Strategi kemitraan agribisnis stroberi diasosiasi agribisnis dan wisata (asgita) kecamatan rancabali, kabupaten bandung jawa barat

Sumantri, Cepi Tri (2010) Strategi kemitraan agribisnis stroberi diasosiasi agribisnis dan wisata (asgita) kecamatan rancabali, kabupaten bandung jawa barat. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R40-01-Cepi-Cover.pdf - Published Version

Download (96kB)
[img]
Preview
PDF
R40-02-Cepi-Abstrak.pdf - Published Version

Download (94kB)
[img]
Preview
PDF
R40-03-Cepi-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (86kB)
[img]
Preview
PDF
R40-04-Cepi-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (106kB)
[img]
Preview
PDF
R40-05-Cepi-BabIPendahuluan.pdf - Published Version

Download (155kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Pemerintah Daerah Jawa Barat sejak tahun 2007 telah menetapkan agribisnis sebagai salah satu bisnis intinya, sehingga menjadikannya sebagai sektor primer dalam menggerakkan potensi perekonomian daerah. Hal tersebut didukung diantaranya oleh potensi salah satu wilayahnya, Kabupaten Bandung, yang merupakan sentra produksi hortikultura terbesar di Jawa Barat. Komoditas hortikultura sangat prospektif, baik untuk mengisi kebutuhan pasar domestik maupun internasional mengingat potensi permintaan pasarnya baik di dalam maupun di luar negeri dan nilai ekonominya yang tinggi. Salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan perlu dikembangkan adalah komoditas stroberi, karena harga stroberi cenderung tinggi, stabil, dan cukup banyak produk turunannya. Daerah penghasil utama stroberi di Kabupaten Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Rancabali yang memberikan kontribusi terbesar terhadap produksi Kabupaten Bandung setiap tahunnya. Salah satu lembaga yang mewadahi para petani stroberi adalah Asosiasi Agribisnis dan Wisata (ASGITA) yang merupakan gabungan dari kelompok-kelompok tani agribisnis, agrowisata, dan agroindustri di Kecamatan Rancabali. Salah satu tujuan awal pendirian ASGITA adalah untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di atas, yaitu mengakomodasi kepentingan dari para petani stroberi di Kecamatan Rancabali untuk meningkatkan kapasitas produksi stroberi dan pemasarannya, dan kepentingan pasar yang menginginkan produk stroberi dengan keterjaminan kuantitas, kualitas, serta kontinuitasnya. Hal tersebut dilakukan ASGITA dengan membentuk kemitraan agribisnis stroberi dengan para petani stroberi sebagai pemasok. Peran ASGITA dalam kemitraan agribisnis stroberi di Kecamatan Rancabali yang telah dijalankan selama ini masih belum berkembang secara optimal, dengan belum terakomodasinya kepentingan dari mitra-mitranya. Penelitian ini bertujuan untuk a) menganalisis kondisi kemitraan di ASGITA berkaitan dengan agribisnis stroberi di Kecamatan Rancabali; b) Menganalisis faktor-faktor internal maupun eksternal yang mempengaruhi kinerja kemitraan agribisnis stroberi di ASGITA; c) Merumuskan alternatif strategi untuk kemitraan agribisnis stroberi di ASGITA. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan yaitu pada bulan November 2009 sampai bulan Januari 2010 di Asosiasi Agribisnis dan Wisata (ASGITA) yang berlokasi di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Penelitian dilakukan melalui pendekatan deskriptif dan kuantitatif. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan berbagai narasumber yang terkait dengan penelitian seperti petani stroberi mitra ASGITA, Dinas Pertanian, dan pengurus Asosiasi Agribisnis dan Wisata (ASGITA). Data sekunder yang diperoleh dari studi pustaka, data statistik yang relevan dengan penelitian, antata lain BPS Kabupaten Bandung, Perpustakaan, Dinas Pertanian dan sebagainya. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengolahan data dan analisis pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan usahatani, analisis tingkat kepuasan petani dengan uji Mann-Whitney, serta analisis SWOT-AHP untuk menentukan prioritas alternatif strategi kemitraan agribisnis stroberi di ASGITA untuk mencapai tujuan penelitian. Berdasarkan analisis pendapatan usahatani penerimaan tunai hasil penjualan stroberi yang diterima petani setelah bergabung dengan ASGITA, bernilai lebih besar dibandingkan dengan sebelum bergabung. Pada kondisi sebelum bergabung dengan ASGITA nilai rasio R/C atas biaya tunai adalah 2,38 dengan rasio R/C atas biaya total sebesar 1,63, sedangkan pada kondisi sesudah bergabung dengan ASGITA nilai rasio R/C biaya tunai adalah 4,66 dengan rasio R/C atas biaya total sebesar 3,29. Hasil analisis tingkat kepuasan terhadap variabel-variabel pelaksanaan kemitraan dengan menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa median pada kondisi petani setelah bergabung (kondisi kedua) dengan ASGITA adalah 4, sedangkan median pada kondisi petani sebelum bergabung (kondisi pertama) adalah 2. Output menampilkan nilai taksiran sebesar -1, yang merupakan median selisih antara kondisi pertama dengan kondisi kedua. P-value uji Mann-Whitney adalah 0,0116, dengan menggunakan level toleransi sebesar 5%, maka kesimpulan hasil uji adalah tolak hipotesis awal yang menyatakan bahwa tingkat kepuasan petani terhadap kemitraan agribisnis stroberi sebelum dan sesudah bergabung dengan ASGITA adalah sama, sehingga secara umum para petani merasa puas dengan pelaksanaan kemitraan yang telah diterapkan di ASGITA. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemitraan agribisnis stroberi di ASGITA baik dari lingkungan internal maupun eksternal adalah sebagai berikut: kualitas produk yang baik, pengurus ASGITA yang kompeten, areal budidaya stroberi yang luas, pengelolaan keuangan yang buruk, penguasaan teknologi informasi yang rendah, kualitas kemasan produk yang rendah, fasilitas off-farm yang kurang memadai, permintaan pasar yang tinggi, dukungan pemerintah daerah dalam pemberdayaan petani, jejaring kemitraan dengan pihak eksternal yang masih terbuka, suplai bibit masih kurang, musim hujan dan serangan penyakit, dan perusahaan swasta pesaing. Dari hasil analisis dengan menggunakan analisis SWOT-AHP, dihasilkan prioritas-prioritas alternatif strategi yang dapat dilakukan oleh kemitraan agribisnis stroberi di ASGITA sebagai berikut: (1) meningkatkan kualitas SDM dan manajemen ASGITA; (2) mengembangkan jejaring kemitraan agribisnis stroberi; (3) membentuk unit usaha berbentuk koperasi; dan (4) mengembangkan sistem budidaya stroberi melalui rumah tanaman.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kemitraan, ASGITA, Agribisnis Stroberi, Analisis Pendapatan Usahatani, Uji Mann-Whitney, Analisis SWOT-AHP Partnership, ASGITA, Strawberries Agribusiness, Farm Income Analysis, Mann-Whitney test, SWOT-AHP Analysis
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 12 Mar 2014 04:51
Last Modified: 04 Sep 2014 07:21
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1703

Actions (login required)

View Item View Item