Evaluasi perencanaan strategis dan perspektif balanced scorecard pada lembaga keuangan mikro swamitra mina (studi kasus: swamitramina brondong, lamongan)

Daulay, Hery Gunawan (2009) Evaluasi perencanaan strategis dan perspektif balanced scorecard pada lembaga keuangan mikro swamitra mina (studi kasus: swamitramina brondong, lamongan). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E26-01-Hery-Cover.pdf - Published Version

Download (333kB)
[img]
Preview
PDF
E26-02-Hery-Abstract.pdf - Published Version

Download (318kB)
[img]
Preview
PDF
E26-03-Hery-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (336kB)
[img]
Preview
PDF
E26-04-Hery-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (335kB)
[img]
Preview
PDF
E26-05-Hery-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (646kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Keberhasilan Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) untuk bertahan dalam krisis ekonomi tidak lepas dari dukungan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Selama ini LKM, yang dapat didefinisikan sebagai lembaga penyedia jasa keuangan (kredit, pinjaman atau bentuk pembiayaan lain) bagi usaha mikro dan kecil serta berfungsi sebagai alat pembangunan pada masyarakat desa, secara efektif menjadi sarana pengembangan ekonomi rakyat dan memberdayakan rakyat kecil karena mampu menyesuaikan dengan karakteristik UMKM yang cenderung dianggap tidak bankable oleh sektor perbankan komersial. Dengan semakin cepatnya perubahan yang terjadi dan tantangan eksternal yang semakin kuat di dalam pengembangan LKM, maka perlu mengantisipasi persaingan dalam penyaluran kredit mikro, meskipun memiliki kinerja keuangan yang baik. Oleh karena itu, LKM Swamitramina Brondong perlu melakukan evaluasi komprehensif perencanaan strategis yang tidak hanya berfokus pada aspek keuangan saja tetapi juga memperhatikan aspek lainnya seperti nasabah, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan. Tujuan dari penelitian adalah menganalisa faktor strategik dari lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi perkembangan swamitramina Brondong, mengetahui posisi swamitramina atas pencapaian usaha yang telah dijalankan selama beberapa tahun belakangan ini dan menyusun strategi yang tepat dan terintegrasi sehingga dapat meningkatkan kinerjanya di masa mendatang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil analisis faktor internal menggunakan matrik-IFE diperoleh skor terbobot sebesar 2,545 yang memiliki kemampuan rata-rata dalam usahanya untuk merespon faktor-fkator eksternal dengan memanfaatkan peluang dan menghindari atau menghadapi ancaman. Sedangkan hasil analisis faktor eksternal menggunakan matriks EFE diperoleh skor terbobot sebesar 2.789. Dilihat dari matriks IE, maka posisi Swamitramina Brondong berada pada kuadran V. Hal ini berarti strategi yang sesuai untuk Swamitramina Brondong adalah strategi hold and maintain. Sasaran strategi pada setiap perspektif balanced scorecard ditetapkan dengan melihat visi, misi, tujuan dan strategi utama swamitramina Brondong. Posisi Swamitramina atas pencapaian usaha yang telah dijalankan didasarkan atas strategi hold and maintain. Strategi intensif yaitu penetrasi pasar dan pengembangan produk. Strategi penetrasi pasar berusaha untuk meningkatkan pangsa pasar suatu produk atau jasa melalui usaha-usaha pemasaran yang lebih besar. Strategi pengembangan produk bertujuan agar perusahaan dapat meningkatkan penjualan dengan cara meningkatkan atau memodifikasi produk-produk atau jasa-jasa yang ada sekarang. Berdasarkan strategi utama tersebut, sasaran strategi pada perspektif finansial adalah meningkatkan keuntungan atau laba dan meningkatkan permodalan. Indikator hasil yang digunakan adalah jumlah laba, rasio profitabilitas, jumlah modal dan CAR dengan inisatif strategi yang menjadi prioritas adalah memperkuat permodalan dengan mengajukan proposal kepada donasi. Sasaran strategi pada perspektif pelanggan adalah meningkatkan kepuasan nasabah atas produk dan pelayanannya, terjaganya loyalitas dan meningkatkan mutu hubungan dengan nasabah serta meningkatkan citra swamitra. Indikator yang digunakan adalah tingkat kepuasan nasabah, customer retention dan citra baik di masyarakat. Inisiatif strategi utama yang dilakukan adalah melakukan pelayanan yang memuaskan nasabah, promosi produk untuk meningkatkan citra swamitramina. Sasaran strategi pada perspektif proses bisnis internal adalah meningkatnya mutu proses layanan kepada nasabah, terciptanya produk inovatif, meningkatnya efektifitas kegiatan operasional dan meningkatnya efektifitas pemasaran. Indikator yang digunakan adalah waktu dan mutu respon atas permintaan nasabah, pendapatan dari produk baru, rasio BOPO, tingkat kesalahan pelayanan dan total pendapatan. Inisiatif strategi pada pespektif proses bisnis internal adalah melakukan proses pelayanan dengan cepat, mudah, aman dan profesional. Sasaran strategi pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran adalah meningkatnya kemampuan pegawai, meningkatnya komitmen pegawai, tersedianya sistem informasi manajemen dan terciptanya budaya organisasi yang baik dan profesional. Indikator yang digunakan adalah rasio produktifitas pegawai, rasio biaya peningkatan SDM, kepuasan pegawai, retensi pegawai, waktu dan mutu layanan dari pegawai dan indeks kepatuhan pegawai. Inisatif strategi yang dijalankan adalah mengembangkan sistem manajemen informasi (SIM) dengan tujuan untuk meningkatkan laba atau pendapatan swamitramina. Program hibah yang digulir pemerintah pusat melalui Departemen Kelautan dan Perikanan dilaksanakan pada tahun 2008 dengan proses penyaluran dana melalui tim independent yang ada di pemerintah daerah c.q dinas kelautan dan perikanan kabupaten Lamongan telah dilaksanakan. Program dana hibah tersebut dikelola melalui program nasional pemberdayaan masyarakat pesisir (PNPM Mandiri). Program tersebut menjadi tantangan untuk LKM Swamitramina Brondong, karena dapat menurunkan perolehan laba tahunan. Namun demikian, perumusan strategi yang dapat dilakukan oleh swamitramina Brondong untuk menghadapi kondisi terkini tersebut adalah melaksanakan enam prioritas inisiatif strategi yang telah dihasilakan dalam kajian ini. Meningkatkan pelayanan yang memuaskan nasabah dalam proses penyaluran kredit dan merespon informasi dan keluhan nasabah merupakan prioritas pertam dan kedua yang perlu dilakukan. Walaupun program dana hibah yang tidak mengikutsertakan LKM, LKM tetap meningkatkan kinerja pelayanan yang memuaskan kepada nasabah untuk meningkatkan laba perolehan. Selain itu, kebijakan perusahaan adalah meningkatkan sistem pelayanan on line dengan menggunakan sistem informasi yang dapat menjangkau kebutuhan para nelayan merupakan perumusan inisiatif strategi yang dapat dilakukan. Inisatif strategi selanjutnya adalah meningkatkan iklim kinerja SDM LKM dalam memuaskan harapan nasabah. Program perkuatan modal LKM dapat dilakukan dengan pengajuan pada donasi. Misalnya pembentukan kelompok penerima dana hibah untuk menjadi donatur LKM dengan cara dana kelompok tersebut disimpan di LKM dan memperoleh imbalan jasa. Selain itu, perkuatan modal juga dapat dilakukan dengan meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) malalui perekrutan kelompok peduli, yaitu kelompok yang memiliki dana lebih untuk disimpan di LKM. Program prioritas inisiatif strategi tersebut dapat terlaksana jika masing-masing program tersebut terkait satu sama yang lainnya. Komitmen pimpinan dengan visi misi yang diemban LKM Swamitramina Brondong merupakan salah satu atribut penentu dalam pelaksanaan perumusan strategi tersebut. Sasaran strategi pada setiap perspektif balanced scorecard ditetapkan dengan melihat visi, misi, tujuan dan strategi utama swamitramina Brondong. Posisi Swamitramina atas pencapaian usaha yang telah dijalankan didasarkan atas strategi hold and maintain. Prioritas inisiatif strategi yang perlu dilakukan pihak swamitra yaitu : (1) Melaksanakan pelayanan yang memuaskan nasabah, promosi produk untuk meningkatkan citra swamitramina, (2) Merespon informasi dan keluahan nasabah, (3) Pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang terintegrasi, (4) Meningkatkan iklim kinerja yang kondusif dan memenuhi harapan karyawan dan perusahaan, (5) Memperkuat permodalan dan, (6) Meningkatkan DPK Maka Swamitramina melalui seharusnya melakukan beberapa hal seperti : melakukan Pengambilan keputusan inisiatif strategi yang akan diambil, hendaknya pihak manajemen swamitramina dapat memperhatikan hal yang sama pada setiap perspektif secara seimbang, tidak hanya terfokus pada perspektif finansial saja. Perencanaan balanced scorecard yang dihasilkan pada penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut oleh pihak manajemen swamitramina dengan menyesuaikan kondisi sebenarnya yang dihadapi oleh swamitramina Brondong. Dan Untuk menghasilkan penelitian yang komprehensif perlu adanya penelitian lanjutan pada penentuan target dari setiap sasaran strategi dan program di setiap inisiatif strategi yang dihasilkan dari penelitian ini.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Evaluasi Strategi, Perumusan Strategi, Swamitramina, Matriks IFE-EFE, Matriks IE, Perspektif Balanced Scorecard Evaluation strategy, Planning Strategy, Swamitramina, IFE-EFE Matrix, IE Matrix,Balanced Scorecard Perspective’s.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 05 Apr 2014 01:42
Last Modified: 16 Sep 2014 05:59
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1792

Actions (login required)

View Item View Item