Kajian kemitraan untuk meningkatkan penerapan hasil enovasi perusahaan studi kasus di PT Liza Herbal International

Puspita, A.A.A Ratih (2009) Kajian kemitraan untuk meningkatkan penerapan hasil enovasi perusahaan studi kasus di PT Liza Herbal International. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R38-01-Ratih-Cover.pdf - Published Version

Download (330kB)
[img]
Preview
PDF
R38-02-Ratih-Abstract.pdf - Published Version

Download (316kB)
[img]
Preview
PDF
R38-03-Ratih-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (324kB)
[img]
Preview
PDF
R38-04-Ratih-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (324kB)
[img]
Preview
PDF
R38-05-Ratih-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (629kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Potensi alam Indonesia mendukung pengembangan industri obat dari bahan tumbuhan (produk herbal). Tercatat 30.000 jenis tumbuhan yang hidup di Indonesia dan hanya kurang dari 1.000 jenis yang diketahui berkhasiat sebagai obat. Dari 1.000 jenis tersebut hanya sekitar 300 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh industri jamu dan 50 spesies telah dibudidayakan secara komersial. Obat alami di Indonesia belum maju dalam hal mutu, penguasaan pasar dan industrinya. Hal tersebut disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi filosofi pengembangan obat asli Indonesia yang belum terbangun dan pola pengadaan bahan baku (agroindustri tanaman obat) yang belum berkembang, sehingga potensi yang ada belum tergarap dengan maksimal. Di lain pihak, kendala eksternal meliputi pesatnya perkembangan industri herbal di berbagai negara baik Asia maupun Eropa, yang berakibat membanjirnya produk luar negeri di pasar lokal dengan mutu dan kemasan yang lebih baik. Persaingan bisnis sangat kompetitif di era globalisasi saat ini, mengharuskan perusahaan untuk menemukan berbagai inovasi dalam menciptakan dan memberikan nilai tambah produk bagi pelanggan. PT. Liza Herbal International (LHI) adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri herbal dengan merek Dr.Liza. Perusahaan tersebut memfokuskan diri untuk mengembangkan produk dan jasa herbal. Keinginan untuk memperluas pasar menuntut perusahaan untuk mampu melakukan inovasi dalam penghadapi persaingan di industri herbal. Keberadaan perusahaan sebagai pendatang baru di industri herbal membutuhkan kemampuan Liza Herbal bersaing dengan produsen obat herbal yang lebih dahulu dikenal dan memiliki modal yang lebih besar. Upaya yang dapat dilakukannya adalah meningkatkan pelayanan dengan pelanggan dan mempererat kerjasama dengan pemasok. Mendukung hal tersebut, perlu dilakukan kajian terhadap kemitraan pada PT. LHI sebagai produsen herbal dengan pemasok dan pelanggan. Penelitian ini diharapkan memperoleh altenatif strategi kemitraan yang paling tepat bagi perusahaan dalam upaya meningkatkan penerapan hasil inovasi yang mampu meningkatkan daya saing perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menentukan faktor-faktor pendukung, sumber daya, produk, dan tujuan Liza Herbal bermitra dengan pemasok dan pelanggan (2) Menilai kepentingan relatif masing-masing elemen dalam bermitra dengan pemasok dan pelanggan dan, (3) Memberikan alternatif strategi pelaksanaan kemitraan dengan pemasok dan pelanggan yang dapat meningkatkan penerapan hasil inovasi dalam upaya meningkatkan daya saing perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan studi kasus karena mempelajari masalah yang terjadi di PT. Liza Herbal International, yaitu dengan mengidentifikasi kemitraaan yang ada antara perusahaan dengan pemasok dan pelanggan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari pengamatan atau observasi langsung kebijakan perusahaan dalam melakukan kemitraan dengan pemasok dan pelanggan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan wawancara dan pengisian kuesioner kepada pimpinan dan manajemen perusahaan yang bertanggung jawab terhadap pasokan atau input perusahaan dan divisi penjualan yang berhubungan dengan pelanggan. Teknik pengambilan contoh pada penelitian ini adalah purposive sampling terhadap 17 responden pakar, yakni dari manajemen perusahaan Liza Herbal International, mitra pemasok, pelanggan, pemerintah, peneliti, akademisi dan pengusaha herbal. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan alat analisis expert choice 2000 untuk menghasilkan strategi yang tepat untuk meningkatkan penerapan hasil inovasi perusahaan, berdasarkan hasil identifikasi faktor internal dan eksternal perusahaan dalam bermitra dengan pemasok dan pelanggan. Hasil kajian faktor pendukung kemitraan perusahaan dengan pemasok dan pelanggan meliputi berbagai elemen yang dikelompokkan sebagai elemen produk, meliputi mutu, daya guna, isi produk, higienitas, dan kontinuitas. Elemen Pemasaran meliputi distribusi, harga, cara penyerahan, cara pembayaran, lokasi transaksi, lokasi penyerahan, waktu transaksi, waktu penyerahan, alat transportasi, dan alat promosi. Elemen budaya/ etika, meliputi kepercayaan, tanggung jawab, dan pemenuhan komitmen. Elemen pelayanan meliputi kecepatan layanan, ketepatan layanan dan layanan purna-jual. Kajian elemen faktor pendukung kemitraan dengan pemasok erat kaitannya dengan keberadaan sisi pemasok yang berhubungan dengan sumber daya yang dibutuhkan seperti bahan baku, teknologi, bahan pendukung, modal, dan tenaga kerja. Di sisi pelanggan erat kaitannya dengan komoditas yang ditransaksikan dan dipasarkan dalam bentuk Kapsul, Teh Celup, Teh Tubruk, dan Minuman Tradisional. Berdasarkan hasil analisa dengan AHP, kepentingan relatif faktor pendukung aktifitas kemitraan perusahaan dengan pemasok adalah faktor yang terkait dengan elemen pemasaran dengan bobot (0,294), elemen produk dengan bobot (0,276), elemen pelayanan dengan nilai (0,264) dan elemen budaya/ etika dengan nilai (0,166) menempati prioritas terakhir terciptanya keberhasilan kemitraan perusahaan dengan pemasok di PT.LHI. Kepentingan relatif sumber daya kemitraan perusahaan dengan pemasok menunjukkan bahwa prioritas utama tingkat keberhasilan kemitraan antara perusahaan dengan pemasok ditentukan oleh bahan baku dengan nilai (0,295), prioritas kedua adalah modal dengan nilai (0,261), prioritas ketiga adalah teknologi dengan nilai (0,202), tenaga kerja merupakan faktor keempat yang mempengaruhi kemitraan dengan pemasok dengan nilai (0,147), dan faktor kelima adalah bahan penolong dengan nilai (0,098). Berdasarkan pengolahan data kemitraan perusahaan dengan pemasok dirumuskan tujuan utama dalam bermitra yaitu kesinambungan pasokan bahan baku dengan nilai 0,499, tujuan kedua yaitu memperoleh keuntungan dengan nilai 0,289, dan tujuan ketiga yaitu memberdayakan kemampuan petani dengan nilai 0,215. Adapun strategi untuk mencapai tujuan dalam upaya meningkatkan penerapan hasil inovasi perusahaan dengan pemasok adalah membudidayakan tanaman herbal dengan nilai 0,378, Membangun kemitraan strategis dengan petani herbal untuk memasok bahan baku langka merupakan alternatif kedua dengan nilai 0,284, memberikan pelatihan pada petani herbal dengan nilai 0,192, dan meningkatkan fasilitas litbang dan sarana produksi dengan nilai 0,146. Kepentingan relatif faktor pendukung aktivitas kemitraan perusahaan dengan pelanggan menunjukkan bahwa elemen pelayanan merupakan faktor utama terjadinya keberhasilan kemitraan antara perusahaan dengan pelanggan dengan nilai (0,296). Faktor kedua adalah elemen pemasaran dengan nilai (0,242). Faktor ketiga adalah elemen produk dengan nilai (0,236). Faktor terakhir yang mempengaruhi keberhasilan kemitraan dengan pelanggan adalah elemen budaya dengan nilai (0,225). Kepentingan relatif produk pendukung kemitraan perusahaan dengan pelanggan ditentukan oleh produk yang ditransaksikan berupa kapsul dengan nilai (0,472), prioritas kedua adalah minuman tradisional dengan nilai (0,244), prioritas produk ketiga adalah Teh Tubruk dengan nilai (0,157), sedangkan produk keempat yang mempengaruhi keberhasilan kemitraan antara perusahaan dengan pelanggan adalah teh celup dengan nilai (0,125). Berdasarkan pengolahan data dirumuskan tujuan perusahaan bermitra dengan pelanggan adalah menjaga kontinuitas penjualan dengan nilai 0,462, meningkatkan keuntungan dengan nilai 0,291 dan mensosialisasikan produk herbal dengan nilai 0,245. Pengolahan data dengan AHP menunjukkan strategi bermitra dengan pelanggan adalah memperluas pangsa pasar dengan nilai 0,329, menambah jenis dan variasi produk dengan nilai 0,316, meningkatkan promosi dan layanan purna jual dengan nilai 0,203, dan memperluas segmen pasar dengan nilai 0,152 merupakan strategi yang dapat diupayakan PT.LHI untuk meningkatkan penerapan hasil inovasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, faktor pendukung kemitraan dengan pemasok dan pelanggan adalah elemen produk, elemen pemasaran, elemen pelayanan, dan elemen budaya. Sumber daya yang dibutuhkan dalam bermitra dengan pemasok, adalah bahan baku, modal, teknologi, tenaga kerja, dan bahan pendukung sedangkan sumber daya yang dibutuhkan dalam bermitra dengan pelanggan adalah produk yang dipasarkan berupa kapsul, minuman tradisional, teh tubruk, dan teh celup. Tujuan bermitra dengan pemasok adalah menjaga kesinambungan pasokan bahan baku, memperoleh keuntungan, dan memberdayakan petani herbal. Di lain pihak, tujuan bermitra dengan pelanggan adalah menjaga kesinambungan penjualan, meningkatkan keuntungan, dan mensosialisasikan herbal. Kepentingan relatif bermitra dengan pemasok dalam hal faktor pendukung adalah elemen pemasaran sedangkan bermitra dengan pelanggan adalah elemen pelayanan. Kepentingan relatif sumber daya yang dibutuhkan dalam bermitra dengan pemasok adalah bahan baku sedangkan sumber daya yang dibutuhkan dalam bermitra dengan pelanggan adalah produk yang dipasarkan berupa kapsul. Kepentingan relatif tujuan bermitra dengan pemasok adalah menjaga kesinambungan pasokan bahan baku sedangkan bermitra dengan pelanggan menjaga kesinambungan penjualan. Alternatif strategi bermitra dengan pemasok adalah membudidayakan tanaman herbal langka, membentuk kemitraan strategis dengan petani herbal, memberikan pelatihan pada petani herbal dan meningkatkan fasilitas litbang dan sarana produksi. Alternatif strategi bermitra dengan pelanggan adalah memperluas jaringan pemasaran, menambah jenis dan variasi produk, meningkatkan promosi dan layanan purna jual dan memperluas segmen pasar yang dituju.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kemitraan, Pemasok, Pelanggan, PT. Liza Herbal International, Analytical Hierarchy Process (AHP), Analisis SWOT
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 16 Apr 2014 07:21
Last Modified: 09 Oct 2014 06:00
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1859

Actions (login required)

View Item View Item