Strategi peningkatan penerimaan pajak daerah dari sektor kendaraan bermotor (studi kasus UP3AD kota semarang ii provinsi jawa tengah)

Purnama, Hary (2013) Strategi peningkatan penerimaan pajak daerah dari sektor kendaraan bermotor (studi kasus UP3AD kota semarang ii provinsi jawa tengah). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E35-01-Hary-Cover.pdf - Published Version

Download (332kB)
[img]
Preview
Text
E35-02-Hary-Abstrak.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img]
Preview
Text
E35-03-Hary-RingkasanEksekutif.pdf - Published Version

Download (313kB)
[img]
Preview
Text
E35-04-Hary-DaftarIsi.pdf - Published Version

Download (313kB)
[img]
Preview
Text
E35-05-Hary-BabIPendahuluan.pdf - Published Version

Download (414kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: http://lib.sb.ipb.ac.id/

Abstract

Peningkatan Pendapatan Asli Daerah merupakan faktor penting dalam pembangunan daerah di era otonomi daerah saat ini. Pendapatan asli daerah didukung oleh pajak daerah, retribusi daerah, dan penerimaaan daerah lainnya yang disahkan oleh undang-undang yang berasal dari keuntungan BUMD. Dalam hal ini pajak daerah memiliki kontribusi terbesar dalam menyumbang PAD Provinsi Jawa Tengah. Komponen pajak daerah yang memiliki nilai tertinggi adalah dari sektor kendaraan bermotor. UP3AD Kota Semarang II merupakan instansi pelayanan pendapatan asli daerah khususnya pajak daerah dari sektor kendaraan bermotor di Kota Semarang. UP3AD Kota Semarang II memiliki wilayah kerja yang terdiri dari lima kecamatan besar dan berkembang di Kota Semarang. Penerimaan pajak daerah dari sektor kendaraan bermotor terdiri dari PKB dan BBNKB dimana nilainya memiliki trend positif dalam kurun waktu 2008-2012. Kedua komponen Pajak daerah ini memberikan kontribusi dengan rata-rata peningkatan sebesar 21.50% dan 10.87 % setiap tahun dalam kurun waktu 2008 sampai dengan 2012. Namun, peningkatan penerimaan pajak tersebut diikuti juga dengan meningkatnya jumlah tunggakan pajak kendaraan bermotor yaitu dengan rata-rata 8.31 % atau sebanyak 15 225 obyek untuk kendaraan roda dua dan 3.48% atau sebanyak 1747 obyek untuk kendaraan roda empat. Hal inilah yang mengakibatkan penerimaan pajak daerah dari sektor kendaraan belum maksimal dari potensi penerimaan yang sebenarnya dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tunggakan. Secara garis besar penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan strategi peningkatan penerimaan pajak daerah dari sektor kendaraan di UP3AD Kota Semarang II. Analisis strategi dimulai dengan menganalisis lingkungan, baik lingkungan internal dan eksternal menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Elaborasi dari faktor strategis internal dan eksternal menghasilkan delapan strategi yaitu Peningkatan konsistensi pelayanan kolaboratif dengan semakin mendekatkan diri dengan Wajib Pajak ; Inovasi sistem pembayaran PKB melalui kemajuan teknologi informasi dan sistem perbankan; Restrukturisasi Sistem Pengelolaan Teknologi Informasi; Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM; Peningkatan sarana prasarana fisik operasional pelayanan; Mengoptimalkan kegiatan Door to door penagihan tunggakan PKB dengan memanfaatkan teknologi informasi; Menggiatkan sosialisasi program dan sarana pelayanan UP3AD Kota Semarang; dan Perbaikan citra pelayanan pajak di seluruh fasilitas program dan jenis pelayanan UP3AD Kota Semarang II. Analisis prioritas strategi dilakukan dengan menggunakan Quantitative Strategic Planning Method yang membandingkan masing-masing strategi terhadap setiap faktor strategis baik internal maupun eksternal. Berdasarkan analisis QSPM maka diperoleh strategi mengoptimalkan kegiatan door to door penagihan tunggakan pajak kendaraan bermotor dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan nilai total ketertarikan (STAS) tertinggi sebesar 5.513. Secara garis besar strategi untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah dari sektor kendaraan bermotor di UP3AD Kota Semarang II adalah dengan menerapkan dua strategi. Pertama, strategi jangka pendek dengan mengoptimalkan kegiatan door to door penagihan tunggakan pajak kendaraan bermotor dengan memanfaatkan teknologi informasi. Kedua, Strategi jangka panjang dengan inovasi sistem pemungutan dan pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui jaringan internet dan perbankan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: analisis SWOT, analisis QSPM, Pajak Daerah, pajak kendaraan bermotor, local tax revenue, motor vehicle tax, QSPM analysis SWOT analysis
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 27 Jun 2014 02:52
Last Modified: 26 Dec 2019 04:20
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1958

Actions (login required)

View Item View Item