Analisis struktur modal pada perusahaan telekomunikasi di indonesia

Sitorus, Palti Maruli Tua (2014) Analisis struktur modal pada perusahaan telekomunikasi di indonesia. Doctoral thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
6DM-01-Palti-Cover.pdf - Published Version

Download (378kB)
[img]
Preview
Text
6DM-02-Palti-Summary.pdf - Published Version

Download (324kB)
[img]
Preview
Text
6DM-03-Palti-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (322kB)
[img]
Preview
Text
6DM-04-Palti-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (561kB)
[img]
Preview
Text
6DM-05-Palti-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text
Disertasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Struktur modal merupakan penggunaan hutang jangka panjang dan modal sendiri dalam memenuhi kebutuhan dana perusahaan. Memperhatikan definisi tersebut, diperlukan kebijakan yang baik agar terhindar dari kebangkrutan karena hutang mempunyai biaya. Manajer perusahaan membutuhkan pengetahuan yang cukup mengenai keputusan tingkat hutang yang mengakibatkan peningkatan nilai perusahaan. Perusahaan yang bergerak di industri telekomunikasi harus lebih baik menentukan struktur modal dibandingkan dengan industri karena menggunakan teknologi sebagai pendorong pendapatan. Pada sisi lain, teknologi telekomunikasi mempunyai daur hidup yang pendek. Sekalipun penelitian mengenai struktur modal sudah sangat banyak dilakukan, tetapi tidak menyurutkan peneliti untuk mencari keseimbangan teori yang digunakan. Penelitian struktur modal dimulai dengan kondisi bahwa berapapun tingkat hutang perusahaan, tidak akan mengubah nilai perusahaannya. Teori ini dipercaya dengan asumsi bahwa pajak tidak diberlakukan dan perusahaan dimiliki secara pribadi. Seiring dengan perkembangan teori mengenai struktur modal seperti ini tidak dapat mendapat respon yang lama. Perusahaan harus membayar pajak dan memikirkan pendanaan tidak dari internal saja. Perkembangan terakhir dari strategi perusahaan adalah mencari pendanaan dari eksternal. Hal ini dilakukan agar manager perusahaan memikirkan bagaimana mengembalikan dana ditambah bunga. Struktur modal diberbagai industri tidak menunjukkan angka yang sama. Ada dugaan bahwa struktur modal perusahaan dalam industri yang sama seharusnya sama. Hal ini disebabkan oleh informasi ketersediaan dana dan pasar semakin terbuka seiring dengan perkembangan informasi telekomunikasi. Banyak pakar memberikan analisis bahwa telekomunikasi menjadi pendorong utama dalam keterbukaan informasi ini. Dengan demikian, semakin tinggi alasan mengapa penelitian struktur modal di industri telekomunikasi menarik untuk dilakukan. Perkembangan pasar telekomunikasi di Asia menunjukkan pertumbuhan yang baik. Angka pertumbuhan tersebut di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi di setiap negara. Faktor pendukung pertumbuhan ini adalah perubahan teknologi yang cepat dan meningkatnya investasi di bidang infrastruktur. Di sisi lain, pertumbuhan keuntungan operator telekomunikasi mengalami penurunan. Dalam industri telekomunikasi, perusahaan operator telekomunikasi menjadi penggerak utama. Jasa telekomunikasi yang paling diminati oleh pasar Asia adalah jasa telepon seluler. Jasa yang menjadi primadona saat ini adalah jasa pengelolaan data dan internet. Dari sebelas perusahaan operator telekomunikasi di Indonesia, hanya lima perusahaan yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Kelima perusahaan tersebut menjadi objek penelitian pada disertasi ini. Tujuan pertama penelitian ini adalah menganalisis keragaman struktur modal perusahaan telekomunikasi berdasarkan struktur kepemilikan dan teknologi yang digunakan. Apakah terdapat pengaruh perubahan teknologi yang digunakan terhadap rasio keuangan perusahaan berupa harga saham dibandingkan dengan keuntungan per lembar saham, harga saham dan struktur modal. Kedua adalah ingin mengetahui hubungan antara struktur modal dan nilai perusahaan sehingga diketahui struktur modal yang optimal. Ketiga adalah ingin mengetahui ada tidaknya target hutang dan penyesuaian perusahaan menuju target tersebut. Keempat adalah ingin mengetahui pengaruh karakteristik perusahaan (ukuran perusahaan, tingkat keuntungan, umur perusahaan, struktur aset, pertumbuhan dan risiko bisnis) terhadap struktur modal. Terdapat beberapa indikator struktur modal yang digunakan dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan rasio hutang dengan jumlah saham (DER). Komponen hutang dan saham masing-masing mempunyai biaya untuk mendapatkannya. Biaya hutang disini adalah biaya untuk mendapatkan hutang dan bunga hutang itu sendiri. Biaya yang ada pada saham berupa biaya penerbitan saham, dividen atau biaya untuk investasi kembali. Pemilihan ini juga didasarkan pada keinginan untuk mengukur nilai perusahaan berdasarkan harga saham atau nilai perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa struktur modal seluruh perusahaan sebesar 1.033 yang berarti bahwa total hutang yang digunakan untuk operasional perusahaan lebih besar dari dengan total saham yang dimiliki. Struktur modal yang demikian tergolong tinggi. Dengan standar deviasi sebesar 0.599 menunjukkan keragaman struktur modal yang tinggi juga. Terdapat perbedaan struktur modal di seluruh perusahaan Telekomunikasi Indonesia yang diukur berdasarkan nilai rata-rata. Rata-rata DER tertinggi dimiliki oleh PT Exelcomindo dan terendah adalah PT Telkom. Ini berarti, tingkat hutang yang dilakukan oleh PT Telkom untuk memenuhi operasionalnya lebih rendah dari empat perusahaan telekomunikasi lainnnya. Dalam menentukan apakah terdapat pengaruh teknologi terhadap rasio antara harga saham dengan keuntungan, harga saham dan struktur modal digunakan metoda rancangan percobaan. Metoda ini belum pernah dilakukan sebagai alat analisis di manajemen keuangan. Hasilnya, teknologi mempunyai pengaruh positif terhadap harga saham namun tidak mempengaruhi rasio antara harga saham dengan keuntungan dan struktur modal. Perusahaan yang memiliki struktur modal di atas 1.00 mempunyai struktur kepemilikan yang terkonsentrasi. Struktur kepemilikan terkonsentrasi adalah apabila pemilik saham dibawah 5% (saham minoritas) melebihi 30 % dari total seluruh saham. Dengan demikian terdapat hubungan struktur kepemilikan dengan struktur modal. PT Exelcomindo dan PT Indosat mempunyai struktur modal di atas 1.00 karena kedua perusahaan ini senantiasa melakukan pengembangan usaha yang lebih besar dari perusahaan lainnya. Kedua perusahaan ini adalah perusahaan telekomunikasi yang hadir setelah era monopoli industri telekomunikasi berakhir. PT Telkom mempunyai struktur modal yang terendah karena sebagai perusahaan yang sudah sejak lama beroperasi masih mempunyai jaringan dan teknologi yang masih dapat digunakan. Kebutuhan investasi dalam bentuk hutang tidak begitu dibutuhkan karena laba yang diciptakan masih cukup untuk digunakan meningkatkan pengembangan teknologi. Sementara itu, perusahaan Smartfren dan Bakrie Telecom mempunyai DER di bawah 1.00 karena dalam bisnis telekomunikasi menjadi perusahaan pendatang berasal dari perusahaan induk yang bukan bergerak di industri telekomunikasi. Kedua perusahaan ini pasti sangat hati-hati dalam melakukan investasi. Penelitian ini memperlihatkan bahwa secara keseluruhan, perusahaan telekomunikasi di Indonesia mempunyai struktur modal yang optimal. Struktur modal optimalnya ada pada angka 0.996. Terdapat dua perusahaan yang mempunyai struktur modal optimal yaitu PT Exelcomindo dan PT Indosat masing mempunyai struktur modal optimal pada angka 1.132 dan 1.003. Perusahaan yang struktur kepemilkan sahamnya terkonsentrasi justru mempunyai struktur modal yang optimal. Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa perusahaan telekomunikasi di Indonesia mempunyai target struktur modal dan kecepatan penyesuaian kepada target tersebut adalah sebesar 74.89% dalam waktu tiga bulan. Dengan menggunakan fixed effect model (FEM) dengan tingkat keyakinan 95%, karakteristik perusahaan yang mempengaruhi struktur modal adalah tingkat keuntungan. Pengaruh tingkat keuntungan terhadap struktur modal sebesar -2,987 yang artinya setiap perubahan 1 unit tingkat keuntungan akan menurunkan struktur modal sebesar 2.987 poin.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: hutang, panel data, rancangan percobaan, struktur modal, telekomunikasi capital structure, debt, experimental design, panel data, telecommunication
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 25 Sep 2014 04:55
Last Modified: 19 Nov 2019 03:13
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2005

Actions (login required)

View Item View Item