Strategi pengembangan perusahaan panas bumi berbasis sumber daya (studi kasus di pt pln geothermal)

El Fandari, Andiesta (2014) Strategi pengembangan perusahaan panas bumi berbasis sumber daya (studi kasus di pt pln geothermal). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E39-01-Andiesta-Cover.pdf - Published Version

Download (170kB)
[img]
Preview
Text
E39-02-Andiesta-Summary.pdf - Published Version

Download (167kB)
[img]
Preview
Text
E39-03-Andiesta-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (166kB)
[img]
Preview
Text
E39-04-Andiesta-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (175kB)
[img]
Preview
Text
E39-05-Andiesta-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (457kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Keberlangsungan berbagai macam bentuk aktivitas dalam masyarakat serta sektor industri nasional sangat tergantung pada tersedianya energi listrik. Hal ini menyebabkan ketergantungan ketersediaan energi listrik semakin hari semakin meningkat. Sejalan dengan UU no.30 tahun 2007 tentang energi, maka keamanan dan keberlanjutan pasokan energi domestik menjadi sesuatu yang perlu diupayakan secara sinergis antara pemerintah, pihak swasta dan masyarakat. Upaya mengatasi krisis penyediaan energi dan menghindari dampak kerusakan lingkungan hidup akibat global warming perlu dilakukan melalui ketersediaan sumber energi alternatif yang baru dan terbarukan dan ramah lingkungan. Melalui Perpres No 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, pemerintah telah berupaya menyusun strategi pengelolaan energi nasional 2006-2025, yang menyebutkan bahwa pasokan energi nasional harus dipenuhi 17% dari energi terbarukan. Menurut laporan yang dikeluarkan oleh WWF pada tahun 2012 dengan judul “Igniting the Ring of Fire: A Vision for Developing Indonesia’s Geothermal Power” Indonesia memiliki potensi energi panas bumi terbesar di dunia, dengan setidaknya 29 Giga Watt total potensi panas bumi, walaupun yang dimanfaatkan sekitar 1,2 Giga Watt. Kebijakan Energi Nasional telah menargetkan agar panas bumi dapat menyokong 5% bauran energi nasional pada tahun 2025, namun hingga saat ini energi panas bumi baru berkontribusi 1% yang menunjukkan perkembangannya lambat. PT. PLN Geothermal yang disingkat dengan PLN-G, merupakan anak perusahaan dari PT. PLN (Persero) yaitu sebuah perusahaan milik negara yang melakukan kegiatan usaha kelistrikan di Indonesia. PLN-G dituntut untuk menjadi penentu harga dalam bisnis pengembangan energi panas bumi di Indonesia, dan mengurangi biaya produksi listrik lokal dari bahan bakar fosil. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji pengembangan energi panas bumi di Indonesia saat ini, (2) mengidentifikasi keunggul an persaingan PLN-G secara berkelanjutan, (3) menyusun alternatif strategi yang tepat untuk meningkatkan keunggulan persaingan perusahaan pengembang panas bumi di PLN-G dan (4) menentukan prioritas strategi dalam upaya peningkatan keunggulan bersaing perusahaan pengembang panas bumi di PLN-G. Penelitian telah dilaksanakan di PT PLN-G pada bulan Februari sampai dengan Oktober 2013 dengan metode deskriptif dan menggunakan data primer maupun data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner dan in depth interview sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka berbagai sumber yang relevan. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan pendekatan konsep-konsep manajemen strategi yang diperoleh dari literatur ilmiah, pendapat ahli, dan pengalaman empirik praktisi dalam manajemen strategis. Analisa deskriptif dilakukan untuk menganalisis kondisi pengusahaan panas bumi di Indonesia dan di PLN-G saat ini. Selanjutnya dilakukan analisis sumber daya yang dimiliki PLN-G dengan pendekatan VRINE,serta analisis faktor-faktor dan tujuan strategis di dalam matriks SWOT, sehingga menghasilkan alternatif strategi. Selanjutnya dilakukan AHP-SWOT dengan memprioritaskan faktor-faktor, tujuan strategis serta alternatif strategis yang telah diperoleh. Hasil analisa deskriptif untuk kondisi pengembangan panas bumi yang ada di Indonesia menjelaskan bahwa pemanfaatan sumber daya energi terbarukan terutama panas bumi di Indonesia cukup besar, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Kegiatan pengusahaan panas bumi di PLN-G masih sebatas jasa operation dan maintenance serta field management. Dari laporan arus kas selama 3 tahun berturut-turut (2011, 2010 dan 2009) dapat diketahui bahwa kas dari aktivitas operasi yang dilakukan PLN-G belum mampu membiayai pembangunan power plant PLTP. Jika diasumsikan dengan kondisi tetap, yaitu terbatasnya pendapatan yang diperoleh PLN-G hanya dari aktivitas operasi, maka diperlukan waktu yang sangat lama untuk menyediakan dana bagi PLN-G. Dari hasil analisis VRINE yang dilakukan atas sumber daya yang dimiliki PLN-G yaitu sumber daya manusia, finansial, reputasi, teknologi dan organisasi diketahui bahwa sumber daya yang dimiliki PLN-G masih belum mampu meraih keunggulan bersaing. Dari hasil pengolahan data yang sesuai dengan penilaian dari responden pakar, dapat dikatakan bahwa prioritas strategi pertama adalah bermitra dengan perusahaan lain yang lebih berpengalaman dalam pengembangan panas bumi secara terintegrasi dari hulu ke hilir dengan bobot sebesar 0.302; strategi kedua adalah membangun sistem manajemen SDM secara bertahap dengan mengacu kepada sistem yang sudah berjalan di anak perusahaan lainnya (0.254); strategi prioritas ketiga adalah meningkatkan kompetensi dan sumber daya yang tersedia untuk memenangkan proses pelelangan dan melaksanakan kegiatan pengembangan panas bumi dari hulu ke hilir (0.168); strategi prioritas keempat adalah mengajukan perkiraan pembiayaan dengan mekanisme pinjaman lunak dan shareholder loan (SHL) kepada PLN (0.134); strategi prioritas kelima adalah melaksanakan kontrak integrated project management untuk pekerjaan pengeboran (0.90); dan strategi keenam adalah bekerja sama dengan API untuk menyiapkan masukan dan usulan kepada Pemerintah terkait dengan aspek non teknis dan teknis yang dapat menggagalkan pengeboran eksplorasi (0.052). Dari hasil pengolahan AHP-SWOT, diperoleh informasi bahwa langkah awal untuk meningkatkan keunggulan bersaing di PLN-G sebagai prioritas strategi utama adalah bermitra dengan perusahaan lain yang lebih berpengalaman dalam pengembangan panas bumi secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 10(E39)Elf s
Uncontrolled Keywords: keunggulan bersaing, panas bumi, perusahaan pengembang panas bumi, competitive advantage, geothermal, geothermal developing company
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 12 May 2014 06:58
Last Modified: 13 Nov 2019 08:09
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1881

Actions (login required)

View Item View Item