Analisis strategi pengembangan kawasan ekowisata ciwidey di perum perhutani unit iii - bandung

Kurniadi, Andi Rohman (2009) Analisis strategi pengembangan kawasan ekowisata ciwidey di perum perhutani unit iii - bandung. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E26-01-Andi-Cover.pdf - Published Version

Download (400kB)
[img]
Preview
PDF
E26-02-Andi-Abstract.pdf - Published Version

Download (328kB)
[img]
Preview
PDF
E26-03-Andi-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (336kB)
[img]
Preview
PDF
E26-04-Andi-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (321kB)
[img]
Preview
PDF
E26-05-Andi-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (621kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Perkembangan isu lingkungan global dan keprihatinan terhadap kerusahaan sumberdaya alam (SDA) semakin tinggi, telah memberikan landasan bagi Perum Perhutani untuk melakukan rektrukturisasi melalui kebijakan spin off. Melalui kebijakan tersebut Perum Perhutani mulai mengembankan model pengelolaan kawasan yang tidak bersifat eksploitatif terhadap potensi kayu, melainkan mengoptimalkan pemanfaatan nilai-nilai konservasi lingkungan melalui pengembangan jasa layanan ekowisata atau Wana Wisata (WW). Perhutani mulai memisahkan manajemen pengelolaan wisata menjadi Kesatuan Bisnis Mandiri – Wisata, Benih dan Usaha lain (KBM-WBU. Pengelolaan kawasan ekowisata walaupun memiliki konribusi pendapatan yang sangat kecil (2%) dibandingkan dengan usaha bisnis inti (kayu) yang dikembangkan Perhutani tetapi memiliki prosfek sangat baik dalam model pengembangan sumberdaya alam yang ramah lingkungan dan menjamin kelertarian sumberdaya. Karenanya, peneliti bermaksud melakukan analisis Strategi Pengembangan Ekowisata di Kawasan Ekowisata Ciwidey di Perum Perhutani yang menjadi salah satu kawasan wisata potensial. Dalam peneeitian ini perlu rumusan masalah yaitu mengenai 1) Apa saja faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan pengelolaan kawasan ekowisata Ciwidey, 2) Faktor-faktor Eksternal dan Internal apa saja yang mempengaruhi dalam pengembangan kawasan ekowisata Ciwidey, serta 3) bagaimana strategi pengembangan dalam rangka meningkatkan citra kawasan ekowisata Ciwidey. Penelitian ini bertujuan 1) mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh di dalam pengembangan kawasan ekowisata Ciwidey. 2) menganalisis faktor-faktor eksternal dan internal dalam pengelolaan kawasan ekowisata Ciwidey, dan 3) memformulasikan strategi pengembangan kawasan ekowisata Ciwidey. Metode digunakan dengan metode survey melalui kegiatan wawancara dan FGD dengan berbagai pihak yang terkait dengan tema kajian. Data yang digunakan meliputi data primer yang dikaji melalui wawancara, diskusi (FGD), observasi, sedangkan data sekunder dilakukan melalui review terhadap buku bahan bacaan, laporan, dan peraturan perundangan. Kegiatan dalam penelitian ini antara lain: 1) melakukan identifikasi faktor, 2) melakukan analisis faktor eksternal, 3) melakukan analisis faktor internal, 4) melakukan analisis SWOT/TOWS, 4) melakukan analisis Portofolio dan selanjutnya 5) mengkaji prioritas melalui analisis QSPM Dari hasil identifikasi kelembagaan dan profil bisnis ekowisata, Perum Perhutani mencanangkan visi bahwa Wisata Perhutani menjadi tujuan utama ekowisata di Indonesia. Visi ini memiliki nilai-nilai yang dituangkan ke dalam misinya yakni: a) mengembangkan usaha wisata Perhutani sebagai wahana kelestarian ekologi, pendidikan, rekreasi, pemberdayaan masyarakat, b) meningkatkan nilai tambah wisata Perhutani melalui inovasi, kreativitas, dan diversifikasi c) mewujudkan wisata Perhutani yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan penuh kenangan, serta d) meningkatkan pengelolaan wisata Perhutani sebagai kontibutor penghasilan perusahaan. Perhutani sebagai salah satu BUMN yang memiliki kewenangan di dalam pengelolaan hutan wisata alam yang ada hampir di sebagian besar potensi kawasan wisata Jawa Barat dan Banten. Dari 73 obyek wisata yang ada, yang dikelola oleh unit bisnis wisata (KBM-WBU) ada sekitar 45 kawasan obyek wisata potensial di 12 kabupaten di Jawa Barat dan Banten. Road map KBM-WBU menggambarkan bahwa, tujuan bisnis wisata di KBM-WBU pada intinya adalah terbangunnya usaha bisnis wisata yang visible dan mampu memberikan kontribusi penghasilan bagi Perusahaan. Namun di sisi lain KBM WBU memiliki komitmen untuk tetap membangun kebersamaan dengan masyarakat di sekitar kawasan wisata agar dapat merasakan manfaatnya baik sosial, ekonomi maupun budaya. Pada tataran distrik, Tujuan Unit Bisnis Ekowisata Ciwidey adalah: 1) membangun dan menggali potensi pariwisata, 2) melestarikan, menata dan memelihara obyek-obyek pariwisata secara komprehensif, 3) meningkatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan kepariwisataan melalui usaha kerjasama kemitraan dan pembinaan. Sedangkan strategis ekowista Ciwidey adalah: 1) memiliki tempat rekreasi yang sehat bagi masyarakat dalam menikmati keindahan, keunikan serta kenyamanan suasana lingkungan, 2) menyediakan tempat bagi sarana pengembangan ilmu pengetahuan flora dan fauna serta pembinaan rasa cinta alam, 3) memperluas kesempatan berusaha untuk membantu meningkatkan kesejahteraan pendapatan dan peluang usaha bagi masyarakat sekitar hutan yang bersifat multiplier effect, 4) meningkatkan perolehan pendapatan dan menambah added value melalui penyelenggaraan usaha lain di luar core bussiness serta menunjang upaya pemerintah dalam memajukan sektor pariwisata. Hasil identifikasi faktor dapat diketahui bahwa sekitar 41 faktor yang memiliki pengaruh terhadap pengembangan ekowisata Ciwidey Berdasarkan hasil diskusi (FGD) maka disepakati bahwa faktor-faktor penting /strategis yang berpengaruh terhadap kawasan tersebut meliputi sejumlah faktor eksternal (tingkat aksisibilitas obyek wisata, komitmen/kebijakan Pemda dalam pengembangan ekowista, persepsi masyarakat terhadap pengelolaan ekoowiisata lestari, layanan lembaga sejenis, daya tarik pengunjung terhdap obyek wisata, isupenegakan hokum terhadap pelanggaran, kerjasamaivestor, dukungan multipihak dan tingkat pendidikan masyarakat) dan 10 faktor internal (kapabilitas SDM, dukungan kebijakan dan peganggaran, potensi ODTW, system insentif yang diberlakukan, model peengelolaan yang dikembangkan, pamasaran oleh perusahaan, sarana, fasilitas peendukung dan tariff harga, jeniss paket wisata, peraturan dan system administrasi erta kemampuan Perhutani dalam pengembangan jejaring). Berdasarkan hasil anaisis pembobotan paired comparison faktor aksesibilitas obyek wisata, potensi ODTW dan kerjasama investor memiliki bobot sebesar 0,128 menjadi peluang uutama mendukung prospek pengembangan kawasan. Faktor kapabilitas SDM, penerapan sistem reward berbasis kinerja menjadi kekuatan yang sangat berpengaruh dalam pengembangan ekowisata. Faktor dukungan kebijakan yang kuat namun belum didukung oleh penganggaran menjadi kelemahan yang cukup berpengaruh. Kemampuan pemasaran perusahaan yang belum optimal cukup berpengaruh dalam pencapaian tujuan. Dari hasil analisis faktor eksternal terhadap peluang dan kendala/tantangan perusahaan (KBM-WBU Perum Perhutani cq DM 2 Ciwidey) masih memiliki kemampuan respon yang relatif cukup baik. Hasil analisis faktor internal, diperoleh gambaran kondisi internal Perum Perhutani c.q. Pengelola Kawasan Ciwidey masih dinilai cukup lemah. Perum Perhutani belum mengoptimalkan kekuatan yang ada untuk mengatasi kelemahan yang dimilikinya dalam mengembangkan kawasan ekowista. Karenanya perlu upaya pengembangan nilai tambah, melalui pengembangan model pengelolaan yang berkelanjutan dan lestari. Karenanya pendidikan lingkungan/konsep ekowisata perlu diintensifkan. Dilihat dari analisa BCG, Patuha Resort berada pada posisi Question Mark. Strategi penetrasi pada unit bisnis Patuha Resort dapat dilakukan dengan mengintensifkan pemasaran pada pasar yang ada. Investasi diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis, dan menghadapi pesaing dengan meningkatkan produktivitas usahanya. Strategi pengembangan produk umumnya cocok dilakukan dengan menggali minat dan perilaku pengunjung terhadap obyek daya tarik wisata. Gambaran posisi masing-masing unit bisnis sebagai berikut: Unit Bisnis WW Cimanggu dan Ranca Upas berada pada posisi di kuadran IV (Dogs) posisi ini memiliki pangsa pasar relatif rendah dan bersaing pada rata-rata pertumbuhan industri yang lemah. Hambatan utama pasar disebabkan karena adanya kendala dari kegiatan militer yang sulit dikendalikan. Hasil analisis Matrik EI dinyatakan secara keseluruhan, posisi unit bisnis wisata Kluster Ciwidey ini berada pada posisi sel V. Masing-masing unit-bisnis (WW Kawah Putih, TWA Cimanggu dan WW Ranca Upas) rata-rata berada pada posisi sel V. Posisi tersebut menurut David (2005) baik dikendalikan melalui pertahankan dan pelihara. Upaya yang dilakukan adalah strategi penetrasi pasar dengan mengintensifkan kegiatan promosi dan pemasaran produk/paket program yang sudah ada agar dicapai peningkatan jumlah pengunjung. Pengembangan bisnis wisata ini harus menghindari pembangunan kawasan yang bersifat merusak. Strategi pengembangan pasar dapat dipertimbangkan pada Patuha Resort yang berada di sel IV (posisi grow dan build). Berdasar hasil SWOT dan analisa prioritas melalui analisis QSPM dihasilkan beberapa alternatif strategi. Prioritas I adalah: Mengembangkan pemasaran yang inovatif dengan nilai bobot. Prioritas II adalah: Pengembangan sarana-prasarana pendukung wisata yang efektif, mengembangkan kerjasama dengan para investor untuk pembangunan kawasan ekowisata inovatif dan ramah lingkungan, Mengembangkan paket program wisata berbasis komunitas peminat ekowisata. Prioritas strategi III yakni: Mengembangkan jejaring, membangun keterlibatan masyarakat dalam usaha ekowisata secara efisien dan efektif. Strategi prioritas IV adalah: mengembangan produk yang fokus terhadap karakteristik spesifik potensi daya dukung ekowisata dan mengembangkan paket-paket wisata yang menjual kekhasan wilayahnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Perum Perhutani Unit III, Ekowisata, Posisi Portofolio Bisnis, BCG, Matrik EI, SWOT, QSPM Perum Perhutani Unit III, Ecotourism, Position of Business Portofolio, BCG, EI Matrix, SWOT, QSPM.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 05 Apr 2014 08:39
Last Modified: 17 Sep 2014 07:14
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1803

Actions (login required)

View Item View Item