Strategi pengembangan pengelolaan pasar di kota dumai

Sari, Soetjie Poernama (2012) Strategi pengembangan pengelolaan pasar di kota dumai. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R45-01-Soetji-Cover.pdf - Published Version

Download (363kB)
[img]
Preview
Text
R45-02-Soetji-Abstrak.pdf - Published Version

Download (317kB)
[img]
Preview
Text
R45-03-Soetji-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (327kB)
[img]
Preview
Text
R45-04-Soetji-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (326kB)
[img]
Preview
Text
R45-05-Soetji-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (636kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli, terdapat barang yang diperjualbelikan, dan ada proses tawar menawar harga di dalamnya. Keberadaan pasar di tengah-tengah masyarakat, akan membantu proses pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Bahkan, pasar merupakan satu-satunya sektor yang mampu bertahan saat Indonesia mengalami krisis. Pasar juga mampu memberikan kontribusi dalam pembangunan berupa pendapatan daerah. Tentunya harus dikelola dengan baik agar tetap bertahan dan mampu bersaing dalam kondisi apapun. Pengelolaan pasar merupakan masalah yang kompleks, melibatkan banyak pihak, dan dibutuhkan tenaga yang profesional serta berpengalaman untuk pengelolaan pasar kearah yang lebih baik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis model pengelolaan pasar yang dapat diterapkan di Kota Dumai, menganalisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi KPP dalam pengelolaan pasar di Kota Dumai, merumuskan pilihan strategi, dan menentukan prioritas strategi yang dapat diimplementasikan KPP dalam pengelolaan pasar di Kota Dumai. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah untuk melakukan pemilihan model pengelolaan pasar, yaitu analisis benchmarking dan metode pemeringkatan faktor (MPF). Setelah dilakukan analisis model terpilih, dilakukan analisis lingkungan internal dan ekternal untuk menghasilkan faktor-faktor kunci. Analisis ini menggunakan pendapat dari para responden untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, sesuai dengan pengetahuan dan wawasan yang dimiliki masing-masing responden. Kemudian dilanjutkan dengan mencocokkan masing-masing faktor kunci untuk menghasilkan alternatif strategi yang dapat direkomendasikan dan diolah pada analisis selanjutnya. Pencocokkan masing-masing faktor kunci dilakukan dengan analisis matriks SWOT. Dalam analisis ini, didapatkan empat grup strategi, yaitu strategi S-O, S-T, W-O, dan W-T. Alternatif strategi yang didapat dari matriks SWOT, kemudian diolah kembali menggunakan AHP dengan bantuan perangkat lunak Expert Choice 11 untuk mendapatkan prioritas strategi yang dapat diterapkan oleh Kantor Pelayanan Pasar dalam pengelolaan pasar di Kota Dumai. Dalam analisis penentuan model terpilih dengan mengunakan benchmarking, responden diminta untuk mengisi kuesioner yang telah disiapkan. Dari kuesioner tersebut, ada 10 kriteria yang dipilih untuk diberikan rangking. Ada tiga model pengelolaan yang teridentifikasi, yaitu model pengelolaan tersebar, model pengelolaan terpusat, dan model pengelolaan gabungan. Dari model pengelolaan yang didapat, kemudian dicocokkan dengan 10 kriteria, yang kemudian diberi skala antara 1-7 (sesuai atau tidak sesuai) dengan model pengelolan pasar yang teridentifikasi. Dari hasil analisa dan perhitungan dengan menggunakan metode pemeringkatan faktor (MPF), didapatkan model pengelolaan pasar terpilih adalah model pengelolaan terpusat, dengan bobot 6.0031. Berdasarkan model pengelolaan pasar terpusat, dari 10 kriteria yang menjadi persyaratan, hanya tujuh kriteria yang relevan dengan model pengelolaan terpusat, yaitu arsitektur bangunan yang menarik, akses pengunjung, perbandingan luas lahan parkir dengan luas pasar, sistem perzonaan berdasarkan komoditi yang dijual, tempat penampungan sampah dan pengelolaan sampah, fasilitas bongkar muat, dan pembiayaan pembangunan pasar. Setelah melakukan pemilihan terhadap model pengelolaan pasar, dilakukan analisis lingkungan internal dan eksternal. Identifikasi ini untuk menghasilkan faktor-faktor kunci, baik itu kekuatan dan kelemahan yang dimiliki KPP Kota Dumai dalam mengelola pasar, maupun peluang dan ancaman yang akan dihadapi. Dari hasil pengisian kuesioner dan FGD dari para responden, didapatkan bahwa yang menjadi faktor kunci internal dan eksternal adalah sebagai berikut. Untuk faktor kunci kekuatan internal terdiri dari empat subfaktor, yaitu 1) terdapat pusat pasar di Kota Dumai (0.340); 2) tersedianya anggaran yang memadai dari pemerintah untuk pengembangan pasar tradisional di Kota Dumai (0.338); 3) banyaknya jumlah pedagang yang berjualan di Kota Dumai (0.172); dan 4) Posisi Kota Dumai yang strategis (0.150). Dari keempat subfaktor, didapat bahwa terdapat pusat pasar di Kota Dumai menjadi prioritas kekuatan utama. Untuk faktor kunci kelemahan terdiri dari lima subfaktor, yaitu 1) tidak memiliki sumberdaya manusia yang kompeten dengan bobot 0.386; 2) tidak adanya peraturan yang jelas dari KPP (0.209); 3) kurangnya kontrol KPP dalam menangani permasalahan pasar (0.183); 4) tidak didukung oleh infrastruktur dan fasilitas umum yang memadai (0.157); dan 5) mahalnya sewa tempat yang disediakan KPP kepada pedagang untuk berjualan (0.065). Selanjutnya, ada tiga subfaktor kunci peluang eksternal yang teridentifikasi, yaitu 1) banyaknya investor di Kota Dumai (0.496); 2) tingginya daya beli masyarakat Kota Dumai (0.396); dan 3) adanya kecamatan yang belum memiliki pasar (0.107). Untuk ancaman, terdiri dari 3 (tiga) subfaktor kunci, yaitu 1) kondisi jalan menuju dan keluar pasar dalam keadaan rusak dan berlubang (0.485); 2) adanya pungutan liar dan premanisme (0.371); dan 3) mulai bermunculan pasar-pasar moderen (0.144). Dari hasil identifikasi faktor kunci internal dan eksternal di atas, maka langkah selanjutnya adalah dilakukan pencocokkan untuk menghasilkan alternatif strategi. Dari pencocokkan tersebut, ada enam alternatif strategi yang dihasilkan, yaitu ekpansi pasar, penguatan manajemen pengelola pasar, penguatan modal pedagang pasar, perbaikan jalan menuju dan keluar pasar, revitalisasi pasar tradisional, dan penetapan peraturan daerah untuk melindungi pasar tradisional. Dalam strategi ekspansi pasar dilakukan secara merger, dimana dua unit pasar atau lebih digabung menjadi satu unit kesatuan yang utuh. Hal ini dimaksud untuk menjadikan pasar lebih efektif, kompetitif, dan dapat meningkatkan keuntungan. Strategi penguatan manajemen pengelola pasar dan penguatan modal bagi pedagang, ditujukan untuk pengelola pasar dan pedagang. Untuk pengelola tentunya perlu dilakukan perbaikan manajemen, baik itu dari kepala kantor, kepala seksi, maupun petugas lapangan. Pengelola harus memiliki kompetensi yang sesuai dan mampu menangani permasalahan pasar. Selain itu juga, pengelola harus diberikan pelatihan dan wawasan, agar mampu menangani permasalahan pasar dan mampu mengelola pasar dengan baik. Bagi pedagang, strategi ini untuk mendorong dan membantu pedagang ketika menghadapi permasalahan dalam permodalan, serta mampu mengembangkan barang dagangan yang dijual oleh pedagang. Strategi ini bagi pedagang, sebenarnya dikhususkan untuk melindungi pedagang itu sendiri. Strategi perbaikan jalan menuju dan keluar pasar merupakan salah satu strategi yang dihasilkan pada matriks SWOT. Perbaikan jalan tentunya mampu memperbaiki kondisi jalan yang rusak dan berlubang. Karena jalan merupakan satu-satunya akses menuju pasar, maka strategi ini perlu dilakukan. Kondisi jalan yang rusak, akan membuat masyarakat tidak mau mengunjungi pasar tersebut, begitu pula dengan transportasi umum. Selain sulit untuk mencapainya, kondisi jalan yang rusak akan membahayakan bagi pengguna jalan. Jalan yang rusak akan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi pasar semakin menurun. Jika tidak ditanggulangi dengan cepat, keberadaan pasar yang ada dijalan tersebut akan hilang karena tidak mampu berfungsi secara baik dan layak. Strategi revitalisasi pasar tradisional difokuskan dalam dua hal yaitu perbaikan jalur distribusi dan perbaikan infrastrukstur pasar. Kedua hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap kondisi pasar itu sendiri. Jika perbaikan jalur distribusi dan infrastruktur pasar tidak dilakukan, maka akan menghambat pertumbuhan pasar, baik itu masalah pemasokan barang di pasar maupun tempat untuk pedagang berjualan di pasar. Strategi terakhir adalah penetapan peraturan daerah untuk melindungi pasar tradisional. Strategi tersebut digunakan untuk melindungi keberadaan pasar tradisional akibat mulai bermunculan pasar-pasar moderen di Kota Dumai. Diperlukan peraturan yang jelas untuk menekan pertumbuhan pasar moderen tersebut, baik itu perizinan pembangunan pasar maupun lokasi yang ditetapkan untuk membangun pasar tradisional tersebut. Analisis terakhir yang dilakukan adalah menetapkan strategi prioritas terhadap alternatif-alternatif strategi yang dihasilkan dengan menggunakan AHP. Dari hasil pengolahan data yang sesuai dengan penilaian dari para pakar, didapat bahwa prioritas strategi pertama adalah revitalisasi pasar tradisional dengan bobot 0.213. Prioritas strategi kedua adalah perbaikan jalan menuju dan ke luar pasar dengan bobot 0.204. Prioritas strategi ketiga adalah penetapan peraturan daerah untuk melindungi pasar tradisional dengan bobot 0.182. Penguatan manajemen pengelola pasar dengan bobot sebesar 0.169, menjadi prioritas strategi keempat. Prioritas strategi kelima dengan bobot 0.118 adalah penguatan modal bagi pedagang pasar, dan prioritas strategi keenam adalah ekspansi pasar dengan bobot sebesar 0.115. Dari hasil olahan tersebut dapat direkomendasikan bahwa, revitalisasi menjadi prioritas strategi pertama dalam pengembangan pengelolaan pasar di Kota Dumai. Dalam implementasinya, diserahkan kepada pihak pengelola untuk melakukan pengelolaan pasar di Kota Dumai.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Market, market management, development of market management, KPP pasar, pengelolaan pasar, pengembangan pengelolan pasar, KPP.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 26 Mar 2014 08:14
Last Modified: 26 Jun 2020 07:45
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1768

Actions (login required)

View Item View Item