Analisis ekspor tomat segar indonesia

Hanindita, Nisa (2009) Analisis ekspor tomat segar indonesia. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R36-01-Nisa-Cover.pdf - Published Version

Download (471kB)
[img]
Preview
PDF
R36-02-Nisa-Abstract.pdf - Published Version

Download (159kB)
[img]
Preview
PDF
R36-03-Nisa-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (171kB)
[img]
Preview
PDF
R36-04-Nisa-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (170kB)
[img]
Preview
PDF
R36-05-Nisa-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (259kB)
Official URL: http://library.mb.ipb.ac.id

Abstract

Sektor pertanian telah ikut mendukung kehidupan ekonomi bangsa Indonesia melalui sub sektor tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Sebagai penggerak perekonomian, sektor pertanian perlu didukung pengembangannya agar sektor yang berbasis pada sumber daya lokal terutama yang berorientasi ekspor memiliki peluang berkembang lebih besar. Indonesia sebagai salah satu negara yang beriklim tropis mempunyai potensi dan kesempatan yang cukup besar untuk memanfaatkan peluang usaha di bidang hortikultura, mengingat masih tersedia lahan yang luas dan masih minimnya sentuhan teknologi. Pada sektor pertanian, hortikultura menempati posisi yang penting sebagai produk yang berpotensi untuk dikembangkan karena bernilai komersial tinggi dan mempunyai peran strategis dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Keragaman produk hortikultura di Indonesia juga mulai meningkat. Banyak jenis dan varietas baru ditanam untuk memenuhi permintaan pasar akan berbagai macam jenis produk hortikultura. Komoditas hortikultura merupakan komoditas yang sangat prospektif, baik untuk mengisi kebutuhan pasar domestik maupun internasional mengingat potensi permintaan pasarnya baik di dalam maupun di luar negeri besar dan nilai ekonominya yang tinggi. Dengan kemajuan perekonomian, pendidikan, peningkatan pemenuhan untuk kesehatan dan lingkungan menyebabkan permintaan produk hortikultura semakin meningkat. Disamping itu kecocokan karakteristik lahan dan agroklimat serta sebaran wilayah yang luas memungkinkan wilayah Indonesia digunakan untuk pengembangan hortikultura. Salah satu produknya adalah tomat. Perkembangan ekspor tomat tahun 2000 – 2004 menunjukkan nilai ekspor tomat segar Indonesia mengalami peningkatan walaupun volumenya menurun. Hal ini dapat terlihat pada tahun 2002, nilai ekspornya mencapai US$ 302.098 dengan volume 1.063.913 kg sedangkan pada tahun 2004 mencapai US$ 317.687 dengan volume 715.571 kg. Dengan melihat kondisi saat ini, Indonesia berpeluang untuk mengekspor tomat segar karena harga tomat segar di luar negeri yang lebih tinggi daripada harga di dalam negeri dan juga meningkatnya permintaan akan tomat segar Indonesia dari luar negeri karena harga tomat segar Indonesia di negara tujuan ekspor dapat bersaing dengan tomat negara lainnya. Kondisi pasar global yang terbuka dan berkembangnya blok – blok perdagangan dunia, menyebabkan persaingan perdagangan komoditas pertanian termasuk tomat semakin tinggi. Peluang Indonesia dalam era perdagangan dunia yang semakin bebas, memungkinkan pasar domestik akan menjadi lebih terbuka bagi produk hortikultura (diantaranya tomat) ke luar negeri. Sebaliknya produk hortikultura khususnya tomat Indonesia mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk berperan di pasaran dunia. Kondisi ini dapat dilihat sebagai tantangan dan juga sekaligus sebagai peluang Indonesia. Terbukanya pasar internasional bagi tomat Indonesia, semakin dikuasainya teknologi budidaya, serta dukungan potensi alam yang sangat baik, pada kenyataannya masih belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia untuk dapat lebih berperan dalam pasar tomat segar dunia. Hal ini yang menarik peneliti untuk mengkaji lebih dalam melalui penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perkembangan ekspor impor tomat segar Indonesia, menganalisis faktor – faktor yang berpengaruh terhadap aliran perdagangan tomat segar dari Indonesia ke negara – negara tujuan ekspor maupun dari negara lain ke Indonesia, dan mengkaji peluang ekspor berdasarkan indikator ekonomi negara – negara tujuan ekspor tomat segar Indonesia. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian deskriptif. Metode ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data kuantitatif untuk mengetahui gambaran mengenai kondisi pasar tomat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data deret waktu. Data deret waktu yang digunakan meliputi data tahunan selama 10 tahun (1996 -2007) yang digunakan untuk melihat perkembangan pasar tomat segar Indonesia, data negara tujuan ekspor tomat segar Indonesia, data tentang tomat segar Indonesia serta perdagangannya yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Departemen Pertanian, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, International Monetary Fund, World Bank, Food ang Agriculture Organization, Asian Development Bank, serta data pendukung lainnya yang diperoleh internet dan literatur – literatur terkait. Analisis data yang digunakan adalah analisis secara kuantitatif dengan menggunakan regresi liner berganda dengan persamaan tunggal digunakan untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi aliran perdagangan tomat segar Indonesia dan analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui perdagangan tomat segar Indonesia dan potensi ekonomi negara tujuan ekspor tomat Indonesia secara deskriptif dengan tabulasi. Dari hasil analisis deskriptif negara pengimpor utama tomat segar dunia adalah negara Amerika Serikat. Selama kurun waktu 1986 – 2006 Indonesia mengekspor tomat segar rata – rata tiap tahunnya sebesar 1.856.962 kg ke pasar internasional dengan nilai sebesar US$ 554.004. Berdasarkan tabel perkembangan volume dan nilai ekspor total tomat segar Indonesia pada periode tahun 1986 – 2006 mengalami trend yang berfluaktuasi, tetapi secara rata – rata meningkat tiap tahunnya masing – masing sebesar 21,96 persen dan 46,50 persen. Pertumbuhan volume ekspor tertinggi terjadi pada periode tahun 1987 – 1988 yaitu sebesar 198,74 persen dan pertumbuhan terendah terjadi pada periode tahun 1996 – 1997 yaitu sebesar – 63,32 persen. Pertumbuhan nilai ekspor terbesar terjadi pada periode 1998 – 1999 yaitu sebesar 366,60 persen dan pertumbuhan terendah terjadi pada periode 1997 – 1998 yaitu sebesar -72,62 persen. Dari hasil analisis potensi ekonomi negara tujuan ekspor tomat segar Indonesia dalam kurun waktu 2002 – 2007 negara Singapura memiliki pendapatan perkapita rata – rata tertinggi, yaitu sebesar US$ 42.607. Berdasarkan tingkat pertumbuhan pendapatan per kapita yang tertinggi dari negara yang menjadi tujuan ekspor tomat segar Indonesia, diperkirakan negara Singapura berpotensi untuk menciptakan suatu permintaan komoditi tomat segar. Negara Amerika Serikat memiliki jumlah penduduk rata – rata yang paling tinggi dibandingkan dengan negara lain sebagai pengimpor tomat segar Indonesia, yaitu sebesar 295,28 juta. Kondisi ini secara tidak langsung telah menciptakan suatu potensi pasar bagi ekspor tomat segar Indonesia. Tingkat nilai tukar mata uang suatu negara, dalam hal ini terhadap Dollar Amerika akan mempengaruhi volume permintaan tomat segar karena harga tomat segar yang diperdagangkan menggunakan Dollar Amerika. Semakin tinggi nilai tukar mata uang negara tujuan ekspor tomat segar terhadap Dollar Amerika maka jumlah permintaan tomat segar akan semakin besar. Tingkat penguatan nilai tukar Dollar Amerika merupakan yang tertinggi yaitu sebesar satu. Dengan demikian, negara Amerika Serikat memiliki potensi pasar yang cukup besar bagi ekspor tomat segar Indonesia. Berdasarkan hasil regresi model aliran perdagangan tomat segar Indonesia diperoleh koefisien determinasi R2 sebesar 96,5 persen yang berarti 96,5 persen perubahan volume permintaan tomat segar dari Indonesia dapat dijelaskan oleh variasi peubah – peubah bebas dalam model. Selanjutnya 3,5 persen diterangkan oleh faktor – faktor lain yang tidak terdapat dalam model. Berdasarkan uji statistik-t dari tujuh peubah bebas yang ada, peubah pendapatan per kapita, harga komoditi di negara tujuan ekspor, jumlah penduduk di negara tujuan, nilai tukar Dollar Amerika terhadap negara tujuan, dan pertumbuhan harga memberikan pengaruh nyata terhadap volume permintaan tomat segar negara tujuan dari Indonesia. Peubah jarak antar dua negara dan pertumbuhan populasi tidak berpengaruh nyata. Dilihat dari dugaan nilai elastisitasnya, hanya harga komoditi di negara tujuan ekspor dan pertumbuhan harga inelastis sedangkan peubah penjelas yang lain bersifat elastis. Berdasarkan analisis potensi ekonomi dan aliran perdagangan ekspor tomat segar Indonesia terhadap beberapa negara tujuan, maka pemerintah Indonesia melalui lembaga terkait misalnya Departemen Pertanian, Badan Pengembangan Ekspor Nasional dituntut untuk memperluas pasar ke negara – negara yang memiliki potensi ekonominya dapat menciptakan permintaan tomat segar, seperti negara – negara yang pertumbuhan jumlah penduduk dna pendapatan perkapitanya tinggi serta negara – negara yang letaknya relatif dekat dengan Indonesia, misalnya kawasan Asia atau lebih spesifik di kawasan Asia Tenggara. Untuk mengantisipasi berbagai peluang berdasarkan potensi variabel ekonomi yang ada, maka Indonesia melalui lembaga – lembaga yang berhubungan langsung dengan pasar tomat segar perlu untuk lebih memperkenalkan secara langsung tomat segar Indonesia ke negara yang akan menjadi tujuan ekspor. Selanjutnya agar tomat segar Indonesia dapat lebih bersaing dengan komoditi sejenis dari negara lain, maka berbagai kebijakan pemerintah yang dapat menambah beban biaya produksi perlu ditinjau ulang atau bahkan dihilangkan, sehingga harga tomat segar Indonesia bisa lebih kompetitif di pasar internasional.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Tomat, Perdagangan Internasional, Ekspor, Gravity Model, Potensi Ekonomi, Aliran Perdagangan, Jumlah Penduduk, Pendapatan per Kapita, Pertumbuhan harga, Pertumbuhan Populasi, Nilai Tukar Mata Uang, Jarak Negara.
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 05 Apr 2014 02:10
Last Modified: 05 Apr 2014 02:10
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1793

Actions (login required)

View Item View Item