Analisis hubungan price earning ratio terhadap nilai perusahaan pada pt.karya perkasa indonesia

Wibowo, Rudianto Sarwo (2013) Analisis hubungan price earning ratio terhadap nilai perusahaan pada pt.karya perkasa indonesia. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E37-01-Rudianto-Cover.pdf - Published Version

Download (607kB)
[img]
Preview
Text
E37-02-Rudianto-Summary.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
E37-03-Rudianto-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
E37-04-Rudianto-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (586kB)
[img]
Preview
Text
E37-05-Rudianto-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (827kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Studi kasus dalam tesis ini dilakukan pada sebuah perusahaan swasta nasional serta menjalankan usahanya sebagai pengembang perumahan residensial. Perusahaan memiliki izin pembangunan perumahan dari Kota Depok seluas lebih kurang 50 Ha. Penelitian ini akan mencoba untuk melakukan penilaian atas tingkat solvabilitas perusahaan serta mengetahui hubungan laba dan ekuitas perusahaan dengan nilai perusahaan pada tahun 2008-2011. Penelitian sebelumnya telah dilakukan oleh Mahmood, Affandi, Baharuddin, Mohamad, Shamsudin (2011) terkait dengan faktor struktur modal optimal pada perusahaan properti yang terdaftar di Bursa Efek Malaysia. Hasil penelitian menjelaskan bahwa perusahaan pengembang menggunakan pinjaman eksternal dalam melakukan dukungan untuk melaksanakan investasi properti. Studi ini juga menjelaskan bahwa faktor profitabilitas memberikan dukungan atas aspek perolehan hutang. Ukuran perusahaan dan tingkat pertumbuhan penjualan bukan merupakan faktor yang mendukung struktur modal pengembang properti. Selanjutnya penelitian yang dilaksanakan oleh Rub (2012), telah mempelajari hubungan antara struktur modal dan kinerja perusahaan pada sejumlah perusahaan yang terdaftar di Pasar Modal Palestina. Studi ini mengukur kinerja perusahaan dengan menggunakan variabel ROE, ROA, EPS, nilai pasar ekuitas, nilai buku dari ekuitas dan Tobin Q. Variabel laba dan ekuitas yang digunakan dalam jangka pendek adalah rasio hutang terhadap total aktiva, rasio hutang jangka panjang terhadap jumlah aktiva, rasio total hutang terhadap total aktiva dan rasio total hutang terhadap total equity. Studi ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan positif antara kinerja perusahaan dan struktur modal melalui pendekatan akuntansi dan pendekatan nilai pasar. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara struktur modal dengan total hutang terhadap jumlah aktiva kecuali nilai pasar ekuitas. Rasio nilai buku dari ekuitas memiliki hubungan yang kuat dengan total hutang terhadap total aktiva serta dengan total hutang jangka pendek terhadap jumlah aktiva. Penelitian oleh Zen (2009) berkaitan dengan Earning Per Share, Nilai Buku, Economic Value Added dan Harga Saham beberapa perusahaan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, mendapatkan temuan bahwa hanya Book Value atau nilai buku yang memiliki hubungan signifikan dengan harga saham atau berbagai tingkatan harga. Aspek EPS dan EVA ditemukan memiliki hubungan yang signifikan dengan harga saham. Canh dan Cuong (2012) telah melakukan studi tentang hubungan nilai perusahaan dengan struktur modal perusahaan pada perusahaan pengolahan hasil laut yang terdaftar di Bursa Saham Vietnam. Penelitian dengan menggunakan ROE sebagai aspek ukuran nilai perusahaan dan Rasio Utang sebagai ukuran struktur modal. Hasil studi empiris yang menyatakan jika koefisien rasio utang mencapai besaran 59.27% atau kurang maka akan berdampak pada peningkatan nilai perusahaan. Selanjutnya, jika koefisien rasio utang di kisaran diatas 59.27% maka akan berdampak pada penurunan nilai perusahaan. Penelitian ini juga memastikan bahwa rasio struktur modal yang optimal dengan koefisien tingkat hutang perusahaan tidak melebihi jumlah 59,27%. Qodriyah (2012) melakukan penelitian tentang peran pendapatan dan arus kas dari kinerja perusahaan dalam kaitannya dengan siklus hidup perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan mempelajari beberapa perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keuntungan dapat digunakan dalam mengukur kinerja perusahaan pada awal tahap operasional sedangkan arus kas perusahaan sebagai ukuran kinerja perusahaan ketika perusahaan sedang dalam tahap pertumbuhan. Ukuran kinerja untuk tahap kedewasaan perusahaan adalah kombinasi dari laba dan arus kas. Analisis deskriptif atas aspek solvabilitas perusahaan menjelaskan bahwa tingkat struktur modal pada periode 2008 - 2011 dari Debt to Asset Ratio adalah rata-rata 54% per tahun yang menggambarkan bahwa kebijakan struktur modal perusahaan bersifat agresif. Selain daripada itu, aspek DER atau debt-to-equity ratio perusahaan adalah rata-rata 214% per tahun, sedangkan DER rata-rata industri properti adalah sebesar 122% per tahun. Berdasarkan besaran DER tersebut menunjukkan bahwa kebijakan perusahaan terhadap hutang cenderung agresif dibandingkan dengan rata-rata industri. Pengujian variabel independen diwakili oleh rasio DER, DAR dan PER serta variabel dependen firm value dapat dijelaskan sebagai berikut:  Berdasarkan uji regresi linier berganda didapatkan nilai F Hitung sebesar 6.582 dan F Tabel yang dipersyaratkan adalah sebesar 2.585. Kesimpulan atas hasil uji hipotesis tersebut adalah bahwa F Hitung 6.582 > F Tabel 2.585, dengan tingkat signifikansi 0,000 dimana lebih < dari 0.05 yang menunjukkan bahwa variabel DER, DAR, PER dan Dummy berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap Firm Value atau nilai perusahaan. Dengan demikian maka H1 dapat dinyatakan diterima serta menolak hipotesis alternatif H0.  Nilai R Square atau R2 atau Koefisien Determinasi pada Firm Value dimana disampaikan bahwa 38% dari variabel FV dapat dijelaskan kesemuanya oleh variabel Debt To Equity Ratio, Debt To Asset Ratio dan Price Earning Ratio serta Dummy sedangkan 62% lainnya dijelaskan oleh faktor-faktor lain.  Variabel Price Earning Ratio menunjukkan nilai T hitung sebesar – 4.740 sedangkan nilai T tabel sebesar 2.132, dimana sesuai nilai T tabel tersebut maka luas area pengujian adalah diantara nilai – 2.132 hingga 2.132. Probabilitas yang didapat adalah 0.000 dimana nilai tersebut < dari nilai probabilitas sebesar 0.05. Nilai T hitung PER sebesar – 4.740 adalah dapat disampaikan bahwa besaran T hitung < -T Tabel, dimana kesimpulan hasil uji adalah PER memiliki hubungan negatif dan telah mempengaruhi secara signifikan atas nilai perusahaan atau H4 dapat dinyatakan diterima.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Nilai Perusahaan, Price Earning Ratio, Rasio Hutang Terhadap Ekuitas, Rasio Hutang Terhadap Aset, Regresi Linier Berganda Debt To Equity Ratio, Debt To Asset Ratio, Firm Value, Multiple Linier Regression, Price Earning Ratio. Debt To Equity Ratio, Debt To Asset Ratio, Firm Value, Multiple Linier Regression, Price Earning Ratio
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 17 May 2014 04:55
Last Modified: 03 Dec 2019 05:31
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1892

Actions (login required)

View Item View Item