Analisis strategi pengembangan PT.Bharakerta sebagai unit usaha dari induk koperasi kepolisian

Rahardjo, Purnomo Dana (2011) Analisis strategi pengembangan PT.Bharakerta sebagai unit usaha dari induk koperasi kepolisian. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img] Text
E31-01-Purnomo-Cover.pdf - Published Version

Download (505kB)
[img] Text
E31-02-Purnomo-Abstrak.pdf - Published Version

Download (366kB)
[img] Text
E31-03-Purnomo-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (392kB)
[img] Text
E31-04-Purnomo-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (495kB)
[img] Text
E31-05-Purnomo-BabIPendahuluan.pdf - Published Version

Download (447kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Perkembangan perekonomian di Indonesia tidak dapat terlepas dari tiga kelompok usaha yang menjadi pilar ekonomi Nasional. Pilar ekonomi yang dimaksudkan adalah BUMN/D, Swasta dan Koperasi. Koperasi merupakan lembaga yang tumbuh atas dasar solidaritas tradisional dan kerjasama antar individu masyarakat, dan merupakan salah satu lembaga ekonomi yang cocok diterapkan di Indonesia. Hal tersebut dipengaruhi oleh sifat masyarakat Indonesia yang lebih mengutamakan kekeluargaan dan kolektif. Koperasi, baik sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan usaha berperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam tata perekonomian nasional yang disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Koperasi didefinisikan sebagai suatu badan usaha yang beranggotakan badan hukum. Dengan melandaskan kegiatannya yang berdasarkan prinsip Koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan (Statistik Perkoperasian, 2008). Penelitian ini bertujuan untuk (a) Menganalisis kondisi PT. Bharakerta saat ini baik internal (kekuatan dan kelemahan) maupun eksternal (peluang dan ancaman), terutama yang berkaitan dengan kemitraan perusahaan. (b) Menganalisis beberapa alternatif strategi pengembangan kemitraan PT. Bharakerta ke depan yang lebih efektif dan efisien. (c) Menentukan prioritas strategi apa saja yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemitraan PT. Bharakerta yang berkesinambungan. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan di PT. Bharakerta. Waktu penelitian adalah pada bulan Agustus sampai September 2010. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus dalam bentuk deskriptif. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diambil dan diolah dari hasil wawancara yang dilakukan dengan pihak internal dan eksternal perusahaan. Data-data sekunder diambil dari data-data yang telah tersedia di perusahaan maupun data yang telah dipublikasikan oleh institusi lain, media cetak maupun on line. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah (a) observasi; (b) kuesioner; (c) wawancara; (d) studi pustaka. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Responden terdiri tujuh orang dari internal dan eksternal PT. Bharakerta. Teknik pengolahan dan analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, analisis internal dan eksternal yang dilanjutkan dengan analisis SWOT serta menentukan alternatif strategi pengembangan kemitraan PT. Bharakerta dengan menggunakan matriks QSPM untuk mencapai tujuan penelitian. Berdasarkan evaluasi matriks IFE, faktor-faktor strategis pada lingkungan internal dipisahkan menjadi dua sisi berdasarkan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Dari hasil evaluasi faktor internal yang menjadi kekuatan utama PT. Bharakerta dalam mengembangkan kemitraan adalah kemampuan keuangan PT. Bharakerta dengan bobot 0,090. Dari hasil evaluasi faktor internal yang menjadi kelemahan utama dalam mengembangkan kemitraan adalah SDM ahli yang dipindah tugaskan oleh Markas Besar (Mabes) Polri sebagai induk kesatuannya. Berdasarkan hasil evaluasi matriks EFE, faktor-faktor strategis pada lingkungan eksternal terdiri dari peluang dan ancaman. Faktor peluang yang direspon paling tinggi oleh perusahaan ditunjukkan dengan peringkat 4, yaitu banyaknya pilihan mitra yang paling berpengaruh bagi kemitraan dengan nilai bobot tertinggi sebesar 0,113. Sedangkan ancaman dengan nilai bobot tertinggi sebesar 0,109 yaitu peningkatan harga bahan baku. Dari hasil analisis dengan menggunakan matriks TOWS, diidentifikasi alternatif formulasi strategi kemitraan yang dapat dilakukan oleh PT. Bharakerta, yaitu sebagai berikut: (1) Fokus pada Kerjasama Produksi dengan Mitra Usaha; (2) Perbaikan Sistem Manajemen dan produksi; (3) Pengadaan mesin baru yang sesuai dengan pesanan pelanggan; (4) Peningkatan Kemampuan dan Ketrampilan sumber daya manusia. Dari hasil QSPM, didapat strategi yang memiliki prioritas pertama untuk diimplementasikan oleh PT. Bharakerta adalah menerapkan strategi berdasarkan pada kekuatan dan peluang (SO), yaitu “ Fokus pada Kerjasama Produksi dengan Mitra Usaha”.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Partnership, IFE-EFE Matrix, SWOT Matrix Analysis, QSPM Analysis Kemitraan, IFE, EFE, Matriks IE, Matriks SWOT, QSPM.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 19 Mar 2014 05:20
Last Modified: 06 Aug 2020 05:36
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1720

Actions (login required)

View Item View Item