Analisis fluktuasi dollar amerika serikat terhadap rupiah ketika krisis subprime mortgage

Mahardika, Gustiyan Taufik (2014) Analisis fluktuasi dollar amerika serikat terhadap rupiah ketika krisis subprime mortgage. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
Text
R48-01-Gustian-Cover.pdf - Published Version

Download (684kB)
[img]
Preview
Text
R48-02-Gustian-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (449kB)
[img]
Preview
Text
R48-03-Gustian-Summary.pdf - Published Version

Download (448kB)
[img]
Preview
Text
R48-04-Gustian-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (593kB)
[img]
Preview
Text
R48-05-Gustian-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (767kB)
[img] Text
Tesis.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Dalam sistem kurs mengambang, nilai tukar berfluktuasi karena kondisi makroekonomi yang terjadi. Kondisi makroekonomi yang ditambah dengan ketidakpastian guncangan (shock) yang berupa krisis finansial dapat mengakibatkan fluktuasi nilai tukar menjadi terdepresiasi. Pada 2007 terjadi krisis finansial di Amerika Serikat (AS) yang berupa krisis subprime mortgage. Krisis ini mempengaruhi nilai tukar Negara-negara lain selain AS termasuk Indonesia. Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar merupakan faktor-faktor makroekonomi, namun guncangan berupa krisis dapat mempengaruhi juga nilai tukar. Oleh karena itu, penelitian ini didasari analisis fluktuasi yang dapat menjelaskan bagaimana faktor-faktor makroekonomi yang ditambah krisis mempengaruhi fluktuasi nilai tukar. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat digunakan untuk meminimalkan risiko yang timbul dalam perdagangan dengan melakukan kontrak berjangka atau lindung nilai, dan bagi pembuat kebijakan moneter supaya dapat mengambil kebijakan yang tepat terkait fluktuasi nilai tukar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fluktuasi nilai tukar selama dan setelah krisis subprime mortgage. Dimana salah satu diantara tujuan tersebut adalah menganalisis bagaimana faktor makroekonomi berpengaruh terhadap fluktuasi nilai tukar. Dan tujuan lainnya adalah apakah krisis subprime mortgage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap fluktuasi nilai tukar. Juga diharapkan dapat dirumuskan suatu implementasi manajerial bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan berfluktuasinya nilai tukar. Dengan menganalisis kurs yang diharapkan, individu atau perusahaan yang menjadikan nilai tukar sebagai komponen dalam bisnisnya dapat kemudian memutuskan kebijakan yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode error correction model (ECM) atau model koreksi kesalahan. Metode ECM merupakan metode regresi linier berganda yang menyatakan bahwa dapat terjadi kointegrasi jangka panjang antara variabel dependen dengan variabel dependen. Kointegrasi ini dapat dilihat dari nilai error correction term (ECT) atau komponen koreksi kesalahan. Nilai ECT pada estimasi harus signifikan dan memiliki besaran arah yang negatif. Data yang akan diolah merupakan nilai tukar nominal (serta variabel yang bersifat nominal) dan nilai tukar riil (serta variabel yang bersifat riil). Model yang menggunakan variabel riil ternyata tidak memiliki kointegrasi jangka panjang dengan nilai tukar riil. Model yang menggunakan variabel nominal ternyata memiliki kointegrasi jangka panjang dengan nilai tukar nominal. Sedangkan variabel yang mempengaruhi nilai tukar nominal secara signifikan dalam jangka panjang adalah konstanta, tren, jumlah uang beredar, pertumbuhan ekonomi, dan suku bunga bank sentral. Berdasarkan estimasi model nilai tukar jangka pendek, faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar nominal secara jangka pendek adalah jumlah uang beredar, transaksi berjalan, suku bunga bank sentral, dan error correction term. Transaksi berjalan tidak memiliki pengaruh terhadap nilai tukar nominal. Hal ini disebabkan peran pasar keuangan yang semakin besar, sehingga surplus atau defisit modal menjadi penentu nilai tukar mata uang dan bukannya suplus atau defiit transaksi barang. Variabel dummy krisis subprime mortgage dalam jangka pendek dan jangka panjang ternyata tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai tukar nominal. Hal ini dapat disebabkan karena krisis subprime mortgage tidak mempengaruhi nilai tukar nominal secara langsung. Dimana krisis ini merupakan krisis yang terjadi akibat masalah likuiditas di AS. Oleh karena itu, krisis ini akan mempengaruhi nilai mata uang dollar AS secara langsung. Adanya perubahan pada nilai tukar rupiah terhadap dollarAS adalah akibat inflasi yang terjadi akibat kenaikan harga barang impor dan produk dalam negri. Kenaikan harga barang impor adalah akibat dari terdepresiasinya mata uang asing dollar AS dan kenaikan produk dalam negri disebabkan bahan baku pembuatan produk tersebut merupakan barang impor. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap variabel-variabel yang mempengaruhi nilai tukar, maka dapat dirumuskan beberapa implikasi manajerial yang dapat dilakukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam mengetahui pergerakan arah nilai tukar. Eksportir atau importir dapat menentukan nilai kontrak forward exchange atau kontrak forward option. Bagi individu dan lembaga keuangan (bank) yang mendiversifikasikan portfolionya dan melakukan investasi tambahan atas risky asset yang berupa perdagangan valuta asing. Dan bagi bank sentral agar dapat mengendalikan kurs supaya tidak overvalued maupun undervalued. Dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar secara signifikan maka dapat mengendalikan nilai tukar dengan melakukan kebijakan makroekonomi berdasarkan faktor yang mempengaruhi tersebut.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Error Correction Model, Exchange Rate, Subprime Mortgage Crisis, Currency, Dollar U.S. Dollar, Analysis of Fluctuation. Error Correction Model, Nilai Tukar, Krisis Subprime Mortgage, Kurs, Rupiah Dollar AS, Analisis Fluktuas
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 29 Oct 2014 02:51
Last Modified: 15 Nov 2019 06:54
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2026

Actions (login required)

View Item View Item