Perencanaan strategis pt.indo american seafood (th.2012-2016)

Fajar, Muhamad Iqbal (2012) Perencanaan strategis pt.indo american seafood (th.2012-2016). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
E32-01-Iqbal-Cover.pdf - Published Version

Download (340kB)
[img]
Preview
Text
E32-02-Iqbal-Abstrak.pdf - Published Version

Download (324kB)
[img]
Preview
Text
E32-03-Iqbal-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (335kB)
[img]
Preview
Text
E32-04-Iqbal-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (335kB)
[img]
Preview
Text
E32-05-Iqbal-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (657kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (902kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Salah satu penunjang utama devisa perikanan Indonesia ialah industri udang yang merupakan komoditas ekspor perikanan terbesar. Nilai ekspor komoditas udang nasional pada tahun 2011 diproyeksikan mencapai US$1,01 miliar dibanding tahun sebelumnya sebesar US$989,7 juta. Angka tersebut setara dengan kontribusi sebesar 30,12 persen terhadap perkiraan nilai ekspor produk ikan 2011 sebesar US$3,21 miliar (Kementrian Kelautan Perikanan 2011). Industri udang Indonesia mengarah pada industri pengolahan udang dari bahan baku (raw material) menjadi produk intermediet (semi raw material). Beberapa produk yang umumnya dihasilkan ialah peeled and deveined block frozen shrimp, frozen fresh shrimp, individual quick frozen shrimp dan sebagainya. Jenis produk ini, walaupun memiliki nilai yang tinggi tetapi masih memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. PT. Indo American Seafood (PT. IAS) adalah unit bisnis PT. Indokom Samudara Persada (PT. ISP) yang baru berkembang dan masih dalam tahap pertumbuhan yang tinggi. Dengan jumlah produksi mencapai 20 ton/bulan atau setara 2.600.000 pcs/bulan, produk olahan siap saji dari PT. IAS diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih secara finansial bagi group ISP. Saat ini PT. IAS mengekspor produk siap saji berupa ebi furai, tempura, ebikatsu, dan shrimp ball untuk pasar Jepang. Selain itu, PT. IAS juga menjual produk siap saji untuk pasar lokal yang di pasarkan tanpa brand. Dalam perkembangannya PT. IAS menemui banyak kendala. Fluktuasi suplai dan mutu bahan baku, rendahnya sumberdaya manusia, mekanisme pasar yang ekslusif, keterbatasan fasilitas, manajemen yang belum terorganisasi, membuat perkembangan perusahaan cenderung stagnan. Dengan permasalahan tersebut, komitmen perusahaan untuk menyajikan produk siap saji dengan mutu yang prima, harga yang terjangkau dan diterima pasar internasional sulit dicapai. Berdasarkan permasalahan tersebut, PT. IAS membutuhkan visi misi, perumusan strategi, acuan pelaksanaan kebijakan dan evaluasi kebijakan yang terarah dan sesuai untuk mencapai tujuan akhir sebagai industry pengolahaan produk udang siap saji nasional yang berdaya saing internasional. Penelitian dilakukan di PT. Indo American Seafood, di Jl. Ir. Sutami Km 13, Bandar Lampung. Penelitian ini dilaksanakan dari Juni-Agustus 2011. Dari hasil Focuss Group Discussion Tahap 1 diperoleh faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan PT. Indo American Seafood terdiri dari : Faktor Kekuatan dari dalam, yang meliputi ; jumlah stock barang melebihi kontrak kerja; modal usaha dan investasi yang kuat; lokasi pabrik yang strategis; dukungan pasokan bahan baku dari perusahaan induk; kemudahan akses pasar Jepang; sudah memiliki izin POM untuk merek lokal. Sedangkan kekuatan dari luar yang dimiliki PT. Indo American Seafood antara lain adalah dukungan kebijakan pemerintah di tingkat nasional dan provinsi; jumlah tenaga kerja yang tersedia dalam jumlah banyak dan murah; Lampung sebagai sentra udang nasional; kompetisi pasar internasional yang tidak terlalu ketat; serta perkembangan tren gaya hidup. Dari analisis Evaluasi Faktor Internal (IFE) diketahui bahwa faktor strategis peluang yang harus dicermati dalam pengembangan PT Indo American Seafood adalah faktor kekuatan yang memiliki nilai bobot yang tertinggi sebesar 0.04, yaitu jumlah stock barang melebihi kontrak kerja; dukungan pasokan bahan baku dari perusahaan induk; dan modal usaha dan investasi yang kuat. Faktor kelemahan utama yang memiliki bobot tertinggi sebesar 0.09 adalah fluktuasi kuantitas bahan baku. Faktor kelemahan selanjutnya dengan nilai bobot 0.08 adalah kapasitas pabrik yang belum dapat memenuhi kebutuhan pasar serta kurangnya perencanaan dalam proses produksi dan pengadaan barang. Faktor kelemahan yang memiliki bobot terendah sebesar 0.06 adalah merek yang belum dimanfaatkan dengan baik; diversifikasi produk masih terbatas; dan inovasi produk kurang. Posisi nilai skor tertimbang adalah sebesar 2.00. yang menunjukkan bahwa perusahaan dalam kondisi internal yang lemah karena total nilai skor tertimbang berada di bawah total nilai rata-rata tertimbang, yaitu 2.5. Pada keadaan ini, perusahaan harus memfokuskan untuk memanfaatkan semaksimal mungkin kekuatan yang dimiliki dan segera mengatasi kelemahan perusahaan. Berdasarkan hasil matriks EFE, faktor-faktor yang menjadi peluang utama PT. Indo American Seafood dan dapat dimanfaatkan dalam perencanaan strategic pengembangan perusahaan adalah faktor eksternal dengan rating 4, yaitu dukungan kebijakan pemerintah di tingkat nasional dan provinsi dengan nilai rata-rata skor tertimbang 0.440 serta jumlah tenaga kerja yang tersedia dalam jumlah banyak dan murah sedangkan faktor yang menjadi ancaman utama adalah perubahan peraturan ekspor dari Negara tujuan ekspor dengan nilai rata-rata terimbang sebesar 0.42. Faktor eksternal dengan rating 3 menunjukkan bahwa faktor berikut cukup kuat mempengaruhi strategi yang akan dijalankan, yaitu (1) produk pengganti (substitusi) dari bahan dasar ayam dan daging dengan skor tertimbang sebesar 0.263; (2) Lampung sebagai sentra udang nasional dengan skor tertimbang sebesar 0.233; (3) kompetisi pasar internasional yang tidak terlalu ketat dengan skor tertimbang sebesar 0.203; dan (4) perkembangan tren gaya hidup dengan skor tertimbang sebesar 0.195. Faktor yang lemah mempengaruhi strategi yang akan dijalankan adalah faktor dengan nilai rating 2, yaitu gagal panen udang (nilai skor tertimbang 0.275); kurs mata uang rupiah yang terus menguat (nilai skor tertimbang 0.078) dan anggapan bahwa udang sebagai makanan mahal di pasar local (nilai skor tertimbang 0.150). Faktor dengan rating 1 adalah faktor yang sangat lemah mempengaruhi strategi yang akan dijalankan, yaitu panen raya di Negara pesaing yang memiliki nilai skor tertimbang sebesar 0.118. Total nilai skor yang diperoleh dari matriks EFE sebesar 2.77. Nilai tersebut menunjukkan bahwa secara eksternal posisi PT. Indo American Seafood cukup kuat dalam memanfaatkan peluang-peluang yang ada dan dapat mengatasi pengaruh ancaman dari lingkungan eksternal. Dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats) dihasilkan 6 (empat) alternatif strategi untuk pengembangan PT. IAS dengan urutan berdasarkan prioritas, yaitu; penetrasi pasar lokal lokal dengan mengembangkan merek yang sudah ada; penetrasi pasar internasional dengan perluasan kerjasama dari existing client perusahaan induk; meningkatkan kualitas produk dan mempertahankan pasokan bahan baku; meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi; meningkatkan kompetensi karyawan; serta membuat variasi produk dari udang dan ikan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: ready to cook shrimp, Internal Factors Evaluation, External Factors Evaluation, IE Matrix, SWOT Analysis, QSPM, PT Indo American Seafood. Udang siap saji, Strategi, Pengembangan, IFE, EFE, IE, SWOT, QSPM, Rencana aksi Strategik, PT Indo American Seafood
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 03 Jul 2014 03:01
Last Modified: 23 Jun 2020 04:45
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1963

Actions (login required)

View Item View Item