Analisis keberlanjutan bisnis milik keluarga (studi kasus empat bisnis milik keluarga di jakarta)

Maharani, Anita (2013) Analisis keberlanjutan bisnis milik keluarga (studi kasus empat bisnis milik keluarga di jakarta). Doctoral thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
4DM-01-Anita-Cover.pdf - Published Version

Download (317kB)
[img]
Preview
PDF
4DM-02-Anita-Summary.pdf - Published Version

Download (316kB)
[img]
Preview
PDF
4DM-03-Anita-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (316kB)
[img]
Preview
PDF
4DM-04-Anita-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (322kB)
[img]
Preview
PDF
4DM-05-Anita-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (416kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Dalam dunia bisnis, tidak menyadari bahwa hampir seluruhnya dari keluarga. Keluarga berserikat dan mendirikan sebuah bisnis yang akan disebut dan dikenal sebagai Bisnis milik keluarga. Ada fenomena penting dalam Bisnis milik keluarga (BMK), yang didirikan sebagai bisnis keluarga, dijalankan oleh keluarga dan terus karena dianggap bagian dari keluarga. Beberapa fakta tentang keberadaan BMK di Indonesia, bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia didasarkan BMK. BMK di Indonesia dapat berkembang dan bertahan karena faktor kepercayaan dan visi kesamaan terjalin. Keluarga sistem di Indonesia berakar, sehingga tidak mengherankan bahwa perusahaan-perusahaan besar sekarang mantan (dan mungkin masih) BMK a. Salah satunya adalah sebuah perusahaan taksi bernama Blue Bird Group (BBG), yang didirikan pada tahun 1972 oleh Pearl Djokosoetono dengan 25 armada taksi. Sampai saat ini, perusahaan sudah dimiliki 19000 armada taksi. Penghargaan terakhir yang diterima oleh perusahaan adalah perusahaan Indonesia Paling Dikagumi 2006, 2007, 2008, 2009, 2010. Selain ini, perusahaan saat ini yang sebelumnya berdiri di atas dasar keluarga, antara lain Kalla Grup, Sinarmas, Bakrie Grup, Ciputra, Alam Makmur Sembada, Astra Grup terkemuka. Berdasarkan fakta-fakta di atas, dapat dilihat bahwa pendahulu dari perusahaan Indonesia yang awalnya berangkat dari bisnis yang dijalankan oleh keluarga. Sebuah isu penting yang muncul sejalan dengan perkembangan fenomena BMK. Masalahnya adalah bahwa BMK bukanlah satu organisasi, tapi yang terdiri dari unit yang berbeda, termasuk unit bisnis, unit keluarga dan manajemen unit. Hal ini dikombinasikan warna yang unik bila diteliti lebih mendalam, karena dampaknya tidak hanya terbatas pada bisnis, tetapi juga tentang bagaimana pengaruh bisnis keluarga-lari. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Menilai sejauh mana generasi gender, menentukan keputusan strategis dalam suksesi bisnis milik keluarga. 2. Meninjau fitur, gaya atau peran tipologi kepemimpinan dalam suksesi bisnis milik keluarga. 3. Menilai karakter kewirausahaan yang memiliki peran dalam suksesi bisnis milik keluarga. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. Aktor mengandalkan kebijakan informal diatur dalam keluarga. Namun, ada juga berhak penunjukan aktor yang terlibat anggota keluarga yang berpengaruh dalam bisnis (seperti yang terjadi di Usaha Kecil adat dan Usaha Kecil Cina). Seperti dengan melibatkan pelaku, usaha inisiasi suksesi juga tergantung pada kebijakan yang berlaku bagi usaha diputuskan oleh anggota keluarga yang paling dominan dalam proses bisnis. Namun, hal ini bisa terjadi ada pilihan untuk menentukan penggantinya. sehingga arah menuju BMK profesional (seperti dalam kasus Menengah Cina, di mana generasi kedua sulit untuk melibatkan anggota keluarga dalam bisnis inti. Oleh karena itu, generasi kedua mulai membuka divisi yang berfungsi sebagai dasar untuk pengambilan keputusan dan pembagian diisi oleh orang-orang yang direkrut profesional). Di antara empat BMK diangkat dalam penelitian ini, keterlibatan laki-laki lebih dominan dibanding wanita. Keterlibatan adalah bahwa gender mempengaruhi pendekatan dalam BMK suksesi, namun kehadiran perempuan sebagai bagian dari suksesi memberikan penekanan pada pendekatan emosional. Wanita yang memiliki peran penting dalam BMK ditunjukkan oleh Menengah Adat, dan jika wanita Pribumi Medium memiliki peran penting dalam BMK, itu tidak terjadi dengan Usaha Menengah Cina, Usaha Kecil dan Usaha Kecil Pribumi Cina. Semua tiga bisnis yang menempatkan perempuan pada peran perempuan dalam posisi BMK terlihat dalam konteks suksesi berkelanjutan. 2. Peran kepemimpinan dalam suksesi BMK, dilihat dalam kaitannya dengan pemimpin - pengikut, 1) jika UMT tersebut, hubungan antara generasi, intragenerasi, 2) jika UMP, hubungan antara generasi, intragenerasi, dan copreneurial, 3) jika dalam UKT hubungan adalah antara generasi dan copreneurial, 4) jika UKP maka hubungan antara generasi. Berdasarkan penjelasan, Usaha Menengah Adat telah melalui kombinasi pemimpin dan pengikut hubungan, dari antara generasi - copreneurial - intra-generasi dan generasi-generasi selanjutnya. Bentuk kepemimpinan di kalangan BMK, 1) UMT adalah transisi, 2) UMP adalah otonom, UKT yang sama, transisi, 3) adalah otonomi, 4) UKP adalah otonom. Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa proses suksesi BMK, ada kepemimpinan generasi pendahulunya, yang ditunjukkan dalam membuat keputusan bisnis. Ini membedakan antara kasus adalah bahwa ada fenomena yang dialami oleh kepemimpinan transisi menuju perusahaan manajemen yang profesional, sementara dalam kasus lain masih ada generasi pendahulunya kecenderungan otonomi dalam suksesi. 3. Dalam Menengah Cina, aspek kelima dari orientasi kewirausahaan muncul, didorong oleh aspek dominan dari aspek otonomi berhubungan dengan aspek proaktif, di samping upaya untuk membuat BMK menjadi bisnis profesional. Dalam Menengah Adat, aspek orientasi kewirausahaan muncul hampir seluruhnya, namun aspek otonomi tidak didukung oleh fleksibilitas dari komunikasi yang terjadi antara prekursor generasi ke generasi berikutnya, sehingga aspek-aspek lain yang tidak sepenuhnya didukung, meskipun kehadiran aspek-aspek masih diakui Pribumi di Medium. Dua aspek yang ada dalam Bisnis Kecil Adat dan Cina Usaha Kecil, adalah proaktif dan berani mengambil risiko aspek. Pengalaman generasi kedua pendahulunya bisnis generasi digunakan sebagai panduan, dan pengalaman yang dimiliki oleh generasi pendahulunya diduplikasi oleh generasi mendatang. Jika Usaha Kecil adat dan Usaha Kecil Cina menekankan hanya aspek proaktif dan berani mengambil risiko, dua perusahaan kurang mampu bersaing, tidak bisa melihat perkembangan persaingan usaha, sehingga BMK tidak dapat berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: usaha yang dimiliki keluarga, suksesi, gender, kepemimpinan, kewirausahaan family owned business, succession, gender, leadership, entrepreneurship
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 03 Jun 2014 09:28
Last Modified: 14 May 2016 07:37
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1925

Actions (login required)

View Item View Item