Hubungan faktor-faktor penyaluran kredit dengan kinerja keuangan lembaga keuangan non-bank: studi kasus di pt.xyz cabang jakarta

Nurianingsih, Resti (2014) Hubungan faktor-faktor penyaluran kredit dengan kinerja keuangan lembaga keuangan non-bank: studi kasus di pt.xyz cabang jakarta. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R47-01-Resti-Cover.pdf - Published Version

Download (346kB)
[img]
Preview
Text
R47-02-Resti-Summary.pdf - Published Version

Download (319kB)
[img]
Preview
Text
R47-03-Resti-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (321kB)
[img]
Preview
Text
R47-04-Resti-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (344kB)
[img]
Preview
Text
R47-05-Resti-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (837kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Non Performing Loan (NPL) merupakan salah satu indikator untuk menunjukkan kualitas portfolio kredit dengan melakukan penilaian terhadap laporan kinerja keuangan lembaga keuangan. Tingginya tingkat NPL menujukkan semakin besar risiko kredit yang ditanggung oleh pihak kreditur (lembaga keuangan) dan akan meningkatkan premi risiko yang berdampak pada tingginya suku bunga kredit. Oleh karena itu, sebelum melakukan penyaluran kredit, lembaga keuangan harus memperhatikan kriteria 5C, yaitu character, capacity, capital, collateral, dan condition. Kriteria 5C dapat menentukan penilaian terhadap kelayakan usaha calon debitur untuk mengetahui besarnya pendapatan atau penghasilkan agar lembaga keuangan dapat terhindar atau menekan sekecil mungkin terjadinya risiko kredit bermasalah hingga kepada kredit macet. PT XYZ merupakan lembaga keuangan bukan bank (LKBB) yang ditugaskan oleh Bank Indonesia berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No.2/3/PBI/2000 untuk menyalurkan kredit tidak langsung yang berasal dari angsuran pokok KLBI kepada KMK-BPR/PMK-BPRS KPKM-BPR/PPKM-BPRS. Oleh sebab itu, PT XYZ mempunyai banyak informasi mengenai berbagai kasus sehubungan dengan penyaluran kredit. Tujuan penelitian adalah (1) mendeskripsikan faktor-faktor dalam penyaluran kredit (2) menganalisis hubungan faktor-faktor tersebut dengan kinerja keuangan, dan (3) merumuskan implikasi manajerial yang akan dilakukan perusahaan terkait dengan faktor-faktor dalam penyaluran kredit tersebut. Penelitian ini dilakukan di PT XYZ Cabang Jakarta dengan 35 unit LUM dari bulan Januari sampai dengan Juli 2013. Pendekatan penelitian menggunakan analisis kriteria 5C dan penilaian terhadap kinerja keuangan, serta pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang berisikan pernyataan-pernyataan yang diukur menggunakan skala Likert, wawancara dan studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi rank spearman dan program SPSS for windows (Statistical Product and Service Solution) untuk menguji validitas dan reliabilitas kuesioner. Pengujian ini dilakukan untuk mengkaji keeratan hubungan antara kriteria 5C dalam penyaluran kredit dengan kinerja keuangan berdasarkan CAMEL. Berdasarkan hasil analisis hubungan variabel kriteria 5C dengan kinerja keuangan menggunakan korelasi rank spearman bahwa tingkat keeratan hubungan kriteria 5C dengan kinerja keuangan adalah “sedang”, yakni dengan koefisien korelasi sebesar 0.478 dan signifikan pada α = 5%. Persepsi responden dari hasil pengisian kuesioner mengenai kriteria 5C dalam penyaluran kredit adalah character, capacity, collateral, capital dan condition of economy. Hal ini berbeda dari hasil yang diperoleh menggunakan analisis rank spearman adalah capacity, condition of economy, collateral, character dan capital. Adanya perbedaan yang diperoleh antara persepsi responden dan hasil analisis merupakan penilaia\n atas individu nasabah dalam proses pengupayakan kredit mikro yang prudent/berkualitas. Penilaian pada persepsi responden (character, capacity, collateral, capital dan condition) bersifat “before the fact” atau bersifat pencegahan (preventif) yang diberlakukan kepada setiap individu, sedangkan penilaian berdasarkan hasil (capacity, condition of economy, collateral, character dan capital) lebih menggambarkan kondisi “hasil” atau “after the fact” setelah kredit disalurkan kepada nasabah dan terjadi dinamika selama perkembangan kredit. Kriteria dengan prioritas character, capacity, collateral, capital, dan condition of economy adalah dimulai dari kebijakan normatif yang dihayati oleh pelaksanaan kredit dan dilakukan oleh manajer, karena Condition tidak bisa dikendalikan oleh perusahaan dan penilaiannya dilakukan oleh top management, Capital tidak terlalu diutamakan oleh sektor mikro, Collateral merupakan second way-ouy. Prioritas lebih diletakkan pada character (kemauan membayar) dan capacity (kemampuan membayar). Secara garis besar, hasil kinerja keuangan kredit pada akhirnya lebih ditunjukkan oleh faktor capacity, condition, collateral, character dan capital; mengingat kedua faktor pertama (capacity dan condtiton) lebih dipengaruhi oleh kondisi industri (persaingan) kredit mikro dan kondisi ekonomi.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 14(47)Nur h
Uncontrolled Keywords: penyaluran kredit, kriteria 5C, CAMEL credit lending, 5C’s criteria, CAMEL,
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 16 Jun 2014 05:32
Last Modified: 27 Nov 2019 07:36
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1935

Actions (login required)

View Item View Item