Pengaruh regulasi, persaingan dan kekuatan beli terhadap hubungan pemasok - ritel moderen dan kinerja pemasok jakarta

Martadisastra, Dedie S. (2014) Pengaruh regulasi, persaingan dan kekuatan beli terhadap hubungan pemasok - ritel moderen dan kinerja pemasok jakarta. Doctoral thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
5DM-01-Dedie-Cover.pdf - Published Version

Download (546kB)
[img]
Preview
Text
5DM-02-Dedie-Summary.pdf - Published Version

Download (487kB)
[img]
Preview
Text
5DM-03-Dedie-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (429kB)
[img]
Preview
Text
5DM-04-Dedie-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (398kB)
[img]
Preview
Text
5DM-05-Dedie-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (819kB)
[img] Text
Disertasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Persaingan ritel moderen dan pemasoknya di Indonesia sangat ketat seiring dengan peningkatan jumlah gerai ritel moderen maupun pemasoknya sangat cepat, yang disebabkan liberalisasi regulasi industri ritel. Persaingan sangat ketat tersebut membentuk konsentrasi, kekuatan posisi tawar, kekuatan beli ritel moderen meningkat, sehingga mengakibatkan timbulnya perilaku anti-persaingan dan hubungan pemasok-ritel moderen menjadi tidak seimbang serta merugikan pemasok, walaupun pemerintah telah mengantisipasi penyimpangan tersebut dengan menerbitkan beberapa regulasi dan kebijakan persaingan, yaitu Perpres 112/2007, Permendag 53/2008, UU 5/1999, UU 8/1999. Namun pelanggaran persaingan tersebut masih terjadi. Pada tahun 2005, ritel moderen Carrefour memberlakukan hubungan usaha yang memberatkan pemasoknya dan kedua pada tahun 2009, ritel moderen Carrefour meningkatkan konsentrasi pasar dan mengeksploitasi surplus pemasoknya, sehingga mengakibatkan ketidak-seimbangan dan dampak negatif terhadap persaingan. Otoritas persaingan Indonesia (KPPU) berdasarkan kebijakan persaingan UU/5/1999 telah menghukum dan memberikan sanksi denda terhadap ritel moderen Carrefour terhadap kedua pelanggaran persaingan tersebut. Kondisi ketidak-seimbangan hubungan pemasok-ritel moderen (buyer-seller relationships) tersebut melibatkan berbagai faktor kompleks. Namun sangat menarik untuk dilakukan penelitian, diantaranya sampai sejauh mana kebijakan regulasi, persaingan, kekuatan posisi tawar dan kekuatan beli tersebut pada saat ini mempengaruhi kemitraan atau hubungan usaha pemasok-ritel moderen dan kinerja pemasoknya. Oleh karena itu tujuan penelitian ini dapat ditentukan, sebagai berikut: (1) Menguji secara empiris pengaruh regulasi terhadap persaingan dan hubungan pemasok-ritel moderen, persaingan terhadap hubungan pemasok-ritel moderen, kekuatan beli terhadap hubungan pemasok-ritel moderen, hubungan pemasok-ritel moderen terhadap kinerja pemasok; (2) Mengembangkan model hubungan pemasok-ritel moderen dalam lingkup isi dan implementasi regulasi; (3) Merumuskan perbaikan regulasi Perpres 112/2007, Permendag 53/2008 dan amandemen kebijakan persaingan UU/5/1999. Penelitian ini menggunakan grand theory yang paling mendekati model pengaruh regulasi, persaingan dan kekuatan beli terhadap hubungan pemasok-ritel moderen dan kinerja pemasok, yaitu teori hubungan pemasaran (relationship marketing), khususnya konsep hubungan pembeli-penjual. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif bersifat deskriptif dan verifikatif. Populasi atau unit analisis adalah 3555 perusahaan pemasok kelompok makanan kemasan, minuman kemasan dan produk perawatan diri yang beralamat dan beroperasi sebagian besar di Jakarta dan sekitarnya. Perusahaan pemasok tersebut berskala besar, menengah, kecil dan mikro. Dipilih 217 perusahaan pemasok dengan sampling strata non-proporsional. Masing-masing kurang lebih 50 kuesioner dikirimkan kepada setiap kelompok skala perusahaan pemasok dan kemudian 101 kuesioner dapat dikumpulkan, empat kuesioner tidak lengkap, sehingga diperoleh 97 kuesioner yang ditanggapi secara valid oleh pemasok makanan kemasan, yang terdiri dari 48 perusahaan pemasok skala usaha besar, 18 skala menengah, 10 skala kecil dan 23 skala mikro. Kuesioner menggunakan five-point likert scale dan hybrid ordinally-interval scale. Penelitian ini menggunakan cakupan waktu bersifat one shot dengan tipe cross-sectional, yang surveinya dilakukan pada bulan Mei – Juli 2013. Penelitian ini bersifat verifikatif, yaitu untuk mengetahui hubungan antar variabel melalui pengujian hipotesis dan pemodelan serta teknik solusi menggunakan metode Partial Least Square-PLS. Hasil evaluasi model pengukuran pengaruh hubungan regulasi, persaingan dan kekuatan beli terhadap hubungan pemasok-ritel moderen dan kinerja pemasok dan berkaitan dengan pilihan jawaban pemasok terhadap pertanyaan-pertanyaan kuesioner dari 97 responden dievaluasi dengan PLS. Uji validitas diskriminan tahap pertama melalui nilai cross loading dihasilkan indikator-indikator yang memiliki validitas diskriminan yang baik. Uji tahap kedua menilai validitas diskriminan dari konstruk dengan melihat nilai Average Variance Extracted (AVE). Berdasarkan nilai akar AVE seluruh konstruk memiliki validitas diskriminan yang baik. Hasil output latent variable correlation digunakan untuk membandingkan nilai maksimal korelasi konstruk dengan nilai akar AVE. Hasilnya didominasi oleh konstruk yang memiliki nilai akar AVE yang lebih tinggi dari nilai maksimal korelasi. Dengan demikian, seluruh konstruk dimensi memiliki validitas diskriminan yang baik. Evaluasi yang berkaitan dengan reliabilitas konsistensi internal dapat diperiksa pada nilai reliabilitas komposit dan Cronbach’s alpha. Hasil output reliabilitas komposit dan Cronbach’s alpha menunjukkan bahwa nilai reliabilitas komposit untuk semua konstruk adalah nilainya diatas 0.7, yang menunjukkan bahwa semua konstruk pada model diestimasi memenuhi kriteria validitas diskriminan. Pada Cronbach’s alpha nilai yang disarankan adalah diatas 0.6 dan hasilnya menunjukkan bahwa nilai Cronbach’s alpha untuk semua konstruk berada diatas 0.6. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh konstruk yang diuji memiliki reliabilitas yang baik. Berdasarkan hasil evaluasi struktural dapat diperoleh nilai-nilai koefisien jalur berikut t-statistik keseluruhan konstruk, sehingga dapat diketahui hubungan antar variabel dan pengaruh variabel terhadap variabel lainnya, kekuatan hubungan antar variabel, pengaruh variabel independen tertentu terhadap variabel dependen untuk menguji hipotesis penelitian yang diajukan. Hasil Pengujian secara empiris diperoleh: (1) Regulasi berpengaruh cukup kuat terhadap persaingan, regulasi berpengaruh lemah terhadap hubungan pemasok-ritel modern, persaingan berpengaruh cukup kuat terhadap hubungan pemasok-ritel modern, kekuatan beli berpengaruh lemah terhadap hubungan pemasok-ritel modern, hubungan pemasok-ritel moderen berpengaruh sangat kuat terhadap kinerja pemasok; (2) Model hubungan pemasok-ritel moderen mengkonfirmasi bahwa terdapat pengaruh regulasi terhadap persaingan dan pengaruh regulasi, persaingan dan kekuatan beli terhadap hubungan pemasok-ritel moderen serta hubungan pemasok-ritel moderen mempengaruhi kinerja pemasok; (3) Perbaikan regulasi Perpres 112/2007 dan Permendag 53/2008, diantaranya dengan pembuatan pedoman hubungan pemasok dengan ritel moderen secara rinci dan jelas, tidak memungut biaya administrasi pendaftaran barang (listing fee) terhadap pemasok skala usaha mikro, kecil dan sosialisasi yang lebih intensif serta amandemen kebijakan persaingan UU/5/1999, diantaranya, yaitu peningkatan wewenang KPPU dalam mendapatkan bukti langsung, penyitaan, program pengampunan, sanksi tegas bagi para pelaku usaha yang melanggarnya.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Regulasi, Persaingan, Kekuatan Beli, Hubungan Pemasok-Ritel Moderen, Kinerja Pemasok Regulation, Competition, Buyer Power, Supplier-Modern Retailer Relationships, Supplier Performance
Subjects: Manajemen Pemasaran
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 26 Aug 2014 08:28
Last Modified: 27 Nov 2019 04:17
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1982

Actions (login required)

View Item View Item