Pengaruh kecerdasan emosional dan spiritual terhadap komitmen organisasi dan kepuasan kerja di pt. bukit asam, tbk

Sapta, Adjie (2013) Pengaruh kecerdasan emosional dan spiritual terhadap komitmen organisasi dan kepuasan kerja di pt. bukit asam, tbk. Doctoral thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
4DM-01-Adjie-Cover.pdf - Published Version

Download (331kB)
[img]
Preview
Text
4DM-02-Adjie-Summary.pdf - Published Version

Download (315kB)
[img]
Preview
Text
4DM-03-Ajdie-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (319kB)
[img]
Preview
Text
4DM-04-Ajie-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (313kB)
[img]
Preview
Text
4DM-05-Adjie-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (621kB)
[img] Text
Disertasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
Official URL: http://lib.sb.ipb.ac.id/

Abstract

Spiritualitas merupakan salah satu faktor kunci kesuksesan organisasi dalam jangka panjang. Banyak organisasi saat ini mencari cara untuk berhasil dengan menggunakan segenap potensinya dengan memaksimumkan komitmen, kepuasan kerja karyawan maupun motivasi internal karyawan melalui berbagai domain spiritualitas. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (a) Mengkaji tingkat kecerdasan emosional dan spiritual karyawan PTBA yang sudah mendapatkan pelatihan kecerdasan emosional dan spiritual di perusahaannya; (b) Mengkaji komitmen organisasi dan kepuasan kerja karyawan PTBA yang sudah mendapatkan pelatihan emosional dan spiritual; c) Mengkaji hubungan latar belakang karakteristik peserta pelatihan dengan keberhasilan pelatihan emosional dan spiritual, khususnya terhadap kecerdasan emosi dan spiritual; d) Menganalisis pengaruh tingkat kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional terhadap kepuasan kerja dan komitmen organisasi. Penelitian ini dilakukan di PTBA dengan melakukan survey yang melibatkan 244 karyawan yang dipilih secara simple random sampling berdasarkan kuota tingkat jabatan mulai dari tingkat staf/operasional sampai pada level jabatan manajer. Informasi secara lebih mendalam diperoleh melalui wawancara terhadap senior manajer dengan pemilihan sampel secara sengaja (purpossive sampling) sebanyak 18 orang. Metode analisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, analisis deskriptif dengan pendekatan spirituality assessment dan emotional the Assessing Emotion Scale, dan analisis Structrural Equation Modeling. Tingkat kecerdasan spiritual karyawan PTBA secara keseluruhan menunjukkan kecerdasan spiritual yang tinggi atau disebut lebih spiritual (more spirituality). Sikap Karyawan PTBA menunjukkan bahwa mereka memiliki SI yang tinggi baik untuk jarak pelatihan, lama pelatihan dan tingkat umur, sedangkan jabatan, pendidikan, departemen, divisi, lama menjabat dan masa kerja tidak. Kecerdasan emosional karyawan PTBA secara keseluruhan menunjukkan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi. Karakteristik pegawai yang berkaitan erat dengan dengan tingkat EI adalah jarak pelatihan, umur, dan lama pelatihan. Hal ini juga didukung oleh data berdasarkan wawancara terhadap responden. Secara emosional, para karyawan dapat lebih sabar, mempunyai mental yang lebih kuat dan dapat mengontrol emosi dengan baik dan tidak melakukan demo-demo terhadap top manajemen lagi. Secara kecerdasan spiritual para karyawan lebih semangat terhadap kegiatan keagamaan. Hasil observasi menunjukkan adanya dukungan budaya perusahaan yang kuat terhadap kegiatan spiritualitas. Selain itu, umur responden, masa kerja, lama pelatihan dan jarak pelatihan mempengaruhi tingginya KO dan KK pada karyawan PTBA. Sikap karyawan PTBA yang sudah mendapatkan pelatihan emosional dan spiritual menunjukkan komitmen organisasi dan kepuasan kerja yang tinggi di perusahaannya. Hal ini didukung dengan pernyataan karyawan yang umumnya merasa betah bekerja, sangat peduli dengan pengembangan organisasi, siap untuk mengerjakan tugas di luar waktu kerja, mendukung semua rencana perusahaan serta bangga menjadi bagian dari PTBA Pengaruh langsung SI terhadap KO sebesar 0.68 secara signifikan, sedangkan pengaruh langsung SI terhadap KK lebih kecil hanya sebesar 0.18. Pengaruh SI terhadap KO dan KK terlihat signifikan dengan t-value masing 6.11 dan 1.96 (t-value  1.96). Koefisien konstruk EI terhadap KK hanya sebesar 0.29 dan signifikan dengan t-value 3.19, sedangkan EI terhadap KO sebesar -0,12, namun tidak signifikan. Pengaruh KK terhadap KO juga terlihat signifikan dengan dengan koefisein konstruk 0.39 dengan t-value 3.19. Implementasi EI dan SI di PTBA tidak hanya dilakukan melalui pelatihan akan tetapi dijadikan sebagai budaya perusahaan. Hasil observasi di lapangan menunjukkan penggunaan berbagai artefak yang menggambarkan ciri spiritualitas dan emosional seperti tulisan “selamat beribadah”, “bekerja ikhlas, tuntas, keras dan cerdas”, kegiatan-kegiatan peduli lingkungan sosial dan lingkungan hidup, dan berbagai artefak lainnya. Hasil penelitian ini disiimpulkan sebagai berikut. • Tingkat kecerdasan spiritual karyawan PTBA secara keseluruhan menunjukkan kecerdasan spiritual yang tinggi atau disebut lebih spiritual (more spirituality). Sikap Karyawan PTBA menunjukkan bahwa mereka memiliki SI yang signifikan terhadap jarak pelatihan ke survey, lama pelatihan dan kelompok umur, sedangkan jabatan, pendidikan, departemen, divisi, lama menjabat dan masa kerja tidak signifikan. Kecerdasan emosional karyawan PTBA secara keseluruhan menunjukkan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi. Karakteristik pegawai yang berkaitan erat dengan dengan tingkat EI tidak ada hubungan yang signifikan. Secara emosional, para karyawan dapat lebih sabar, mempunyai mental yang lebih kuat dan dapat mengontrol emosi dengan baik dan tidak melakukan demo-demo terhadap top manajemen lagi. Secara kecerdasan spiritual para karyawan lebih semangat terhadap kegiatan keagamaan • Sikap karyawan PTBA yang sudah mendapatkan pelatihan emosional dan spiritual menunjukkan komitmen organisasi dan kepuasan kerja yang tinggi di perusahaannya • Kecerdasan spiritual (SI) berpengaruh langsung terhadap komitmen organisasi dan kepuasan kerja secara signifikan. Sub-variabel KO yang valid adalah afektif, normatif dan kontinuan, namun normatif berkontribusi negatif. Semua variabel teramati SI (difinitif dan correlate) valid dan memiliki kontribusi yang besar. • Kecerdasan emosional (EI) hanya berpengaruh langsung signifikan terhadap kepuasan kerja, tetapi tidak berpengaruh langsung terhadap komitmen organisasi. Kepuasan kerja berpengaruh langsung terhadap komitemen organisasi, sehingga EI berpengaruh secara tidak langsung terhadap komitmen oragnisasi. Semua variabel teramati kepuasan kerja (KK), yaitu faktor pekerjaan, rekan sekerja dan lingkungan, namun variabel teramati atasan memiliki pengaruh lebih yang terkecil. Suatu perusahaan jika ingin meningkatkan Komitmen Organisasi yang dimiliki karyawan, maka hal sangat penting untuk diperhatikan adalah meningkatkan SI melalui berbagai pelatihan kecerdasan spiritual dan emosional, pembinaan spiritual, pemahaman terhadap spiritual di dalam diri setiap karyawan, dan memperbaiki iklim spiritual di tempat kerja. Pelatihan emosional dan spiritual pada dasarnya efektif dalam menciptakan karyawan dengan nilai-nilai (value) yang diyakini dan dapat membentuk budaya kerja positif, namun harus follow-up setelah pelatihan. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat sejauh mana pengaruh kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional yang dihasilkan dari pelatihan emosional dan spiritual ini terhadap perusahaan itu sendiri, terutama terhadap sistem tata kelola perusahaan (good corporate governance) yang berdampak pada peningkatan kinerja dan nama baik perusahaan.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: spirituality assessment, emotional the Assessing Emotion Scale, Structrural Equation Modeling (SEM),Kecerdasan Spiritual, Kecerdasan Emosional, Pelatihan
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 14 Jun 2014 02:45
Last Modified: 26 Dec 2019 05:55
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1933

Actions (login required)

View Item View Item