Formulasi strategi pengembangan perusahaan kecap cv maja menjangan di kabupaten majalengka, jawa barat

Muliasih, Suci (2009) Formulasi strategi pengembangan perusahaan kecap cv maja menjangan di kabupaten majalengka, jawa barat. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
E29-01-Suci-Cover.pdf - Published Version

Download (388kB)
[img]
Preview
PDF
E29-02-Suci-Abstrak.pdf - Published Version

Download (326kB)
[img]
Preview
PDF
E29-03-Suci-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (334kB)
[img]
Preview
PDF
E29-04-Suci-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (322kB)
[img]
Preview
PDF
E29-05-Suci-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (636kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Industri kecap merupakan salah satu industri pangan yang berkembang di Indonesia, terlihat dari banyaknya perusahaan-perusahaan berskala kecil, sedang maupun besar yang memproduksi kecap. Terdapat beberapa merek kecap yang menguasai pasar nasional, namun banyak juga terdapat perusahaan berskala lokal (Usaha Kecil Menengah) yang menguasai daerah tertentu yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada awalnya, industri kecap di Indonesia bermula dari industri rumah tangga, yang biasanya memiliki skala produksi yang terbatas. Pertumbuhan industri kecap ini cukup besar, dimana menurut Dicky Saelan, Manajer Pemasaran PT. Unilever Indonesia (produsen Kecap Bango), dikatakan bahwa pertumbuhan bisnis kecap luar biasa. Setiap tahunnya, secara nasional terjadi peningkatan sebesar 10% sampai dengan 20%. Perusahaan Kecap Maja Menjangan (MM) merupakan salah satu perusahaan yang turut meramaikan industri kecap skala kecil di Jawa Barat. Perusahaan berdiri sejak tahun 1940 di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Kecap MM merupakan kecap yang dibuat melalui proses fermentasi kedelai hitam yang dilakukan secara tradisional. Produk yang dihasilkan hanya satu varian rasa dengan tiga ukuran kemasan yang berbeda. Perusahaan ini mengalami masa kejayaan pada era tahun 1980-an sampai dengan awal dekade 1990-an dan merupakan market leader untuk kecap lokal Kabupaten Majalengka. Saat ini perusahaan harus berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan kecap besar berskala nasional maupun perusahaan lokal di Majalengka. Di tataran lokal Majalengka saja, saat ini terdapat sekitar 30 perusahaan kecap. Belum lagi persaingan dengan perusahaan kecap nasional, dimana persaingan dalam industri kecap saat ini sangat kompetitif dengan hadirnya perusahaan-perusahaan besar. Ada banyak merek kecap di Indonesia dengan pemain besar seperti kecap Bango (Unilever), kecap ABC (Heinz ABC), kecap Nasional (Sari Sedap Indonesia), kecap Indofood (Indofood), kecap Sedap (Wings Food). Perubahan iklim persaingan tersebut memberikan dampak kepada kelangsungan perusahaan Kecap MM. Kinerja perusahaan tersebut cenderung stagnan dan akan sulit bagi perusahaan untuk dapat meningkatkan produksinya dan kembali menjadi market leader untuk kecap lokal di Kabupaten Majalengka. Perusahaan yang saat ini mengalami penurunan produksi kecap, penjualan yang relatif stagnan, serta mengalami penyempitan daerah pemasaran. Hingga saat ini perusahaan Kecap MM belum memiliki perencanaan dan formulasi strategi dalam menjalankan usahanya. Dengan relatif stagnannya kinerja perusahaan tersebut, maka dirasa perlu untuk menyusun strategi pengembangan perusahaan, dengan membuat prioritas strategi mana saja yang mungkin untuk dijalankan untuk kembali menjadi market leader di Kabupaten Majalengka. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menyelaraskan perusahaan dengan perubahan lingkungan eksternal yang ada saat ini apabila perusahaan ingin bertahan dalam persaingan yang semakin kompetitif. Dalam penyusunan strategi tersebut, juga diperlukan informasi persepsi pelanggan selama ini terhadap produk kecap MM. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu pengumpulan data yang dilakukan untuk menjawab permasalahan yang ada dengan model pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data primer melalui kuisioner menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel secara sengaja terhadap beberapa responden yang telah ditetapkan berdasarkan jabatan, posisi, pengetahuan, dan faktor lain yang menunjukkan kompetensi responden terhadap topik penelitian. Sedangkan untuk mengetahui persepsi pelanggan disebarkan kuesioner kepada para pelanggan walk in dan pengecer. Teknik pengolahan data menggunakan Matriks EFI dan EFE, Matriks I/E, Matriks TOWS, Matriks QSPM dan Importance Performance Analysis (IPA). Faktor yang mempengaruhi bisnis perusahaan kecap MM terdiri dari faktor eksternal berupa peluang: (1) Tingkat pertumbuhan konsumsi kecap nasional; (2) Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap produk makanan yang aman; (3) Kontinuitas pasokan kedelai hitam; (4) Akses pada fasilitas perbankan; (5) Kebijakan pemerintah daerah, dan berupa ancaman: (1) Kompetisi dengan perusahaan kecap lain; (2) Fluktuasi harga bahan baku; (3) Perkembangan teknologi pengolahan kecap; (4) Pengaruh modernisasi terhadap sosial budaya; (5) Menyempitnya segmentasi pasar. Kemudian faktor internal yang berpengaruh terdiri dari kekuatan internal berupa: (1) komitmen perusahaan; (2) Kualitas produk yang baik; (3) Citra perusahaan yang baik di tingkat Kabupaten Majalengka; (4) Akses pada bahan baku yang berkualitas; (5) Lokasi perusahaan yang strategis dan berupa kelemahan perusahaan sebagai berikut: (1) Keterbatasan variasi produk (rasa, kemasan); (2) Keterbatasan teknologi pengolahan; (3) Kualitas sumber daya manusia dalam produksi dan pemasaran yang terbatas; (4) Sempitnya jaringan pemasaran dan distribusi; (5) Lay out proses produksi yang kurang terintegrasi. Alternatif strategi yang dihasilkan dari analisis analisis SWOT dengan tetap mempertimbangkan visi, misi, tujuan dan sasaran dari perusahaan kecap MM ini adalah sebagai berikut: perluasan jaringan distribusi, diversifikasi ukuran kemasan, diversifikasi varian rasa, menjalankan aktivitas promosi, meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah, investasi dalam teknologi pengolahan dan kerjasama dengan petani kedelai hitam. Berdasarkan pendapat responden pakar, pelanggan dan pengecer, prioritas strateginya berturut-turut adalah: diversifikasi ukuran kemasan, menjalankan aktivitas promosi, diversifikasi varian rasa, perluasan jaringan distribusi, investasi dalam teknologi pengolahan, serta meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah. Diversifikasi ukuran kemasan dilakukan dengan menyempurnakan kemasan botol plastik dan botol kaca yang ada saat ini. Menjalankan ativitas promosi dilakukan dengan memperbaiki logo merek, sedangkan diversifikasi varian rasa dengan mengeluarkan varian kecap manis. Perluasan jaringan distribusi hendaknya dilakukan dengan menambah pengecer di kota lain di Jawa Barat namun di luar daerah pemasaran yang sekarang.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: strategy formulation, Maja Menjangan, soy sauce, I/E Matrix, SWOT, QSPM, IPA Formulasi Strategi, Maja Menjangan, Kecap, Matriks I/E, SWOT, QSPM, IPA
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 08 Apr 2014 08:02
Last Modified: 22 Oct 2014 02:22
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1832

Actions (login required)

View Item View Item