Analisis strategi revitalisasi perkebunan karet di kabupaten kota waringin barat

Nasution, Enda Soaloon (2008) Analisis strategi revitalisasi perkebunan karet di kabupaten kota waringin barat. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
7EK-01-Enda-Cover.pdf - Published Version

Download (327kB)
[img]
Preview
PDF
7EK-02-Enda-Abstract.pdf - Published Version

Download (312kB)
[img]
Preview
PDF
7EK-03-Enda-Ringkasaneksekutif.pdf - Published Version

Download (324kB)
[img]
Preview
PDF
7EK-04-Enda-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (334kB)
[img]
Preview
PDF
7EK-05-Enda-Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (615kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) menganalisis faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan program revitalisasi perkebunan karet di Kabupaten Kotawaringin Barat dan (2) menentukan strategi apa yang paling tepat untuk dapat melaksanakan program revitalisasi perkebunan karet di Kabupaten Kotawaringin Barat dengan dukungan aspek pertanahan. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah selama satu bulan yaitu pada bulan April 2008, dengan metode deskriptif dengan cara survey melalui wawancara, kuesioner dan diskusi langsung kepada sejumlah pihak yang terkait. Data yang diperlukan yaitu data primer meliputi observasi langsung, wawancara, kuesioner dan studi pustaka serta data sekunder meliputi data wilayah dan penduduk, data perkebunan dan data pertanahan Kabupaten Kotawaringin Barat. Teknik pengambilan contoh yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah populasi sebanyak 1.925 orang dengan ukuran sample sebanyak 100 orang yang terdiri dari instansi pemerintah dan lembaga terkait revitalisasi perkebunan karet di Kabupaten Kotawaringin Barat sebanyak 12 orang dan pengurus koperasi dan petani peserta yang aktif sebanyak 88 orang. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis SWOT dan QSPM. Hasil analisis SWOT diperoleh tujuh variabel faktor internal dan sepuluh variabel faktor eksternal yang mempengaruhi revitalisasi perkebunan karet di Kabupaten Kotawaringin Barat. Dari tujuh variabel faktor internal yaitu (1) pengalaman dan minat petani dalam mengelola perkebunan tanaman karet, (2) penguasaan dan pemanfaatan lahan turun temurun dan potensi lahan, (3) tenaga kerja penanaman, pemeliharaan dan panen dari keluarga petani sendiri dan (4) terbentuknya kelompok tani dalam wadah koperasi petani merupakan kekuatan dan (1) rendahnya kualitas pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia petani karet, (2) produktivitas hasil karet rendah dan (3) tidak adanya bukti pemilikan tanah kebun yang kuat dan sah merupakan kelemahan. Sepuluh variabel faktor eksternal yaitu (1) harga karet dunia cenderung naik, (2) bantuan yang diterima dari pemerintah, (3) pasar karet merupakan pasar komoditas ekspor, (4) telah terbentuknya industri karet di sekitar Kabupaten Kotawaringin Barat dan (5) komitmen politik pemerintah kabupaten yang kuat merupakan peluang dan (1) koordinasi dan sinkronisasi antar dinas/instansi/lembaga kurang optimal, (2) infrastruktur jalan pengangkutan hasil karet belum memadai, (3) rawan penyelewengan dana oleh pengurus koperasi, (4) sulitnya pencairan kredit dari perbankan dan (5) desakan peralihan kepemilikan tanah kebun karet kepada pihak lain merupakan ancaman. Hasil analisis matriks IFE dan EFE menunjukkan bahwa kekuatan utama adalah pengalaman dan minat petani dalam mengelola perkebunan tanaman karet dengan bobot 0,153 dan peringkat tertinggi sebesar 3,440 sehingga skor terbobot tertinggi sebesar 0,527. Sedangkan kelemahan utama revitalisasi perkebunan karet di Kabupaten Kotawaringin Barat adalah rendahnya kualitas pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia petani karet dengan bobot tertinggi sebesar 0,148 dan peringkat sebesar 2,760 sehingga nilai terbobot sebesar 0,408. Peluang utama yang penting dalam revitalisasi perkebunan karet di Kabupaten Kotawaringin Barat adalah pasar karet merupakan pasar komoditas ekspor dengan bobot sebesar 0,097 dan peringkat tertinggi sebesar 3,430 sehingga nilai terbobot tertinggi sebesar 0,333. Ancaman utama adalah infrastruktur jalan pengangkutan hasil karet belum memadai dengan bobot sebesar 0,105 dan peringkat 2,730 sehingga nilai terbobot tertinggi sebesar 0,287. Dari hasil pencocokan matriks SWOT, diperoleh enam alternatif strategi yang dapat dilakukan dalam revitalisasi perkebunan karet di Kabupaten Kotawaringin Barat yaitu : (1) penggunaan teknologi pertanian dalam mengelola kebun, (2) kerjasama pemasaran dengan industri karet, (3) pensertifikatan tanah kebun karet, (4) pembinaan dan pelatihan teknis perkebunan karet secara intensif, (5) peningkatan koordinasi/sinkronisasi dinas /instansi/lembaga terkait program revitalisasi dan (6) peningkatan infrastruktur jalan hasil produksi dan pelatihan tentang perkoperasian petani oleh pemerintah kabupaten. Hasil analisis dengan mempergunakan matriks SPACE diperoleh hasil faktor internal sebesar 0,752 yang merupakan hasil pengurangan dari kekuatan sebesar 1,836 dan kelemahan sebesar 1,084. Faktor eksternal diperoleh hasil sebesar 0,459 yang merupakan hasil pengurangan dari peluang sebesar 1,601 dan ancaman sebesar 1,242. Hasil perhitungan faktor internal sebesar 0,752 diletakkan sebagai titik pada sumbu x dan hasil perhitungan faktor ekternal sebesar 0,459 diletakkan sebagai titik pada sumbu y dengan menggunakan diagram kartesius. Dalam diagram kartesius, posisi strategi revitalisasi perkebunan karet di Kabupaten Kotawaringin Barat terletak pada kuadran aggressive. Hasil ini menunjukkan keadaan revitalisasi perkebunan karet di Kabupaten Kotawaringin Barat dapat dilakukan ekspansi dan memperbesar pertumbuhan. Lebih lanjut hasil analisis dengan menggunakan QSPM diperoleh Total Attractiveness Score (TAS) tertinggi adalah strategi pembinaan dan pelatihan teknis perkebunan karet secara intensif sebesar 5,790. Dengan demikian berarti strategi ini menjadi prioritas utama dalam revitalisasi perkebunan karet di Kabupaten Kotawaringin Barat. Urutan prioritas kedua adalah strategi peningkatan infrastruktur jalan hasil produksi dan pelatihan tentang perkoperasian petani oleh pemerintah kabupaten dengan TAS sebesar 5,665. Urutan prioritas ketiga adalah strategi kerjasama pemasaran dengan industri karet dengan TAS sebesar 5,537. Urutan prioritas keempat adalah strategi 3 yaitu pensertifikatan tanah kebun karet dengan TAS sebesar 5,531. Urutan prioritas kelima adalah strategi penggunaan teknologi pertanian dalam mengelola kebun dengan TAS sebesar 5,468. Urutan prioritas keenam adalah strategi peningkatan koordinasi/sinkronisasi dinas/instansi/ lembaga terkait program revitalisasi dengan TAS sebesar 5,213. Implikasi manajerial yang dapat dilakukan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kelompok Tani/Koperasi Petani Karet di Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai berikut (1) Pembinaan dan pelatihan teknis perkebunan karet secara intensif dilaksanakan melalui:a. kegiatan penyuluhan dan sosialisasi dengan petani karet dan pengurus kelompok tani/koperasi untuk masing-masing kecamatan dalam jangka waktu 6 bulan sekali. Pelaksanaan penyuluhan dan sosialisasi selain dilaksanakan oleh petugas dari Dinas Perkebunan Kabupaten Kotawaringin Barat, dapat melibatkan pihak ketiga yang dianggap telah berpengalaman dalam budidaya perkebunan karet. b. Peninjauan langsung ke lapang oleh pembina teknis perkebunan karet untuk penyuluhan, pengamatan langsung, evaluasi dan contoh peragaan teknis pengelolaan perkebunan karet yang benar, dalam jangka waktu tertentu pada masing-masing kecamatan. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan komitmen pemerintah yang kuat terhadap berhasilnya revitalisasi perkebunan karet di Kabupaten Kotawaringin Barat. c. Mengikutsertakan petani karet andalan di masing-masing kecamatan dalam kegiatan pelatihan perkebunan karet dan mengadakan studi banding dalam negeri ke daerah yang telah lebih berkembang dalam pengelolaan perkebunan karet misalnya daerah Propinsi Kalimantan Selatan dan Propinsi Sumatera Selatan. (2) Peningkatan infrastruktur jalan hasil produksi dan pelatihan tentang perkoperasian petani oleh pemerintah kabupaten dilaksanakan melalui pengalokasian dana yang bersumber baik dari APBD Kabupaten Kotawaringin Barat dan APBD Propinsi Kalimantan Tengah maupun dari APBN pemerintah pusat, untuk pembuatan jalan pengangkutan hasil produksi dari areal perkebunan karet menuju lokasi pengolahan karet. (3) Kerjasama pemasaran dengan industri karet dilaksanakan melalui diskusi, tukar pikiran, perundingan, kesepakatan tertulis dan peninjauan langsung ke perkebunan karet dan pabrik pengolahan hasil karet oleh pengurus koperasi dan pemilik pabrik pengolahan karet, dalam pembinaan dan bimbingan dinas/instansi/lembaga yang menangani koperasi dan dinas/instansi/lembaga yang menangani industri, perdagangan dan penanaman modal. (4) Pensertifikatan tanah kebun karet merupakan strategi untuk mendukung strategi pembinaan dan pelatihan teknis perkebunan karet secara intensif. Strategi ini bertujuan untuk memberikan kekuatan kepemilikan tanah kebun yang kuat dan sah sebagai aset petani karet guna meningkatkan produktivitas hasil karet sekaligus memanfaatkan harga karet dunia yang cenderung meningkat, bantuan yang diterima dari pemerintah, pasar karet merupakan pasar komoditi ekspor dan telah adanya pabrik pengolahan hasil karet di sekitar Kabupaten Kotawaringin Barat. (5) Strategi penggunaan teknologi pertanian dalam mengelola kebun hendaknya dimulai dari teknologi pertanian yang sederhana dan biaya pengadaan dan pemeliharaan alat yang dapat tercangkau oleh petani karet dan (6) strategi peningkatan koordinasi/sinkronisasi dinas/instansi/ lembaga terkait revitalisasi dapat dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dengan mengadakan rapat koordinasi secara teratur, berkala dan sistematis dibawah pimpinan langsung Bupati Kotawaringin Barat, bersama dinas/instansi/ lembaga yang terkait revitalisasi perkebunan karet. Hasil dari analisis SWOT dapat disimpulkan (1) terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi revitalisasi perkebunan karet di Kabupaten Kotawaringin Barat terdiri dari: a. kekuatan yaitu pengalaman dan minat petani dalam mengelola perkebunan tanaman karet, penguasaan dan pemanfaatan lahan turun temurun dan potensi lahan, tenaga kerja penanaman, pemeliharaan dan panen dari keluarga petani sendiri serta terbentuknya kelompok tani dalam wadah koperasi petani b. kelemahan yaitu rendahnya kualitas pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia petani karet, produktivitas hasil karet rendah serta tidak adanya bukti pemilikan tanah kebun yang kuat dan sah c. peluang yaitu harga karet dunia cenderung naik, bantuan yang diterima dari pemerintah, pasar karet merupakan pasar komoditas ekspor, telah terbentuknya industri karet di sekitar Kabupaten Kotawaringin Barat dan komitmen politik pemerintah kabupaten yang kuat dan d. ancaman yaitu koordinasi dan sinkronisasi antar dinas/instansi /lembaga kurang optimal, infrastruktur jalan pengangkutan hasil karet belum memadai, rawan penyelewengan dana oleh pengurus koperasi, sulitnya pencairan kredit dari perbankan dan desakan peralihan kepemilikan tanah kebun karet kepada pihak lain, (2) dengan menggunakan analisis QSPM diperoleh hasil strategi prioritas utama adalah pembinaan dan pelatihan teknis perkebunan karet secara intensif. Dikemukakan saran-saran sebagai berikut: (1) perlu disusun strategi revitalisasi perkebunan karet yang dapat dilaksanakan di daerah masing-masing yang sesuai dengan kondisi keadaan masyarakat setempat. Strategi yang ditempuh pada akhirnya harus bertujuan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. (2) untuk menentukan strategi yang dapat dilaksanakan didaerah masing-masing, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut di daerah masing-masing pada sektor pertanian sub sektor perkebunan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Karet, Revitalisasi Perkebunan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Strategi, Faktor Internal dan Eksternal, Matriks IFE dan EFE, Matriks SWOT, Matriks SPACE, QSPM, Survey.
Subjects: Manajemen Strategi
Depositing User: SB-IPB Library
Date Deposited: 06 Nov 2014 02:30
Last Modified: 06 Nov 2014 02:30
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/2044

Actions (login required)

View Item View Item