Analisis pelaksanaan redistribusi tanah dalam rangka reforma agraria di kabupaten pati

Darsini, - (2011) Analisis pelaksanaan redistribusi tanah dalam rangka reforma agraria di kabupaten pati. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R42-01-Darsini-Cover.pdf - Published Version

Download (109kB)
[img]
Preview
PDF
R42-02-Darsini-Abstrak.pdf - Published Version

Download (83kB)
[img]
Preview
PDF
R42-03-Darsini-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (88kB)
[img]
Preview
PDF
R42-05-Dasrini-BabIPendahuluan.pdf - Published Version

Download (82kB)
[img]
Preview
PDF
R42-04-Darsini-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (329kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Tanah mempunyai arti yang sangat penting dalam kehidupan manusia, terutama bagi petani, karena merupakan sumber penghidupan. Luas penguasaan tanah oleh petani semakin menurun, dikarenakan jumlah petani gurem semakin meningkat, sehingga masyarakat Indonesia kerap kali dihadapkan pada berbagai persoalan yang terkait dengan ketidakadilan dalam mendapatkan hak atas penguasaan dan pemanfaatan sumber-sumber agraria, terutama akses masyarakat miskin terhadap tanah. Hal ini disebabkan sempitnya penguasaan tanah oleh masyarakat miskin dan tertutupnya akses terhadap sumber daya perekonomian. Terhadap masalah kemiskinan yang diakibatkan oleh ketimpangan penguasaan tanah, salah satu upaya pemerintah dalam rangka menyejahterakan rakyatnya, khususnya kaum petani sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertaniannya adalah melalui reforma agraria yang didalamnya termasuk kegiatan redistribusi tanah. Dalam kaitannya dengan kegiatan redistribusi tanah, reforma agraria didefinisikan sebagai proses penataan penggunaan, pemanfaatan, penguasaan dan pemilikan sumber-sumber agraria terutama tanah yang mampu menjamin keadilan dan peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan. Berbagai upaya perbaikan dalam bidang agraria memiliki suatu muara, yaitu tercapainya keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Masyarakat Desa Talun telah melakukan reclaiming atas tanah negara sejak tahun 1960-an. Untuk itu, petani di Desa Talun mengajukan permohonan penegasan atas tanah negara yang mereka garap menjadi tanah obyek landreform kepada pemerintah melalui Badan Pertanahan Nasional untuk selanjutnya diredistribusikan kepada mereka yang secara nyata-nyata menggarap dan menguasai tanah tersebut. Program reforma agraria di Desa Talun dilaksanakan melalui redistribusi atas tanah negara bebas yang telah ditegaskan menjadi obyek landreform melalui Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional. Sampai dengan saat sekarang ini program reforma agraria yang dilaksanakan di Kabupaten Pati mencapai 289,8826 hektar kepada 811 KK. Redistribusi tanah yang telah dilaksanakan di Desa Talun, merupakan perpaduan antara pelaksanaan landreform by leverage dan landreform by grace, karena usulan penegasannya berasal dari masyarakat dan pemerintah dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional menetapkan tanah tersebut menjadi obyek landreform untuk selanjutnya diredistribusikan kepada penggarapnya melalui pemberian hak milik atas tanah redistribusi. Dalam rangka penguatan hak-hak rakyat atas tanah maka tanah-tanah yang dibagikan kepada penerima redistribusi diberikan status hak milik dengan harapan petani penerima redistribusi lebih bergairah dalam bekerja di sektor pertanian, karena tanah merupakan salah-satu faktor produksi yang sangat penting dalam usaha pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk: (a) untuk mengetahui gambaran mengenai penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T) masyarakat antara sebelum dan sesudah redistribusi; (b) untuk menganalisis seberapa besar kontribusi pendapatan usahatani yang berbasis tanah redistribusi terhadap total pendapatan petani penerima manfaat; dan (c) untuk menganalisis apakah ada perubahan terhadap tingkat produktivitas usahatani setelah pelaksanaan kegiatan redistribusi. Ruang lingkup analisis dalam penelitian ini adalah pelaksanaan redistribusi tanah di Desa Talun, sehingga dapat diketahui berapa besar kontribusi yang disumbangkan oleh usahatani atas tanah redistribusi, serta bagaimana tingkat produktivitas usahatani yang dihasilkan, apakah ada peningkatan atau tidak. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu melalui pendekatan kuantitaif dengan menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu pengumpulan data yang dilakukan untuk menjawab permasalahan yang ada dan dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik probability sampling, dan dalam penentuan responden digunakan insidental sampling. Jenis data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder, sedangkan sumber data berasal dari responden yaitu masyarakat penerima redistribusi. Data yang telah dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara mendalam diklasifikasi menurut pokok bahasan, selanjutnya diolah secara kuantitatif dan kualitatif. Data yang telah diolah kemudian disajikan secara deskriptif sesuai tema-tema pembahasan berdasarkan dengan keadaan yang ada di masyarakat. Berdasarkan hasil analisis deskriptif kuantitatif secara umum pelaksanaan redistribusi mempengaruhi struktur agraria yang ada. Terhadap penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah terjadi penguatan hak-hak kepemilikan tanah yang berasal dari tanah GG ditingkatkan menjadi hak milik, di mana dengan penguatan kepemilikan tanah tersebut menyebabkan terjadinya perubahan penggunaan dan pemanfaatan tanah yaitu terjadi optimalisasi penggunaan pemanfaatan tanah menjadi tambak yang lebih intensif. Di sisi lain, penguatan kepemilikan tanah dan optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan tanah ternyata mendorong ketimpangan atau kesenjangan penguasaan tanah di antara pemilik, karena adanya perbedaan aksesibilitas terhadap input dan output. Penelitian ini juga menemukan bahwa terjadi peningkatan luas penguasaan tanah yang bersumber dari terjadinya sistem sewa-menyewa tanah. Berkaitan dengan kontribusi pendapatan yang berbasis tanah redistribusi, usahatani memberikan kontribusi yang cukup besar yang mana hal ini dikarenakan ketergantungan terhadap sektor pertanian di Desa Talun masih tinggi. Usahatani ini sangat penting artinya bagi petani, terutama bagi yang tidak mempunyai pendapatan selain yang berasal dari usahatani, sehingga besarnya kontribusi tersebut semakin nyata bagi petani penerima redistribusi. Berkaitan dengan peningkatan produktivitas usahatani sebagai salah satu tujuan dari pelaksanaan redistribusi tanah, maka pelaksanaan redistribusi memberikan peningkatan produktivitas usahatani tambak. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor penggunaan teknologi, bimbingan dan penyuluhan, serta semakin kuatnya hak atas tanah. Secara keseluruhan, peningkatan produktivitas usahatani tambak tersebut didukung oleh aksesibilitas terhadap penggunaan teknologi, akses terhadap modal, bimbingan dan penyuluhan, serta pemasaran yang semakin baik. Untuk mencapai tujuan pelaksanaan program redistribusi tanah dalam rangka reforma agraria, maka hal-hal yang perlu dilakukan antara lain perlu dilakukan program monitoring dan evaluasi tentang batas-batas penguasaan dan pemilikan tanah yang diperkenankan di daerah program redistribusi tanah, serta pengaturan penguasaan tanah termasuk yang bersumber dari sewa-menyewa tanah. Di samping itu redistribusi tanah ini akan lebih efektif apabila disertai dengan konsolidasi tanah, sehingga tanah obyek redistribusi akan menjadi tertata lebih baik yang diharapkan terjadi peningkatan efisiensi dan produktivitas penggunaan tanah. Dalam rangka melindungi pendapatan petani yang sumber pendapatannya berasal dari pertanian, maka perlu diikuti dengan kebijakan untuk mengendalikan kenaikan harga input-input produksi atau memberikan kemudahan atau terjangkaunya input sarana produksi, sehingga sustainability redistribusi tanah dapat memberikan dampak yang lebih tinggi terhadap kesejahteraan penerima redistribusi melalui peningkatan aksesibilitas terhadap modal, teknologi, pasar dan kelembagaan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Redistribution of land, control the use and utilization of land ownership, contribution to revenue, productivity. Redistribusi tanah, penguasaan pemilikan penggunaan dan pemanfaatan tanah, kontribusi pendapatan, produktivitas.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 24 Mar 2014 05:10
Last Modified: 12 Jul 2014 08:14
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1732

Actions (login required)

View Item View Item