Analisis peningkatan kinerja pemeliharaan alat berat motor grader 24H dengan metode six sgma di pt trakindo utama cabang batu hijau nusa tenggara barat

Rahmat, Barkah (2009) Analisis peningkatan kinerja pemeliharaan alat berat motor grader 24H dengan metode six sgma di pt trakindo utama cabang batu hijau nusa tenggara barat. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E29-01-Barkah-Cover.pdf - Published Version

Download (518kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E29-02-Barkah-Abstrak.pdf - Published Version

Download (320kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E29-03-Barkah-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (387kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E29-04-Barkah-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (431kB) | Preview
[img]
Preview
Text
E29-05-Barkah-BabIPendahuluan.pdf - Published Version

Download (342kB) | Preview

Abstract

Krisis finansial yang terjadi saat ini membuat turunnya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal dan beralih ke jenis investasi lain yang lebih aman dan menguntungkan. Emas adalah salah satu jenis investasi yang paling banyak diminati masyarakat dunia saat ini karena harganya yang cenderung stabil dan terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini memacu para produsen emas untuk terus meningkatkan produksinya. PT. Trakindo Utama sebagai agen tunggal alat berat merek Caterpillar di Indonesia mendapatkan kontrak kerja dari PT. Newmont Nusa Tenggara untuk memelihara dan memperbaiki alat-alat berat yang digunakan untuk kegiatan penambangan di Batu Hijau. Kontrak kerja tersebut merupakan jaminan ketersediaan alat berat yang diberikan oleh PT. Trakindo Utama kepada PT Newmont Nusa Tenggara melalui manajemen pemeliharaan alat berat untuk mendukung kegiatan operasional pertambangan. Pemeliharaan mesin berperan sangat penting dalam menjamin ketersediaan mesin yang optimum, menjamin kesiapan operasional mesin, mendukung usia kegunaan mesin sebagai aset, menciptakan efisiensi dan efektifitas kerja mesin yang optimum selain itu juga menjamin kesehatan dan keselamatan manusia pengguna mesin tersebut serta menjamin kelestarian lingkungan yang pada akhirnya menghasilkan produktifitas mesin yang optimum. Ketersediaan mesin dari alat berat jenis Motor Grader 24H tersebut sangat kritikal keberadaannya di dalam mendukung operasional pertambangan. Jalan tambang yang terus berubah setiap hari dan juga besar dan beratnya alat-alat berat yang melalui jalan tersebut akan menyebabkan jalan cepat rusak dan berlubang. Produktifitas pada alat berat diukur dengan menghitung jumlah ketersediaan mesin atau Mechanical Availability yang siap digunakan untuk aktifitas pertambangan. Permasalahan yang dihadapi oleh PT. Trakindo Utama adalah selama periode Januari 2008 hingga Januari 2009 rata-rata Mechanical Availability dari empat Motor Grader 24H yang dipelihara oleh PT. Trakindo Utama Cabang Batu Hijau mencapai 80,5% dari target 90% yang telah ditetapkan diawal kontrak. Tidak tercapainya target Mechanical Availability yang di tetapkan pada awal kontrak menyebabkan berkurangnya pendapatan perusahaan dari kontrak pemeliharaan tersebut. Rendahnya nilai Mechanical Availability yang dicapai oleh Motor Grader 24H juga berdampak langsung terhadap kegiatan operasional pertambangan yang akan mempengaruhi terhadap penurunan hasil produksi yang dicapai oleh PT. Newmont Nusa Tenggara. Tujuan penelitian ini adalah mengukur dan menganalisis kinerja pemeliharaan Motor Grader 24H, menganalisis masalah-masalah yang terjadi di dalam manajemen pemeliharaan Motor Grader 24H, memberikan masukan berupa rekomendasi kepada pihak manajemen perusahaan sehubungan dengan kinerja pemeliharaan Motor Grader 24H saat ini, dan strategi untuk meningkatkan kinerja pemeliharaan pada alat berat Motor Grader 24 H. Ruang lingkup penelitian ini terbatas pada pembahasan peningkatan kinerja pemeliharaan alat berat Motor Grader 24H agar dapat meningkatkan Mechanical Availability dalam mendukung operasional pertambangan di PT. Newmont Nusa Tenggara. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kausal deskriptif melalui metode studi kasus. Pendekatan kausal deskriptif ini untuk mengidentifikasi dan menganalisa hubungan sebab akibat terhadap variabel-varibel didalam manajemen perawatan yang dapat mempengaruhi perubahan pada varibel mechanical avilability, serta menganalisa mengapa Mechanical Availability tidak dapat tercapai, dan strategi seperti apa yang harus dilakukan untuk dapat meningkatkan Mechanical Availability pada alat berat Motor Grader 24H di PT. Trakindo Utama Cabang Batu Hijau Nusa Tenggara Barat. Data dan informasi dikumpulkan melalui observasi langsung dilapangan, wawancara dan data historis pemeliharaan dan perbaikan Motor Grader 24H. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan metode Six Sigma. Langkah-langkah didalam metode Six Sigma adalah Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC). Analisis tahap Define menunjukan dengan meningkatnya Mechanical Availability menjadi 90% akan meningkatkan keuntungan perusahaan dari pendapatan kontrak pemeliharaan sebesar US$ 129.900,- atau Rp.1.299.000.000,- (US$ 1 = Rp.10.000,-). Analisis tahap Measure menunjukan secara rata-rata kinerja Mechanical Availability yang dicapai untuk ke empat Motor Grader 24H yang dilakukan kontrak pemeliharaan oleh PT. Trakindo Utama Cabang Batu Hijua Nusa Tenggara barat adalah 80,54%, dimana batas minimum Mechanical Availability yang harus dicapai atau Low Specification Limit (USL) adalah 90%. Dengan hasil kinerja tersebut Defect per Million Opportunity (DPMO) yang dihasilkan adalah 985.267,10 Analisis tahap Analyze dengan menggunakan diagram Pareto kontribusi waktu downtime yang mempengaruhi Mechanical Availability mempelihatkan pemeliharaan pencegahan mempengaruhi 23% waktu downtime, penggantian komponen terencana mempengaruhi 14% waktu downtime, perbaikan Ground Engaging Tools mempengaruhi 11% waktu downtime, perbaikan mesin mempengaruhi 10% waktu downtime, perbaikan radiator mempengaruhi 8% waktu downtime, perbaikan Circle Drive mempengaruhi 6% waktu downtime, perbaikan hidrolik 5% waktu downtime, perbaikan transmisi mempengaruhi 3% waktu downtime. Dengan mengunakan diagram sebab akibat dapat disimpulkan yang menyebabkan Mechanical Availability tidak mencapai 90% adalah kurang keahlian mekanik, kesalahatan aplikasi dan pengoperasian oleh operator, tidak tersediannya stok komponen grup, buruknya kualitas komponen, tidak ada kontrol kualitas pekerjaan pemeliharaan, tidak ada peralatan khusus untuk mengganti cutting edge, kondisi tanah yang berdebu. Analisis tahap Improve menghasilkan alternatif perbaikan yang harus dilakukan untuk meningkatkan Mechanical Availability menjadi 90% adalah pelatihan mekanik dan operator, mengganti komponen yang sering rusak, menyediakan stok untuk silinder hidrolik grup, membuat lembaran kontol pekerjaan pemeliharaan, membuat peralatan khusus untuk menganti cutting edge, dan secara rutin menyiram tanah yang berdebu dengan water truck.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Motor Grader 24H, Alat Berat Pertambangan, Pemeliharaan Alat, Diagram Pareto, Diagram Ishikawa, metode Six Sigma. Motor Grader 24H, Mining Heavy Equipment, Equipment Maintenance, Pareto Chart, Ishikawa Chart, Six Sigma Method.
Subjects: Manajemen Produksi dan Operasi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 07 Apr 2014 06:13
Last Modified: 15 Jun 2016 02:29
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1815

Actions (login required)

View Item View Item