Strategi pengembangan usaha peternakan sapi potong di pt andini persada sejahtera

Nugraha, Chinta Satyaning (2010) Strategi pengembangan usaha peternakan sapi potong di pt andini persada sejahtera. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R40-01-Chinta-Cover.pdf - Published Version

Download (394kB)
[img]
Preview
PDF
R40-02-Chinta-Abstrak.pdf - Published Version

Download (345kB)
[img]
Preview
PDF
R40-03-Chinta-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (357kB)
[img]
Preview
PDF
R40-04-Chinta-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (353kB)
[img]
Preview
PDF
R40-05-Chinta-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (722kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki peluang yang cukup besar dalam pembangunan ekonomi, karena selain memiliki potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang besar juga ditunjang dengan tersedianya sarana dan prasarana informasi dan kelembagaan serta informasi yang relatif lengkap. Besarnya potensi kontribusi sektor pertanian di Jawa Barat terhadap pembangunan ekonomi tidak terlepas dari posisi subsektor peternakan di dalam struktur perekonomian. Komoditas peternakan mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan. Hal ini didukung oleh karakteristik produk yang dapat diterima oleh masyarakat Indonesia. Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan pasar yang potensial bagi agribisnis peternakan. Selain itu kontribusi produksi daging sapi Propinsi Jawa Barat pada tahun 2008 hanya sebesar 18,94% terhadap kebutuhan Nasional. Rendahnya nilai kontribusi ini disebabkan karena konsumsi daging sapi semakin meningkat sesuai dengan peningkatan pendapatan perkapita masyarakat di Indonesia. Dari data statistik menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan perkapita sebesar 8,45% per tahun memberikan dampak peningkatan konsumsi daging sapi sebesar 2,1 % per tahun di tingkat Nasional. Melihat rendahnya kontribusi dan besarnya peluang pasar di Jawa Barat untuk produksi daging sapi untuk memenuhi kebutuhan tingkat Nasional, maka sangatlah tepat apabila PT Andini Persada Sejahtera turut berperan dalam mengisi peluang yang ada. PT Andini Persada Sejahtera secara goegrafis berada di wilayah Jawa Barat dan termasuk dalam kawasan agribisnis unggulan di Bandung Barat, memiliki potensi daerah yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Hal ini disebabkan karena umur perusahaan yang baru menginjak tahun pertama, serta letak wilayahnya yang berpegunungan dengan sifat tanah yang tidak stabil sehingga kurang memungkinkan untuk dilakukan usaha tani secara intensif, sehingga menimbulkan kendala dalam pengembangannya. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) mengidentifikasi dan menetapkan elemen-elemen dari : faktor/kriteria, aktor, tujuan, dan alternatif strategi yang mempengaruhi dalam pengembangan usaha peternakan sapi potong di PT Andini Persada Sejahtera, (2) menetepkan prioritas strategi dalam pengembangan usaha peternakan sapi potong di PT Andini Persada Sejahtera. Penelitian ini dilaksanakan di di PT Andini Persada Sejahtera yang dilakukan selama tiga bulan yaitu mulai bulan September sampai dengan bulan November 2009. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan penelitian survei melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Untuk pemilihan strategi pengembangan usaha peternakan sapi potong, dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT, FGD dan AHP. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber. Teknik pengambilan contoh dilakukan dengan metode tanpa peluang (non probability) dengan pengambilan contoh secara sengaja (purposive sampling). Metode Pengolahan data dilakukan dengan analisis SWOT untuk tahap identifikasi, kemudian untuk tahap penyusunan hirarki digunakan analisis FGD, sedangkan untuk menentukan prioritas dilakukan dengan metode Analysis Hierarchy Process (AHP). Bobot dan peringkat setiap elemen dalam hirarki strategi pengembangan usaha sapi potong di PT Andini Persada Sejahtera menunjukkan bahwa faktor modal merupaka faktor dengan bobot tertinggi sebesar 0,364. Peringkat kedua dan selanjutnyaberturut-turut adalah faktor bibit sapi potong (0,268), faktor peluang pasar (0,183), faktor sumber daya manusia (0,127) dan terakhir faktor fasilitas sarana dan prasarana (0,057). Untuk level aktor, yang mempunyai bobot tertinggi adalah perbankan dengan bobot sebesar 0,289, diikuti oleh manajemen PT Andini Persada Sejahtera dengan bobot sebesar 0,269, pedagang/ cutomer dengan bobot sebesar 0,227 dan peringkat terakhir adalah importir dengan bobot sebesar 0,213. Dilihat dari tujuan yang ingin dicapai, menangkap peluang pasar di industry sapi potong menjadi peringkat pertama dengan bobot sebesar 0,443, kemudian tujuan dalam menambah skala usaha dan produksi sapi potong dengan bobot sebesar 0,352, serta yang manjdi tujuan terakhir adalah membuka kesempatan kerja dan usaha dengan bobot sebesar 0,205. Berdasarkan peringkat pembobotan dari alternatif, peringkat pertama dari 3 (tiga) alternatif strategi adalah strategi meningkatkan pemasaran dan distribusi dengan peluang pasar yang ada dengan bobot sebesar 0,392, strategi meningkatkan akses terhadap lembaga permodalan/ pembiayaan (perbankan) dengan bobot sebesar 0,351, dan peringkat terakhir adalah strategi meningkatkan kemampuan management sebagai pelaku usaha agribisnis sapi potong dengan bobot sebesar 0,257. Dilihat dari gambaran bobot pada faktor, aktor, tujuan dan alternatif strategi dapat ditarik hubungan yang jelas antar tiap elemen. Prioritas pengembangan usaha sapi potong di PT Andini Persada Sejahtera dilakukan melalui strategi meningkatkan pemasaran dan distribusi dengan peluang pasar yang ada. Strategi ini harus mengacu kepada faktor ketersediaan modal yang diberikan oleh lembaga pembiayaan (perbankan) dan ditujuakn untuk menangkap peluang pasar di industri sapi potong. Sekalipun prioritas faktor, aktor, tujuan telah ditetapkan namun dalam pelaksanaannya semua elemen termasuk strategi lainnya harus dilaksanakan secara simultan dan terintegrasi. Artinya semua strategi harus tetap dijalankan sekurang-kurangnya dalam lima tahun kedepan. Mengingat besarnya peluang pasar, baik pasar lokal hingga nasional, yang tercermin dari masih tingginya tingkat impor yang dilakukan, sehingga untuk masuk ke pasar tentunya harus didukung sistem pemasaran yang handal serta jaringan distribusi yang dapat dipercaya, selain itu diperlukan informasi yang cukup tentang pasar yang akan dimasuki. Dengan demikian diharapkan dengan menerapkan strategi meningkatkan pemasaran dan distribusi akan menghasilkan: (1) Mempermudah dalam mendapatkan informasi pasar misalnya berupa data kebutuhan, harga pasar serta jenis sapi, sehingga pihak marketing pada manajemen PT Andini Perasa Sejahtera mendapatkan informasi yang lengkap dan uptodate dengan cepat dan mudah; (2) Mengetahui informasi peluang pasar alternatif, sekaligus membuka peluang kerjasama dalam pengadaan bibit, pengolahan dan pemasaran hasil produksi, baik untuk produksi daging maupun hasil ikutannya seperti pupuk organik/ kompos; (3) Mengetahui informasi terkini tentang manajemen dan teknologi kesehatan guna mengatasi jumlah kematian akibat wabah penyakit; (4) Membuka peluang kerjasama dalam bantuan pemasaran dan distribusi maupun modal usaha.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Strategy, Effort Ranch, Beef Cattle, Analyse SWOT, FGD and AHP Strategi, Usaha Peternakan, Sapi Potong, Analisis SWOT, FGD dan AHP.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 08 Mar 2014 07:05
Last Modified: 28 Aug 2014 04:56
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1686

Actions (login required)

View Item View Item