Analisis faktor motivasi kerja yang mempengaruhi kinerja karyawan bank muamalat indonesia cabang bogor

Arifin, Zakiah (2009) Analisis faktor motivasi kerja yang mempengaruhi kinerja karyawan bank muamalat indonesia cabang bogor. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R38-01-Zakiah-Cover.pdf - Published Version

Download (347kB)
[img]
Preview
PDF
R38-02-Zakiah-Abstract.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img]
Preview
PDF
R38-03-Zakiah-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (338kB)
[img]
Preview
PDF
R38-04-Zakiah-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (332kB)
[img]
Preview
PDF
R38-05-Zakiah-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (631kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Bank Muamalat Indonesia (BMI) merupakan bank syariah pertama di Indonesia. Saat ini, BMI menjadi market leader pada industri perbankan syariah dan menjadi benchmark bagi bank syariah lainnya. Untuk mempertahankan posisi BMI sebagai market leader maka dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) pendukung yang berkualitas, karena sumber daya manusia merupakan aset yang dapat menjalankan fungsi produksi lainnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, sumber daya manusia memiliki peran penting dalam mencapai keberhasilan suatu perusahaan. Keberhasilan BMI juga didukung oleh kinerja dari tiap kantor cabang yang berada di berbagai daerah. Salah satu kantor cabang BMI berada di Bogor, dimana keberhasilan BMI Cabang Bogor tidak terlepas dari keberadaan sumber daya manusia yang ada di dalamnya sebagai pelaku utama di perusahaan. Hal ini menunjukkan peranan sumber daya manusia terus berkembang dan semakin penting dalam meningkatkan kinerja karyawan dalam pencapaian target perusahaan. Sedangkan kondisi persaingan dalam pasar perbankan di Bogor menuntut kebutuhan sumber daya manusia profesional. Kondisi BMI Cabang Bogor belum menunjukkan hasil maksimal. Walaupun dilihat dari kinerja keuangannya mengalami peningkatan. Namun realisasinya, pencapaian tersebut belum mencapai target yang telah ditetapkan. Target laba yang ditetapkan oleh BMI Cabang Bogor belum tercapai, seperti pada tahun 2008 target laba adalah sebesar 10,7 milyar rupiah namun baru tercapai sekitar 9,5 milyar rupiah. Hal ini menunjukkan adanya kendala dalam pelaksanaan tujuan yang berkaitan dengan kinerja karyawan. Kinerja karyawan tidak terlepas dari faktor-faktor lain yang mempengaruhinya seperti motivasi. Motivasi merupakan dorongan yang membantu karyawan untuk bekerja lebih baik dengan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, dibutuhkan pengelolaan mengenai motivasi karyawan dengan baik. Secara khusus masalah yang dihadapi oleh BMI Cabang Bogor adalah faktor-faktor motivasi kerja apa yang terdapat pada karyawan BMI Cabang Bogor dan faktor-faktor motivasi apa saja yang mempengaruhi kinerja karyawan, dan bagaimana upaya perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Berdasarkan masalah yang dihadapi oleh BMI Cabang Bogor, maka secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasi kerja yang terdapat pada karyawan BMI Cabang Bogor. Mengkaji faktor-faktor motivasi apa yang mempengaruhi kinerja karyawan BMI Cabang Bogor. Dan menentukan cara yang paling efektif dalam meningkatkan motivasi kerja agar kinerja karyawan BMI Cabang Bogor menjadi lebih baik. Ruang lingkup penelitian dititik beratkan pada masalah motivasi dan kinerja karyawan. Penelitian ini di lakukan di kantor Cabang Bogor dan kantor kas Darmaga, kantor kas Cibinong dan kantor kas Cilengsi, sedangkan yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah karyawan tetap dan karyawan outsourcing. Penelitian ini bersifat deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan karyawan serta melakukan penyebaran kuesioner. Data sekunder diperoleh dari kajian pustaka seperti literatur-literatur/referensi yang berkaitan dengan penelitian seperti jurnal, buku, Annual Report 2007 dan dokumen-dokumen yang terkait dengan penelitian. Teknik penentuan jumlah respoden adalah dengan sensus yang berjumlah 30 orang responden. Data yang dianalisis dengan analisis uji validitas dan uji reliabelitas (uji korelasi product moment dan alpha cronbarch), uji rataan skor, analisis faktor, regresi logistik ordinal dan Analytical Hierarchy process (AHP). Uji validitas digunakan untuk mengukur data apa yang ingin diukur sehingga didapatkan data yang valid dan uji reliabelitas digunakan untuk menunjukkan konsistensi alat pengukur dengan gejala yang sama. Rataan skor digunakan untuk melihat persepsi reponden mengenai motivasi dan kinerja karyawan BMI Cabang Bogor. analisis faktor digunakan untuk mengelompokkan banyak faktor menjadi lebih sedikit faktor. Analisis regresi logistik ordinal untuk melihat seberapa besar pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan. Hasil identifikasi faktor-faktor motivasi kerja karyawan yang ada di BMI Cabang Bogor terdapat 23 faktor motivasi, dari 23 motivasi dikelompokkan menjadi dua yaitu faktor hygiene dan faktor motivator. Terdapat 10 Faktor hygiene yang menjadi faktor motivasi karyawan diantaranya adalah kebijakan organisasi, jalur komunikasi di organisasi, pelaksanaan kebijakan yang telah dilaksanakan, kemampuan atasan dalam menjalankan tugasnya, kemampuan atasan dalam menjalankan pengawasan, hubungan dengan atasan, kondisi fisik tempat kerja, fasilitas yang tersedia untuk menjalankan pekerjaan, upah/gaji, dan rasa aman. Sedangkan 13 faktor motivator karyawan adalah pencapaian tujuan, prestasi, keberhasilan melakukan pekerjaan, memecahkan masalah, mempertahankan pendapat, pengakuan (teman, atasan, perusahaan), mendapat perhatian orang lain, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab, status, pengembangan, penghargaan, tantangan. Hasil uji validitas pada penelitian ini, untuk kelompok faktor hygiene terdiri dari 20 pernyataan dan 9 pernyataan dinyatakan tidak valid, kelompok faktor motivator terdiri dari 26 pernyataan dan 5 pernyataan tidak valid, kemudian untuk kelompok kinerja terdiri dari 15 pernyataan dan terdapat 3 pernyataan yang tidak valid. Sedangkan hasil uji reliabilitas disimpulkan bahwa pernyataan dalam penelitian ini adalah reliabel di atas 0,361. Hasil penelitian berdasarkan rataan skor, persepsi karyawan terhadap indikator motivasi secara umum berada pada kriteria setuju. Hal ini menandakan bahwa kondisi motivasi pada saat ini secara umum telah dirasakan oleh karyawan BMI Cabang Bogor. Sedangkan persepsi karyawan terhadap indikator kinerja secara umum berada pada kriteria Setuju artinya persepsi karyawan terhadap kinerja adalah tinggi sesuai dengan apa yang diharapkan karyawan. Dari hasil identifikasi faktor, maka dilakukan analisis faktor. Analisis faktor yang dilakukan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu faktor hygiene dan faktor motivator. Berdasarkan analisis faktor untuk faktor hygiene terbentuk 3 faktor yang mencakup 84,705 persen besarnya varian faktor baru yang terbentuk secara kumulatif. Masing-masing variasi nilai dari faktor hygiene adalah 1) hubungan dengan atasan (persen variasi: 46,759); 2) Fasilitas kerja (persen variasi: 23,887) dan kondisi fisik (persen variasi: 14,059). Sedangkan untuk analisis faktor motivator terbentuk tiga faktor utama dengan besar varian secara kumulatif adalah sebesar 66,912 persen dengan masing-masing varian nilai motivator adalah: pencapaian tujuan (persen variasi: 41,810). Penghargaan (persen variasi: 15,122), dan prestasi (persen variasi: 9,979). Hasil analisis regresi logistik ordinal untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari faktor motivasi terhadap kinerja karyawan BMI Cabang Bogor pada taraf nyata 5 persen, menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap indikator pencapaian tujuan dan penghargaan. Sedangkan terdapat empat faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap kinerja yaitu hubungan dengan atasan, fasilitas kerja, kondisi fisik, dan prestasi. Dari faktor motivasi yang berpengaruh nyata, maka upaya efektif yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah melakukan strategi informasi dan evaluasi kerja. Dari strategi yang dibentuk diharapkan dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan agar tercapai kinerja yang lebih baik.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Bank Muamalat, Motivasi, Kinerja, Regresi Logistik Ordinal, Analytical Hierarchy Process (AHP)
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 11 Apr 2014 03:46
Last Modified: 17 Oct 2014 08:34
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1841

Actions (login required)

View Item View Item