Analisis mutu capit udang modifikasi pt. cakra multi sawit mandiri

Dalian, Yuri (2014) Analisis mutu capit udang modifikasi pt. cakra multi sawit mandiri. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R48-01-Yuri-Cover.pdf - Published Version

Download (551kB)
[img]
Preview
Text
R48-02-Yuri-Summary.pdf - Published Version

Download (332kB)
[img]
Preview
Text
R48-03-Yuri-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (317kB)
[img]
Preview
Text
R48-04-Yuri-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (376kB)
[img]
Preview
Text
R48-05-Yuri-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (739kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Berdasarkan permasalahan perkembangan budidaya kelapa sawit dan perkembangan teknologinya di Indonesia, maka seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia berlomba mebuat inovasi baru dalam bidang teknologi untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal dan mutu yang baik, sehingga pada akhirnya dapat tetap bertahan dan berkembang di pasar. PT Cakra Multi Sawit Mandiri adalah salah satu perusahaan perkebunan yang baru berkembang sejak 2006 dengan pola budidaya yaitu pembibitan, pemeliharaan, pemanenan dan riset pengembangan. Perusahaan ini berinovasi dengan memodifikasi beberapa alat untuk keperluan budidaya dan pemanenan, salah satunya adalah alat kastrasi yang oleh bahasa setempat disebut capit udang. PT Cakra Multi Sawit Mandiri berencana untuk menjual salah satu produk inovasinya tersebut di pasaran, sehingga untuk itu dibutuhkan analisis mutu alat guna mendukung proses penjualannya. Total Quality Management adalah salah rangkaian analisis yang dapat digunakan untuk mengetahui mutu suatu alat sedangkan Quality Function Deployment adalah alat analisis yang digunakan untuk mengukur mutu sebuah alat. Atribut mutu yang didapatkan akan diolah dengan menggunakan matriks House Of Quality. House Of Quality (HOQ)atau rumah kualitas adalah sebuah rangkaian/matriks yang dapat menjabarkan dan menghubungan atribut-atribut yang terbagi dalam dua buah faktor yaitu faktor What’s dan faktor Who’s. Data yang diolah diperoleh dari 30 orang responden, dua orang pakar dan tiga perusahaan pembanding yaitu PT London Sumatra Indonesia, PT Eastern Sumatra Indonesia dan PT Socfin Indonesia. Faktor What’s adalah faktor yang berhubungan langsung dengan keinginan pelanggan atau kepuasan konsumen. Faktor What’s terdiri atas atribut-atribut yang didapatkan melalui kuisioner. Penulis menyebarkan kuisioner awal dan mendapatkan 15 atribut dari 30 orang responden yang bekerja sebagai petani kelapa sawit, diantaranya yaitu Harga alat, cara pembuatan, gaya yang dikeluarkan, umur teknis, ergonomika, daya yang dikeluarkan, waktu kerja, kemudahan mendapatkan alat, dimensi alat, berat alat, kemudahan perbaikan, aplikatif, biaya pembuatan, daya tahan alat dan kapasitas. Dari 15 atribut ini dilakukan uji validitas untuk menetapkan atribut mana yang benar-benar diidentifikasi sebagai atribut terpenting oleh konsumen. Penulis menggunakan program SPSS Versi 16.0 untuk menyeleksi atribut-atribut terpenting sehingga diperoleh 15 korelasi product moment. Selanjutnya dilakukan pensortiran 15 korelasi product moment dengan menggunakan taraf siginifikan sebesar 99% dalam pemilihan atribut terpenting penyusun faktor What’s. Dari hasil sortiran tersebut diperoleh 8 atribut penting yang setelah diurutkan kembali oleh pakar berdasarkan tingkat kepentingannya dalam membuat sebuah alat, yaitu umur teknis, ergonomika, daya yang dikeluarkan, waktu kerja, aplikatif, kemudahan perbaikan, daya tahan alat dan kapasitas. Dari pembahasan yang dilakukan pada faktor What’s, capit udang modifikasi PT Cakra Multi Sawit Mandiri memiliki keunggulan pada atribut waktu kerja dan kapasitas yang kedua atribut memiliki nilai target dan rasio 5;1 atas tiga perusahaan pembanding. Adapun atribut kemudahan perbaikan sebagai atribut yang paling banyak dipilih dan mendapatkan nilai yang baik dari setiap perusahaan. Faktor How’s adalah faktor yang berhubungan dengan kebutuhan perusahaan. Pakar memberikan lima buah atribut sebagai pembanding yaitu jenis bahan, ukuran, mekanisme kerja, desain dan komponen tambahan. Pada faktor How’s capit udang modifikasi memiliki keunggulan atas perusahaan pembanding pada atribut jenis bahan, ukuran, desain dan mekanisme kerja sedangkan atribut ukuran adalah atribut yang paling banyak dipilih dengan nilai tinggi oleh setiap perusahaan. Dari keseluruhan atribut diatas, atribut desain adalah atribut yang dapat menyatukan beberapa atribut dari faktor What’s dan faktor How’s, hal ini didukung dengan nilai hubungan sangat kuat dan memiliki pengaruh besar terhadap nilai atribut yang lain. Apabila salah satu atributnya dirubah maka akan mempengaruhi nilai atribut yang lainnya. Dari data yang diperoleh atribut-atribut yang memiliki hubungan sangat kuat yaitu : waktu kerja–desain, daya yang dikeluarkan–desain, kapasitas–desain, umur teknis–desain dan daya tahan alat–desain. Hal ini didukung dengan nilai atribut desain yang tinggi yaitu nilai tingkat kepentingan 265 dan nilai tingkat relatif 28.184. Korelasi antara atribut yang didapatkan dari pembahasan di atas digunakan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antar atribut yang apabila salah satu atribut dirubah maka akan menyebabkan perubahan pada atribut yang lainnya. Hal ini menunjukan korelasi matriks (atap rumah) yang memperlihatkan atribut desain mendapatkan nilai sangat berhubungan kuat untuk hubungannya dengan beberapa atribut yang ada. Perusahaan mampu membandingkan alat capit udang yang telah digunakan selama ini dengan alat capit udang yang telah dimodifikasi dengan melihat keunggulan dan kelemahan yang ada. Dengan demikian perusahaan mampu mendapatkan keuntungan baik dari jumlah produksi maupun mutu akhir produk. Perusahaan dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan alat capit udang milik perusahaan pesaing, sehingga berguna untuk menentukan strategi terbaik yang dapat digunakan untuk masuk ke pasar dan bertahan di pasar. Hasil analisis mutu diatas dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan produk capit udang modifikasi yang dinilai sudah cukup baik untuk dijual di pasaran. Adapun beberapa atribut dengan nilai yang sudah baik diharapkan dapat dipertahankan dan dikembangkan oleh perusahaan, sedangkan atribut yang paling banyak dipilih oleh perusahaan pembanding/pesaing digunakan sebagai masukan untuk mengembangkan produk ke arah yang lebih baik.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Capit Udang, Kastrasi, Kelapa Sawit, Quality Function Deployment, House of Quality Cap Stand, Castration, Palm Oil, Quality Function Deployment, House of Quality
Subjects: Manajemen Teknologi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 27 Aug 2014 00:54
Last Modified: 13 Nov 2019 07:43
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/1983

Actions (login required)

View Item View Item