Analisis logistik ikan laut di d'cost seafood restaurant wilayah jabodetabek dan bandung

Firdausi, Nurul (2014) Analisis logistik ikan laut di d'cost seafood restaurant wilayah jabodetabek dan bandung. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R47-01-Nurul-Cover.pdf - Published Version

Download (545kB)
[img]
Preview
Text
R47-02-Nurul-Summary.pdf - Published Version

Download (399kB)
[img]
Preview
Text
R47-03-Nurul-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (455kB)
[img]
Preview
Text
R47-04-Nurul-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (523kB)
[img]
Preview
Text
R47-05-Nurul-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (778kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

D’Cost seafood restaurant merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan laut. Keanekaragaman jenis makanan serta harga yang terjangkau mampu menjadikan D’Cost sebagai restoran seafood terbaik dan terpercaya. Selama tujuh tahun berdiri, D’Cost mampu memperluas usahanya hingga lebih dari 50 outlet yang tersebar di lima kepulauan besar di Indonesia yaitu Sumatra, Kalimatan, Sulawesi, Jawa dan Bali. Menu utama yang disajikan menggunakan bahan baku yang terdiri dari kerang hijau, kerang bambu, cumi, ikan gurami, udang, kepiting soka, ikan patin, ikan nila, kepiting jantan, dan kepiting telor, ikan kakap, kerapu, kuwe, dan ikan bawal hitam. Ikan kakap, kerapu, kuwe, dan ikan bawal hitam merupakan kelompok yang membutuhkan penanganan khusus karena kuantitasnya pada tingkat pemasok sangat fluktuatif dan kondisi kualitasnya yang mudah membusuk. Selain berpengaruh terhadap permintaan konsumen, kondisi kuantitas dan kualitas keempat bahan baku tersebut berpengaruh langsung terhadap optimasi truk yang digunakan. Distribusi merupakan komponen pendukung dalam sistem logistik. Bagian-bagian sistem distribusi mencangkup jarak, waktu, dan biaya selama transportasi. Distribusi yang dilakukan oleh perusahaan dilakukan 2-3 kali setiap minggu. Sistem distribusi merupakan komponen yang paling diutamakan dalam sistem logistik karena biaya distribusi memiliki peran besar dalam peningkatan biaya logistik. Sistem distribusi yang diterapkan perusahaan dibagi kedalam dua kelompok, kelompok pertama akan didistribusikan pada hari Senin, Rabu dan Jumat, sedangkan kelompok kedua didistribusikan pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Pada penelitian, sistem distribusi yang dilakukan perusahaan dianalisis dengan menggunakan MST (minimum spanning tree) menjadi tiga alternatif distribusi. Perbedaan antara alternatif distribusi I, II, dan III adalah pada pengelompokan outlet-outlet Jabodetabek dan Bandung. Alternatif distribusi I merupakan perubahan rute distribusi setiap truk didalam jalur distribusi yang diterapkan perusahaan. Alternatif distribusi II merupakan rute distribusi berdasarkan metode yang dilakukan ditambah dengan wilayah-wlayah diluar 38 outlet Jabodetabek dan Bandung, sedangkan alternatif III metodenya sama dengan alternatif distribusi II namun wilayah-wilayah diluar 38 outlet menggunakan truk yang berbeda. Berdasarkan pengamatan, distribusi yang baik adalah memperhitungkan kapasitas truk, jumlah pengiriman, jarak dan waktu tempuh, serta biaya yang digunakan. Biaya distribusi terhadap waktu yang ditempuh, alternatif dstribusi II lebih efisien dibandingkan lainnya dengan selisih Rp 10.819.313 pada bulan September 2013, dan Rp 10.415.450 pada bulan Oktober serta November 2013 terhadap biaya distribusi perusahaan. Total jarak dan waktu tempuh yang digunakan perusahaan setiap minggunya adalah 3114,8 km dan 4381 menit atau sebesar 73 jam 1 menit. Alternatif I membutuhkan jarak dan waktu tempuh untuk mendistribusikan bahan baku 3034,6 km dan 4357 menit atau 72 jam 37 menit. Alternatif distribusi II membutuhkan jarak dan waktu tempuh sebesar 2868,86 km dan 3808 menit atau 63 jam 28 menit, sedangkan untuk alternatif III membutuhkan jarak dan waktu tempuh sebesar 2792 km dan 3993 menit atau 60 jam 33 menit. Berdasarkan pada total jarak dan waktu tempuh, biaya distribusi, rata-rata kapasitas kosong truk, dan kebutuhan bahan baku untuk optimasi truk, alternatif dua memiliki solusi yang terbaik dibandingkan dengan yang lainnya. Dilihat dari lokasi Jabodetabek dan Bandung, jarak bukan merupakan solusi terbaik karena sering timbul kemacetan atau adanya faktor infrastruktur jalan yang buruk sehingga waktu merupakan solusi untuk menentukan biaya distribusi. penggunaan alternatif distribusi II juga harus didukung oleh penambahan pemasok sehingga truk dapat lebih optimum serta permintaan setiap outletnya dapat dipenuhi dengan baik.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 9(47)Fir a
Uncontrolled Keywords: Distribution cost, distribution system, forecasting, logistic system, minimum spanning tree. Biaya distribusi, minimum spanning tree, sistem distribusi, sistem logistik, peramalan
Subjects: Manajemen Produksi dan Operasi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 16 Jun 2014 08:22
Last Modified: 13 Nov 2019 08:21
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1941

Actions (login required)

View Item View Item