Model strategi pengembangan dan pengelolaan taman nasional laut yang berkelanjutan

Yunia, Cherryta (2013) Model strategi pengembangan dan pengelolaan taman nasional laut yang berkelanjutan. Doctoral thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
4DM-01-Cherryta-Cover.pdf - Published Version

Download (316kB)
[img]
Preview
Text
4DM-02-Cherryta-Summary.pdf - Published Version

Download (314kB)
[img]
Preview
Text
4DM-03-Cherryta-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (322kB)
[img]
Preview
Text
4DM-04-Cherryta-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (314kB)
[img]
Preview
Text
4DM-05-Cherryta-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (655kB)
[img] Text
Disertasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Taman nasional baik darat maupun perairan sebagai kawasan pelestarian alam dengan ciri khas tertentu dan keunikan karakteristik sumber daya alamnya telah ditetapkan melalui surat keputusan Menteri Pertanian maupun Kehutanan. Potensi sumber daya alamnya disiapkan bagi kepentingan dan manfaat secara ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi bagi kesejahteraan generasi mendatang secara lestari. Namun selama lebih dari dua puluh tahun implementasi pengelolaannya di Indonesia belum menampakan prestasi keberhasilan yang ideal. Hal ini di indikasikan dengan banyaknya masalah dan konflik yang terjadi dari waktu ke waktu. Model pengelolaan yang ada seperti pengelolaan berbasis ekosistem, spesies, pemberdayaan masyarakat maupun penetapan Taman Nasional Model serta pembentukan Model Desa Konservasi belum mampu menekan masalah yang ada secara optimal. Sesuai fungsinya Taman Nasional merupakan penyedia sumber penghidupan dari jasa lingkungan, wisata alam, keanekaragaman hayati, dan ekosistemnya belum dimanfaatkan secara optimal. Isu konservasi sumberdaya hayati di Indonesia yang disoroti saat ini adalah masalah pengelolaan sumberdaya alam terkait keanekaragaman hayati yang kritis dan pemanfaatan berlebih. Khusus untuk di daerah perairan, terdapat pula masalah pengembangan teknologi, serta pemanfaatan wilayah pesisir dan lautan terpadu yang kerap menimbulkan konflik kepentingan. Fungsi nilai manfaat dari sebuah kawasan konservasi adalah melindungi dari dan pemanfaatan berlebih populasi dan memperbaiki produksi benih yang membantu restocking, sebagai wadah spillover ikan, menyediakan perlindungan terhadap spesies sensitif terhadap penangkapan, pemulihan habitat, memelihara keanekaragaman hayati, membantu pemulihan ekosistem yang rusak oleh gangguan alam dan manusia, juga menimbulkan efek resilience. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengkaji kondisi nyata dan isu-isu strategis dalam pengelolaan Taman Nasional Laut (TNL) Bunaken, menyempurnakan kebijakan strategis pengelolaan Taman Nasional yang berkelanjutan berdasarkan pendekatan Analytical Networking Process-Benefit Opportunity Cost Risk (ANP-BOCR) dan ANP-Balanced Scorecard (ANP-BSC). Hasil Penelitian menunjukan analisis dan sintesis dari hasil ANP BOCR pairwised comparisons diperoleh melalui pengolahan data yang dilakukan satu persatu oleh masing-masing responden terlebih dahulu. Dengan bantuan piranti lunak Super Decisions data diolah per responden untuk menghasilkan supermatriks. Supermatriks tersebut menampilkan urutan prioritas klaster-klaster terpenting dari faktor-faktor terkait model pengembangan TNL Bunaken sesuai kebutuhan dengan biaya rendah pada risiko minimal. Terlihat kriteria strategi “Kelestarian Lingkungan” merupakan prioritas utama dengan bobot komposit sebesar 0,3601, sedangkan kritera Tata Kelola dan Kelembagaan dengan bobot komposit 0,2083 selanjutnya diikuti oleh kriteria Kebijakan Pemerintah, Kelestarian Lingkungan dengan bobot komposit 0,1647, Sosial Budaya Masyarakat sebesar 0,1054, Ekonomi sebesar 0,0826 dan Pemasaran sebesar 0,0579. Pada nilai bobot masing-masing elemen dan kriteria Benefits, Opportunties, Costs dan Risks (BOCR). Benefit mempunyai enam Control Criteria dan enam Alternatif Strategi. Hasil analisa BOCR setelah dilakukan pengujian, didapatkan hasil bahwa prioritas strategi yang dipilih atau ranking pertama pada “benefit” elemennya yaitu “Pengembangan dan pengelolaan wisata berkelanjutan (berwawasan lingkungan)”. Nilai Normalized yang dihasilkan sebesar 0,2609. Sedangkan untuk ranking terendah dengan nilai Normalized yang dihasilkan sebesar 0,0746 yaitu pada elemen “Pemasaran global”. Opportunity mempunyai enam Control Criteria dan enam Alternatif Strategi. Hasil analisa BOCR setelah dilakukan pengujian, didapatkan hasil bahwa prioritas strategi yang dipilih atau ranking pertama pada “opportunity” elemennya yaitu “Pengembangan dan pengelolaan wisata berkelanjutan (berwawasan lingkungan)”. Nilai Normalized yang dihasilkan sebesar 0,3328. Sedangkan untuk ranking terendah dengan nilai Normalized yang dihasilkan sebesar 0,0710 yaitu pada elemen “Pemasaran global”. Cost mempunyai enam Control Criteria dan enam Alternatif Strategi. Hasil analisa BOCR setelah dilakukan pengujian, didapatkan hasil bahwa prioritas strategi yang dipilih atau ranking pertama pada “cost” elemennya yaitu “Networking”. Nilai Normalized yang dihasilkan sebesar 0,2588. Sedangkan untuk ranking terendah dengan nilai Normalized yang dihasilkan sebesar 0,0769 yaitu pada elemen “Pengembangan dan pengelolaan wisata berkelanjutan (berwawasan lingkungan)”. Risk mempunyai limaControl Criteria dan enam Alternatif Strategi. Hasil analisa BOCR setelah dilakukan pengujian, didapatkan hasil bahwa prioritas strategi yang dipilih atau ranking pertama pada “risk” elemennya yaitu “Pelayanan prima”. Nilai Normalized yang dihasilkan sebesar 0,2475. Sedangkan untuk ranking terendah dengan nilai Normalized yang dihasilkan sebesar 0,0796 yaitu pada elemen “Peningkatan kapasitas SDM TNL Bunaken”. Berdasarkan hasil BOCR masing-masing elemen alternatif strategi dihitung untuk memperoleh over all outcomenya, maka secara keseluruhan hasil alternatif terpilih dari kedua strategi tersebut adalah skenario optimistic sebesar 0,1362 yaitu pada alternatif strategi pengembangan dan pengelolaan kawasan wisata berkelanjutan. Hasil analisis ANP-BSC di peroleh bahwa dalam perspektif internal bisnis yang penting dan harus diperhatikan adalah proses manajemen dan operasi dan inovasi dari para pengelola untuk memantapkan visi, misi, dan tujuan organisasi. Pada perspektif konsumen (pelanggan atau turis) adalah produk atau paket wisata dan kepuasan pelanggan. Dalam perspektif bisnis adalah peningkatan pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan (terjaganya kelestarian SDAnya). Dalam perspektif organisasi terus tumbuh dan berkembang adalah peningkatan kompetensi karyawan dan SDM secara keseluruhan, peningkatan komunkasi dan informasi serta peningkatan kapabilitas organisasi sesuai visi, misi, dan tujuan organisasi Taman Nasional.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Taman Nasional Laut, pengelolaan yang berkelanjutan, ANP-BOCR, BSC Marine National Park, sustainable management, ANP-BOCR, BSC
Subjects: Manajemen Agribisnis
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 14 Jun 2014 04:14
Last Modified: 03 Dec 2019 02:36
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1934

Actions (login required)

View Item View Item