Reevolusi kelayakan usaha ternak sapi potong di kabupaten siak propinsi riau

Giatno, - (2008) Reevolusi kelayakan usaha ternak sapi potong di kabupaten siak propinsi riau. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
6EK-01-Gianto-Cover.pdf - Published Version

Download (332kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-02-Gianto-Abstract.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-03-Gianto-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (321kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-04-Gianto-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (320kB)
[img]
Preview
PDF
6EK-05-Gianto-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (626kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Seiring dengan pertambahan penduduk dan Peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat tuntutan akan daging sapi mengalami kenaikan. Terpenuhinya kebutuhan daging diperlukan cadangan ternak yang cukup, baik kualitas maupun kuantitas. Sebagai salah satu kabupaten yang memiliki potensi untuk pengembangan usaha peternakan, Kabupaten Siak, Propinsi Riau memiliki lahan luas yang tumbuh rerumputan dan limbah pertanian merupakan pendukung dalam pengembangan usaha peternakan khususnya ternak ruminansia, sementara pendapatan per kapita relative tinggi dibandingkan dengan pendapatan per kapita nasional merupakan peluang pemasaran. Kabupaten Siak merupakan wilayah pengembangan usaha ternak sapi potong yang didukung oleh sumber daya alam yang memadai. Kabupaten Siak yang berbatasan langsung dengan ibu kota propinsi sebagai tempat pemasaran. Pengembangan ternak sapi potong yang diusahakan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak dan sekaligus meningkatkan produksi peternakan. Penelitian ini bertujuan antara lain: (1). Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kelayakan usaha ternak sapi potong di Kabupaten Siak terutama SDM dan Peluang pasar. (2). Menganalisis kelayakan usaha ternak sapi potong di Kabupaten Siak. Metode penelitian ini adalah (studi kasus) melalui riset deskriptif dengan pendekatan observasi dan survei. Data yang diperoleh dalam penelitian ini terdiri dari data primer yang diperoleh dari wawancara melalui kuisiner yang telah disiapkan kepada peternak sapi potong yang mendapat bantuan kredit pola agribisnis yang masih melanjutkan usahanya dengan menggunakan metode sensus sebanyak 79 peternak dan data sekunder laporan Dinas peternakan Kabupaten Siak serta laporan badan pusat statistik Kabupaten Siak. Analisis yang digunakan antara lain: (1). Analisis karekteristik peternak (2). Analisis usaha yang meliputi biaya produksi, penerimaan dan analisis pendapatan usaha (3). Analisis kelayakan usaha secara finansial melalui pendekatan cash flow untuk menghitung Net Present value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit per Cost (B/C)dan PayBack Period (PBP). Berdasarkan karekteristik peternak yang dapat diamati dalam penelitian ini antara lain: umur, pendidikan, pengalaman beternak,mata pencaharian pokok dan motivasi beternak, maka dapat diamati bahwa peternak sapi Potong yang masih melanjutkan usahanya didominasi usia produktif (31-40 tahun). Tingkat pendidikan peternak kebanyakan lulusan SD dan SLTP yaitu 30,38% dan 36%. Pengalaman beternak didominasi oleh peternak penerima kredit pada tahun 2002 rata-rata selama 10,5 tahun sedangkan 2003 rata-rata selama 6,94 tahun. Usaha ternau sapi potong yang dilakukan masih merupakan usaha sambilan bukan merupakan cabang usaha atau usaha pokok. Mata pencaharian utama peternak umumnya adalah pekebun sawit sebanyak 35,44% dan petani padi 20,25%, buruh dan karyawan perkebunan 15,19% dan yang lain adalah pedagang dan karyawan. Motivasi melakukan usaha ternak sapi potong adalah menambah penghasilan sebanyak 70%, pemeliharaan mudah 29% dan sisanya sebagai hobi hanya 10% pada peternak penerima kredit tahun 2002 sedangkan untuk tahun 2003, alas an untuk menambah penghasilan sebanyak 60%, tutun temurun 5,71%, dan mudah dalam pemeliharaan 34,29%. Perkembangan usaha ternak sapi potong mengalami perubahan jumlah kepemilikan ternak. Usaha ternak sapi potong yang sifat campuran (breeding dan faatening), peternak secara berlahan-lahan mengubah usahanya menjadi breeding. Sedangkan perkembangan populasi ternak mengalami kenaikan 37 ekor (10%) dari populasi awal sebanyak 371 ekor menjadi 408 ekor. Sedangkan cara yang ditempuh oleh peternak untuk mendapat Hijauan Makanan Ternak (HMT) mayoritas masih menggantungkan dengan alam sekitar. Dari hasil analisa usaha ternak sapi potong yang dilakukan terhitung pada tahun 2002 NPV sebesar 27.480.06,PBP selama 2 tahun 7 bulan, Net B/C 1,46 dan IRR sebesar 33,37% pada tahun 2003 NPV sebesar 37.303.371 PBP sebesar 2 tahun 5 bulan, Net B/C sebesar 1,65, IRR sebesar 44,1%, pada tahun 2003 NPV 36.141.151, PBP 2 tahun 8 bulan, Net B/C 1,93 dan IRR 43,3% dan pada tahun 2005 NPV 17.018.687, PBP 2 tahun 10 bulan, Net B/C 1,5 dan IRR 29,2%. dengan pendapatan Rp.841.000,- per bulan pada tahun 2002 pada tahun 2003 sebesar 1.156.000,-, sedangkan pada tahun 2004 dan 2005 masing-masing sebesar Rp 1.060.000,- dan Rp 566.500,- sedangkan pengeluaran tiap keluarga tiap bulan sebesar rata-rata sebesar Rp.2.250.000,-. Implikasi manajerial yang diperlukan adalah meningkatkan pelayanan IB guna perbaikan mutu genetik ternak, untuk menghindari kemalasan peternak dalam pengembalian kreditnya diperlukan aturan yang lebih mengikat, pendapatan peternak perlu ditingkatkan dengan tersedianya pasar ternak dan rumah potong hewan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah peternak yang masih melanjutkan usahanya rata-rata telah memiliki pengalaman beternak selama 6,94 tahun. Perkembangan ternak sapi potong yang memilki lebih dari lima tiap keluarga adalag 29,11% dan rata-rata mengalihkan usaha peternakan yang semula usaha campuran (breeding dan fattening) menjadi usaha budidaya (breeding). Saran yang dapat diberikan adalah usaha ternak sapi potong menguntungkan tetapi masyarakat enggan mengembalikan kredit yang dipinjamnya. Untuk memenuhi kebutuhan akan ternak dan daging sapi dan membuka lapangan kerja masih perlu dikembangkan. Usaha ternak sapi potong agar berkembang adalah integrasi usaha perkebunan sawit dan pertanian holtikultural dengan usaha ternak sapi potong.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Ternak Sapi Potong, Kelayakan Usaha.
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: Library
Date Deposited: 24 Dec 2011 05:39
Last Modified: 26 Nov 2014 03:22
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/175

Actions (login required)

View Item View Item