Perencanaan strategik produk hortikultura di agribusiness development center

Ramadini, Fadila (2014) Perencanaan strategik produk hortikultura di agribusiness development center. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R45-01-Fadila-Cover.pdf - Published Version

Download (654kB)
[img]
Preview
Text
R45-02-Fadila-Summary.pdf - Published Version

Download (321kB)
[img]
Preview
Text
R45-03-Fadila-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (314kB)
[img]
Preview
Text
R45-05-Fadila-pendahuluan.pdf - Published Version

Download (394kB)
[img]
Preview
Text
R45-06-Fadila-Daftarpustaka.pdf - Published Version

Download (336kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Hortikultura merupakan salah satu sub sektor dalam sektor pertanian yang berpotensi untuk dikembangkan karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Komoditas yang termasuk dalam produk hortikultura adalah tanaman hias, buah-buahan, sayuran dan tanaman obat. Saat ini permintaan akan produk hortikultura terutama sayuran segar semakin meningkat berdasarkan data yang dipublikasi oleh Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) (2013), tingkat konsumsi sayur dan buah penduduk Indonesia tahun 2005 sebesar 60.50 kg perkapita per tahun, tahun 2008 sebesar 71.38 kg per kapita per tahun dan tahun 2011 sebesar 145.44 kg per kapita per tahun. Namun jumlah ini masih dibawah standar yang disarankan oleh Organisasi Pangan Sedunia FAO yaitu sebesar 73 kg perkapita. Dalam membeli sayuran segar, masyarakat saat ini semakin peduli pada mutu sayuran itu sendiri. Menurut Poerwanto (2008) tuntutan konsumen terhadap produk hortikultura semakin meningkat, baik dari segi kualitas, kuantitas, nilai gizi, dan keamanan. Oleh karena itu produk hortikultura harus memiliki syarat: (1) Aman, bebas dari cemaran, racun, pestisida, dan mikroba berbahaya bagi kesehatan. (2) Mempunyai nilai gizi tinggi dan mengandung zat-zat yang berkhasiat untuk meningkatkan kesehatan, mutunya tinggi (tidak sekedar enak tetapi mempunyai kriteria mutu yang baik). (3) Diproduksi dengan cara-cara yang tidak menurunkan mutu lingkungan. (4) Diproduksi dengan memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan petani dan pekerja tani, (5) Konsumen menuntut adanya tracebility sehingga meyakinkan terpenuhinya syarat-syarat tersebut. Agribusiness Development Centre (ADC) merupakan suatu organisasi hasil kerjasama antara Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Taiwan International Cooperation and Development Fund (ICDF). Kerjasama ini mulai pada tahun 2007 dan berakhir pada tahun 2014, bertujuan agar melalui organisasi dapat dicapai produk hortikultura yang memenuhi syarat keinginan konsumen. Petani hortikultutra di Indonesia pada umumnya hanya tamat SD berdasarkan data yang dipublikasi oleh BPS (2006) 77% petani Indonesia hanya tamat SD. Hal ini menyebabkan petani sangat tergantung terhadap benih, teknologi, modal, dan ketiadaan akses terhadap sumber daya, petani juga mengalami kesulitan untuk mengadopsi inovasi teknologi yang dikembangkan. Faktor penghambat lainnya adalah kurangnya pengetahuan petani mengenai keadaan dan perkembangan pasar. Persoalan yang sering muncul adalah pemasaran yang tidak efisien. Petani tidak mengetahui mengenai keadaan dan perkembangan pasar dan jenis komoditas yang diinginkan oleh konsumen. Saat ini ADC menerima subsidi dari Taiwan ICDF berupa benih, biaya operasional, sarana dan prasarana yang ada di ADC. Pada tahun 2014 mendatang ADC tidak akan menerima subsidi dari Taiwan. ADC harus mampu konsisten pada mutu produk, dan tetap sebagai organisasi yang mendukung petani hortikultura setempat. Oleh sebab itu diperlukan suatu perencanaan strategik yang tepat agar ADC dapat bertahan dan menjalankan organisasi sesuai dengan tujuan didirikannya ADC. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem produksi dan distribusi produk hortikultura yang telah dilakukan oleh ADC, menganalisis faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman) yang dihadapi ADC dalam upaya menghadapi lepas subsidi dari ICDF Taiwan, memberikan rekomendasi tentang perencanaan strategik pemasaran yang tepat bagi ADC. Penelitian telah dilakukan pada bulan Juli 2013 hingga Agustus 2013, di Agribusiness Development Center. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif dengan jenis pendekatan studi kasus, yang dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner. Pengambilan contoh menggunakan teknik non probability sampling, yaitu teknik yang tidak memberikan peluang atau kesempatan sama bagi setiap anggota populasi. Responden ditentukan secara sengaja (purposive sampling), teknik penentuan contoh dengan pertimbangan tertentu (Sangaji dan Sopiah 2010). Berdasarkan kriteria tersebut terpilih 6 orang responden. Penelitian ini menggunakan analisis faktor strategis internal (kekuatan dan kelemahan), dan analisis faktor eksternal (peluang dan ancaman). Analisis matriks IE, analisis SWOT, dan analisis QSPM. Hasil dari penelitian ini adalah sistem produksi di ADC terdiri dari kuota tanam, pengawasan oleh pembina, panen dan penanganan pasca panen, grading dan pengemasan. Sistem distribusi ADC terdiri dari survey pasar, mendatangi pasar, kunjungan dari pihak supermarket, dan negosiasi. Identifikasi faktor internal menghasilkan lima kekuatan yang dimiliki ADC yaitu; produk unik dan bermutu, pembina dan petani yang handal, memiliki sertifikat produk organik, memiliki packing house dan storage, dan komitmen manajemen yang tinggi. Sedangkan kelemahan yang dimiliki oleh ADC yaitu; produksi belum stabil, belum memiliki SIUP dan NPWP, kegiatan promosi masih kurang, dan letak lahan berjauhan. Sedangkan identifikasi faktor eksternal menghasilkan lima peluang yang dihadapi ADC yaitu; pasar dalam negeri besar, dukungan pemerintah, perubahan gaya hidup masyarakat, loyalitas konsumen, dan citra produk yang baik. Sedangkan ancaman yang dihadapi oleh ADC yaitu; kondisi ekonomi yang tidak stabil, kondisi iklim cuaca yang tidak menentu, keberadaan usaha sejenis. Perhitungan bobot dan rating pada faktor internal dan eksternal ADC menghasilkan nilai IFE ADC 2,82, dan nilai EFE ADC 3,01. Nilai tersebut berada pada kuadran II matriks Internal Eksternal. Analisis SWOT menghasilkan lima strategi alternatif stategi yaitu, startegi S-O 1) memperluas pasar di Jabodetabek, 2) meningkatkan kapasitas produksi produk organik, strategi W-O meningkatkan kegiatan promosi, strategi W-T bekerjasama dengan lembaga penelitian dan strategi S-T menambah saluran distribusi dan pemasaran baru. Analisis QSPM menunjukkan urutan prioritas strategi 1) memperluas pasar di jabodetabek dengan nilai STAS 6,497, 2) meningkatkan produksi produk organik dengan nilai STAS 6, 304, 3) strategi bekerjasama dengan lembaga penelitian dengan nilai STAS 6,272, strategi meningkatkan kegiatan promosi dengan nilai STAS 6,110, dan strategi menambah saluran distribusi dan pemasaran baru dengan nilai STAS 6,022.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 29(45)Fad p
Uncontrolled Keywords: Manajemen Rantai Pasokan, Analisis SWOT, Analisis QSPM supply chain management, SWOT analysis, QSPM analysis,
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 24 Apr 2014 06:38
Last Modified: 19 Nov 2019 08:22
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1864

Actions (login required)

View Item View Item