Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai ekspor udang dan iklan ke eropa

Anindya, Fariza (2013) Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai ekspor udang dan iklan ke eropa. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R46-01-Fariza-Cover.pdf - Published Version

Download (330kB)
[img]
Preview
Text
R46-02-Fariza-Abstrak.pdf - Published Version

Download (321kB)
[img]
Preview
Text
R46-03-Fariza-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (313kB)
[img]
Preview
Text
R46-04-Fariza-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (317kB)
[img]
Preview
Text
R46-05-Fariza-BabIPendahuluan.pdf - Published Version

Download (445kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (811kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Pertengahan tahun 2008 merupakan awal terjadinya perubahan ekonomi di seluruh dunia. Krisis ini terjadi pada saat terjadinya subprime mortgage di Amerika Serikat yang merupakan awal terjadinya krisis keuangan dunia atau Global Crisis Financial (GFC). Krisis global menghadapi tekanan yang berat dari krisis keuangan Eropa setelah krisis keuangan Amerika Serikat pada pertengahan tahun 2008. Krisis keuangan berawal dari defisit anggaran pemerintah yang semakin besar di Negara kawasan Eropa terutama Negara-negara lapisan pertama yaitu Yunani, Irlandia, dan Portugal. Sementara itu lebarnya defisit anggaran pemerintah dibarengi dengan rasio hutang per PDB yang menyebabkan kemampuan memperoleh pembiayaan defisit terbatas. Tidak berfungsinya kebijakan moneter dalam kawasan Euro, terbatasnya ruang gerak fiskal, serta tidak terlihatnya upaya pemulihan, mendorong perlambatan bahkan penurunan perekonomian pada beberapa Negara kawasan Eropa. Kedalaman krisis keuangan Eropa yang menjadi krisis global dikhawatirkan akan memberi dampak negatif yang besar terhadap perekonomian Indonesia. Hingga saat ini, perekonomian Indonesia masih terjaga meskipun mengalami sedikit gejolak pada sektor finasial. Kedalaman krisis pada jangka waktu pendek diperkirakan mendorong aliran modal keluar besar-besaran terkait dengan ketidakpercayaan pada sistem finansial dunia. Krisis yang menyebabkan perlambatan perekonomian di benua tersebut memungkinkan akan mengakibatkan beberapa eksportir Indonesia mengalami guncangan terhadap keuangan mereka karena permintaan akan komoditas Udang ataupun Tuna menurun. Oleh karena itu, krisis yang melanda di Eropa berkepanjangan dikhawatirkan dapat mempengaruhi keadaan perekonomian di Indonesia. Berdasarkan latar belakang tersebut maka dirumuskan masalah apakah krisis Eropa mempengaruhi ekspor Udang dan Tuna Indonesia ke Eropa? Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi nilai ekspor Udang dan Tuna Indonesia ke Eropa? Apa implikasi dari informasi yang dihasilkan bagi produsen (eksportir)? Penelitian ini bertujuan membandingkan Ekspor ke Eropa sebelum dan sesudah krisis, mendeskripsikan faktor-faktor yang terkait dengan nilai ekspor Udang dan Tuna dan merumuskan masukkan strategi untuk produsen (eksportir) dalam antisipasi krisis. Penelitian ini akan difokuskan kepada nilai ekspor ekspor ke Eropa dari komoditas non-migas pada sektor perikanan dengan komoditi Udang dan Ikan yang menjadi tujuan Ekspor Indonesia ke beberapa Negara di Eropa dan beberapa perusahaan yang bergerak pada ekspor udang beku dan ikan beku. Penelitian ini dibatasi pada aliran perdagangan (ekspor), kemudian mengkaji perkembangan pasar ekspor Indonesia ke beberapa Negara Eropa yang konsisten, setelah itu menelaah faktor-faktor yang mempengaruhi aliran perdagangan Indonesia yang indikasinya terpengaruh terhadap krisis Eropa yang terjadi dan mengimplikasi pada kebijakan yang akan diterapkan secara umum. Dalam menghadapi krisis keuangan ini, pemerintah-pemerintah di Eropa memberikan pasokan fiskal untuk merangsang ekonomi dan mengatasi bank-bank yang ambruk. Walau begitu, hingga sekarang krisis keuangan di Eropa masih belum bisa diatasi justru semakin memburuk. Penyebabnya terutama karena mengalami kesulitan koordinasi di antara anggotanya. Di satu sisi, Eropa telah mengadopsi satu mata uang bersama, namun di sisi lain, setiap anggota memiliki kepentingan dan tidak mengelola keuangan dengan semangat kebersamaan.(Tambunan, 2011). Padahal Eropa merupakan salah satu benua tujuan ekspor Indonesia yang memiliki pangsa pasar 9,3% namun mengalami penurunan pertumbuhan per tahunnya sebesar 7,2%.Penurunan nilai ekspor sebagai akibat dari perlambatan ekonomi di beberapa negara di benua Eropa sehingga mempengaruhi nilai ekspor Indonesia. Ekspor Indonesia dibagi menjadi dua yaitu ekspor migas dan non migas. Ekspor Indonesia ke benua Eropa atau beberapa benua lain lebih didominasi dengan ekspor non-migas karena kontribusi ekspor non migas sebesar 6,73% Lokasi penelitian merupakan studi data pada kementrian perdagangan maupun badan pusat statistik yang dilaksanakan diJakarta dan Bogor. Penelitian ini dilaksanakan November 2012-Januari 2013.Jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data sekunder runtun waktu (time series) yaitu data tahunan mulai tahun 2000 hingga 2011.Penelitian ini komoditas udang mencakup 12 negara di Eropa yang konsisten dan untuk komoditi ikan mencakup 10 negara di Eropa yang konsisiten. Data Primer didapat melalui wawancara dengan kepala bagian Marketing ExplorePT. CP Prima dan PT S&D Food Indonesia. Data Sekunder didapat melalui Kementrian Perdagangan, Kementrian Industri, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Bank Indonesia, OECD, UN Comtrade, World Bankdan Badan Pusat Statistik. Krisis memiliki pengaruh terhadap nilai ekspor udang dan ikan beku ke Eropa, sehingga nilai ekspor menjadi menurun dibandingkan sebelum krisis. Namun penurunan nilai ini tidak terlalu signifikan, karena faktor permintaan dari negara-negara di Eropa masih cenderung stabil. Faktor-faktor yang signifikan terhadap nilai ekspor udang beku Indonesia adalah jarak, nilai tukar, jumlah penduduk (populasi), dan harga. Faktor-faktor yang signifikan terhadap nilai tukar ikan beku adalah GDP negara lain, nilai tukar, krisis, harga dan kebijakan Eropa. Strategi yang diperlukan untuk produsen adalah memperhatikan keadaan makroekonomi seperti nilai tukar dan event (krisis) yang terjadi pada negara pengimpor sehingga produsen (perusahaan) dapat menentukkan harga yang akan ditawarkan dan volume permintaan untuk meminimalisir kerugian perusahaan. Produsen (perusahaan) juga dapat melakukan diversifikasi pasar (negara tujuan ekspor) yang akan menajdi tujuan ekspor perusahaan seperti ke negara yang lebih stabil terhadap guncangan krisis atau ke benua lain seperti Afrika yang perekonomiannya sedang tumbuh dan juga perusahaan dapat menciptakan hubungan dagang baru ke beberapa negara yang ekonominya sedang tumbuh.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Nilai Ekspor, Udang Beku, Ikan Beku, Eropa, Model Gravitasi,Metode Panel Data Value Exports, Frozen Shrimp, Frozen Fish, Europe, Gravity Model, Panel Data Methods
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 10 May 2014 07:38
Last Modified: 28 Nov 2019 08:23
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1880

Actions (login required)

View Item View Item