Analisis saluran distribusi aspal emulsi pada pt. hutama prima, jakarta

Utami, Anissa (2009) Analisis saluran distribusi aspal emulsi pada pt. hutama prima, jakarta. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E27-01-Anissa-Cover.pdf - Published Version

Download (174kB)
[img]
Preview
PDF
E27-02-Anissa-Abstract.pdf - Published Version

Download (156kB)
[img]
Preview
PDF
E27-03-Anissa-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (173kB)
[img]
Preview
PDF
E27-04-Anissa-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (168kB)
[img]
Preview
PDF
E27-05-Anissa-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (241kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis permintaan produk aspal emulsi di PT. Hutama Prima, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, mengetahui saluran distribusi mana yang paling efisien yang bisa digunakan oleh perusahaan, merumuskan alternatif saluran distribusi yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mencapai sasaran perusahaan. Penelitian dilakukan di PT.Hutama Prima yang berlokasi di JL. Metro Duta Niaga Blok II B-A3 Pondok Indah Jakarta Selatan. Untuk meneliti saluran distribusinya dilakukan di dua wilayah distribusi, yaitu distributor untuk wilayah penjualan Bogor dan distribusi untuk wilayah penjualan Cilacap. Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan yaitu dari bulan Juni-Desember 2008. Penelitian dilakukan dengan menggunakan laporan keuangan perusahaan selama periode Januari-Desember 2007. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan analisis Matriks DEA, Analisis Rasio Distribusi, Analisis Delay Payment, Analisis kemampuan menjual dan Goal Programming. Data Envelopment Analysis (DEA) adalah teknik yang digunakan untuk mengukur efisiensi kinerja saluran distribusi agar dapat lebih dikembangkan dimasa yang akan datang. Analisa ini digunakan untuk melihat kinerja dan sebagai alat bantu untuk mengembangkan saluran distribusi dimasa mendatang melalui pertumbuhan dan kombinasi tingkat volume penjualan dengan efisiensi (biaya distribusi) yang dihasilkan setiap saluran terhadap total penjualan dan biaya distribusinya. Saluran yang memiliki pertumbuhan dan share penjualan yang besar serta efisiensi biaya distribusi yang tinggi merupakan saluran yang paling baik dan sebaliknya, saluran yang memiliki pertumbuhan dan share penjualan yang rendah serta efisiensi biaya distribusi yang rendah merupakan saluran yang paling buruk. Berdasarkan dari data analisis Matriks DEA, maka peluang yang paling baik untuk dikembangkan dimasa yang akan datang adalah saluran distribusi untuk wilayah penjualan Bogor hal ini dikarenakan distributor Bogor berada pada kolom B yaitu kolom Under Performing Star Branches yaitu kelompok saluran distribusi yang menghasilkan penjualan yang cukup tinggi dengan kontribusi biaya distribusi yang tinggi pula, sedangkan distributor untuk wilayah Cilacap berada dikolom Effectively Manage But Sales yaitu kelompok saluran distribusi yang biaya distribusinya rendah dan menghasilkan penjualan yang rendah juga. Hal ini sudah menunjukkan bahwasannya kinerja dari kantor penjualan wilayah Bogor masih lebih baik bila dibandingkan dengan kinerja kantor penjualan wilayah Cilacap. Analisis Rasio Biaya Distribusi merupakan rasio antara biaya distribusi terhadap tingkat penjualan dari saluran distribusi yang bersangkutan. Pada dasarnya analisa ini dimaksudkan untuk mengukur kinerja masing-masing saluran distribusi yang ditinjau dari besarnya biaya distribusi yang dikeluarkan dikaitkan dengan prestasi nilai penjualan yang diperoleh oleh perusahaan. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh perseroan didalam mendistribusikan produknya kepada saluran distribusinya dibandingkan terhadap besarnya penjualan yang disumbangkan oleh saluran tersebut. Semakin rendah margin distribusinya, maka kinerja salurannya semakin efisien dan sebaliknya. Pada dasarnya analisa ini dimaksudkan untuk mengukur kinerja dari masing-masing saluran distribusi yang ditinjau dari besarnya biaya distribusi yang dikeluarkan dikaitkan dengan prestasi nilai penjualan yang didapat. Analisa ini merupakan ratio biaya distribusi terhadap nilai penjualan dari saluran distribusi bersangkutan. Semakin rendah nisbahnya maka kinerja atau efisiensi biayanya lebih baik atau sebaliknya. Berdasarkan data yang diperoleh, untuk biaya distribusi yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kantor wilayah Cilacap, sekitar Rp. 27.000.000 perbulan, sedangkan biaya distribusi yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kantor wilayah Bogor, sekitar Rp.256.000.000 perbulan. Biaya distribusi yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk distributor Bogor jauh lebih besar dibandingkan dengan biaya distribusi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk distributor Cilacap, hal ini dikarenakan jumlah pelangan yang dimiliki oleh kantor wilayah penjualan Bogor lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pelanggan kantor wlayah penjualan Cilacap. Selain itu, jumlah penjualan aspal emulsi untuk wilayah bogor jauh lebih besar dibandingkan penjualan untuk wilayah Cilacap. Dari hasil pengamatan yang dilakukan diketahui bahwa distributor yang kinerjanya lebih efisien adalah kantor wilayah penjualan atau distributor Cilacap karena nilai rata-rata rasio biaya distribusinya lebih kecil 0,05 bila dibanding dengan nilai rata-rata rasio biaya distribusi distributor Bogor 0,51. Ini terjadi karena total biaya distribusi yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk distributor wilayah Cilacap jumlahnya lebih sedikit dibanding total biaya distribusi yang harus perusahaan keluarkan untuk disributor Bogor, sehingga meskipun total penjualannya lebih kecil dibanding total penjualan distributor Bogor, karena total biaya distribusinya juga lebih sedikit, maka rata-rata rasio biaya distribusinya menjadi lebih kecil. Ini berarti bahwa efisiensi penggunaan biaya distribusi pada distributor Cilacap lebih tinggi dibanding efisiensi penggunaan biaya distribusi pada distributor Bogor. Analisis Delay Payment bertujuan untuk mengetahui kinerja dari masing-masing saluran distribusi dengan mengidentifikasi tinggi rendahnya frekwensi terjadinya keterlambatan/penundaan pembayaran. Analisa ini dapat memberikan indikasi bahwa semakin banyak terjadinya delay payment maka terdapat kecenderungan lemahnya atau kurang baiknya kinerja dari saluran yang dimaksud dalam hal kelancaran pembayaran, maupun sebaliknya. Analisa Delay Payment dimaksudkan untuk mengukur kedisplinan dari masing-masing saluran distribusi dalam menyelesaikan pembayaran hutangnya. Semakin banyak atau sering terjadinya penundaan pembayaran (delay payment) maka terdapat kecenderungan semakin lemah atau buruknya kinerja saluran yang dimaksud dalam hal kelancaran pembayaran dan sebaliknya. Dari hasil pengamatan yang dilihat dari laporan keuangan perusahaan, selama periode Januari–Desember 2007 tidak pernah terjadi penundaan atau keterlambatan pembayaran (delay Payment) yang dilakukan oleh pelanggan dan distributor PT. Hutama Prima baik untuk wilayah penjualan Cilacap maupun wilayah penjualan Bogor. Sistem pembayaran yang ditetapkan perusahaan adalah sistem kredit dengan termin pembayaran untuk transaksi pembelian yang dilakukan pada tanggal 1 sampai tanggal 15 setiap bulannya adalah satu minggu dihitung dari tanggal 15 bulan yang bersangkutan. Demikian juga termin pembayaran untuk transaksi pembelian tanggal 16 sampai dengan tanggal 30. Dengan perkataan lain, pembayaran untuk transaksi pembelian tanggal 1 sampai tanggal 15 jatuh pada tanggal 22 bulan yang bersangkutan dan untuk transaksi pembelian tanggal 16 sampai tanggal 30 jatuh pada tanggal 7 bulan berikutnya. Kebijakan yang sudah diambil oleh perusahaan dinilai cukup efektif dalam pengertian kemampuan keuangan seluruh distributor dalam mendukung ketaatan dalam menyelesaikan kewajiban kepada setiap kantor penjualan wilayah baik kantor penjualan wilayah Cilacap maupun kantor penjualan wilayah Bogor. Dan berdasarkan catatan laporan keuangan perusahaan, ternyata selama periode Januari–Desember 2007 tidak pernah terjadi penundaan atau keterlambatan pembayaran (Delay Payment) yang dilakukan oleh pihak distributor. Kondisi ini memberikan keuntungan kepada perusahaan karena tidak menyebabkan penambahan biaya dalam proses penagihan hutang. Oleh karena itu, kondisi ini perlu dipertahankan oleh perusahaan. Analisa kemampuan menjual bertujuan untuk mengetahui kinerja dari masing masing saluran distribusi dengan mengidentifikasi kemampuan setiap unit saluran tersebut dalam menjual hasil produk perusahaan. Distributor yang mampu menjual paling banyak merupakan saluran distribusi paling baik dibandingkan dengan saluran yang lainnya. Tanpa melihat hasil analisa lainnya, maka saluran yang paling mampu atau paling banyak menjual hasil produk perusahaan selama periode Januari-Desember 2007 adalah Kantor penjualan wilayah atau distributor Bogor dengan total penjualan selama tahun 2007 sebesar 137.289.194 Kg, dengan rata-rata penjualan perbulannya sebesar 11.440.766,16 Kg, sedangkan untuk kantor penjualan wilayah atau distributor Cilacap, total penjualan selama tahun 2007 sebesar 2.112.849 Kg, dengan rata-rata penjualan perbulannya sebesar 176.070,75 kg. Kantor penjualan wilayah Bogor mencapai prestasi penjualan lebih tinggi dari kantor penjualan wilayah Cilacap karena sumber daya yang lebih banyak dan memiliki jumlah pelanggan tetap yang lebih banyak dibandingkan dengan kantor penjualan wilayah Cilacap. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan mengenai saluran distribusi aspal emulsi di PT. Hutama Prima Jakarta, maka dapat disampaikan beberapa implikasi manajerial yang perlu dilakukan agar perusahaan dapat terus meningkatkan kinerjanya di masa yang akan datang yaitu : 1. Memotivasi kemampuan atau kinerja saluran distribusi dengan memberikan penghargaan atau hadiah kepada saluran distribusi yang berhak mendapatkannya seperti memberikan potongan harga ataupun bonus produk. 2. Menambah saluran distribusi agar bisa menjangkau konsumen yang lebih banyak lagi, dengan tujuan bisa menghasilkan profitabilitas yang lebih baik lagi bagi kemajuan perusahaan 3. Meningkatkan mutu pelayanan dan kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan sehingga bisa menghadapi persaingan di dunia industri konstruksi 4. Perusahaan masih perlu meningkatkan nilai keuntungan perusahaan ditahun berikutnya yang bisa dilakukan melalui peningkatan volume penjualan, menambah jumlah kantor penjualan dibeberapa wilayah yang dinilai potensial dalam mendistribusikan produknya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Saluran Distribusi Aspal Emulsi, PT. Hutama Prima, Jakarta, Analisis Matriks DEA, Analisis Rasio Distribusi, Analisis Delay Payment, Analisis Kemampuan Menjual,Analisis Goal Programming
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 05 Apr 2014 03:03
Last Modified: 16 Sep 2014 06:15
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1794

Actions (login required)

View Item View Item