Analisis perilaku masyarakat target konversi pasca program konversi minyak tanah ke LPG 3kg

Putri, Dwi Indrisetno (2010) Analisis perilaku masyarakat target konversi pasca program konversi minyak tanah ke LPG 3kg. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E29-01-Dwi-Cover.pdf - Published Version

Download (324kB)
[img]
Preview
PDF
E29-02-Dwi-Abstrak.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img]
Preview
PDF
E29-03-Dwi-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (315kB)
[img]
Preview
PDF
E29-04-Dwi-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (317kB)
[img]
Preview
PDF
E29-05-Dwi-Perdahuluan.pdf - Published Version

Download (637kB)

Abstract

Tujuan program Konversi minyak tanah ke LPG yang ditetapkan oleh Pemerintah adalah mengurangi beban subsidi Pemerintah terhadap minyak tanah, mengalokasikan kembali minyak tanah menjadi produk avtur yang bernilai ekonomis lebih tinggi, LPG dipandang sebagai energi altenatif yang aman bagi kesehatan, dan ramah lingkungan. Konversi penggunaan minyak tanah ke LPG dipandang sebagian kalangan sebagai jalan keluar dan langkah yang tepat untuk pengurangan beban devisa negara, juga karena Indonesia memiliki cadangan gas yang cukup besar dan belum dimanfaatkan secara optimal, serta beragam alasan lain terkait kualitas lingkungan, efisiensi dan harga per satuan energi yang dihasilkan. Konversi energi adalah penggunaan energi dari energi yang satu menjadi bentuk energi yang lain. Konversi energi minyak tanah ke LPG merupakan proses perubahan budaya kepada masyarakat yang sudah lama menggunakan minyak tanah sebagai sumber energi ke sumber energi lain yaitu gas LPG (Kemasan 3kg). Program konversi energi minyak tanah ke LPG 3kg sudah berlangsung hampir 1 tahun (2007-2008), melalui penelitian ini diharapkan dapat menganalisis bagaimana perilaku konsumen yang awalnya adalah sebagai pengguna bahan bakar minyak tanah kemudian dikonversi oleh pemerintah untuk menggunakan LPG 3kg, sehingga dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan untuk menyusun strategi komunikasi yang efektif di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat target konversi dalam penggunaan LPG 3kg pasca program konversi minyak tanah ke LPG 3 kg, analisis faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat target konversi dalam penggunaan LPG 3kg pasca program konversi minyak tanah ke LPG 3 kg, menganalisis perilaku masyarakat target konversi LPG 3 Kg pasca program konversi minyak tanah ke LPG 3 kg, pengukuran tingkat kepuasan masyarakat dalam penggunaan LPG 3kg pasca program konversi minyak tanah ke LPG 3 kg. Program konversi minyak tanah ke LPG dilaksanakan pertama kali di Jakarta pada bulan Mei 2007. Target waktu pelaksanaan program konversi minyak tanah ke LPG untuk seluruh wilayah Indonesia adalah pada tahun 2010. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah kota Bogor. Pelaksanaan riset dilakukan pada bulan Agustus 2009 sampai dengan Oktober 2009. Metode penelitian menggunakan data sekunder dan data primer. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan memberikan kuesioner kepada masyarakat yang sudah beralih energi dari minyak tanah ke LPG 3 Kg di Kota Bogor. Survei tersebut dilaksanakan untuk menggali sikap, persepsi dan perilaku masyarakat pasca program konversi Minyak tanah ke LPG 3Kg. Pendekatan yang dilakukan adalah mengidentifikasi masalah yang ada, mencari alternatif dan pemecahan dalam upaya pengembangan dan perbaikan program konversi tersebut. Data yang dikumpulkan melalui wawancara dengan manajemen perusahaan, wawancara dengan distributor, dan wawancara dengan masyarakat yang terkonversi. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis korespondensi, dan analisis SEM. Persepsi masyarakat pengguna kompor LPG di Kota Bogor terhadap kompor LPG tersebut adalah secara keseluruhan paket kompor LPG yang diberikan oleh pemerintah sudah baik, tetapi harga LPG isi ulang LPG masih belum stabil dan untuk komponen regulatornya sering mengalami kerusakan. Kualitas dari regulator yang diberikan oleh pemerintah dianggap kurang memuaskan kualitasnya, tetapi komponen tersebut dianggap penting oleh responden. Hal tersebut berkaitan dengan masalah yang paling sering dihadapi oleh masyarakat Kota Bogor dalam penggunaan kompor gas adalah gas macet dan regulator rusak. Faktor-faktor yang paling menjadi perhatian mayarakat Kota Bogor dalam menggunakan kompor LPG adalah faktor kemudahan dan praktis dalam pengoperasian kompor LPG. Hanya sepertiga dari total responden penjual makanan jadi yang merasakan adanya peningkatan keuntungan setelah menggunakan kompor LPG dan sisa reponden lainnya merasa tidak ada perubahan dalam keuntungan penjualan produknya. Perilaku masyarakat target konversi (rumah tangga dan penjual makanan jadi) di Kota Bogor pasca berjalannya program konversi banyak terjadi perubahan pada kebiasaan penggunaan bahan bakar selain LPG (minyak tanah, kayu bakar, briket, arang). Hampir seluruh responden rumah tangga dan penjual makanan jadi telah beralih menggunakan kompor LPG sebagai alat bantu memasak yang utama, meskipun sebagian besar pengguna LPG masih kurang percaya dan ragu-ragu terhadap volume atau isi dari tabung LPG yang dipakai. Rata-rata harga dari tabung 3 kg dan 12 kg di Kota Bogor adalah Rp14.500,- dan Rp76.833,33. Tempat membeli isi ulang tabung LPG yang paling diminati oleh masyarakat Kota Bogor adalah warung terdekat, dengan kebutuhan rata-rata terbanyak terhadap LPG 3 Kg adalah 2 tabung per bulan bagi rumah tangga dan 1 tabung per bulan bagi penjual makanan jadi. Pengguna dan orang yang merawat kompor LPG yang paling dominan di kalangan rumah tangga adalah seorang ibu dan bapak.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: A Consumer Behaviour, LPG, SEM Perilaku Masyarakat Terkonversi, Program Konversi Minyak Tanah ke LPG 3 kg, Kota Bogor.
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 08 Mar 2014 06:29
Last Modified: 14 Jun 2016 01:32
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1683

Actions (login required)

View Item View Item