Hubungan sisem remunerasi baru dengan motivasi dan kinerja pegawai pt. pertamina geothermal energy kantor pusat jakarta

Purwani, Rina (2009) Hubungan sisem remunerasi baru dengan motivasi dan kinerja pegawai pt. pertamina geothermal energy kantor pusat jakarta. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E29-01-Rina-Cover.pdf - Published Version

Download (405kB)
[img]
Preview
PDF
E29-02-Rina-Abstrak.pdf - Published Version

Download (358kB)
[img]
Preview
PDF
E29-03-Rina-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (365kB)
[img]
Preview
PDF
E29-04-Rina-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (376kB)
[img]
Preview
PDF
E29-05-Rina-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (627kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Tujuan utama yang dapat dicapai oleh sebuah perusahaan melalui kebijakan dan sistem pengupahan yang tepat adalah untuk menjamin bahwa perusahaan itu mampu menarik, mempertahankan dan memotivasi karyawan yang berkualitas tinggi. Dengan mempunyai dan menerapkan kebijakan sistem yang tepat dan baik, reputasi perusahaan akan terangkat dan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi akan terpikat melamar kerja ke perusahaan itu. Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah munculnya pertanyaan bagaimana sikap pegawai terhadap sistem remunerasi yang baru, motivasi, dan kinerja pegawai di PT Pertamina Geothermal Energy, bagaimana hubungan sistem remunerasi dengan motivasi pegawai, bagaimana hubungan sistem remunerasi dengan kinerja pegawai, bagaimana hubungan motivasi dengan kinerja pegawai, dan bagaimana strategi operasional menjelaskan sistem remunerasi agar memberikan kepuasan dan memotivasi pegawai di lingkungan PT Pertamina Geothermal Energy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap pegawai terhadap motivasi, kinerja, dan implementasi sistem remunerasi, menganalisis hubungan implementasi sistem remunerasi dengan motivasi pegawai, menganalisis hubungan implementasi sistem remunerasi dengan kinerja pegawai, menganalisis hubungan motivasi dengan kinerja pegawai, dan menyusun perbaikan strategi operasional sistem remunerasi di lingkungan PT Pertamina Geothermal Energy. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi hanya pada lingkup bahasan yang berhubungan dengan pengaruh pemberian aspek finansial terhadap motivasi kerja dan kinerja pegawai PT Pertamina Geothermal Energy Kantor Pusat Jakarta, masalah yang timbul dari pengaruh eksternal dianggap tidak berubah. Penelitian dilakukan pada waktu setelah penyelarasan upah baru, yaitu pada bulan Nopember 2008 sampai dengan September 2009. Penelitian ini dilakukan terhadap pegawai PT Pertamina Geothermal Energy Kantor Pusat Jakarta dengan jumlah 150 pegawai tetap di kantor pusat, dan dilakukan pengambilan sampel sebanyak 100 orang responden yang terdiri dari golongan madya (golongan 9 sampai dengan 6) di kantor pusat yang berjumlah 60 orang dan golongan utama (golongan 5 sampai dengan 2) berjumlah 40 orang. Keragaman responden dikelompokkan dalam 5 kelompok yakni untuk kelompok golongan upah yang didominasi golongan madya (60%), tingkat usia yang didominasi di atas 40 tahun (36%), jenis kelamin yang didominasi pria (73%), tingkat pendidikan yang didominasi S1 (78%) dan masa kerja yang didominasi kurang dari 5 tahun (60%). Sikap pegawai terhadap faktor – faktor remunerasi, motivasi dan kinerja diperoleh dari hasil analisis rentang kriteria. Hasil analisis rentang kriteria, pegawai merasa setuju bahwa sistem remunerasi baru menekankan pengakuan perbedaaan individual sesuai kualifikasi yang diakui oleh perusahaan selama ini. Dalam sistem remunerasi baru sudah terdapat penggolongan yang jelas untuk setiap jabatan, profesionalitas dan kualitas tinggi dan cukup kompetitif, dan merasa bahwa personil kunci di tiap fungsi sudah diidentifikasi dan dipelihara dengan pengupahan yang baik. Namun pegawai masih merasa ragu – ragu terhadap besaran upah sudah sejalan dengan lama kerja mereka dan dalam sistem pengupahan, komponen kompetensi lebih didahulukan daripada pengalaman kerja. Pegawai merasa setuju bahwa motivasi kerja sangat tergantung pada aspek tanggung jawab yaitu rasa memiliki pekerjaan, telah menjaga kepercayaan dengan baik untuk menyelesaikan pekerjaan, serta mempunyai kemampuan untuk mengemban tanggung jawab yang diberikan. Sedangkan prestasi kerja sebagai pembentuk motivasi kerja, mendapat perhatian yang kurang dibandingkan aspek lain meskipun setuju bahwa kesempatan yang diberikan oleh Perusahaan dapat digunakan untuk meraih prestasi, penilaian prestasi memungkinkan untuk mendapat promosi jabatan, serta prestasi kerja yang selama ini dihasilkan sudah cukup baik. Mayoritas pegawai berpendapat setuju bahwa mereka melaksanakan tugas dengan ikhlas, tidak pernah menyalahgunakan wewenang, selalu melaporkan hasil kerja sesuai dengan keadaannya dan merasa mempunyai kemampuan untuk mengemban rasa kejujuran yang tinggi yang dapat membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam menyelesaikan suatu pekerjaan untuk peningkatan performa kinerjanya. Sedangkan sikap pegawai mengenai komponen prestasi kerja menunjukan bahwa mereka setuju bahwa mereka memiliki kecakapan dan menguasai pekerjaan serta merasa bahwa prestasi kerja yang selama ini ditunjukkan sudah cukup baik meskipun memiliki skor yang paling rendah. Dari analisa SEM, variabel remunerasi memiliki hubungan dan pengaruh yang signifikan terhadap motivasi. Diketahui bahwa variabel laten eksogen remunerasi memiliki pengaruh terhadap variabel laten endogen motivasi, karena nilai loading factor yang menunjukan nilai positif dan memiliki T-values = 4,49 yang berada di atas T hitung pada taraf 5% (1,96). Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin baik pemberian remunerasi untuk pegawai akan meningkatkan motivasi pegawai. Pada standar solution, T-values hanya 0,07, artinya remunerasi memiliki kontribusi positif terhadap kinerja pegawai. T-values yang positif menunjukkan bahwa terdapat korelasi atau hubungan. Hubungan antara remunerasi dengan kinerja memiliki T-vaues sebesar 0,07 yang berada di bawah T hitung pada taraf 5% (1,96). Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara remunerasi dengan kinerja tidak signifikan, variabel remunerasi tidak terlalu mempengaruhi variabel kinerja. Dari analisa SEM, variabel motivasi memiliki hubungan dan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja. Diketahui bahwa variabel laten endogen motivasi memiliki pengaruh terhadap variabel laten endogen kinerja, karena nilai loading factor yang menunjukan nilai positif dan memiliki T-values = 4,08 yang berada di atas T hitung pada taraf 5% (1,96). Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin bagus motivasi pegawai akan meningkatkan kinerja pegawai. Strategi operasional menjelaskan sistem remunerasi agar meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan PT Pertamina Geothermal Energy. Untuk meningkatkan Kinerja, tidak bisa langsung melalui Sistem Remunerasi, tetapi melalui motivasi, yaitu dengan cara melalui: perbaikan komponen – komponen Remunerasi dan komponen – komponen Motivasi yang signifikan berdasarkan prioritas masing – masing. Prioritas perbaikan berdasarkan hasil penelitian adalah memelihara komponen upah berdasarkan prestasi kerja, upah berdasarkan kebutuhan, upah menurut lama kerja, dan upah menurut pengakuan perbedaan individu sebagai pembentuk variabel remunerasi, juga memelihara komponen pengakuan, prestasi, pengembangan individu, tanggung jawab dan pekerjaan itu sendiri, sebagai pembentuk variabel motivasi. Prioritas perbaikan yang tinggi terletak pada upah menurut lama kerja sebagai pembentuk variabel remunerasi. Hasil penelitian ini dibatasi hanya pada lingkup bahasan yang berhubungan dengan pengaruh pemberian sistem remunerasi dengan aspek finansial terhadap motivasi kerja dan kinerja pegawai, pada penelitian selanjutnya dapat dilakukan identifikasi aspek non finansial serta faktor-faktor lain selain remunerasi yang menyangkut motivasi dan kinerja, sehingga dapat lebih menjelaskan pembentukan motivasi dan kinerja secara lebih baik. Responden yang digunakan dalam penelitian ini hanya terbatas pada suatu lingkungan kerja yaitu di PT Pertamina Geothermal Energy Kanotr Pusat Jakarta, sehingga pada penelitian selanjutnya dapat diikutsertakan contoh yang lebih luas misalnya pada perusahaan lain dalam industri sejenis sehingga hasil penelitian tersebut dapat digeneralisasikan dan menghasilkan informasi-informasi yang lebih jelas dalam pengelolaan sumber daya manusia sebuah organisasi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Remunerasi, Motivasi, Kinerja, PT Pertamina Geothermal Energy Kantor Pusat Jakarta, Golongan Utama dan Madya, Structural Equation Modelling, Studi Kasus. Remuneration, Motivation, Performance
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 08 Apr 2014 05:17
Last Modified: 30 Oct 2014 01:42
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1825

Actions (login required)

View Item View Item