,06. Berdasarkan hasil perhitungan dengan bantuan perangkat lunak komputer diperoleh nilai alpha sebesar 0,974 sehingga butir butir pernyataan dalam instrumen penelitian dapat diandalkan (reliabel). Hasil analisis rataan skor menunjukkan bahwa seluruh staf PAH termasuk kedalam kategori kompeten dalam sofy competency.T-Test menunjukkan latar belakang pendidikan mempunyai hubungan yang signifikan (p< 0,05) terhadap soft competency yang dimiliki staf PAH saat ini. Hasil analisis rataan skor menunjukkan nilai mean persepsi responden terhadap soft competency yang dilikinya adalah 4.07. Dari 13 orang responden terdapat 6 responden yang mempunyai rataan skor soft competency dibawah nilai mean. Diskusi panel ahli menghasilkan standar kompetensi yang terbagi kedalam soft competency dan technical competency. Soft competency terdiri dari 14 kompetensi sedangkan technical competency dibagi kedalam departemen kerja yang terdapat dalam organisasi PT PAH yaitu departemen marketing dan sales serta departemen regulatory and technical. Untuk departemen marketing dan sales terdapat 8 technical competency yaitu product management, marketing management, sales strategy,promotion, marketing research and development, distribution management, field force operation dan business planning. Untuk departemen regulatory dan technical, technical competency yang dibutuhkan yaitu safety and risk management, clinical research/product trial, peraturan dan pendaftaran produk, product and industry acumen. Implikasi manajerial yang dapat diambil berdasarkan hasil penelitian ini yaitu perlu dilakukan peningkatan soft competency staf PAH untuk kompetensi conceptual thinking, visioning, managing quality, decision making, building relationship, teamwork, leadership, developing talent, dan customer forcus karena nilai mean dari kompetensi tersebut dibawah nilai mean dari analisis ratan skor terhadap persepsi soft competensi yang dimiliki staf PAH saat ini. Peningkatan soft competency dilakukan dengan melakukan pelatihan kepada staf PAH. Penelitian ini menyarankan agar standar kompetensi yang telah dikembangkan oleh panel ahli diimplementasikan melalui sosialisasi dan pelatihan. Penelitian yang lebih lanjut diperlukan untuk menetapkan kedalaman (depth) kompetensi untuk setiap jabatan di PAH. Setelah manajemen sumber daya manusia berbasis kompetensi diaplikasikan secara konsisten di PAH Indonesia maka penelitian yang mengkaji hubungan antara kompetensi dan kinerja juga perlu untuk dilakukan sehingga hipotesis dari penerapan manajemen SDM berbasis kompetensi yakni peningkatan kinerja individu dan perusahaan dapat dibuktikan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: human resources management, pfizer Animal Health Indonesia, competency Manajemen Sumber Daya Manusia, Pfizer Animal Health Indonesia, Kompetensi
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 08 Mar 2014 04:50
Last Modified: 14 Jun 2016 01:50
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1680

Actions (login required)

View Item View Item