Kepemimpinan organisasi menurut karakteristik industri dan hubungan dengan kinerja organisasi dan turbulensi lingkungan pada perusahaan publik di jabotabek

Johanes Lo, Singmin (2011) Kepemimpinan organisasi menurut karakteristik industri dan hubungan dengan kinerja organisasi dan turbulensi lingkungan pada perusahaan publik di jabotabek. Doctoral thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
DM2-01-Singmin-Cover.pdf - Published Version

Download (80kB)
[img]
Preview
Text
DM2-02-Singmin-Abstrak.pdf - Published Version

Download (63kB)
[img]
Preview
Text
DM2-03-Singmin-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (68kB)
[img]
Preview
Text
DM2-04-Singmin-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (83kB)
[img]
Preview
Text
DM2-05-Singmin-Bab1Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (90kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Kepemimpinan adalah kunci keberhasilan bisnis. Krisis ekonomi global yang terjadi pada tahun 1997-1998 berdampak pada kehancuran banyak perusahaan besar dan kecil di Indonesia dan secara langsung berpengaruh terhadap ekonomi nasional, maka pemimpin bisnis dituntut memiliki pengetahuan dan kemampuan mengelola bisnis. Kepemimpinan efektif berpengaruh positif terhadap kinerja organisasi, bahkan di tengah turbulensi lingkungan. Oleh sebab itu penelitian mengenai efektivitas kepemimpinan organisasi dan hubungannya dengan kinerja organisasi dan turbulensi lingkungan, serta perbedaan penerapan kepemimpinan menurut karakteristik industri dan kinerja organisasi sangat bermanfaat bagi kelangsungan dan keberhasilan organisasi bisnis. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengenali faktor-faktor yang menentukan efektivitas kepemimpinan organisasi, (2) menganalisis efektivitas kepemimpinan melalui pengukuran hubungan kepemimpinan organisasi, kinerja organisasi, dan turbulensi lingkungan, dan (3) mengetahui perbedaan penerapan kepemimpinan organisasi menurut karakteristik industri dan kinerja organisasi. Karakteristik industri yang diteliti adalah menurut jenis industri jasa/manufaktur, kepemilikan usaha Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)/Penanaman Modal Asing (PMA)/Badan Usaha Milik Negara (BUMN), umur dan ukuran perusahaan, serta tingkat turbulensi lingkungan eksternal perusahaan. Sedangkan, efektivitas kepemimpinan organisasi diukur secara nyata melalui hubungannya dengan empat kinerja organisasi dari aspek keuangan Return on Investment (ROI), aspek pelanggan angka penjualan, aspek proses bisnis internal angka retensi karyawan, dan aspek investor nilai saham Price Earnings Ratio (P/E Ratio). Data diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling dari 52 responden dan dengan teknik survei diukur persepsi perilaku kepemimpinan organisasi dan tingkat turbulensi lingkungan pada perusahaan publik di Jabodetabek. Kuesioner untuk survei diadopsi dari model Kepemimpinan Tiga Meta-kategori Yukl dan Turbulensi Lingkungan Ansoff. Kuesioner tersebut menggunakan skala pengukuran serupa dengan skala Likert (Numerical Scale) berskala lima angka. Sebelum kuesioner digunakan, dilakukan pre-test untuk mengetahui apakah petunjuk dan isi kuesioner dalam terjemahan Bahasa Indonesia mudah dimengerti dan diikuti, serta sudah sesuai dengan tujuan dan maksud aslinya. Data diolah dan dianalisis menggunakan analisis korelasi, analisis faktor, analisis regresi linear berganda general dan regresi linear berganda yang dimoderasi, serta uji Friedman dengan bantuan software SPSS 13 for Windows. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa model kepemimpinan tiga faktor/meta-kategori adalah model yang sesuai dengan data empiris dan lebih dapat menjelaskan varian 12 perilaku spesifik kepemimpinan daripada model satu faktor dan model dua faktor. Hasil penelitian empiris ini sesuai dengan hasil penelitian Yukl et al. Ketiga meta-kategori kepemimpinan tersebut adalah (1) perilaku berorientasi pada Penugasan, terdiri dari tiga perilaku spesifik Kejelasan Peran, Pemantauan Operasional dan Perencanaan Jangka Pendek; (2) perilaku berorientasi pada Hubungan, terdiri dari lima perilaku spesifik Pengembangan, Dukungan, Konsultasi, Pengakuan dan Pemberdayaan; dan (3) perilaku berorientasi pada Perubahan, terdiri dari empat perilaku spesifik Kejelasan Visi, Berpikir Inovatif, Pengambilan Risiko dan Pemantauan Eksternal. Hasil analisis regresi linear berganda general dan analisis regresi yang dimoderasi menunjukkan bahwa efektivitas kepemimpinan organisasi tidak dapat dianalisis menggunakan model kepemimpinan tiga meta-kategori terhadap kinerja ROI, kinerja Penjualan, dan kinerja P/E Ratio dikarenakan hasil uji Analysis of Variance (ANOVA) tidak nyata, kecuali pada kinerja Retensi Karyawan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa perilaku berorientasi pada hubungan berpengaruh positif dan nyata terhadap kinerja Retensi Karyawan dengan koefisien Beta +0,746, yang secara khusus ditunjukkan pada perilaku spesifik Dukungan dan Konsultasi dengan koefisien Beta +0,963 dan -0,826. Demikian pula, Turbulensi Lingkungan secara nyata memoderasi perilaku Konsultasi dan dampak interaksi keduanya berpengaruh negatif dan nyata terhadap kinerja Retensi Karyawan dengan koefisien Beta -0,963. Pengaruh negatif dampak interaksi ditunjukkan, terutama saat tingkat turbulensi lingkungan tinggi dan menengah. Hasil uji Friedman menunjukkan terdapat perbedaan cara penerapan perilaku spesifik kepemimpinan organisasi menurut karakteristk industri dan kinerja organisasi yang berbeda. Perbedaan cara penerapan perilaku ditunjukkan melalui adanya perbedaan urutan peringkat perilaku spesifik kepemimpinan dengan taraf nyata. Secara keseluruhan perilaku penugasan (Kejelasan Peran, Pemantauan Operasional, Perencanaan Jangka Pendek), disusul oleh perilaku perubahan (Pemantauan Eksternal dan Kejelasan Visi) dan perilaku hubungan (Pengakuan) yang secara konsisten berada pada peringkat 1-6 teratas. Hasil penelitian empiris ini memiliki implikasi penting bagi pemimpin bisnis, karena kepemimpinan organisasi efektif berdampak positif terhadap kinerja organisasi. Untuk itu, pemimpin bisnis disarankan untuk meningkatkan perilaku Dukungan dan Konsultasi ketika turbulensi lingkungan rendah dan untuk tidak mengintensifkan perilaku Konsultasi ketika turbulensi lingkungan tinggi, agar kinerja Retensi Karyawan tetap baik. Pemimpin bisnis pada perusahaan yang berbeda menurut jenis industri, kepemilikan usaha, umur dan ukuran perusahaan, dan tingkat turbulensi lingkungan eksternal, disarankan untuk lebih mengutamakan penerapan perilaku spesifik kepemimpinan yang secara konsisten berada pada peringkat 1-6 teratas, demi meningkatkan kinerja organisasi, namun tetap memperhatikan perilaku spesifik kepemimpinan yang secara khas dibutuhkan.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: perilaku kepemimpinan organisasi, kinerja organisasi, turbulensi lingkungan, karakteristik industri, analisis faktor, analisis regresi linear berganda, uji Friedman. organizational leadership behaviors, organizational performance, environmental turbulence, factor analysis, multiple linear regression analysis, Friedman test.
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 19 May 2014 06:36
Last Modified: 02 May 2016 06:13
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1901

Actions (login required)

View Item View Item