Hubungan gaya kepemimpinan dengan motivasi, kepuasan kerja dan kinerja karyawan pt.unitex tbk

Haryono, Untung (2009) Hubungan gaya kepemimpinan dengan motivasi, kepuasan kerja dan kinerja karyawan pt.unitex tbk. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R37-01-Untung-Cover.pdf - Published Version

Download (329kB)
[img]
Preview
Text
R37-02-Untung-Abstract.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img]
Preview
Text
R37-03-Untung-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (321kB)
[img]
Preview
Text
R37-04-Untung-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (319kB)
[img]
Preview
Text
R37-05-Untung-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (634kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Masih terdapat gaya kepemimpinan yang belum memotivasi kerja karyawan. (2) Motivasi yang ada belum mampu meningkatkan kepuasan kerja karyawan. (3) Belum terlihat gaya kepemimpinan yang efektif sehingga mampu meningkatkan motivasi, kepuasan dan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi karyawan mengenai gaya kepemimpinan, motivasi, kepuasan kerja dan kinerja karyawan, menganalisis hubungan gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja, hubungan motivasi dengan kepuasan kerja, kepuasan kerja dengan kinerja, gaya kepemimpinan dengan kinerja karyawan dan merumuskan gaya kepemimpinan yang efektif mampu meningkatkan motivasi, kepuasan dan kinerja karyawan PT Unitex Tbk. Penelitian ini hanya meneliti pada level jabatan operator, kepala regu, kepala unit dan pengawas pada lingkup bagian produksi dari spinning,weaving dan yarn dyeing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif studi kasus untuk memperoleh gambaran nyata di PT Unitex Tbk saat ini. Data diolah dengan bantuan perangkat lunak SPSS, untuk mengetahui persepsi responden digunakan rataan skor dan untuk menganalisis hubungan antar variable maupun konstruknya digunakan analisis korelasi Rank Spearman. Data responden menunjukkan bahwa karyawan pria lebih banyak dibandingkan wanita dengan kelompok usia berkisar 21 hingga 50 tahun. Sebagian besar karyawan (73.6%) sudah menikah, umumnya telah bekerja lebih dari 6 tahun (66.7%) dan berstatus sebagai karyawan tetap. Mayoritas karyawan berpendidikan SMA. Persepsi karyawan mengenai gaya kepemimpinan, motivasi, kepuasan dan kinerja karyawan hanya cukup baik, tetapi beberapa komponen sudah terlaksana dengan baik. Komponen yang sudah terlaksana dengan baik tersebut adalah tanggung jawab, pengembangan pribadi, hubungan karyawan, sikap kooperatif dan kehadiran. Dilihat dari demografi responden, jenis kelamin tidak memberikan perbedaan persepsi mengenai gaya kepemimpinan, motivasi, kepuasan maupun kinerja karyawan. Dari sisi usia terlihat tidak terdapat perbedaan persepsi mengenai motivasi dan kinerja karyawan, tetapi mengenai gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja terdapat perbedaan persepsi. Karyawan yang berusia kurang dari 20 tahun memiliki persepsi relatif lebih rendah mengenai kepuasan kerjanya, dan karyawan yang berusia diatas 50 tahun memiliki persepsi relatif lebih tinggi mengenai gaya kepemimpinan dari usia lainnya. Ditinjau dari status pernikahan terlihat karyawan yang belum menikah memiliki persepsi yang relatif lebih rendah mengenai kepuasan kerja dibanding yang telah menikah. Berdasarkan masa kerja, karyawan yang baru bekerja kurang dari tiga tahun memiliki persepsi yeng relatif lebih rendah mengenai kepuasan kerja, tetapi yang baru bekerja kurang dari satu tahun memiliki persepsi yang lebih tinggi mengenai kinerja karyawan. Dilihat dari status kerja, karyawan tidak tetap memiliki kepuasan relatif lebih rendah mengenai kepuasan. Sementara itu dilihat dari tingkat pendidikan menunjukkan bahwa tingkat pendidikan yang lebih tinggi memberi persepsi lebih rendah mengenai gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja, tetapi pendidikan tidak memberikan perbedaan persepsi mengenai motivasi dan kinerja karyawan. Analisis korelasi menunjukkan terdapat hubungan nyata gaya kepemimpinan dengan motivasi, hubungan motivasi dengan kepuasan kerja dan hubungan kepuasan kerja dengan kinerja karyawan. Hubungan tersebut memiliki derajat sedang, dengan arah positif, artinya semakin efektif gaya kepemimpinan (semakin diterima oleh bawahan) berhubungan dengan semakin meningkatnya motivasi karyawan, semakin meningkatnya motivasi karyawan berhubungan dengan semakin meningkatnya kepuasan kerja dan semakin meningkatnya kepuasan kerja berhubungan dengan semakin meningkatnya kinerja karyawan. Pada gaya kepemimpinan yang mendapat prioritas adalah pemahaman bawahan. Hal ini sesuai dengan persepsi responden, karenanya gaya kepemimpinan akan menjadi lebih efektif ketika atasan (pimpinan) mampu memahami bawahan dengan baik, yaitu pemimpin yang mengetahui apa yang dibutuhkan karyawan, memiliki sensitifitas yang tinggi mengenai keluhan-keluhan bawahan serta mampu memberikan solusi pada setiap permasalahan yang dihadapi karyawan baik mengenai pekerjaan maupun konflik pada bawahannya. Pada motivasi komponen yang diprioritaskan pertama adalah kompensasi, hal ini merupakan sesuatu yang sangat penting. Hal ini berkaitan dengan gaji dan berbagai tunjangan kesejahteraan yang lain, seperti tunjangan prestasi, tunjangan keselamatan, keluarga dan sebagainya. Pada kepuasan kerja yang diprioritaskan adalah penyeliaan, rekan kerja dan pekerjaan itu sendiri. Penyeliaan yang memuaskan responden adalah penyeliaan yang memberikan jaminan kesehatan serta berbagai layanan ketenagakerjaan yang mendukung terselenggaranya manajemen yang baik. Sementara itu pada kinerja karyawan, komponen yang diprioritaskan adalah jangka waktu penyelesaian pekerjaan, kualitas output dan sikap kooperatif. Hal ini dapat diartikan bahwa untuk mendukung kinerja karyawan yang tingggi dituntut ketepatan waktu dengan kualitas produk yang dihasilkan agar sesuai dengan standar perusahaan. Oleh sebab itu kerja sama (kooperatif) dalam menyelesaikan pekerjaan menjadi sangat penting dalam menghasilkan produk berkualitas dengan pemanfaatan waktu seefektif mungkin.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Leadership style, Motivation, Employee satisfaction, Employee performance, Correlation, Unitex, Rank Spearman, SPSS, and Perception. Gaya Kepemimpinan, Motivasi, kepuasan Kerja, Kinerja Karyawan, korelasi, Unitex, Rank Spearman, SPSS, Persepsi
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 07 Apr 2014 02:04
Last Modified: 19 Dec 2019 01:15
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1805

Actions (login required)

View Item View Item