Pengaruh kompensasi, modal syariah, dan gaya kepemimpinan terhadap stres kerja guru pns dan non pns pada smk negeri 1 cibinong

Sutantie, Rina (2012) Pengaruh kompensasi, modal syariah, dan gaya kepemimpinan terhadap stres kerja guru pns dan non pns pada smk negeri 1 cibinong. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R45-01-Rina-Cover.pdf - Published Version

Download (367kB)
[img]
Preview
Text
R45-02-Rina-Abstrak.pdf - Published Version

Download (317kB)
[img]
Preview
Text
R45-03-Rina-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (328kB)
[img]
Preview
Text
R45-04-Rina-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (326kB)
[img]
Preview
Text
R45-05-Rina-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (644kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (963kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Perubahan kondisi lingkungan organisasi baik internal maupun eksternal mendorong organisasi untuk merespon dengan cepat (responsive) dan beradaptasi (adaptive) dengan kondisi lingkungan tersebut. Untuk menghadapi perubahan organisasi tersebut, organisasi harus dapat memanfaatkan resources yang ada didalamnya termasuk memaksimalkan fungsi sumber daya manusia. Dalam hubungannya dengan sumber daya manusia, dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, perubahan kondisi lingkungan organisasi baik internal maupun eksternal secara langsung maupun tidak langsung dapat memengaruhi terhadap bagaimana organisasi memberikan kompensasi sebagai balas jasa bagi pegawai akibat dari perubahan, bagaimana organisasi mengelola modal sosial yang baik dan kondusif dalam perubahan kerja pegawai, dan bagaimana gaya kepemimpinan yang diterapkan setelah perubahan yang pada akhirnya perubahan-perubahan tersebut dapat menimbulkan stres pada pegawai. Jika pegawai sebagai individu tidak dapat dengan segera menyesuaikan diri maka pegawai tersebut dapat mempersepsikan hal ini sebagai tekanan yang mengancam dirinya dan lama kelamaan dapat menimbulkan stres bagi pegawai yang bersangkutan. Saat ini SMK Negeri 1 Cibinong mengalami perubahan organisasi yang sebelumnya sekolah reguler telah menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), selanjutnya diharapkan dapat menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Perubahan ini berimbas pada perilaku para guru yang dapat memunculkan perubahan kompensasi, modal sosial, dan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Ketidaksesuaian perubahan sistem kerja para guru dengan perubahan kompensasi, modal sosial, dan gaya kepemimpinan kepala sekolah saat ini menyebabkan potensi stres kerja para guru. Dengan diketahuinya dampak dari perubahan status ini, kepala sekolah dapat melakukan usaha-usaha agar lebih memerhatikan struktur kerja, kondisi kerja, beban kerja atau peningkatan kesejahteraan para guru sehingga resiko negatif dapat ditekan. Kemudian saat ini masih terdapat perbedaan antara guru PNS dan non PNS, padahal kontribusi yang diberikan oleh guru non PNS tidak dapat diabaikan begitu saja karena mereka mempunyai peranan yang sangat strategis dalam mewujudkan tujuan yang akan dicapai. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini menggunakan perbedaan status kerja guru PNS dan non PNS untuk melihat apakah terdapat persepsi yang berbeda terhadap kompensasi, modal sosial, gaya kepemimpinan, dan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis sikap dan persepsi guru PNS dan non PNS mengenai kompensasi, modal sosial, gaya kepemimpinan, dan stres kerja setelah perubahan status sekolah, (2) Menganalisis pengaruh kompensasi yang terdiri dari finansial dan non finansial terhadap stres kerja guru PNS dan non PNS setelah perubahan status sekolah, (3) Menganalisis pengaruh modal sosial terhadap stres kerja guru PNS dan non PNS setelah perubahan status sekolah, (4) Menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap stres kerja guru PNS dan non PNS setelah perubahan status sekolah, (5) Merumuskan strategi untuk menanggulangi stres kerja para guru melalui kompensasi, modal sosial, dan gaya kepemimpinan setelah perubahan status sekolah, dan (6) Merumuskan implikasi penelitian yang terdiri dari implikasi manajerial dan implikasi keilmuan yang terkait dengan stres kerja. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui karakteristik responden dan penilaian para guru terhadap kompensasi, modal sosial, gaya kepemimpinan, dan stres kerja pada SMK 1 Cibinong berdasarkan nilai rata-ratanya. Dalam penelitian ini data primer didapatkan melalui wawancara dan survei. Wawancara dilakukan kepada bagian Litbang SMK Negeri 1 Cibinong dengan menggunakan instrumen-instrumen mengenai sumberdaya manusia, terutama mengenai kompensasi, modal sosial, gaya kepemimpinan, dan stres kerja yang terjadi pada para guru. Survei yang dilaksanakan pada penelitian ini adalah survei individu yaitu dengan menggunakan daftar pernyataan terstruktur atau kuesioner dengan pernyataan-pernyataan yang terkait dengan kompensasi, modal sosial, gaya kepemimpinan, dan stres kerja yang terjadi pada para guru. Survei yang dilakukan dengan cara sensus, yaitu penelitian yang melibatkan seluruh jumlah anggota populasi. Kuesioner yang dapat dikumpulkan di lapangan sebanyak 79 responden, yang terdiri atas 49 responden PNS dan 30 responden non PNS sehingga 3 responden tidak dapat mengisi kuesioner. Kuesioner tersebut berupa pernyataan tertutup yaitu dengan diberikan pilihan jawaban yang telah ditentukan berdasarkan skala likert. Analisis data menggunakan metode rataan skor, independent sample t test, dan regresi berganda. Berdasarkan hasil uji validitas melalui software SPSS 11.5, hampir semua butir pernyataan dapat dinyatakan valid yaitu angka korelasi di atas r tabel (> 0.2213) dengan responden sebanyak 79 orang. Butir pernyataan yang dianggap valid sebanyak 41 pernyataan dari 42 pernyataan. Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan alpha cronbach (diatas 0.6). Butir pernyataan yang dianggap reliabel sebanyak 31 pernyataan dari 41 pernyataan (setelah uji validitas). Butir pernyataan yang tidak valid dan reliabel (10 butir) diabaikan atau dihilangkan dalam perhitungan selanjutnya. Hasil metode rataan skor menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap penerapan kompensasi finansial dan non finansial sudah tinggi yang artinya bahwa kompensasi pada SMK Negeri 1 Cibinong sudah diterapkan dengan baik sehingga sesuai harapan responden. Persepsi responden terhadap penerapan modal sosial sudah tinggi pada SMK Negeri 1 Cibinong yang artinya bahwa setiap guru memiliki kemampuan untuk bekerja sama dan berkomunikasi membangun suatu jaringan untuk mencapai tujuan sekolah. Kerjasama tersebut diwarnai oleh suatu pola interrelasi yang timbal balik dan saling menguntungkan dan dibangun di atas kepercayaan dan kejujuran yang ditopang oleh norma-norma dan nilai-nilai yang positif dan kuat. Persepsi responden terhadap penerapan gaya kepemimpinan adalah sangat tinggi baik guru PNS maupun non PNS yang artinya bahwa rata-rata responden sangat setuju dengan gaya kepemimpinan konsultasi, partisipatif, dan delegasi yang dilakukan oleh kepala sekolah. Sedangkan tingkat stres kerja yang dialami para guru secara keseluruhan tergolong pada kategori rendah yang artinya bahwa para guru merasa mampu menekan penyebab stres di sekolah meskipun standar pekerjaan para guru bertambah tetapi para guru mampu menangani pekerjaannya dengan baik. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa secara simultan kompensasi, modal sosial, gaya kepemimpinan, dan guru PNS memengaruhi stres kerja dengan nilai p-value test sebesar 0.001 (< 0.05) maka hipotesis nol (H0) ditolak yang berarti bahwa secara simultan variabel independen mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Untuk melihat masing-masing pengaruh variabel bebas terhadap stres kerja secara parsial maka dilakukan pengujian t. Secara parsial kompensasi (X1) teruji berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stres kerja dengan p-value 0.001 (< 0.05) dimana semakin tinggi kompensasi yang diterima akan menyebabkan semakin rendah pula stres kerja (eustress). Modal sosial (X2) secara parsial tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap stres kerja dengan p-value 0.289 (> 0.05) yang artinya bahwa modal sosial yang diterapkan pada lingkungan sekolah sudah relatif mapan. Secara parsial gaya kepemimpinan (X3) tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap stres kerja dengan p-value 0.436 (> 0.05) yang artinya bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan pada lingkungan sekolah sudah relatif mapan. Variabel dummy (D) tidak signifikan dengan p-value 0.465 (> 0.05) maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan stres kerja secara nyata antara status kerja PNS dan non PNS. Sedangkan indikator variabel kompensasi, modal sosial, dan gaya kepemimpinan yang berpengaruh terhadap stres kerja adalah gaji, kebijakan dan nilai dengan taraf nyata 10%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diberikan beberapa strategi untuk SMK Negeri 1 Cibinong yang berkaitan dengan stres kerja yaitu SMK Negeri 1 Cibinong sebaiknya meningkatkan gaji kebijakan sekolah yaitu peningkatan jumlah gaji per jam mengajar, meningkatkan pelaksanaan kebijakan sekolah terutama dalam hal gaji, dan mempertahankan nilai-nilai yang relatif sudah mapan. Kemudian sebaiknya pihak sekolah menyelenggarakan Program Pengembangan Strategi Coping Stress Melalui Bimbingan Kelompok secara berkala sehingga kebijakan sekolah dapat terlaksana secara efektif. Implikasi keilmuan yang berkaitan dengan stres kerja adalah untuk penelitian selanjutnya sebaiknya meneliti hubungan stres kerja dengan tipe kepribadian dan budaya organisasi dengan menggunakan analisis SEM.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Compensation, Social Capital, Leadership Style, Job Stress, Multiple Regression Analysis Kompensasi, Modal Sosial, Gaya Kepemimpinan, Stres Kerja, Analisis Regresi Berganda
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 26 Mar 2014 08:32
Last Modified: 24 Jun 2020 08:27
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1771

Actions (login required)

View Item View Item