Strategi pengembangan pertanian kota (urban agriculture) di kota tenggerang selatan

Maharisi, Sodak (2014) Strategi pengembangan pertanian kota (urban agriculture) di kota tenggerang selatan. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R46-01-Sodak-Cover.pdf - Published Version

Download (420kB)
[img]
Preview
Text
R46-02-Sodak-Summary.pdf - Published Version

Download (470kB)
[img]
Preview
Text
R46-03-Sodak-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (398kB)
[img]
Preview
Text
R46-05-Sodak-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (570kB)
[img]
Preview
Text
R46-06-Sodak-Daftarpustaka.pdf - Published Version

Download (559kB)
[img]
Preview
Text
R46-04-Sodak-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (471kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Kota Tangerang Selatan merupakan daerah otonom baru yang sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. Terletak di bagian timur Provinsi Banten dan berada dalam posisi yang strategis karena terletak pada poros wilayah Jabodetabek dan merupakan daerah penyangga Ibu Kota DKI Jakarta. Sebagai wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk yang tinggi, sektor pertanian memberikan kontribusi yang sangat kecil terhadap perekonomian Kota Tangerang Selatan. Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kota Tangerang Selatan tahun 2011 sebesar 0,86% berdasarkan harga berlaku dan 0,96% berdasarkan harga konstan tahun 2000. Lahan yang digunakan untuk kegiatan di sektor pertanian hanya seluas 2.794,41 ha (18,99%) berupa sawah, ladang dan kebun serta 137,43 (0,93%) berupa situ dan danau/tambak/kolam. Penggunaan lahan terbesar di Kota Tangerang Selatan adalah untuk perumahan dan pemukiman yaitu 9.941,41 ha (67,54%). Dengan karakteristik wilayah daerah perkotaan sektor pertanian dapat lebih diarahkan kepada pengembangan pertanian kota sesuai dengan karakteristik wilayahnya. Berbagai Dokumen perencanaan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (RTRW, RPJPD, RPJMD dan Renstra Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan) telah menggambarkan secara umum strategi pembangunan di Kota Tangerang Selatan namun belum secara spesifik menggambarkan strategi pengembangan pertanian kota dalam jangka menengah dan jangka panjang sesuai dengan karakteristik wilayah dan bagaimana cara mencapainya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan rumusan visi, misi, tujuan dan sasaran pengembangan pertanian kota di Kota Tangerang Selatan sesuai dengan karakteristik wilayahnya, (2) menghasilkan evaluasi lingkungan eksternal dan internal yang mempengaruhi pengembangan pertanian kota di Kota Tangerang Selatan dan (3) menghasilkan alternatif strategi pengembangan pertanian kota di Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Metode Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis), perbandingan berpasangan (paired comparison), evaluasi faktor eksternal dan internal, analisis matriks IE dan kartu skor berimbang (balanced scorecard). Berdasarkan analisis terhadap harapan stakeholder, wawasan masa depan pertanian kota dan studi literatur, pengembangan pertanian kota di Kota Tangerang Selatan lebih ditujukan bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang Selatan (perspektif ekonomi). Sebagai rumusan visi pengembangan pertanian kota di Kota Tangerang Selatan adalah "Pertanian Kota Yang Mensejahterakan Masyarakat Kota Tangerang Selatan". Sedangkan rumusan misinya "Meningkatkan Kontribusi Pertanian Kota Bagi Perekonomian Kota Tangerang Selatan Melalui Penyelenggaraan Regulasi dan Fasilitasi". Hasil evaluasi faktor eksternal menunjukkan kualitas SDM masyarakat pertanian kota memiliki bobot yang paling tinggi yaitu 0,126 atau paling penting untuk ditangani. Sedangkan konvergensi sektor pertanian dengan sektor lainnya (bobot 0,084) merupakan peluang yang dianggap paling tidak penting. Rating terhadap ancaman kualitas SDM masyarakat pertanian kota memiliki nilai paling tinggi (2,3) atau paling mampu untuk ditangani. Sedangkan faktor adanya budaya pertanian di masyarakat memiliki nilai paling rendah (1,8) atau paling tidak mampu untuk dimanfaatkan. Nilai EFE menunjukan angka sebesar 2,060. Kemampuan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam memanfaatkan berbagai peluang dan menangani berbagai ancaman hanya rata-rata. Hasil evaluasi faktor internal menunjukkan komitmen kepala daerah sebagai kekuatan diangap paling penting (bobot 0,179). Sedangkan ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung pertanian kota sebagai faktor kelemahan dianggap paling kurang penting (bobot 0,104) untuk ditangani. Faktor internal komitmen kepala daerah merupakan kekuatan utama (rating 3,8). Sedangkan ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung pertanian kota merupakan kelemahan utama (rating 1,2). Nilai total hasil perkalian bobot dan rating sebesar 2,741 menunjukan bahwa kekuatan internal Pemerintah Kota Tangerang Selatan termasuk kategori rata-rata dalam mengembangkan pertanian kota di daerahnya. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap faktor-faktor internal dan eksternal dengan nilai IFE 2,741 pada sumbu X dan nilai EFE 2,060 pada sumbu Y, posisi pengembangan pertanian kota di Kota Tangerang Selatan berada pada sel V. Hal ini menunjukan posisi internal Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan kemampuannya dalam merespon faktor-faktor eksternal dalam pengembangan pertanian kota di Kota Tangerang selatan adalah rata-rata. Strategi paling baik adalah dengan mengendalikan strategi-strategi hold and maintain, dimana strategi-strategi yang umum dipakai adalah strategi market penetration dan product development (David 2011). Strategi-strategi hold and maintain ditafsirkan sebagai strategi-strategi untuk tetap melaksanakan program dan kegiatan yang selama ini telah berlangsung namun tetap diupayakan peningkatan efektifitas dan efisiensinya. Pelaksanaan program dan kegiatan lebih difokuskan kepada pengembangan komoditas atau produk yang bernilai ekonomis tinggi. Strategi market penetration dapat ditafsirkan sebagai strategi memperbanyak pelayanan atau memfasilitasi pengembangan pertanian kota kepada masyarakat Kota Tangerang Selatan. Strategi product development dapat ditafsirkan sebagai upaya dalam menciptakan jenis layanan lainnya yang belum dilaksanakan. Hasil analisis lingkungan eksternal dan internal juga dapat menggambarkan pada faktor eksternal dan internal apa Pemerintah Kota Tangerang Selatan fokus dalam memanfaatkan peluang dan kekuatan atau menangani ancaman atau kelemahan. Dalam hal ini kekuatan dukungan anggaran dan komitmen kepala daerah dipilih sebagai fokus dalam perumusan strategi. Strategi-strategi yang dapat diterapkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam mengembangkan pertanian kota adalah (1) meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan dari berbagai program dan kegiatan, (2) melibatkan lebih banyak masyarakat dalam kegiatan pertanian kota, (3) meningkatkan kualitas sumberdaya manusia petani atau pelaku usaha pertanian, (4) fokus terhadap kegiatan atau pengembangan komoditas pertanian kota yang menghasilkan manfaat ekonomis tinggi dan (5) menyusun regulasi terkait pertanian kota.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 23(46)Mah s
Uncontrolled Keywords: Kota Tangerang Selatan, sektor publik, perencanaan straregik, pertanian kota, matriks IE, balanced scorecard South Tangerang City, public sector, strategic planning, urban agriculture, IE matrix, balanced scorecard
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 03 May 2014 03:50
Last Modified: 27 Nov 2019 02:46
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1869

Actions (login required)

View Item View Item