Analisis pembentukan sikap ibu terhadap iklan televisi susu pertumbuhan tanpa gula tambahan dan pengaruhnya terhadap niat membeli kasus pt. fonterra brands indonesia

Putri, Erlita Rahma Panjiwa (2012) Analisis pembentukan sikap ibu terhadap iklan televisi susu pertumbuhan tanpa gula tambahan dan pengaruhnya terhadap niat membeli kasus pt. fonterra brands indonesia. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E32-01-Erlita-Cover.pdf - Published Version

Download (340kB)
[img]
Preview
Text
E32-02-Erlita-Abstrak.pdf - Published Version

Download (323kB)
[img]
Preview
Text
E32-03-Erlita-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (325kB)
[img]
Preview
Text
E32-04-Erlita-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (334kB)
[img]
Preview
Text
E32-05-Erlita-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (649kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Sikap kerap digunakan untuk menilai keefektifan kegiatan pemasaran. Sebuah kampanye iklan dirancang untuk menaikkan penjualan dengan meningkatkan sikap konsumen. Konsumen mendapatkan pengetahuan serta kepercayaan terhadap produk melalui iklan produk tersebut. Dengan adanya iklan, konsumen dapat merespon suatu iklan dengan sikap dan persepsi yang berbeda-beda. Sikap yang positif terhadap suatu merek tertentu dapat mendorong sang Ibu untuk melakukan pembelian. Perilaku pembelian suatu merek susu tertentu juga berawal dari persepsi konsumen terhadap susu. Persepsi dapat dipengaruhi oleh rangsangan primer dan sekunder, dimana rangsangan primer berasal dari produk susu itu sendiri dan rangsangan sekunder ditimbulkan oleh informasi tentang susu. Berdasarkan ketentuan WHO (2003), asupan gula tambahan yang direkomendasikan disarankan tidak melebihi 10% dari total energi yang dikonsumsi, untuk menghindari kelebihan energi dalam tubuh anak. Angka ini memberikan informasi bahwa jika dikonversikan ke Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia tahun 2004, maka untuk anak usia 1-3 tahun tidak disarankan mengkonsumsi lebih dari 25g gula tambahan per hari (setara 5 sendok teh) dan usia 4-6 tahun tidak melebihi 38g gula tambahan per hari (setara 8 sendok teh). Oleh karena itu, demi menjaga kesehatan anak-anak, produk susu yang mengandung pemanis tambahan perlu dibatasi pengkonsumsiannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap konsumen bahwa saat ini susu pertumbuhan yang beredar mengandung banyak gula tambahan, menganalisis tingkat pengetahuan konsumen tentang bahaya atau akibat dari kelebihan gula tambahan, menganalisis sikap dan persepsi konsumen terhadap iklan televisi “Susu Pertumbuhan Tanpa Gula Tambahan” yang telah ditayangkan dan menganalisis hal-hal yang mempengaruhi niat membeli Ibu terhadap susu pertumbuhan tanpa gula tambahan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif melalui pendekatan survei dan wawancara mendalam dengan menggunakan kuesioner. Data dan informasi yang diperoleh dari hasil penelitian dideskripsikan berdasarkan tujuan penelitian. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan pada metode snowball sampling (dimana populasi yang diteliti sangat jarang dan sulit untuk mengetahui konsumen yang mengkonsumsi produk dengan kategori yang telah ditetapkan), dimana diperoleh sampel pertama yang memenuhi kriteria di daerah Pertukangan Utara Jakarta Selatan. Dilakukan kepada responden yang bersedia untuk diwawancarai dengan mengisi kuesioner. Penelitian analisis deskriptif, analisis Chi Square, analisis Thurstone, analisis Korespondensi, uji tanda, analisis Suharjo Split dan analisis regresi logistik. Berdasarkan hasil analisis Chi-Square, TOM merek mempunyai keterkaitan dengan merek yang sering digunakan dan untuk demografi responden tidak mempunyai keterkaitan dengan merek yang sering digunakan. Berdasarkan analisis Thurstone, dua hal utama yang menjadi perhatian responden terhadap konsumsi makanan untuk anaknya adalah kandungan gula dan kebersihan makanan. Sedangkan dalam kekhawatiran terhadap kesehatan anak, dua hal utama yang menjadi perhatian adalah perkembangan otak dan kegemukan. Berdasarkan analisis Suharjo Split, terhadap tingkat kepentingan dan kepercayaan responden terhadap iklan televisi untuk dua tingkat persetujuan tertinggi, menunjukkan hasil bahwa semua atribut pelayanan dalam iklan kecuali dalam hal musik yang diperdengarkan dalam iklan telah sesuai. Berdasarkan hasil korespondensi terhadap persepsi iklan, bahwa responden menilai tingkat persetujuan paling tinggi terhadap persepsi bahwa iklan ini menarik untuk diketahui dan mudah untuk dimengerti. Sedangkan untuk persepsi yang dinilai responden dengan tingkat persetujuan paling rendah adalah persepsi bahwa iklan ini menakutkan, menyebalkan dan membuat marah. Berdasarkan hasil survei terhadap 105 responden, 97% responden sadar mengenai adanya kelebihan gula tambahan pada susu pertumbuhan yang saat ini beredar di pasar. Sekitar 94% responden telah mengetahui bahaya atau akibat dari kelebihan gula tambahan terhadap kesehatan anak. Berdasarkan hasil survei menunjukkan sebanyak 52% responden, memiliki kecenderungan untuk memiliki niat membeli. Berdasarkan analisis regresi menunjukkan hasil bahwa kesadaran terhadap iklan, sikap terhadap gambar dalam iklan televisi, nutrisi yang diperhatikan dalam membeli produk susu pertumbuhan dan persepsi terhadap jumlah gula yang terkandung dalam susu pertumbuhan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap niat membeli produk susu pertumbuhan tanpa gula tambahan. Implikasi manajerial dalam penelitian ini adalah memperkenalkan suatu alat ukur yang seobjektif mungkin seperti memperkenalkan sugar calculator untuk memberikan pembuktian akan kandungan gula dalam produk yang dapat dipercaya. Meningkatkan kualitas iklan dimana komunikasi yang disampaikan tidak hanya bertujuan komersial semata tetapi lebih kepada tanggung jawab moral kepada masyarakat dengan tetap memberikan informasi dan pengetahuan yang penting untuk diketahui masyarakat. Dengan demikian akan tetap mempertahankan fungsi iklan yang memberikan informasi secara educative, informative dan persuasive. Meningkatkan visualisasi pada iklan dan memperkenalkan iklan layanan masyarakat (¬unbranded) mengenai gula tambahan yang dapat mendukung iklan komersial Susu Pertumbuhan Tanpa Gula Tambahan secara lebih dalam dan mendetail.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Attitude, Growing Up Milk, Intent to Buy, Chi-Square, Thurstone, Suharjo Split, Correspondence, Logistic Regresion Sikap, Susu Pertumbuhan Tanpa Gula Tambahan, Niat Membeli, Chi-Square, Thurstone, Suharjo Split, Korespondensi dan Regresi Logistik
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 03 Jul 2014 01:08
Last Modified: 23 Jun 2020 03:37
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1962

Actions (login required)

View Item View Item