Pemodelan kapabilitas organisasi ditinjau dari faktor kepemimpinan budaya dan perilaku politik organisasi serta pengaruhnya terhadap kinerja pada lingkungan yang turbulen, studi kasus: kelompok perkebunan kelapa sawit negara (ptpn) dan perkebunan kelapa sawit swasta

Bangun, Yuni Ros (2011) Pemodelan kapabilitas organisasi ditinjau dari faktor kepemimpinan budaya dan perilaku politik organisasi serta pengaruhnya terhadap kinerja pada lingkungan yang turbulen, studi kasus: kelompok perkebunan kelapa sawit negara (ptpn) dan perkebunan kelapa sawit swasta. Doctoral thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
2DM-01-Yuni-Cover.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
2DM-02-Yuni-Abstract.pdf - Published Version

Download (624kB)
[img]
Preview
Text
2DM-03-Yuni-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
2DM-04-Yuni-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (716kB)
[img]
Preview
Text
2DM-05-Yuni-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (661kB)
[img] Text
Disertasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (14MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Kapabilitas organisasi merupakan elemen yang penting dalam manajemen stratejik dan manajemen sumber daya manusia. Kapabilitas organisasi merupakan aspek yang penting dalam menunjang keberhasilan pencapaian kinerja perusahaan khususnya pada situasi lingkungan bisnis yang turbulen. Kapabilitas organisisasi menjadi sangat penting untuk dikenali dan diidentifikasi agar memastikan keberhasilan pencapaian kinerja. Semakin tepat suatu perusahaan mengidenlifikasi elemen kapabilitas organisasi pada Iingkungan yang turbulen, semakin baik pula perusahaan tersebut memastikan pencapaian kinerja. Kajian Iiteratur membuktikan bahwa kapabilitas organisasi merupakan hasil pengaruh dari tiga variabel yakni kepemimpinan, budaya dan perilaku politik organisasi. Penelitian dilakllkan pada kelompok perllsahaan perkebunan kelapa sawit negara dan kelompok perkebunan kelapa sawit swasta di Indonesia yang diduga mengalami banyak perubahan pada dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tingkat (level) turbulensi industri minyak sawit dan mengidentifikasi elemen kapabilitas organisasi, mempelajari hubungan elemen kapabilitas organisasi dengan kinerja perusahaan serta menemukan model (modelling) pembentukan kapabilitas organisasi tersebut ditinjau dari tiga variabel kepemimpinan-budaya-perilaku politik secara bersamaan. Pemilihan industri minyak sawit dilakukan karena peran penting industry tersebut pada perekonomian negara , adanya turbulensi industri tersebut serta terdapat beberapa masalah diantaranya adalah perbedaan kinerja antara kelompok perkebunan milik negara dan perkebunan swasta. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa level turbulensi industri minyak sawit berada diantara level 2 (dua) dan level 3 (tiga) pada skala level turbulensi 5. Level turbulensi diantara 2 dan 3 ditandai dengan beberapa ciri yang menuntut perusahaan hendaknya memiliki ciri (firm characteristics) yang senantiasa peka dan dan memanfaatkan perubahan terkait (seeks relevant and related change)serta memiliki tingkat respons stratejik (strategic responsiveness) yang baik untuk memastikan perusahaan tetap bertahan dan bertumbuh (sustain and growth). Penelitian ini mengidentifikasi 9 (sembilan) elemen sebagai kapabilitas Organisasi pada industri yang turbulen yaitu kecepatan (speed), inovasi (inovativeness),konektifitas pelanggan (customer connectivity), tanggap akan perubahan (seeks related change), respons stratejik (strategic responsiveness), Iingkungan kerja internasional (international working environment), kesiapan untuk aliansi stratejik (ready to strategic alliances), efisiensi (efficient) serta talent. Kapabilitas organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja organisasi pada kedua populasi. Setiap elemen kapabilitas organisasi mempunyai pengaruh langsung terhadap kinerja perusahaan dengan koefisien korelasi tertentu. Pada kelompok perkebunan sawit negara ditemukan bahwa kecepatan, konektifitas pelanggan, tanggap akan perubahan, respons stratejik, lingkungan kerja internasional, efisiensi dan taient berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan , sedangkan elemen kecepatan, tanggap akan perubahan, respons stratejik, Iingkungan kerja internasional, efisiensi dan talent berpengaruh terhadap kinerja kepuasan karyawan. Pada kelompok perkebunan sawit swasta ditemukan bahwa kecepatan, inovasi,konektifitas pelanggan,tanggap akan perubahan, respons stratejik, Iingkungan kerja internasional, kesiapan aliansi stratejik dan talent berpengaruh• positif terhadap kinerja keuangan. Elemen kapabilitas kecepatan,inovasi, konektifitas pelanggan, tanggap perubahan, respons stratejik, Iingklingan kerja internasional,efisiensi dan talent berpengaruh positif terhadap kinerja kepuasan karyawan. Penelitian menunjukkan hubungan antara variabel kepemimpinan, budaya serta politik organisasi berperan secara serentak dalam terciptanya kapabilitas organisasi. Pemodelan menunjukkan bahwa. kepemimpinan dan budaya organisasi tidak mempunyai hubungan langsung terhadap kinerja organisasi, akan tetapi kepemimpinan dan budaya organisasi mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap kapabilitas organisasi. Kepemimpinan mempunyai hubungan langsung yang positif terhadap kapabilitas organisasi dan budaya organisasi, akan tetapi mempunyai hubungan yang negatif terhadap perilaku politik organisasi. Kepemimpinan stratejik dan kepemimpinan transformasional memberikan kebermaknaah tertinggi dalam membentuk kapabilitas organisasi pada kedua populasi. Implikasi temuan ini adalah saran bagi perusahaan perkebunan untuk menekankan pentingnya kepemimpinan stratejik dan kepemimpinan transformasional. Terdapat elastisitas variabel kepemimpinan terhadap kapabilitas organisasi yang lebih tinggi pada populasi perkebunan swasta. Ini mengindikasikan bahwa program pengembangan kepemimpinan lebih berarti bagi populasi swasta dalam peningkatan kinerja Pengaruh budaya terhadap kapabilitas organisasi pada populasi perkebunan milik negara lebih tinggi dari padapopulasi swasta. Hal ini mengindikasikan bahwa pembenahan budaya pada populasi perkebunan negara lebih berarti untuk peningkatan kinerja perusahaan. Jadi dalam program pengembangan kepemimpinan untuk manajer pada populasi perkebunan milik negara sebaiknya lebih diarahkan pada kemampuan manajer dalam membentuk budaya yang mendukung kapabilitas organisasi. Penelitian juga menemukan bahwa budaya yang paling bermakna untuk pengembangan budaya pada populasi perkebunan milik negara adalah adaptabilitas (adaptability) dan budaya yang melibatkan karyawan (involvement) Perilaku politik terdapat pada kedua populasi dan memberi pengaruh langsung yang negatif terhadap kinerja perusahaan. Intensitas perilaku politik pada populasi milik negara lebih tinggi dari pada yang terdapat pada populasi swasta, akan tetapi elastisitas negatif pada swasta lebih tinggi daripada elastisitas negatif yang terdapat pada populasi milik negara. Model persamaan struktural menunjukkan bahwa perilaku politik organisasi merupakan variabel endogen dari kepemimpinan.Oleh karena itu sudah selayaknya pemimpin atau manajer peka akan politik organisasi serta berupaya mengurangi hadirnya perilaku politik yang merugikan

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Manajemen Stratejik, Kapabilitas Organisasi, Level Turbulensi industri minyak sawit, Kepemimpinan Stratejik, Politik Organisasi, Budaya Perusahaan, Kepemimpinan BUMN Strategic Management, Organizational Capability, Palm Oil industry, Level of turbulence, Strategic Leadership, Transformational Leadership, Organizational Politics, Organizational Culture, LCOP, Government owned company.
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 19 May 2014 08:41
Last Modified: 23 Apr 2020 13:05
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1905

Actions (login required)

View Item View Item