Perancangan pengukuran kineja pd bank Perkreditan rakyat (bpr) bkk tasikmadu dengan pendekatan balanced scorecard

Polariawan, Cahya Feri (2010) Perancangan pengukuran kineja pd bank Perkreditan rakyat (bpr) bkk tasikmadu dengan pendekatan balanced scorecard. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R41-01-Cahya-Cover.pdf - Published Version

Download (222kB)
[img]
Preview
PDF
R41-03-Cahya-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (72kB)
[img]
Preview
PDF
R41-03-Cahya-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (72kB)
[img]
Preview
PDF
R41-04-Cahya-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (69kB)
[img]
Preview
PDF
R41-05-Cahya-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (929kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Secara umum dua tahun terakhir perkembangan indikator BPR di wilayah Jawa Tengah meningkat. Dari sisi aset yang dimiliki, dana pihak ketiga, dan kredit yang disalurkan menunjukan peningkatan. Wilayah Kabupaten Karanganyar menunjukkan nilai yang paling besar dari pada wilayah lainnya dengan ditunjukkan komposisi asset, pihak ketiga, dan penyaluran kredit BPR di eks Karesidenan Surakarta. Hal tersebut menunujukkan bahwa dimana keberadaan BPR sangat direspon positif diwilayah tersebut dan tidak menutup kemungkinan juga akan menciptakan persaingan antar bank sejenisnya. Perusahaan Daerah BPR Badan Kredit Kecamatan (PD. BPR BKK) Tasikmadu yang berlokasi kabupaten Karanganyar merupakan sebuah BPR yang sebelumnya adalah beberapa BPR kecamatan, yang akhirnya dimerger atau digabung. Dalam menghadapi persaingan sekarang tidak cukup hanya berorientasi pada profittabilitas, sebab dalam mencapai profit aset-aset yang dikelola digerakkan oleh sumberdaya yang ada. Jadi kita juga harus memandang aspek yang lainnya yang menjadi faktor tercapainya profit. Selama ini PD. BPR BKK Tasikmadu dalam laporan kinerjanya masih menggunakan pengukuran secara finansial dalam mengukur keberhasilan seperti halnya dalam laporan keuangan pada umumnya dan rasio kesehatan bank. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menyusun suatu sistem manajemen strategik yang komprehensif adalah dengan menggunakan metode balanced scorecard (BSC). Metode BSC adalah sebuah metode didalam ilmu manajemen strategik yang mengkaji rancangan indikator kinerja organisasi dalam empat persepektif, yaitu persepektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses internal bisnis dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran organisasi. Diharapkan metode ini bisa melakukan rancangan desain indikator kinerja PD. BPR BKK Tasikmadu dalam keempat perspektif tersebut. Dari pembahasan diatas maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah : (a) menjabarkan visi, misi, dan tujuan PD. BPR BKK Tasikmadu ke dalam kempat prespektif balanced scorecard (BSC), (b) Apa yang menjadi sasaran strategik dan bagaimana stratgy map PD BPR BKK Tasikmadu?, (c) Faktor–faktor apa saja yang menjadi key performance indicator (KPI), target dan inisiatif strategik PD. BPR BKK Tasikmadu ?, (d) Bagaimana menentukan pengukuran hasil kinerja dari KPI PD. BPR BKK Tasikmadu Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk : (a) Penjabaran visi, misi, dan tujuan PD. BPR BKK Tasikmadu kedalam keempat prespektif balanced scorecard, (b). Menentukan sasaran strategik dan bagaimana strategy map PD. BPR BKK Tasikmadu, (c) Menentukan key performance indicator (KPI), target dan inisiatif strategik PD. BPR BKK Tasikmadu, (d) Simulasi pengukuran kinerja PD. BPR BKK Tasikmadu. Penelitian yang dilaksanakan pada PD BPR BKK Tasikmadu Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada bulan Maret sampai dengan Mei 2010, menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan survai. Data yang diperoleh adalah berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari focused group discussion (FGD) dan wawancara terstruktur dengan alat bantu kuisioner. Data sekunder diperoleh dengan cara observasi dan studi literatur. Penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi visi, misi, dan tujuan PD BPR BKK Tasikmadu. Visi, misi, dan tujuan PD BPR BKK Tasikmadu dijabarkan ke dalam empat perspektif BSC, kemudian dihasilkan sasaran-sasaran strategik yang kemudian dilanjutkan dengan penentuan hubungan sebab-akibat dari masing-masing sasaran strategik. Hubungan sebab-akibat dari sasaran-sasaran strategik membentuk strategy map PD BPR BKK Tasikmadu. Pada perspektif keuangan, PD BPR BKK Tasikmadu menetapkan sasaran strategik yang paling utama adalah meningkatkan meningkatkan pengolalan aset dengan alasan bahwa dengan meningkatkan penglelolaan aset maka modal yang ada dapat di manfaatkan secara optimal untuk menghasilkan laba. Selain itu meningkatkan laba menjadi sasaran strategik pada perspektif keuangan karena jika laba meningkat maka mengendikasikan bahwa aset yang dikelola maksimal. Di dalam meningkatkan pengelolaan aset dan laba maka PD BPR BKK Tasikmadu perlu memperhatikan beban-beban yang dikeluarkan karena hal tersebut menjadi pengurang dari pendapatan yang nantinya akan mempengaruhi laba yang dicapai. Sasaran strategik yang lain pada perspektif keuangan adalah menjaga kredit bermasalah, yang dikategorikan dalam kredit kurang lancar, diragukan, dan macet yang bilamana hal tersebut tersebut tidak diperhatikan akan menyebabkan penurunan pendapatan yang disebabkan membesarnya beban untuk melakukan penagihan angsuran dari nasabah kredit. Untuk mencapai sasaran strategik perspektif keuangan maka pada sasaran strategik perspektif pelanggan PD BPR BKK Tasikmadu perlu menjaga dari kesetiaan nasabah. Sasaran tersebut dianggap penting oleh pihak manajemen PD BPR BKK Tasikmadu karena dengan menjaga kesetiaan nasabah akan mendukung sasaran-sasaran yang ada pada perspektif keuangan. Menurut manajemen PD BPR BKK Tasikmadu kesetiaan nasabah akan tercipta apabila perusahaan dapat memberikan kepuasan dalam melayani jasa perbankan kedapa nasabah. Kepuasan nasabah akan menimbulkan keinginan nasabah untuk menggunakan jasa secara kembali atau berkesinambungan dan nasabah akan setia kepada PD BPR BKK Tasikmadu. Pada perspektif bisnis internal sasaran strategik yang ditetapkan adalah meningkatkan mengembangkan produk bisnis, kecepatan pencairan kredit, dan kolektifitas angsuran. Mengembangkan produk bisnis bertujuan untuk memuaskan nasabah dan kesetiaan nasabah dengan memberikan produk-produk dengan pilihan yang menarik. Selain itu karena salah satu kegiatan dari PD BPR BKK Tasikmadu adalah penyaluran dana maka kecepatan pencairan kredit menjadi sasaran pada perspektif proses bisnis internal oleh manajemen PD BPR BKK Tasikmadu. Kolektifbilitas angsuran menjadi sasaran strategik yang ditetapkan oleh manajemen yang nantinya berkaitan sasaran strategik dari perspektif keuangan yaitu menekan kredit bermasalah. Mengembangkan produk bisnis, kecepatan pencairan kredit, dan kolektibilitas angsuran nasabah kredit dapat dilihat dari produktivitas karyawan pada sasaran strategik perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Sedangkan untuk meningkatkan produktivitas karyawan pada perspektif ini, dari hasil diskusi kapabilitas karyawan perlu ditingkatkan serta memberikan kepuasan kepada karyawan. Dengan kedua sasaran tersebut maka produktivitas karyawan akan meningkat karena dalam melakukan pekerjaan para karyawan mempunyai motivasi sehingga karyawan kreatif dalam melaksanakan tugas-tugasnya Pada setiap sasaran strategik ditetapkan ukuran kinerja yang akan dicapai PD BPR BKK Tasikmadu. Hasil yang diperoleh kpi dan pembobotan dengan metode paired comparison adalah bahwa manajemen PD BPR BKK Tasikmadu lebih mementingkan perspektif keuangan, kemudian perspektif pelanggan, perspektif proses internal serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Sedangkan hasil pembobotan dari 12 (dua belas) KPI yang disimpulkan oleh FGD, berdasarkan urutan tingkat kepentingannya adalah sebagai berikut: untuk KPI perspektif keuangan terdiri dari a) return on asset (30,02%), b) earning before tax (25,02%), c) non performing loan (24,16%), d) bopo (20,80); untuk KPI pada perspektif pelanggan yaitu a) indeks kepuasan nasabah (55%), b) nasabah setia (45%); untuk perpektif proses bisnis internal yaitu a) kelancaran angsuran kredit (40%), waktu realisasi kredit (35,10), realisasi produk bisnis (24,96); untuk perspektif pembelajaran dan pertumbuhan terdiri dari a) produktivitas karyawan (33,32), indeks kepuasan karyawan (33,32), jumlah pelatihan karyawan (33,30). Setelah penentuan KPI dari setiap sasaran strategik dan pembobotan yang telah dilakukan maka dilakukan pengukuran kinerja dengan menggunakan simulasi dari setiap KPI dengan mencari indeks KPI terdahulu dengan cara target dari stiap KPI dibagi dengan hasil aktual dikali 100%. Setelah indeks masing-masing KPI ditentukan maka dilakukan rentang skala untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari setiap KPI dengan menggunakan retang kriteria. Dari hasil metode rentang kriteria adalah untuk skala 0-34 masuk dalam kriteria buruk, skala 35-69 masuk dalam kriteria kurang baik, skala 70-104 masuk dalam kategori kriteria, untuk skala lebih dari 104 masuk dalam kriteria sangat bagus.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Balanced Scorecard, PD BPR BKK Tasikmadu, strategy map, key performance indicator Balanced Scorecard, PD BPR BKK Tasikmadu, Strategy Map, Key Performance Indicator, Paired Comparison, Rentang Kriteria.
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 12 Mar 2014 04:35
Last Modified: 04 Sep 2014 04:41
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1700

Actions (login required)

View Item View Item